Review

Review: Rebuilding Paradise (2020)

Rebuilding Paradise memberikan gambaran jelas bagaimana sedihnya kehilangan rumah dan kotamu akibat ulah manusia.

(Foto: National Geographic)

Pada 8 November 2018, ada kebakaran di hutan dekat kota Paradise, California, Amerika Serikat. Para pemadam kebakaran langsung turun tangan untuk memadamkan api. Namun mereka tidak bisa mengalahkan kekuatan angin yang membuat api menyebar cepat. Lama-lama api mulai menjalar ke pemukiman warga Paradise. Para pemadam kebakaran benar-benar tidak kuasa menahan kekuatan api, hingga akhirnya seluruh kota Paradise habis terbakar. Langit di kota Paradise merah membara karena api. Siang hari di kota Paradise seperti malam hari karena asap tebal menutupi cahaya matahari. Tidak ada lagi rumah warga, tidak ada lagi pusat kota, semua habis tinggal rangka dan abu.

Paradise, CA – Piles of debris from burned buildings close to an antique mall in Paradise, CA. (Credit: National Geographic)


Akhirnya diketahui bahwa penyebab utama kebakaran ini adalah kelalaian perusahaan listrik yang tidak memelihara tiang-tiang listrik mereka yang terpasang di hutan. Percikan listrik dari tiang-tiang itu memercikkan api yang menyebabkan kebakaran hutan.
Belakangan diketahui pula bahwa akibat kebakaran itu, air di kota Paradise kini tercemar sampai-sampai bukan hanya tidak bisa digunakan untuk minum, dipakai untuk mandi saja lambat laun bisa menyebabkan kanker.

Carly Ingersoll seorang psikolog sekolah. Ia sedang berusaha mempunyai keturunan. Namun dokter melarang dia untuk hamil karena ia menolak pindah dari Paradise pasca bencana. Ia juga sudah pernah mandi pakai air kota Paradise yang tercemar. Dokter takut kandungan kimia yang sudah masuk melalui kulitnya akan berbahaya untuk janin. (National Geographic/Sarah Soquel Morhaim)

Meski sudah diberikan rumah pengungsian, namun masih banyak warga Paradise yang menolak hengkang dari kota yang sudah hancur-lebur itu. Karena warga Paradise sangat mencintai kotanya.

Sang sutradara, Ron Howard, mengikuti perjalanan hidup dan usaha beberapa warga kota Paradise untuk bisa bangkit kembali. Ada dari sudut pandang polisi, petinggi sekolah, psikolog sekolah, mantan walikota, dan beberapa warga biasa. Ron mengkuti kisah hidup mereka berharap dapat melihat perubahan ke arah yang lebih baik.

Yang saya suka dari film ini:
+Film dokumenter ini sama sekali nggak pakai narator, tapi kita bisa paham dan ikut merasakan kesedihan para korbannya.
+Film ini mengambil segala pihak yang terlibat di kota tersebut. Bukan hanya warganya, tapi juga anggota dewan kotanya, pihak perusahaan listriknya, sampai kaum lansia yang mengerti sejarah kota tersebut.

Michelle John salah satu petinggi sekolah di Paradise. Pasca bencana ia harus mutar otak agar para muridnya tidak ketinggalan pelajaran. Ia juga tetap merayakan wisuda para murid kelas 12 di lapangan, meski ia harus membabat pohon di sekitar sekolah yang berpotensi menyebarkan abus racun di udara. (Credit: National Geographic)


+Banyak video kebakaran yang terekam. Dari situ kita bisa melihat bagaimana sebuah kota berubah jadi api neraka. Sampai aspal jalan aja kebakar. Sen cing ping!

Salah satu rumah yang terbakar di Paradise Nov. 8, 2018. (Photo by Noah Berger)


+Sepertinya Paradise ini beneran kota yang bagus dengan warga yang baik. Makanya sepanjang film ini kita akan melihat bagaimana warganya cinta banget sama kota Paradise.
+Ada pengakuan anak yang bapaknya yang udah lansia meninggal pas kebakaran itu. Sediiiiiiiih banget ngebayanginnya T_T
+Warna dan gambar film ini baguuus! Emang beda dah kalau yang sutradarain itu pemain lama di Hollywood.
+Ron Howard matanya jeli banget menggambarkan ironi kebahagiaan kecil dari warga dari kota yang hancur.

Yang saya kurang suka dari film ini:
-Maaf ya, bukan maksudnya meremehkan permasalahan orang di Paradise, tapi mungkin karena saya tinggalnya di Indonesia yang rentan bencana alam kali, ya. Jadi begitu lihat rumah pengungsiannya bagus-bagus dan layak huni ada juga yang hidup sementara di mobil trailer, perasaan saya kayak ‘hmmm kalo elo-elo pada tinggal di negara gue, kalian udah nangis darah kali yak…’

Arabella Young, salah satu anak yang mengungsi di mobil trailer bersama keluarganya. (Credit: National Geographic)


-Film ini banyak tokohnya, tapi diceritakan cuma seceplok-seceplok. Akhirnya beberapa tokoh diceritakannya nggak tuntas.

Film ini bisa ditonton di channel National Geographic hari Sabtu, 14 November 2020 pukul 21:00
Rate: 4 out of 5

Ini trailernya…

Comment

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s