Bukan Distraksi

Lagi ngejar deadline kerjaan. Harus telpon ke sekian banyak media. Cuma punya waktu pas Kriby lagi bobo ato ga pas dia lagi anteng.

Kejar…kejar…kejar…

O oh… Gw mendengar suara rangkakan Kriby yang beringsut-ingsut. Yah si distraksi sudah mulai aktif kembali.

Kejar kerjaan sebisanya deh. Kejar…kejar..kejar…

Yah si distraksi semakin mendekat…
Yah dia minta dipangku…
Yah dia bakal mulai mencet-mencetin laptop nih…

Nyerah. Matiin aja deh laptopnya. Lanjutin besok aja deh kerjaannya. Tutup laptop.

Tahu-tahu si distraksi berdiri lalu menatap mata gw yang kuyu. Dia kemudian menaruh kedua tangannya di pipi gw. Tahu-tahu dia cium bibir gw sambil menirukan suara orang ngesun, “euumaaah”.

Gw terkesiap. Gw kemudian jadi benar-benar ingat bahwa Kriby ini anak gw, bukan distraksi.

View on Path

Comment

Krilianeh

Love to blog n’import quoi.

LOVE TO WATCH MOVIES AND REVIEW THEM (Yes, caps lock is needed)

On her 29th birthday, she got married to a very nice punk rock guy, whom often she called ‘Si Punk Rock’. ❤
A year later, she gave birth to a lovely daughter that later she called ‘Kriby’.
Then 9 years later Kriby got a sister that we called ‘Baby B’.

You’ll see these names often in this blog.

Let’s connect