Tuhan Menenangkan Saya Melalui Stiker Di Dasbor

Perjalanan hari Bekasi-Kuningan-Bekasi.
Pas berangkat dua jam perjalanan.
Pas pulang kayaknya bakal 2,5 jam perjalanan nih. Ini aja masih di jalan, belom nyampe.
Udah lama banget nggak perjalanan jauh naik angkot, jadi kerasa banget capeknya. Faktor usia dan manja.

Lalu Tuhan mencoba menenangkan saya melalui stiker di dasbor angkot K40 ini…

View on Path

Yuk ah nonton video Kriby dulu!

Iklan

2015 in review

Alhamdulillaaaaah!

Senang juga lihat ini. Jadi semakin semangat nulis.

Asisten statistik WordPress.com menyiapkan laporan tahunan 2015 untuk blog ini.

Berikut ini kutipannya:

Aula konser di Sydney Opera House menampung 2.700 orang. Blog ini telah dilihat sekitar 39.000 kali di 2015. Jika itu adalah konser di Sydney Opera House, dibutuhkan sekitar 14 penampilan terlaris bagi orang sebanyak itu untuk menontonnya.

Klik di sini untuk melihat laporan lengkap.

365 Tulisan 2014 #143: Sad Day (AirAsia QZ8501)

Iye gw udah emak-emak.

Yang paling bikin gw sedih atas musibah AirAsia #QZ8501 adalah adanya seorang bayi yang ikut jadi penumpang di sana.

Gw nggak kebayang gimana panik emaknya pas tahu pesawat yang mereka tumpangi bermasalah. Yang gw tahu banget adalah emaknya pasti reflek mikir gimana cara selamatin bayinya duluan. Walaupun sepertinya sia-sia…

Gw nggak mau ngebayangin ngeliat bayi lo keguncang-guncang atau kejedug sana-sini karena benturan atau bahkan ngedenger suara nangisnya menghilang tenggelam ke dalam air.

Gw jadi pengen nangis.

Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan.

Iye gw udah emak-emak.

#Kriby

View on Path

365 Tulisan 2014 #112: Welcome Kriby!

Setelah sekitar 19 jam bertempur dengan rasa sakit akibat kontraksi plus induksi tanpa hasil signifikan, akhirnya sang dokter pun memutuskan untuk caesar aja.
Maka pukul 19.57 tadi lahirlah anak pertama saya bernama Aruna Anugerah Angkasa. Dan kini dapat dipastikan kelaminnya adalah perempuan.
(Foto menyusul)

#KriliDihamili #WelcomeKriby (Krili baby) – with Wahyu at Rumah Sakit Permata Depok

View on Path

365 Tulisan 2014 #63: Klien VS Tuhan

Tadi jalan-jalan window shopping ke mall ama Si Punk Rock. Masuklah kita ke sebuah toko baju yang lagi ngehits.

Gw: Eh, ini kemejanya bagus nih. Kamu mau beli nggak?

Si Punk Rock: Nggak. Buat apa?

Gw: Kamu perlu juga tau baju beginian. Misalnya buat pas ketemu klien. Jadi terlihat lebih rapi gitu (secara baju doi kaos band punk semua)

Si Punk Rock: Jiaaah, aku solat Jumat yang menghadap Tuhan aja pakai baju biasa. Terus kenapa menghadap klien harus pake baju bagus?

He? Pemikiran anak punk emang begitu ya?
Ada benernya juga sih…

#365Tulisan2014 – with Wahyu

View on Path

365 Tulisan 2014 #28: Umroh

Hola!

Jadi apa kabar proyek 365 Tulisan 2014 gw? Kabarnya tersendat-sendat.

Kenapa tersendat-sendat? Karena gw sibuk.

Aaaah bohong! Kalau sibuk kenapa masih sempat main Twitter, Path, dan abuse Stumbleupon.com? Percayalah padaku…

Gimana mau percaya kalau kamu bohongin aku terus? Aku nggak bohong sayaaaaaang!

(Ini kenapa tadinya monolog terus berubah jadi dialog berantem ala orang pacaran gini sih?)

