blog

2015 in review

Alhamdulillaaaaah!

Senang juga lihat ini. Jadi semakin semangat nulis.

Asisten statistik WordPress.com menyiapkan laporan tahunan 2015 untuk blog ini.

Berikut ini kutipannya:

Aula konser di Sydney Opera House menampung 2.700 orang. Blog ini telah dilihat sekitar 39.000 kali di 2015. Jika itu adalah konser di Sydney Opera House, dibutuhkan sekitar 14 penampilan terlaris bagi orang sebanyak itu untuk menontonnya.

Klik di sini untuk melihat laporan lengkap.

Iklan
blog

Pose Anti-Blogger di Pameran Visual Jalanan Bebas Tapi Sopan

Hari Minggu (08/11) lalu gw dan Si Punk Rock memboyong Kriby ke Galeri Nasional untuk melihat pameran Visual Jalanan Bebas Tapi Sopan untuk kedua kalinya. Sebenarnya kami bertiga hadir pada saat pembukaannya pada tanggal 26 Oktober lalu. Cuman karena yang hadir ruame banget, kami jadi tidak leluasa untuk melihat karya-karya yang dipamerkan.

Sejujurnya kami agak kaget sih yang hadir membludak begitu. Kebanyakan yang hadir adalah anak-anak kuliahan yang kakak-kakak seperti kami ini sebut  mereka dengan panggilan ‘dedek-dedek’. Tapi kami salut dan terharu juga karena dedek-dedek jaman sekarang punya ketertarikan yang besar terhadap dunia seni.

Maka kami pun menunggu dua pekan setelahnya untuk datang ke pameran Visual Jalanan tahun ini. Dengan harapan kalau pengunjungnya tidak seramai pada saat pembukaan. Sehingga kami bisa lebih leluasa untuk melihat, merenungkan, dan meresapi karya-karya yang dipaparkan. Yah, macam orang yang ngerti seni banget gitulaaaah.

Tapi ternyata prediksi kami salah sodara-sodara…

Pamerannya tetap ramai, meskipun tidak seramai pada saat pembukaan sih. Tapi keramaian ini berhasil membuat Kriby rewel hampir sepanjang kunjungan kami di sana. Kriby emang gitu anaknya, nggak suka keramaian. Mungkin dia adalah calon introvert. Atau calon geek. Atau calon (omaygat) hipster! Tapi mau Kriby calon presiden maupun calon Miss Universe sekalipun, Bunda tetap sayang kamu, nak. Asal dia nggak jadi calon gembong narkoba aja. Gih sana jauh-jauh, jadi anak orang lain aja sana. Pait! Pait! Pait!

Di tengah keramaian dan kerewelan Kriby itu, gw jadi lebih banyak memperhatikan pengunjungnya ketimbang karyanya. Abis karya-karya yang dipamerin lebih banyak ketutupan ama pengunjung buat foto-foto. Yoi, sepertinya dedek-dedek yang hadir sangat antusias sampai tiap karya dijadiin background foto mereka dengan gaya blogger-edgy secara bergantian.

Melihat hal itu jiwa kompetitip gw pun menyeruak ke permukaan. Gw pun mencolek Si Punk Rock, “Sayang, nanti foto-fotoin aku ya. Aku mau foto dengan gaya anti-blogger.”

“Anti-blogger? Tapi kan kamu tukang ngeblog. Kok anti?”

“Arti kata ‘anti’ di sini bukan kayak anti yang benci dan pemusnah kayak anti-teroris gitu. Melainkan anti seperti opposite alias kebalikannya blogger. Paham?”

