Diposkan pada blog

Salahkan Gravitasi

Si Punk Rock cerita soal temannya yang baru hitungan bulan menikah sekarang lagi proses cerai.

Si Punk Rock: Makanya kalau nikah itu komunikasinya harus bagus. Setelah itu komprominya harus gede. Kayak aku pas nikah ama kamu. Aku kaget lho ternyata kamu itu lemarinya berantakan banget. Tapi akhirnya aku berkompromi.

Gw: Makasih ya sayang. Tapi kalau soal lemariku, itu semua terjadi karena ada gaya gravitasi, lho. Tanpa ada gravitasi, isi lemariku nggak akan kayak begitu. Jadi bisa dikatakan perkara rumah tangga yang satu ini disebabkan oleh Isaac Newton.

SPR: …………

 

Moral: Perempuan itu tidak selalu benar. Tapi argumentasi akan terasa benar jika mengutip fakta ilmiah di sana-sini.

I love you sayang 😘 – with Wahyu

View on Path

Diposkan pada blog

Asal-Muasal Perang Bubat

Abis COD-an beli make up Korea.

Gw: Tadi yang jual nawarin beli produk make up lainnya.

Si Punk Rock: Terus kamu mau?

Gw: Pengen, sih. Tadi dia jual masker Line muka Brown. Lucu, sih. Tapi nggak, deh.

SPR: Kenapa nggak?

Gw: Karena produk kosmetik Korea itu cocoknya buat yang kulit putih gitu. Biar kita jadi keliatan kayak boneka. Kulit aku kan nggak putih, jadi nggak cocok buat jadi boneka gitu.

SPR: Tapi kan jenis boneka ada banyak. Ada boneka voodoo…

Lalu terjadilah Perang Bubat. – with Wahyu

View on Path

Diposkan pada blog

Logika Kaum Pria

Tadi Kriby aduk-aduk minuman pakai sedotan.
Gw: Nak, jangan diaduk terus. Nanti tumpah, lho.

Kriby bodo amat dan tetep aduk-aduk.

Si Punk Rock: Nak, minumnya jangan diaduk-aduk. Nanti dia pusing.

Ya, begitulah sains membuktikan kalau pria itu makhluk yang berpikir dengan logika. – with Wahyu

View on Path

Diposkan pada blog

Tangan

Seberapa sering anakmu meminta kamu meletakkan handphone yang kamu pegang lalu bermain dengannya?

Kriby mulai sering melakukan hal itu. Dia butuh kedua tangan saya untuk menggenggam tangannya selama ia melompat-lompat di kasur. Maklumlah, Kriby belum terlalu lancar loncat-loncat sendiri di kasur.

Selama memegangi kedua tangannya ketika ia melompat-lompat dengan girang, saya bisa melihat di matanya bahwa ia senang bukan main. Terlihat juga kalau ia begitu sayang sama saya. Bagi dia, saya adalah dunianya. Makanya ia meminta atensi saya secara penuh untuk melihat dia melakukan berbagai hal yang sering kali kita anggap remeh.

“Bunda! Bunda! Liat! Liat!”

Karena tingkah lakunya sering saya anggap remeh, tak jarang saya hanya memperhatikan sekilas lalu balik lagi menatap handphone yang saya pegang.

“Instagram gosip lagi seru, nih. Di grup WhatsApp juga lagi ngobrol seru. Bentar ya, nak,” batin saya sambil menatap handphone lekat-lekat.

Padahal handphone ini sudah saya pegang, tatap, dan cari-cari sejak saya bangun pagi sampai tidur lagi. Handphone ini saya bawa kemana-mana. Sedangkan Kriby saya hanya bertemu di pagi hari saat hendak berangkat bekerja dan malam hari sepulang saya dari kantor. Di frekuensi saya yang sangat sedikit bertemu Kriby itu, kenapa saya masih mendistraksikan diri dengan handphone, ya?

Maafin Bunda ya, nak. Bunda sadar apa pun yang ada di handphone ini tidak lebih penting dari kamu.

Wahai kaum ibu di era digital, taruhlah handphonemu, lalu genggamlah tangan anakmu.

(Foto: Izin nyomot dari sini)
Diposkan pada blog

This Guy…

Gw: Anak-anak kantor ngajakin nongkrong di Kopi Kalyan.

Si Punk Rock: Ya udah, pergi gih.

Gw: Aku pengen, sih. Tapi nggak usah, deh. Kasian Kriby.

SPR: Udah pergi aja. Aku anterin. Kriby biar aku yang jemput

Gw: *bimbang*

SPR: Udah pergi aja. Kamu dulu hampir 2,5 tahun di rumah terus ngurus Kriby. Sekarang kamu punya teman-teman yang asyik. Ya udah, pergilah. Yang penting aku tahu kamu perginya sama teman-teman yang beres. Bukan ama anak-anak yang suka tung-turung-tung-tung *sambil meniru gaya orang dugem*

This guy…
This guy worth the wait and worth every heartbreak which leads me to him.

Alhamdulillah.

View on Path

Diposkan pada blog

Gara-Gara Sup Ayam

Jadi begini ya sodara-sodara….

Kemarin Si Punk Rock sakit demam. Saya masakinlah sup ayam.
Alhamdulillah hari ini Si Punk Rock badannya mendingan. Lalu dia merasa bersalah karena menurut dia ‘I’m sorry I’ve ruined our weekend’. Maka dari itu dia suruhlah saya pergi me time sendirian.

Ya udah, tadi saya pergi jalan-jalan ke Blok M. Makan di restoran Jepang favorit, dilanjutkan dengan pijat. Eh siapa sangka abis makan, ATM saya hilang. Pijatnya pun batal.