Tapi beneran, gw akhir-akhir ini sibuk. Lebih tepatnya sibuk persiapan dan kemudian umroh. Bagaimanakah perjalanan umroh saya? Simak foto-fotonya pemirsah…

Ini gw dan Si Punk Rock waktu di bandara Soekarno-Hatta pas hari keberangkatan.  Kami berangkat umroh pada tanggal 13 Februari malam, naik Kuwait Airways. Baju merah batik yang kami pakai itu seragam dari turnya (keliatan nggak?)
Ini gw dan Si Punk Rock waktu di bandara Soekarno-Hatta pas hari keberangkatan.
Kami berangkat umroh pada tanggal 13 Februari malam, naik Kuwait Airways.
Baju merah batik yang kami pakai itu seragam dari turnya (keliatan nggak?)

Madinah-Mesjid Nabawi

Rute umroh kami adalah ke Madinah, Arab Saudi baru ke Mekah. Di Madinah kami menginap sekitar empat hari.
Madinah itu ternyata dingin. Kotanya rapi dan bersih.

Pedagangnya masih berjualan ala tradisional alias teriak-teriak buat manggil pelanggan. Hampir semua pedagangnya bisa bahasa Indonesia sedikit-sedikit (ini artinya orang Indonesia kalau ke sana belanja gila juga ya?) Harga belanjaan yang mereka patok bisa ditawar semua, tapi biasanya mereka kasih harga yang nggak terlalu jauh untuk ditawar. Makanya gw sempat dikatain ‘bakhil’ ama pedagang Arab pas coba nawar ala orang Indonesia alias setengah harga dari harga aslinya.

Mesjid Nabawi itu guedeeeeeeeeee, rapi, dan bersih. Gw kagum dengan luasnya ni mesjid. Ada kali empat kali lebih besar dari lapangan bola, mungkin lebih malah.

Tapi walau segitu gedenya, tetap aja pas ke Rawdah desak-desakan. Kepala gw sampai ditendang segala ama orang pas sujud. FYI, Rawdah itu adalah tempat dekat kuburan Rasulullah SAW. Di sana ada sebuah mimbar tempat Rasulullah SAW biasanya khotbah. Dipercaya kalau kita solat dan berdoa disitu, nanti doa kita akan di-ijabah (dikabulkan). Makanya tempat itu selalu ruame! Yang tempat untuk lelaki dibuka 24 jam. Kalau tempat untuk perempuan hanya dibuka pada jam-jam tertentu. Mungkin karena dibukanya hanya pada jam-jam terbatas, makanya cewek-cewek itu pada beringas pas masuk Rawdah (beneran deh, mau ibu-ibu kek, nenek-nenek kek, beringas semua). Gw aja akhirnya bisa solat setelah dijagain sama Bu Irma dan dan Nenek Aminah (teman jamaah gw juga dan akhirnya kami jadi berteman baik setelah pulang dari Rawdah). Mereka pegangan tangan ngelingkarin gw, bikin pagar betis biar gw bisa solat di Rawdah. Pas sujud terakhir, gw ampe nangis terharu sama kebaikan mereka (dan dicampur nangis kesakitan karena kepala gw ditendang orang sih).

Rute umroh kami adalah ke Madinah, Arab Saudi baru ke Mekah. Di Madinah kami menginap sekitar empat hari.  Madinah itu ternyata dingin. Kotanya rapi dan bersih.  Hotel tempat kami menginap cukup dekat sama Mesjid Nabawi. Ini pemandangan halaman Mesjid Nabawi pas subuh.

Hotel tempat kami menginap cukup dekat sama Mesjid Nabawi. Ini pemandangan halaman Mesjid Nabawi pas subuh.
Ini pemandangan tempat yang sama kala siang
Ini pemandangan tempat yang sama kala siang
Kalau nggak dapat solat di dalam mesjid, kami solat di pelatarannya. Dengan dinaungi payung otomatis ini. Teduuuh banget!
Kalau nggak dapat solat di dalam mesjid, kami solat di pelatarannya. Dengan dinaungi payung otomatis ini. Teduuuh banget!
Kalau malam, payungnya otomatis nutup sendiri. Dan mereka berubah jadi seperti tiang kokoh biasa.  Gw salut dengan orang Arab Saudi yang memang menggunakan segala duit yang mereka punya untuk membangun kota terutama mesjid bersejarah biar para jamaah yang datang (dari berbagai belahan dunia) merasa nyaman.
Kalau malam, payungnya otomatis nutup sendiri. Dan mereka berubah jadi seperti tiang kokoh biasa.
Gw salut dengan orang Arab Saudi yang memang menggunakan segala duit yang mereka punya untuk membangun kota terutama mesjid bersejarah biar para jamaah yang datang (dari berbagai belahan dunia) merasa nyaman.

