Review: Three Identical Strangers (2018)

Kalau aja ini bukan film dokumenter, kita semua PASTI akan mengira kalau kisah Three Identical Strangers ini adalah bohong.

Film ini dibuka dengan Robert ‘Bobby’ Shafran yang sudah berumur 56 tahun menceritakan hari pertamanya masuk kuliah di tahun 1980. Di hari itu, tanpa ia sangka-sangka, semua menyambut dia dengan hangat seolah-olah ia adalah teman lama yang sudah pernah kuliah di situ. Dan semua memanggilnya dengan sebutan ‘Eddy’. Siapa sih ‘Eddy’ ini?

Sampailah salah satu mahasiswa di sana yang kenal baik dengan Eddy sadar bahwa Bobby ini adalah kembarannya Eddy. Bobby dan Eddy adalah sama-sama anak angkat yang ternyata kembar.
Singkat cerita Bobby dan Eddy akhirnya berjumpa. Pertemuan mereka jadi berita sensasional sebagai anak kembar yang berjumpa lagi sejak terpisah saat lahir. Begitu tampang Eddy dan Bobby masuk koran, teman-teman David Kellman langsung bisa melihat kalau Eddy dan Bobby itu mirip banget dengan David Kellman. Mereka yakin kalau David adalah kembaran Eddy dan Bobby juga. Benar saja, Eddy, Bobby, dan David adalah kembar tiga (triplet) yang terpisah sejak bayi!

Sejak itu triplet Eddy, Bobby, dan David jadi berita sensasional di mana-mana. Bukan hanya kaena kisah pertemuan mereka yang tidak biasa, namun juga karena mereka membawa fakta yang sangat unik. Yaitu meski telah terpisah sejak lahir dan besar di keluarga yang berbeda-beda, mereka ternyata tetap punya kesamaan bawaan seperti gerak tubuh dan selera yang sama. Mereka bertiga bahkan punya kakak perempuan yang umurnya sama.

Triplet ini jadi viral. Mereka diundang di berbagai media. Mereka samapi diundang main film sama Madonna secara pribadi. Mereka juga bikin bisnis bareng dan sukses. Mereka adalah kembar tiga yang fenomenal.

Namun pertemuan mereka ini menimbulkan tanya di diri mereka dan keluarganya. Kenapa selama ini mereka dan keluarga angkatnya tidak pernah diberitahu kalau mereka sebenarnya anak kembar tiga? Kenapa mereka dipisahkan? Saat mereka mencari tahu fakta asal-usul mereka, terkuaklah fakta yang sangat tidak disangka-sangka…

Yang saya suka dari film ini:
+ Fakta yang terkuak benar-benar tidak disangka-sangka. Kadang terlalu kebetulan itu ternyata bukan kebetulan sama sekali, sodara-sodara…
+ Pola bertuturnya sangat baik. Kita jadi bisa mengenal kehidupan ketiga keluarga dengan sangat mudah. Bahkan beberapa tokoh bisa terasa sangat dekat degan kita.
+ Film ini membuat saya paham betul kalau beberapa sifat manusia itu memang bawaan dari lahir. Namun sikap manusia bisa bisa diajarkan dan dipengaruhi oleh lingkungan. Hal ini dapat terlihat dari David Kellman yang ceria dan full of love.
+ Ternyata ikatan batin anak kembar itu beneran nyata ya gaes…
+ Senang banget dokumentasi nyata di film ini ada banyak. Jadi gambarnya beragam. Nggak melulu satu foto di-zoom dan ditayangin berulang-ulang.

Yang saya kurang suka dari film ini:
– Nggak ada sih. Ini dokumenter yang bagus tentang hal yang ‘too good to be true’.

Rate: 4,5 out of 5
Film ini saya tonton di Netflix.

Ini trailernya…