Dari raut wajahnya gw rasa Si Punk Rock nggak paham, sih. Tapi dia manut saja karena cintanya yang besar terhadap gw, kayak lagu ini nih…

Lalu beginilah tampilan foto-foto anti-blogger gw di pameran Bebas Tapi Sopannya Visual Jalanan kala itu…

Ini gaya senyum mingkem khas anak jaman sekarang. Gw foto di depan karya muralnya The Popo
Ini gaya senyum mingkem khas anak jaman sekarang. Gw foto di depan karya muralnya The Popo

 

Ada juga gaya gw sok-sok candid pas lagi ketawa. Tapi entah bagaimana muka gw lebih keliatan kayak lagi nguap.
Ada juga gaya gw sok-sok candid pas lagi ketawa. Tapi entah bagaimana muka gw lebih keliatan kayak lagi nguap.

 

Lalu ada pose meleng sambil megang lengan
Lalu ada pose meleng sambil megang lengan

 

Kemudian ada gaya tersenyum biasa tapi cantik. Posisi objek atau model tepat di tengah. Namun berhubung ini anti-blogger, maka gw pun memasang muka mau nangis. Itu nggak sepenuhnya pose sih, soalnya gw juga udah agak stres karena Kriby rewel di tengah keramaian.
Kemudian ada gaya tersenyum biasa tapi cantik. Posisi objek atau model tepat di tengah. Namun berhubung ini anti-blogger, maka gw pun memasang muka mau nangis. Itu nggak sepenuhnya pose sih, soalnya gw juga udah agak stres karena Kriby rewel terus di tengah keramaian. (O iya, di belakang gw adalah kumpulan foto-foto Instagram dari akun @VisualJalanan )

 

Kemudian gw tambah stres karena kerewelan Kriby makin menjadi. Maka terciptalah gaya jongkok di depan karyanya Ace House Collective ini.
Kemudian gw tambah stres karena kerewelan Kriby makin menjadi. Maka terciptalah gaya jongkok di depan karyanya Ace House Collective ini.

 

Rupanya Kriby itu mau nyusu. Gw pun 'buka lapak' sambil baca buku tata kota yang disediakan di karyanya Forum Lenteng ini.
Rupanya Kriby itu rewel karena mau nyusu. Gw pun ‘buka lapak’ sambil baca buku tata kota yang disediakan di karyanya Forum Lenteng ini.

 

Dan beginilah tampang anak bayi yang moodnya sudah membaik karena disusui. Hidup ASI!
Dan beginilah tampang anak bayi yang moodnya sudah membaik karena disusui. Hidup ASI!

 

Lalu kami meluangkan cukup banyak waktu di ruang Glued yang terdapat dalam pameran Visual Jalanan ini. Hei, apakah kalian melihat sesuatu yang menarik di foto ini?
Lalu kami meluangkan cukup banyak waktu di ruang Glued yang terdapat dalam pameran Visual Jalanan ini. Hei, apakah kalian melihat sesuatu yang menarik di dinding ini?

 

Setelah di-zoom, oooh ternyata ada stiker Krilianeh.com juga di dinding ini? Siapa yang menaruhnya ya? Pantesan foto tadi begitu memikat.
Setelah di-zoom, oooh ternyata ada stiker Krilianeh.com juga di dinding ini? Siapa yang menaruhnya ya? Pantesan foto tadi begitu memikat.

 

Gw dan Si Punk Rock kemudian berinisiatif menempelkan stiker kami di salah satu dinding Glued ini. Gw sih selalu pengen stiker gw berada di samping stiker Si Punk Rock. Walau stiker kami dikelilingin oleh stiker 'Cinta Setelah Dicolok' dan 'Virgin Is A Myth'. Vaq dem ol! I want to be beside you. Titik!
Gw dan Si Punk Rock kemudian berinisiatif menempelkan stiker kami di salah satu dinding Glued ini. Gw sih selalu pengen stiker gw berada di samping stiker Si Punk Rock. Walau stiker kami dikelilingin oleh stiker ‘Cinta Setelah Dicolok’ dan ‘Virgin Is A Myth’. Vaq dem ol! I want to be beside you. Titik!