 

Ini interiornya Mesjid Nabawi
Ini interiornya Mesjid Nabawi

 

Mekkah

Telah sampailah kita pada waktunya untuk pindah ke Mekkah. Dari Madinah ke Mekkah itu jaraknya 5 jam naik bis (apa kabar Rasulullah SAW dulu naik onta ke sana ya? Subhanallah!).

Mekkah kotanya panas dan gersang. Gw jadi ngerti kenapa cewek-ceweknya pakai jilbab-gamis gede-gede, cadar, dan rata-rata warna hitam. Soalnya panasnya itu nyengat. Kalau panas di Indonesia itu lembab, jadi kita akan mengeluarkan keringat pas kepanasan. Sedangkan di sana kagak! Kita menghindari banget kulit kena terpaan sinar matahari secara langsung karena rasanya lumayan nyesss. Dan cewek-cewek sana pakai cadar karena debunya lumayan, apalagi sekitaran Masjidil Haram lagi banyak pembangunan. Jadi debu asap plus debu pasir lumayan dah. Lalu kenapa harus baju gamis berwarna hitam? Soalnya baju hitam susah kelihatan kotor. Pas di Masjidil Haram, susah banget dapat solat di dalam. Biasanya kita solat melantai di luar. Dan cuaca di Mekkah bikin pelataran mesjid nggak sebersih mesjid Nabawi. Jadi seperti gw yang pakai baju serba putih, dalam selang waktu dua jam di sana, jadi broken white-lah baju saya.

Ini Si Punk Rock dan saya pas di bis menuju Mekah. Kalau udah ambil niat (miqot), para lelaki harus pakai baju ihram, para perempuan harus menutup auratnya rapat-rapat. Nggak boleh sehelai rambut pun yang kelihatan, atau nggak umrohnya nggak sah.
Ini Si Punk Rock dan saya pas di bis menuju Mekah. Kalau udah ambil niat (miqot), para lelaki harus pakai baju ihram, para perempuan harus menutup auratnya rapat-rapat. Nggak boleh sehelai rambut pun yang kelihatan, kalau nggak umrohnya nggak sah.

 

Ini gw dan Si Punk Rock abis tawaf dan sa'i. Pas tawaf gw masih kuat jalan. Tapi pas sa'i kedua (harus 7 kali), gw mulai lemes. Gw dan Si Punk Rock pun melipir keluar buat pinjam kursi roda. Gratis. Alhamdulillah gw punya suami yang baik banget :-*
Ini gw dan Si Punk Rock abis tawaf dan sa’i. Pas tawaf gw masih kuat jalan. Tapi pas sa’i kedua (harus 7 kali), gw mulai lemes. Gw dan Si Punk Rock pun melipir keluar buat pinjam kursi roda. Gratis.
Alhamdulillah gw punya suami yang baik banget :-*

 

Beberapa hari kemudian kami diajak city tour ke Jabal Tsur (gunung tempat Rasulullah sembunyi sebelum hijrah), lalu ke Jabal Rahmah ini. Ini adalah tempatnya Nabi Adam SAW dan Siti Hawa bertemu.  Di sini banyak orang tulisin nama mereka dengan pasangannya. Dengan harapan hubungan mereka akan langgeng.  Di sini juga gw melihat ada cowok Indonesia doa depan Jabal Rahmah sampe nangis-nangis. Kayaknya dia pernah cinta banget sama seseorang...
Beberapa hari kemudian kami diajak city tour ke Jabal Tsur (gunung tempat Rasulullah sembunyi sebelum hijrah), lalu ke Jabal Rahmah ini. (Gw kayak ninja ya). Ini adalah tempatnya Nabi Adam SAW dan Siti Hawa bertemu.
Di sini banyak orang tulisin nama mereka dengan pasangannya. Dengan harapan hubungan mereka akan langgeng.
Di sini juga gw melihat ada cowok Indonesia doa depan Jabal Rahmah sampe nangis-nangis. Kayaknya dia pernah cinta banget sama seseorang…

 

Ini gw dan Si Punk Rock pas selesai tawaf wada (tawaf perpisahan). Kami tawaf abis isya dan gw lagi-lagi pakai kursi roda. Makanya tawafnya di atas.
Ini gw dan Si Punk Rock pas selesai tawaf wada (tawaf perpisahan). Kami tawaf abis isya dan gw lagi-lagi pakai kursi roda. Makanya tawafnya di atas.

