Monolog

(Repost dari blog yang lama: 22 Februari 2009)

Semakin kita dewasa, kita akan semakin banyak menemukan masalah. Karena menjadi dewasa itu artinya melihat warna dan mencium bau dunia yang sesungguhnya. Dan sayangnya warna dan bau itu nggak selalu menyenangkan. Yang bisa bertahan dengan kenyataan itu ya hanya orang-orang yang ikhlas. Dan keikhlasan itu jugalah yang menandakan klo kita memang udah dewasa.

Nah, seperti yg kita semua ketahui, proses ikhlas itu amat sangat ga gampang! Ada yang berusaha mati-matian untuk ikhlas malah justru bikin kita tambah ga ikhlas, ada juga yg ga tau harus ngapain dan berharap waktu akan mengantarkan keikhlasan itu sendiri.

Dan sepertinya gw termasuk yg tipe kedua.

Shock yang baru-baru aja gw alami ini bikin gw bermata sembab, malas makan, dan terdiam ga tahu harus ngapain. Yang gw tahu, ini akan berlalu dan gw harus kuat. Soalnya kata Mini (sahabat gw)….
“semakin kita menjadi orang baik, semakin banyak pula kita diuji”

Langkah awal gw menuju ikhlas: sadari bahwa apa yg gw hadapi sekarang adalah memang sebuah ujian hidup. Dan jangan coba-coba mempertanyakan kenapa gw mengalami ini.

Terus langkah selanjutnya apa? Ga tau…..

Gw sekarang harus ngapain? Ga tau….

Yg penting gw harus tenang aja dulu. Dengan ketenangan, gw akan bisa mendengar suara hati gw lebih jelas.

Ok, apa yg bikin gw bisa tenang?

Baca buku seperti biasa lo lakukan kalo lo lagi pengen mengalihkan pikiran.

Apa itu bukan berarti gw lari dari masalah?

Masalah lo ga akan kemana-mana. Dia akan tetap di sana menunggu lo untuk siap menghadapinya.

Buku apa yg harus gw baca?

Apa aja yg ada. Pokoknya lo harus baca. Baca apa aja. Dari Stephen King sampai Mario Puzo. Dari kisah bunuh diri Hitler sampai kisah asmara orang Jepang bercinta. Apa aja!

Nah, buku-buku itu udah gw baca. Terus selanjutnya apa?

Baca lebih banyak lagi!

Jadi, berapa banyak lagi buku yang harus gw baca untuk ikhlas?

 

Setelah dibaca lagi sekarang:

-Ini gw tulis pas lagi dapat masalah gitu, deh. Dan sampai sekarang baca buku masih berhasil jadi pelarian gw kalau lagi ada masalah. Setelah nangis kejer nggak membantu, tentunya.

Iklan

Bagaimana menurut Anda?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s