Review: Kembang Api (2023)

Review: Kembang Api (2023)

Film Kembang Api ini memberikan perspektif lain dari bunuh diri.

Film ini dibuka dengan Langit Mendung alias Fahmi (Donny Damara) mendorong bola besar ke dalam sebuah gudang. Bola itu adalah kembang api besar yang daya ledaknya setara dengan bom.
Tidak lama, datanglah Anggrek Hitam alias Raga (Ringgo Agus Rahman) ke dalam gudang itu. Lalu Tengkorak Putih alias Sukma (Marsha Timothy), dilanjutkan oleh Anggun (Hanggini Purinda Retto). Mereka semua berkumpul di gudang itu untuk bunuh diri bersama. Selama ini mereka berempat sudah berinteraksi melalui group chat untuk mengatur rencana pengakhiran nyawa mereka.
Karena semua sudah berkumpul, maka mereka pun menjalankan rencana yang sudah dirancang. Kembang api pun meledak dan menewaskan mereka semua. Tapi….. Alangkah kagetnya Langit Mendung ketika ia tidak berada di surga ataupun neraka. Melainkan ia dihidupkan lagi dan kembali ke masa ia menunggu anggota grup chat bunuh diri untuk hadir di gudang tempat kembang api itu. Mereka semua mengulang kejadian yang sama. Mereka kemudian mengulang kembali prosesi peledakan kembang apinya, tapi sama aja. Mereka semua dihidupkan kembali ke momen yang sama. Kok mau mati aja susah banget ya?

Yang saya suka dari film ini:
+ Aktingnya Ringgo Agus Rahman baguus! Cocok juga dia memerankan orang serius meskipun mukanya kocak.
+ Aktingnya Marsha Timothy juga oke. Konsisten murung dan seperti banyak pikiran.
+ Suka dengan alur ceritanya yang nggak biasa.
+ Dialognya berkembang dengan baik. Hanya dengan setting di satu ruangan gudang, tapi perubahan karakternya terjadi dengan baik berkat dialognya.
+ Warna dan lightingnya juga bagus!
+ Meskipun film ini adalah remake dari film Jepang berjudul 3 Feet Ball & Souls, tapi berhasil diadaptasi jadi terasa Indonesianya.
+ Posternya bagus.

Yang saya kurang suka dari film ini:
– Endingnya kurang greget. Kayak ‘Yah, gitu doang?’

Film ini saya tonton di Netflix.
Rate: 3,5 out of 5

Ini trailernya:

2 tanggapan atas “Review: Kembang Api (2023)”

  1. nengsyera Avatar

    Kalo ga salah pnh baca di quora, ada org indigo blg klo org bunuh diri itu akan trs menerus mengulangi hal yg sama (cara matinya), jd akan ngrasain “sakit” Yg berulang smp hri kiamat kalo ga sslah. Makanya dia blg jgn bunuh diri, prcuma ga menyelesaikan masalah, malah cape “dihukum” Buat ngerasain trs proses bunuh dirinya.

    1. Krilianeh Avatar

      Iya mba. Hal ini juga sedikit dibahas di film Kembang Api. Mereka ngerasain sakit yang sama berulang kali

Tinggalkan Balasan ke nengsyera Batalkan balasan

Krilianeh

Love to blog n’import quoi.

LOVE TO WATCH MOVIES AND REVIEW THEM (Yes, caps lock is needed)

On her 29th birthday, she got married to a very nice punk rock guy, whom often she called ‘Si Punk Rock’. ❤
A year later, she gave birth to a lovely daughter that later she called ‘Kriby’.
Then 9 years later Kriby got a sister that we called ‘Baby B’.

You’ll see these names often in this blog.

Let’s connect