 

Next blog: (Diminta dihapus)

 

Klenik Di Kehidupan Kita

(Repost dari blog yang lama: 30 November 2010)

Hari Minggu sore adalah jadwal gw pulang ke kosan. Biasanya gw pulang sendirian naik angkot atau nggak dianterin Papa naik mobil. Cuma Minggu sore yang lalu, adik gw, Agam, lagi kumat baiknya. Maka ia pun bersedia mengantar gw ke kosan naik motornya. Walaupun ujung-ujungnya dia bakal mintain gw uang bensin, sih. (What the hell?????)
Di motor Mio yang kami namai Pidipidipoh (iya, sama persis kaya otopetnya si Poh dari Teletubbies) gw ajak Agam ngobrol.

“Gam, tahu nggak yang soal aktris senior yang meninggal di lokasi syuting itu? Yang baru-baru ini kejadian itu, lho,” tanya gw.

“Si oma-oma di sinetron Cinta Idul (bukan judul sinetron sebenarnya)?”

“Iya. Katanya kan dia meninggalnya karena jadi tumbal.”

“Tumbal gimana?”

“Kakak dikasih tahu kalau sinetron Cinta Idul itu memang pakai pesugihan biar laku ditonton orang terus. Nah, kalau pesugihan itu kan katanya suka minta tumbal. Jadi banyak meninggal.”

“Emang yang meninggal banyak? Kan baru si Oma itu doang.”

“Yeee bukan dia doang tau! Teman Kakak waktu itu pernah wawancara si Dinda Kuya (bukan nama sebenarnya) yang jadi pemeran antagonis di sinetron itu. Dia bilang, katanya di lokasi syuting itu sebenarnya udah ada beberapa kru yang meninggal. Meninggalnya bisa macam-macam. Sakitlah, kecelakaanlah, banyaklah. Sekarang si Oma deh yang meninggal.”

“Masa sih? Si Oma emang meninggalnya kenapa?” tanya Agam tidak percaya.

“Serangan jantung. Memang sih banyak yang bilang kalau syuting sinetron Cinta Idul itu sangat diforsir. Jadi banyak kru yang jatuh sakit atau jadi kecelakaan karena nggak fokus. Tapi sebagai orang Indonesia yang dibesarkan dengan budaya klenik, maka menurut Kakak mereka itu meninggal karena pesugihan, Gam!”

“Hmmmm… Iya juga, sih. Si Oma meninggalnya di lokasi syuting juga ya….”

Gw dan Agam pun terdiam. Hanya deru angin yang menenuhi telinga kami……. (puitis ya bow!)
Lalu Agam berkata…

“Eh, kalau ngomong pesugihan, di bola juga sering kayak gitu, Kak!”

“Pesugihan di bola? Maksudnya cari duit dengan taruhan siapa yang menang? Itu mah judi, bukan pesugihan!”

“Bukan gitu. Maksudnya di bola itu juga sering ada praktek klenik.”

“Kayak gimana contohnya?”

“Kayak tadi aja tuh. Kayaknya Agam juga kena, deh dibaca-bacain sama orang.”

“Tadi kapan?”

“Tadi sebelum anterin Kakak ini kan Agam tanding futsal sama teman-teman SMA Agam. Ini kompetisi futsal kecil-kecilan gitu. Di lapangan jelek dan nggak rata. Hadiahnya Juara I aja dapat kambing.”

“Hadiahnya dapat kambing????

“Iya. Namanya juga kompetisi tarkam (antar kampung). Agam sama teman-teman SMA ikut juga buat seru-seruan aja. Biar bisa ngumpul lagi sama teman-teman SMA.”

“Tapi masa hadiahnya kambing???”

“Lumayan kali, Kak. Sekarang harga kambing aja berapa? Sekitar 2 jutaan, kan? Dua juta bagi teman-teman Agam berlima, lumayan kan?”

“Hooo…. iya juga sih. Eh, terus yang soal dibaca-bacain itu kenapa?”

“Haa, iya tuh! Kayaknya tadi pas Agam main, Agam tuh dibaca-bacain.”