Setelah minta surat kehilangan ke kantor polisi endebre-endebre, saya memutuskan untuk pulang saja.

Sampe rumah, saya ceritakan detil me time saya ke Si Punk Rock. Reaksi dia…
“Jadi me time kamu fail dong?”

“Ya udah nggak apa-apa.”

“Kamu pergi lagi gih. Nonton kek ato cari tempat pijat dekat sini.”

“Tapi… Masa aku pergi terus?”

“Udah pergi aja sekarang. Kalau nggak ntar kesorean. Pergi sana me time. Biar Aruna ama aku.”

Maka di sinilah saya sedang ber-creambath ria.

Kesimpulan dari kisah ini adalah: jika suamimu demam, segera masak sup ayam. Insya Allah berhadiah jalan-jalan. – at Johnny Andrean Salon Cinere Mall with Wahyu

See on Path

Diposkan pada blog

Kalau Jatuh Cinta, Dunia Serasa Milik Berdua

Tadi pulang dari jalan-jalan kami naik Uber.

Terus entah bagaimana, saya baru nyadar kalau saya dan Si Punk Rock itu nggak pernah ciuman di taksi. Dari jaman pacaran ampe sekarang nikah kami nggak pernah ciuman di taksi.

Mungkin karena kami memang dari dulu sampe sekarang adalah anak motoran kali ya. Naik taksi sih untuk acara tertentu aja.

TAPI YA, kami itu pernah makan bubur ayam di taksi premium burung perak.

Saya rasa itu adalah salah bukti nyata kami atas ungkapan ‘kalau jatuh cinta, dunia serasa milik berdua. Yang lain ngontrak’. – with Wahyu

View on Path

Diposkan pada blog

Pengalaman Dirawat di RSUD Pasar Minggu Pakai BPJS

Mau cerita panjang lagi. Kali ini tentang biaya BPJS selama perawatan Kriby.

Emang ada biayanya, Dis?

Selama Kriby dirawat di IGD seharian, lanjut ke PICU 2 malam, dan 2 malam di ruang rawat inap, kami mengeluarkan biaya…… Rp 0. Tidak ada biaya sepeser pun. Bahkan pulangnya Kriby dibekalin obat juga tanpa tuntutan bayaran.

Padahal kalau dihitung-hitung pakai biaya normal di rumah sakit swasta itu…
-IGD per malam: 500 rb ampe 3 jutaan
-PICU per malam: 4 jutaan belum alat dan visit dokter. Pake deposit pula 25 juta.
-Ruang rawat inap biasa: 500-700 ribuan.

Alhamdulillah banget deh ada BPJS. Makasih banyak buat Pak SBY yang mencanangkan program BPJS. Walau kamu sekarang drama, tapi BPJSmu telah membantu saya, Pak Beye.
Makasih banyak juga buat Pak Ahok yang bangun RSUD Pasar Minggu ini. Karena percuma juga kalau gratis tapi tempatnya nggak ada dan fasilitasnya nggak lengkap.

Oleh karena itu sekali lagi saya mau mengingatkan teman-teman dan handai taulan sekalian: bayarlah BPJSmu tepat waktu. Mungkin bukan sekarang Anda membutuhkannya. Tapi iuranmu telah membantu banyak subsidi silang orang-orang yang membutuhkan.

Saya udah lihat dan dengar secara langsung kisah miris kehidupan para pasien yang akhirnya tertolong oleh BPJS. Kapan-kapan saja saya ceritakan bagian itu. Kepanjangan soalnya.

Kayak selama ini lo nggak nulis panjang-panjang aja, Dis…

Let’s go home, kiddo! Cucian kita udah numpuk – with Wahyu at RSUD Pasar Minggu

View on Path

Diposkan pada blog

Pelayanan IGD RSUD Pasar Minggu Pakai BPJS

Jadi setelah seminggu batpil dan demam, akhirnya dokter menyarankan Kriby untuk dirawat inap. Soalnya dicurigai radang paru (pneumoni) adalah biang keladinya.

Inilah saatnya kami manfaatkan si BPJS. Si dokter hanya kasih surat rujukan dan surat permohonan rawat inap. Saya telpon ke Puskesmas Kecamatan (faskes I kami), petugas yang stand by 24 jam menyarankan kami langsung ke RSUD Pasar Minggu saja. Kami pun pergi ke rumah sakit yang baru diresmikan beberapa tahun lalu oleh Ahok ini.
Kami kasih surat-suratnya ke perawat di IGD RSUD Pasar Minggu. Kriby langsung ditangani.

IGDnya luas. Ada belasan bilik rawat yang dibatasi oleh tirai hijau. Tempat tidurnya moderen. Alat-alatnya masa kini punya. Seperti alat-alat yang sering saya lihat di serial drama kedokteran bule gitu, deh.
Dalam hitungan menit, Kriby sudah dipasang alat deteksi jantung dan selang nafas. Perawat dan dokter jaganya juga cepat tanggap. Saya tanya soal kemungkinan penyakit, prediksi dirawat berapa lama, dan prosedur penanganan bisa dijawab semua oleh mereka. Dalam waktu setengah jam, Kriby sudah diinfus dan sudah diambil darahnya untuk dicek ke lab. Sayang kami dilarang mengambil gambar di ruangan ini.

Tapi saya jadi mengerti kenapa di IGD ini saya tidak melihat ada pasien yang panik atau tergopoh-gopoh. Soalnya semuanya sudah tertangani bahkan sebelum mereka bertanya.

Hikmahnya: Bayar selalu BPJS Anda tepat waktu. Anda akan membutuhkannya sewaktu-waktu. – at RSUD Pasar Minggu with Wahyu

See on Path