Review

Review: The Occupant (2020)

Setelah menonton The Occupant, saya jadi berkesimpulan film Spanyol itu pada bagus-bagus ya, gaes…

Film Spanyol ini mengisahkan tentang Javier Muñoz (Javier Gutiérrez) seorang bos periklanan yang baru saja kehilangan pekerjaannya. Ia sekarang ke sana kemari untuk interview sana-sini. Tapi tidak ada yang memberikan respon yang menggembirakan. Karena tidak ada pemasukan, ia sekeluarga terpaksa pindah dari apartemen mewah ke apartemen kecil di kawasan nggak elit. Mobil BMW-nya juga terpaksa dijual.
Suatu hari Javier kangen dengan apartemen lamanya. Sambil menunggu mobilnya laku, ia kendarai mobil BMWnya untuk melihat apartemen lamanya dari kejauhan. Rupanya apartemen itu sudah ditempati oleh keluarga baru. Diam-diam muncul ide tidak baik di benak Javier. Ia sepertinya tahu cara mendapatkan hidup enak seperti yang dulu pernah ia jalani.

Yang saya suka dari film ini:
+ Film ini membangun misteri cara berpikir Javier dengan apik. Kita baru benar-benar paham apa maksud Javier di akhir cerita.
+ Setuju dengan salah satu reviewer yang mengatakan kalau film ini memberikan contoh nyata tentang toxic fragile masculinity. Dimana pria yang merasa gagal sebagai lelaki akan berusaha berbuat apapun demi merasa jadi ‘lelaki’ kembali.
+ Ada Mario Casas yang gantengnya nggak santai. Tampang dia tuh kayak gabungan Nick Jonas sama Jason Mamoa.

Mario…

+ Spanyol itu bagus ya. Semoga akan ada rezeki untuk bisa liburan ke sana. Tentunya setelah corona slompret ini berakhir.
+ Jalan ceritanya lumayan nggak ketebak deh nih film. Twist-nya nggak cuma satu.

Yang saya kurang suka dari film ini:
– Terlepas dari akting Javier Gutiérrez yang oke, cuma entah kenapa postur tubuhnya yang nggak tinggi lumayan membuat ia terlihat ‘gubrak’ gitu. Jadi karakternya yang dibangun sebagai pria diam namun bermuslihat itu malah bikin saya pengen toyor kepalanya sambil bilang ‘mau apa sih lu, cil? Ganggu hidup orang aja lu’.
– Suara Mario Casas itu kayak nggak pas ama tampangnya.
– Alurnya agak lambat dan kita dibuat menebak-nebak terus. Mungkin kalau orang yang nggak sabar akan merasa kalau film ini membosankan.

Rate: 4 out of 5
Saya nonton film ini di Netflix.

Ini trailernya…

Comment

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s