Jadi ceritanya kan gw n Si Punk Rock lagi mau membiasakan diri nabung buat Kriby. Nabungnya uang kecil dan receh-receh doang sih. (Tapi beneran deh, uang receh itu kalau dikumpulin sekian bulan hasilnya mayan juga.)

Nah, kebetulan udah masuk masa panen tabungan Kriby nih. Gw hitungin uang receh-receh ini, gw tumpuk-tumpuk sesuai jumlah tertentu, terus gw solatipin tiap tumpukan dengan maksud supaya memudahkan si teller bank.

Pergilah gw ke bank. Nunggu giliran sampai akhirnya dipanggil.
Gw: Mba, saya setor uang receh ya. Ini untuk rekening tabungan anak saya *sodorin buku rekening tabungan khusus anak-anak*

Teller: *mukanya mengerut* Berapa banyak?

Gw: 302 ribu

Teller: Bukan, recehannya berapa banyak? *masih dengan muka nggak enak*

Gw: Ha? Nggak tahu pasti sih. Soalnya itu jumlah campur sama uang kertasnya juga.

Teller: Udah disolatip?

Gw: Udah.

Teller pun menghitung uang-uang receh gw tanpa senyum. Sampai transaksi setor gw selesai pun dia nggak ada senyum-senyumnya ama gw.

Aku sedih. Gw tahu sih para teller bank itu pasti capek ngitungin uang orang lain tiap hari. Tapi…tapi kan gw udah rapihin duitnya biar mereka nggak ngeluarin banyak tenaga ngitungin duit receh gw. Aku hanya ingin lihat kamu tersenyum mba….
Tapi aku mah apa atuh. Cuma uang receh…

View on Path

Comment

Krilianeh

A weirdo who managed the society to accept her for what she is.
A sushi freak.
Love to blog and tweet n’import quoi.
Often found as a girl who reads down in the middle of the crowd.
Enjoys meeting new people and listening to their life story.
Secretly like to think the unthinkable then depressed herself 😀
LOVE TO WATCH MOVIES AND REVIEW THEM (Yes, caps lock is needed)
On her 29th birthday, she got married to a very nice punk rock guy, whom often she called ‘Si Punk Rock’. ❤
A year later, she gave birth to a lovely daughter that later she called ‘Kriby’.
Then 9 years later Kriby got a sister that we called ‘Baby B’.

Let’s connect