“Dibaca-bacain gimana? Dijampi-jampi, gitu?”

“Iya. Soalnya pas Agam masuk lapangan dan main, nafas Agam langsung sesak.”

“Alaaaaaaaah! Itu mah karena Agam udah kecapekan. Agam kan main futsal kayak orang gila! Tiaaaap hari futsal! Seringnya Agam main futsal itu sampai ngalahin seringnya Anang-Syahrini muncul di infotaintment, tau ga!”

“Yaaaaaaaaaaah! Dibilangin nggak percaya. Di bola tuh memang sering kayak gitu, Kak! Dan efeknya macam-macam. Ada yang begitu masuk lapangan sesak nafas, ada yang masuk lapangan terus jadi lemas. Ada juga yang begitu masuk lapangan tiba-tiba jadi nggak mood main. Banyak deh efeknya!”

“Masa sih? Emang masih ada aja ya kayak begituan?”

“Banyak kaleeeee, Kak! Tapi memang yang paling banyak praktek kaya gitu kalau tarkam aja, sih. Nggak semua gara-gara dijampi-jampi. Ada yang dari minuman. Begitu kita sampe, kita ditawarin minum sama anak-anak kecil di situ. Ada yang lewat tepokan. Banyak deh!”

“Lewat minuman? Kayak tempat dugem aja. Yang Agam maksud tempat dugem kaliiii? Eh, artinya Agam suka dugem ya????”

“Nggak! Ini beneran di lapangan futsal. Belum lagi yang pakai susuk.”

“Pakai susuk???? Buat apaan main bola pakai susuk? Biar banyak cewek-cewek yang nyorakin pas main bola?”

“Bukan! Biar nendang bolanya kencang.”

“Ha? Segitunya, Gam?” tanya gw sambil melongo karena nggak nyangka. Ternyata ada ya orang segitu tergila-gilanya sama bola sampai pasang susuk di kakinya. Kalau pasang susuk di otak ada nggak ya? Biar mikirnya jadi kencang. Hmmmm….

“Iya. Banyak kali Kak yang begitu.”

“Siapa aja yang begitu? Teman-teman Agam ada yang begitu, nggak?”

“Nggak tahu juga, deh. Tapi yang pasti Beny Hera pakai susuk, tuh.”

“Beny Hera siapa?”

“Ada pemain timnas futsal Indonesia.”

“Agam tahu dari mana?”

“Waktu dia pasang susuk sempat diliput, kok. Dia jadi bahan percobaannya Ki Joko Bodo.”

“Ya ampun! Ki Joko Bodo never dies ya…”

Lalu perbincangan kita terhenti. Karena si Agam matanya kelilipan, lalu kita minggir sebentar biar Agam bisa mengucek mata dengan leluasa.

Dari percakapan itu, gw jadi berpikir: benarkah klenik itu belum bisa dipisahkan dari kehidupan kita? Dan apakah klenik bisa menjawab semua persoalan hidup kita? Tapi yang paling penting adalah, kenapa kita menggunakan klenik di kehidupan kita?

Sekian. Terima kasih.

(Ha? Gitu doang?)

Iya. Udah, tulis komen sana!

 

Setelah dibaca lagi sekarang:

-Masih banyak banget praktek klenik di kehidupan kita. Konon katanya salah satu temannya Agam yang bapaknya punya usaha warung tenda seafood, meninggal gara-gara klenik lantaran persaingan bisnis. Gila ya orang-orang Indonesia…. Apa-apa dibalikin ke agama, tapi praktekin klenik kayak nggak punya agama. Na’udzubillahmindzalik!

-Pasangan Anang-Syahrini udah putus. Anang udah nikah sama Ashanti yang suaranya persis banget kayak Krisdayanti. Syahrini asyik menghambur-hamburkan uang dengan noraknya. Bodohnya, gw ikutan membuat parodinya dengan nama Syahdisti. Foto-fotonya ada di Instagram gw : adistidaramutia.

-Gw udah jarang ngobrol ama Agam karena doi sibuk, apalagi boncengan motor udah hampir nggak pernah. Tapi serunya gw sekarang diboncengin motor sama Si Punk Rock terus. Yihuuuuu!

