Film Materialists ini bikin kita paham seperti apa itu cinta.

Hiduplah Lucy (Dakota Johnson) seorang mak comblang profesional. Ia adalah satu karyawan andalan di biro jodoh Adore. Lucy jeli dalam melihat potensi dan kelebihan seseorang untuk dia jodohkan dengan klien-kliennya. Meskipun dia jago menjodohkan orang, tapi Lucy sendiri sudah hilang harapan untuk jodoh dirinya sendiri. Lucy tidak melihat dirinya akan menikah. Kecuali kalau lelaki itu sangat kaya.
Salah satu klien Lucy berhasil melanjutkan ke jenjang pernikahan. Ini adalah sukses besar untuk kantor dan karir Lucy. Sang klien mengundang Lucy untuk hadir di pesta pernikahan mereka, karena berkat Lucy lah mereka akhirnya bertemu.
Di pesta pernikahan itu Lucy berkenalan dengan Harry (Pedro Pascal). Ia pria berperawakan tinggi, sukses, tajir-melintir, dan masih lajang. Harry adalah pria yang memiliki semua kriteria yang sangat diidamkan oleh para klien wanitanya Lucy. Lucy ingin memprospek Harry menjadi kliennya. Namun Harry justru ingin hal yang berbeda karena ia ingin Lucy yang jadi pacarnya. Susah memang menolak Harry yang tampan, tinggi, dan kaya.
Di saat bersamaan Lucy bertemu dengan John (Chris Evans) mantan kekasihnya. Dulu Lucy putus dengannya karena John kere. John adalah struggling actor yang masih berbagi apartemen dengan orang lain buat berhemat. Dia kini jadi pelayan di catering untuk menambah penghasilan. John itu baik, atentif, dan selalu ada untuk Lucy. Masalah John cuma satu, yaitu dia kere dan itu membuat hubungan mereka di masa lalu tidak mulus.
Sekarang Lucy sudah pacaran dengan Harry yang super tajir. Namun apakah harta selalu menjamin kebahagiaan?
Yang saya suka dari film ini:
+ Film ini bertutur secara pelan tapi pasti tentang apa sebenarnya itu cinta. Salah satu bentuk cinta itu adalah kehadiran.
+ Film ini lembut di telinga karena minim scoring. Semua tokohnya berbicara dengan pelan dan lembut. Entah bagaimana, minim suara ini malah bikin kita jadi nonton secara khusyu.
+ CHRIS EVANS MASYA ALLAH GANTENG BANGAD! Maaf Pedro Pascal fans, saya memang lebih suka Chris Evans daripada Pedro. Dan Chris Evans di film ini aktingnya baguuuus banget! Dia bisa meyakinkan kita kalau dia segitu cintanya ama Lucy cuma melalui tatapannya doang. Tatapannya itu penuh cinta, tapi nggak berani berharap karena dia sadar diri dia miskin. Kayak gimana tuh tatapannya? Nonton sendiri dah.
+ Banyak dialog yang bagus dan bikin kita mikir akan perasaan kita yang sesungguhnya. Benarkah kita suka sama orang itu atau kita hanya suka ke tempat-tempat yang orang itu ajak kita untuk kunjungi? Benarkah kita benci dengan pria miskin atau kita hanya benci berada di kemiskinan? Benarkah kita suka dengan orang itu atau kita hanya suka dengan perasaan dihargai?
+ Gambarnya bagus dan elegan. New York jadi cantik dan kalem di film ini.
+ Ini adalah film drama cinta tidak klise, melainkan sangat realistis dan relatable untuk orang zaman sekarang.
Yang saya kurang suka dari film ini:
– Hmmm apa ya….. Kayaknya nggak ada sih. Saya suka semua yang ada di film ini.
– Oh ada sih satu adegan yang tiba-tiba Lucy dan John menyelinap ke nikahan orang. Menurut saya adegan itu terlalu novel untuk film yang tadinya udah sangat realistis.
Rate: 4,5 out of 5
Category: Drama, romance
Film ini saya tonton di Netflix.
Ini trailernya…







Comment