 

Tidak lupa kami tempelkan juga stiker Tunion. Yolah...yolaah dipesan Tunionnya kakaak... Cek Instagram @tunatunion
Tidak lupa kami tempelkan juga stiker Tunion. Yolah…yolaah dipesan Tunionnya kakaak… Cek Instagram @tunatunion

 

O iya, Kriby sempat rewel lagi karena bosan. Gw pun stres lagi. Tapi begitu gw taruh dan ia memperhatikan stiker dari jarak dekat, maka begitulah ekspresinya.
O iya, Kriby sempat rewel lagi karena bosan. Gw pun stres lagi. Tapi begitu gw taruh dan ia memperhatikan stiker dari jarak dekat, maka begitulah ekspresinya.

 

Demikianlah kisah jalan-jalan kami, curhat emak-emak saya dalam mengatasi anak rewel, dan pose-pose anti blogger saya. Silakan bergaya sesuka hati, asalkan Bebas Tapi Sopan.
Demikianlah kisah jalan-jalan kami, curhat emak-emak saya dalam mengatasi anak rewel, dan pose-pose anti blogger saya. Silakan bergaya sesuka hati, asalkan Bebas Tapi Sopan.

 

 

blog

Jalan-jalan ke Jakarta 32 – 2014

Harusnya gw bisa posting blog ini lebih awal. Namun apa daya ada masalah dengan modem yang membuat koneksi internet byar-pet. Makanya baru sekarang deh bisa posting di saat acaranya udah selesai. Huft… Udah keburu ganti tahun pula! *gebrak meja tanda penyesalan yang mendalam*

 

Jadi, alkisah seorang cewek manis dan suaminya yang merupakan seorang anak punk pengen jalan-jalan. Suaminya yang biasa ia panggil dengan sebutan Si Punk Rock pun mengajaknya melihat pembukaan pameran Jakarta 32 di Kota Tua. Berangkatlah mereka memboyong si bayi yang bernama Aruna a.k.a Kriby. Perjalanan itu menjadi tamasya pertama Kriby naik Transjakarta, sekaligus penggunaan e-ticket busway untuk perdana untuk gw dan Si Punk Rock. Iya, cewek manis yang dimaksud itu adalah gw ufufufu…. *tersipu-sipu*

Si Punk Rock, gw, dan Kriby naik busway menuju KOta Tua
Si Punk Rock, gw, dan Kriby naik busway menuju Kota Tua

Sesampainya di Kota Tua, kami pun ke Historia Food & Bar untuk melihat-lihat pameran seni yang ada.

FYI, Jakarta 32 ini adalah agenda dua tahunan dari Ruang Rupa (Ruru). Di Jakarta 32 dipamerkan karya seni dari mahasiswa listas disiplin ilmu. Dan karya mereka biasanya luar biasa kreatif lho.

Biasanya sih Jakarta 32 diadakan di Galeri Nasional, namun tahun ini mereka mengadakannya di beberapa gedung yang ada di Kota Tua, antara lain cafe Historia Food & Bar, cafe Kedai Seni Djakarte, dan Gedoeng Jasindo.

Inilah beberapa karya seni yang menarik perhatian gw….

CAM01625
Judul karya: In Memoriam Karya: Sakinah Alatas

 

Sesuai dengan judulnya, Sakinah Alatas memamerkan benda-benda yang biasanya menjadi peninggalan orang yang telah tiada. Dalam hal ini sepertinya ia menspesifikkan kepada mereka yang berasal dari etnis Tiong Hoa yang memasang pengumuman di koran tentang kepergian anggota keluarga mereka.

 

CAM01627
Judul karya: Fairy Dust Karya: Tulus VJK Hutadjulu

 

Karya Tulus VJK Hutadjulu ini mengumpulkan kondom (yang gw nggak tahu bekas atau nggak. Mudah-mudahan sih bukan bekas, iyuuh) dan beberapa benda lain yang identik dengan kegiatan selama berhubungan seksual. Tentu saja benda-benda seperti ini selalu menarik perhatian!