Ramalan Membawa Gundah

(Repost dari blog yang lama-5 Mei 2008)

Waktu itu gw diajak ke peramal ama bos gw dan Ulil. Konon katanya peramal itu jitu pisan. Dy udah sering bolak-balik ke situ buat menanyakan masalah percintaan. Tempatnya berada di TIM. Sesampainya di sana peramal ini nampaknya emang canggih, soalnya dy bisa ngeramal dari berbagai cara. Dari palmistry, tarot, vendra, keris, batu mesir dll. Pokonya banyak de.

Gw sempat bingung pgn diramal pake apa. Kalo pake batu mesir bisa ketahuan kejadian yg bakal gw alami tiap bulannya selama setahun kedepan, tapi setelah gw pikir2 gw takut. Soalnya sejak nyokap gw meninggal gw ada ketakutan tersendiri klo misalnya keluarga ke kenapa-kenapa. Apalagi klo akurat bgt bisa melihat kejadian per bulannya. Aduh, ga kuat gw! Kalau Vendra khusus melihat percintaan, tapi gw kan pgn tahu karir gw juga. Klo keris entah kenapa gw ga tertarik. Jadi gw pilih lah ngeramal pake tarot.

Singkat cerita, ada beberapa hal mengaggetkan yg dibaca oleh sang peramal. Dan itu bikin gw kepikiran…… Si peramal yg ramah itu pun membaca aura2 ‘kepikiran’ gw. Dy sampe bilang, “lo klo punya teman yg pgn kurus nggak usah suruh dia diet ato fitnes. Ajak aja ke sini ntar dy bakal kurus deh krn kepikiran, hehehehe…” Gw tau sih maksud dy cuman bercanda, cuma itu emang bener bgt.

Setelah diramal pake tarot, gw dapat bonus ramal palmistry. Palmistry ini lebih kaya membaca sifat doang sih, n gw akui apa yg dy baca ada benarnya. Begitu selesai gw bayar jasanya sebesar Rp 30 ribu. Sambil beramah tamah buat say gudbay, si peramal menghebohkan sendalnya yg raib tidak ada pada tempatnya.

Sebelum pulang, my bos n Ulil pgn makan dulu. Sedangkan gw udah hilang selera makan karena ramalan tadi. Sambil menunggu mereka selesai makan, gw pun menelpon siapa pun yg bisa gw ajak ngobrol. (Gw emang tipe org yg bisa langsung lega klo dah cerita ama org lain). Gw telpon adik gw, ga diangkat. Gw telpon geng cwe gw, ga diangkat juga. Wajar bgt sih, secara waktu udah menunjukkan sekitar 10 malam lewat. Gw telponlah sepupu gw si Genta, ternyata dy belum tidur dan langsung lah gw curhat. Dy hanya mendengarkan dgn tenang sambil sesekali menyabar-nyabarkan gw.

Setelah tenang, gw akhiri telpon karena bos gw n Ulil juga ngajak pulang. Sesampainya di kosan, adik gw telpon…..
“Haloh, kak, tadi kenapa telpon?” tanya adik gw.
“Agam, tadi kakak ke tukang ramal terus kakak di ramal……” belum selesai gw ngomong, adik gw langsung memotong pembicaraan.
“JADI KAKAK TELPON AGAM MALAM2 BUAT CERITA KE TUKANG RAMAL??”
“Iya…. tau ga tadi kaka di ramal…..”
“Aaaaah, ogah!! Agam ga mau dengar! Itu Musyrik tau ga! Kaka bayar berapa peramal itu?”
“Tiga puluh rebu….”
“Tuh! Tiga puluh Ribu! Kan mendingan kakak beliin Agam makanan pake duit itu!!” (Perlu diketahui klo keluarga gw bukan kurang gizi. Kita sekeluarga emang tukang makan. Jadi tiap punya duit kita selalu mengukur kekayaan dgn harga makanan.)
“Iya… tapi tau ga, masa kata peramal…..”
“Udah Agam ga mau dengar!. Udah gede juga masih percaya aja ama begituan! Kakak tuh klo mau cerita beginian, cerita aja tuh sana ama Jeni!” Adik gw pun langsung menyudahi telepon. Dan for your information, Jeni itu adalah tetangga kita anak kelas 5 SD.

Gw sama sekali ga kesal sama adik gw yg mengomeli gw. Justru gw jadi tambah sayang ama dy. Abis cuma dy tuh org yg bisa mengingatkan gw tiap gw salah langkah. Entah kenapa gw tuh klo sama dy bukan serasa kaya punya adik, melainkan punya abang.

