Review: Weapons (2025)

Review: Weapons (2025)

Film horor Weapons ini mendapat review keseraman lumayan tinggi, padahal sutradaranya adalah seorang komedian.

Film Weapons ini dibuka dengan adegan anak dari tempat tinggalnya masing-masing satu-persatu pada bangun dari tempat tidurnya di tengah malam lalu lari keluar rumah. Anak-anak itu berasal dari satu kelas dan satu sekolah yang sama. Semuanya pergi tengah malam, lari entah ke mana ke kegelapan malam. Kecuali satu anak bernama Alex (Cary Christopher). Dia satu-satunya anak di kelas itu yang tidak menghilang.
Tentunya seluruh orang tua pada panik. Pas lapor polisi, semua aparat juga bingung. Kok bisa satu kelas hilang bersamaan? Alex diinterogasi juga nggak tahu-menahu. Semua buntu. Para orang tua yang frustasi jadi menyalahkan sang wali kelas, Justine (Julia Garner). Maklum Justine ini guru baru di sekolah itu, maka para orang tua menuding kalau Justine pasti ada hubungannya dengan semua ini.
Demi meredam kegusaran para orang tua murid, Justine pun dipaksa cuti sementara oleh sang Kepala Sekolah. Kesal menjadi kambing hitam untuk peristiwa aneh ini, Justine pun bertekad untuk menyelidiki dan mencari kemana perginya siswa-siswanya. Bukan hanya Justine yang menyelidiki. Ada juga Archer (Josh Brolin) salah satu orang tua murid dan polisi Paul (Alden Ehrenreich) yang mencari tahu dengan cara mereka sendiri. Mereka semua tidak menyadari kalau mereka sedang berurusan dengan sesuatu yang sangat ‘jahat’.

Yang saya suka dari film ini:
+ Udah lama nggak nonton film horor yang genre seperti ini. Bukan horor hantu, bukan thriller juga. Tapi serem sih. Lebih masuk kalau dibilang genre film ini adalah body horror.
+ Tokoh Aunt Gladys (Amy Madigan) memang SANGAT mencuri perhatian. Dia bisa memunculkan keseraman dengan dandanan serba warna-warni dan pembawaan yang ceria. Konon tokoh Aunt Gladys jadi kostum Halloween paling populer tahun 2025.
+ Film ini diceritakan dari empat perspektif tokoh. Sang guru, sang orang tua murid, sang polisi, dan seorang pecandu narkoba. Ini butuh teknik penyutradaraan yang nggak biasa sih agar singkron dengan cerita masing-masing tokoh.
+ Yang tidak disangka-sangka adalah film ini ditulis dan disutradarai oleh seorang komedian bernama Zach Cregger. Bener-bener nggak nyangka seorang komedian bisa bikin film sehoror ini.
+ Suka banget dengan makeup-nya. Keren dan kontinyu. Bisa dengan jelas menggambarkan warna darah atau lebam sesuai dengan timeline si tokoh. Misalnya pas si tokoh baru kena tonjok mukanya cuma lebam dan ada darahnya dikit. Tapi seiring berjalannya waktu berpindah adegan, lebamnya jadi menghitam dan darahnya juga menghitam dan mengering.

Yang saya kurang suka dari film ini:
– Beberapa jumps scare-nya kebaca. Amerika banget…
– Masih ada beberapa plot yang bolong. Tapi mari kita optimis saja, mungkin ini memang disengaja untuk memberi ruang pada sekuel ataupun prekuel.

Rate: 4 out of 5

Ini trailernya….

Comment

Krilianeh

A weirdo who managed the society to accept her for what she is.
A sushi freak.
Love to blog and tweet n’import quoi.
Often found as a girl who reads down in the middle of the crowd.
Enjoys meeting new people and listening to their life story.
Secretly like to think the unthinkable then depressed herself 😀
LOVE TO WATCH MOVIES AND REVIEW THEM (Yes, caps lock is needed)
On her 29th birthday, she got married to a very nice punk rock guy, whom often she called ‘Si Punk Rock’. ❤
A year later, she gave birth to a lovely daughter that later she called ‘Kriby’.
Then 9 years later Kriby got a sister that we called ‘Baby B’.

Let’s connect