Review: Lupa Daratan (2025)

Film Lupa Daratan ini jadi pembuktian kalau Imajinari Production idenya selalu orisinil.

Dok. Netflix

Alkisah hiduplah seorang aktor Vino Agustian (Vino G. Bastian) yang sedang berada di puncak karirnya. Dia baru saja memenangkan penghargaan aktor terbaik di Anugerah Film Indonesia. Hidupnya dikelilingi selebritas dan perayaan. Makin banyak tawaran film yang masuk ke managernya Vino, Hasto (Emil Kusumo). Sampai mantan presiden Sudibyo Sumarsono (Arswendy Beningswara) mau bikin film tentang kisah hidupnya minta Vino yang jadi pemeran dirinya.
Tapi di puncak karirnya itu lah tiba-tiba Vino nggak bisa akting sama sekali. Bahkan saat ia reading di hadapan pak Sudibyo, aktingnya buruk banget sampai pak Sudibyo tersinggung. Hasto dengan kesal minta Vino segera ngecek dirinya ke dokter. Dimi (Dea Panendra) sahabat Vino mengira kalau ini adalah hasil santet atau dikutuk. Tapi Vino nggak yakin.
Makin lama kabar Vino tidak bisa akting makin tersebar dan viral. Tentu saja ini bikin kalang kabut. Maka Vino ditemani Dimi berusaha mencari menghilangkan ‘kutukan’ ini. Satu-persatu mereka coba mengurai di mana letak kesalahannya dan cara memperbaikinya. Dan Vino mau tak mau harus menghadapi masa lalu yang ingin ia lupakan, yaitu abangnya sendiri.

Yang saya suka dari film ini:
+ Imajinari kalau bikin film tuh idenya selalu orisinil. I like!
+ Humornya oke. Apalagi plesetan orang-orang dan isu di dunia perfilman.
+ Ini adalah sebuah konsep yang lucu: Vino G. Bastian di film ini diminta akting untuk menjadi orang yang nggak bisa akting. Kocak dah.
+ Aktingnya Agus Kuncoro sebagai abangnya Vino udah nggak usah diragukan lagi lah ya. Dia bisa menghadirkan sosok abang yang sayang sama adiknya tanpa syarat tanpa banyak ngomong. Dari gerak-gerik dan tatapannya doang, kita bisa langsung paham kalau ni orang sayang banget ama elu Vino.
Senang banget akhirnya ngelihat Agus Kuncoro main film lagi. Selama ini Agus Kuncoro ke mana sih? Kenapakah dia istirahat dari dunia film?
+ Tapi dari semua aktor, aktingnya Emil Kusumo sebagai Managernya Vino lah yang paling mencuri perhatian. AKTINGNYA BAGUS BANGET! Saya akan menunggu film-film Emil Kusumo lainnya.
+ Oiya, saya juga suka dengan wardrobenya. Kostum masing-masing tokohnya terlihat pas!

Yang saya kurang suka dari film ini:
– Film ini terasa agak dragging lambat gitu. Mungkin karena flash back ke masa lalu Vino munculnya di timing yang agak-agak random kali ya. Lalu Imajinari itu punya ciri khas banyak tokoh yang ingin dimunculkan. Ini semua karena kebaikan hati Ernest Prakasa yang ingin memberi kesempatan kepada para komika dan para aktor baru. Tapi sayangnya hal ini bikin film jadi terasa nggak sat-set. Karena tokoh-tokoh kecil diberi dialog dan durasi yang bikin cerita agak belok ke sana-sini dulu.
– Tokoh Vino dan abangnya waktu remaja nggak mirip yak.
– Rambutnya Agus Kuncoro tidak terlihat natural. Apakah itu wig? Apakah selama ini Agus Kuncoro istirahat dari dunia film karena sakit? Kalau benar begitu, semoga cepat sembuh ya mas Agus. Anda adalah salah satu aktor favorit saya yang tidak pernah mengecewakan.

Rate: 3,5 out of 5
Category: Komedi, drama
Film ini saya tonton di Netflix.

Ini trailernya….

Comment

Krilianeh

A weirdo who managed the society to accept her for what she is.
A sushi freak.
Love to blog and tweet n’import quoi.
Often found as a girl who reads down in the middle of the crowd.
Enjoys meeting new people and listening to their life story.
Secretly like to think the unthinkable then depressed herself 😀
LOVE TO WATCH MOVIES AND REVIEW THEM (Yes, caps lock is needed)
On her 29th birthday, she got married to a very nice punk rock guy, whom often she called ‘Si Punk Rock’. ❤
A year later, she gave birth to a lovely daughter that later she called ‘Kriby’.
Then 9 years later Kriby got a sister that we called ‘Baby B’.

Let’s connect