Setelah menutup telpon, gw merenungkan kata-kata adik gw. Gw tuh udah musyrik. Dan musyrik itu adalah dosa yg paling besar di agama gw. Konon katanya shalat gw selama 40 hari ga bakal diterima. Terus gw baru ingat klo dulu gw pernah baca tafsir Al-Qur`an yg menjelaskan kenapa kita ga boleh percaya ramalan, yaitu karena para ahli nujum itu menyuruh jin utk mendengar pembicaraan malaikat tentang hari esok di langit. Tapi karena sering diusir oleh malaikat, maka para jin itu mengarang cerita yg menyesatkan.

Karena masih pgn bgt cerita, gw telpon lah lagi si Genta sepupu gw itu. Gw cerita tentang gw diomelin ama adik gw. Dy ketawa ngakak. Terus gw cerita tentang tafsir yg pernah gw baca itu. Dy pun ikut2an menasehati gw…
“Nah bener tuh! Lo bayar peramal itu berapa?”
“Tiga puluh rebu…”
“Sekarang lo pikirin deh, ongkos ke langit aja berapa? Bensin aja seliter 4 ribu lima ratus. Mana bentar lagi mau naik lagi harganya. Lo pikir tuh jin bakal nyampe ke langit hanya dgn bayaran 30 ribu? Makanya udah deh ga usah lo percaya itu semua!”
Mendengar itu semua, gw hanya bs mengeluarkan kata “Iya yak..”

Ramalan yg bikin gw gundah gulana itu pun bikin gw dapat omelan dari Fara, teman sekamar gw. Intinya dy sepaham ama Agam n Genta.

Nah, hari minggu lalu, teman2 kosan gw lainnya tercetus ide pgn ke peramal yg gw kunjungi itu. Gw pun mengajak teman-teman gw kesana. Gw ga ikutan diramal hanya ikut mendengarkan. Bahkan gw ga tertarik lagi utk diramal. Karena dari sekian banyak omelan yg gw terima, gw menyadari bahwa masa depan gw ada di tangan gw sendiri. Dan 4LLi akan memberikan gw yg terbaik jika gw mencoba menjalani hidup ini dgn baik. Makanya kemalangan yg mungkin akan gw terima nanti adalah kehendak 4LLi utk menjadikan gw org yg lebih baik.

Lagian ngapain sih gw percaya sama ramalan dari peramal yg ga tau dimana letak sendalnya sendiri……

 

Setelah dibaca lagi sekarang:

-Sampai sekarang gw masih agak takut untuk diramal. Paling gw cuma berani kalau dibaca soal karir doang 😀

Merasakan Surga Bayangan Nya

(Repost dari blog yang lama-18 April 2008)

 

Setelah sekian lama, gw akhirnya bisa mengikhlaskan seseorang.

Setelah sekian lama, gw akhirnya bisa menghilangkan hampir semua amarah yg gw pendam.

Setelah sekian lama, gw akhirnya bisa menyapanya tanpa rasa benci.

Setelah sekian lama akhirnya gw bisa jatuh cinta pada orang baru.

Walaupun gw ga begitu kenal dgn orang baru itu.

Walaupun dy ga ngeh akan keberadaan gw.

Walaupun dy bahkan ga tertarik ama gw.

Ga peduli gw dgn semua itu.

Yang penting gw berhasil menjalani ujian yg diberi Tuhan. Itu ditandai dari timbulnya perasaan cinta lagi.

4LLi mempunyai 100 rahmat. Dan Ia hanya menurunkan 1 rahmat ke bumi, yaitu cinta. Maka bayangkan 99 rahmat lainnya yg ia peruntukkan untuk para penghuni surga.

Gw ga tau deh apakah gw akan layak masuk surga Nya atau ga. Tapi setidaknya biarkan gw menikmati surga ‘bayangan’ Nya yg hanya bisa dirasakan oleh insan yg jatuh cinta.

Kalau pun cinta yg kali ini kembali ga akan bertahan, maka aku mohon ya 4LLi jgn kau biarkan aku terpuruk sehingga menghentikan aku dari mencari surga bayangan Mu di dunia ini. Amien.

 

Setelah dibaca lagi sekarang:

-Tulisan gw lebay ya. Sok putis gimana gitu -____-!