 

CAM01629
Judul karya: Project Graphic Exchange Karya: Atras Awafi, Dwi Aji Susilo, Ferdinand Mulya, Muhammad Aprilanu, Rahmat Andreas Hutapea

 

Nah kalau karya yang satu ini lumayan unik, nih. Mereka melakukan exchange atau menukar plang-plang yang udah jelek dengan yang baru. Kebetulan gw sempat ngobrol dengan salah satu pembuat proyek ini (tapi gw nggak tahu yang mana. Soalnya pas ngobrol gw lupa nanya namanya -__-!). Hal pertama yang gw tanyakan ke dia adalah, “lo nggak nyolong semua plang ini kan?” Dia pun menyanggah tanpa menutupi rasa kagetnya akan pertanyaan gw yang sangat menuju titik alias to the point. Dia pun bercerita bahwa dia memang menyasar plang-plang yang udah jelek. Lalu ia minta izin kepada yang punya untuk ditukar dengan yang baru. Yang mengejutkan ternyata banyak yang justru tidak mau. “Banyak yang bilang kalau plang itu mereka bawa dari kampung, makanya mereka enggan untuk ditukar walaupun dengan yang lebih bagus sekalipun,” jelas sang punya karya.

CAM01631
Kita bisa tahu asal plang ini melalui Google Maps

Yang uniknya, plang yang berhasil mereka tukarkan bisa dilihat asalnya via Google Maps. Jadi tim seniman ini mencatat lokasi tiap plang. Para pengunjung bisa langsung tahu asal masing-masing plang melalui layar LCD yang disediakan persis di sampingnya. Menarik!

 

karya Revli Pradana
Judul karya: Peruntungan Karya Revli Pradana

Karya Revli Pradana ini juga menarik. Semacam ramalan acak gitu. Jadi kami para pengunjung disuruh mengambil tiga kartu yang ada di sana. Konon ketiga kartu itu semacam ramalan masa depan sang pengambil. Bener atau nggak-nya sih, nggak tahu ya. Tapi buat lucu-lucuan mah ini seru banget.

CAM01633

Dan inilah ketiga kartu yang berhasil gw dapatkan. Bagian banyak rezekinya itu mari kita amienkan bersama ya. Amiiiiiiiieeeeen!

 

CAM01624
Kalau yang ini bukan karya seni. Ini cuma sebuah stiker yang ditempelin di etalase penjualan merchandise Jakarta 32. Karena isi pesannya lucu, makanya gw foto 😀

 

 

Sekian cerita jalan-jalan gw. Insya Allah gw akan datang di perhelatan Jakarta 32 selanjutnya.

blog

365 Tulisan 2014 #33: ARTE 2014

Hari Jumat, 14 Maret lalu, gw dan Si Punk Rock mampir ke pembukaannya ARTE 2014. Herannya acara pembukaan ini sepi. Mungkin karena banyak yang berpikir kalau acara pembukaannya ini khusus undangan kali ya? Secara Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu hadir buat ngasih pidato pembukaannya. Tapi di hari keduanya, gw di Path, lumayan banyak orang-orang yang datang ke JCC untuk lihat acara seni yang disponsori oleh PGN ini. Karena di hari keduanya, musisi yang tampil juga lebih banyak sih.

Ah sudahlah…

Mari sini saya kasih lihat foto-foto karya yang ada . O iya, mohon maaf kalau foto-foto gw agak gelap. Soalnya lighting pamerannya jelek.

Ini karya Kreina Windiah H.M. Judulnya Natural Beauty Advertizing Series.  Yang gw tangkap adalah dia mengkritik iklan-iklan kecantikan yang ada saat ini. Juga berbagai macam operasi plastik yang dilakukan orang supaya cantik. Pas melihat rincian tata cara operasinya gw agak berjengit serem sih >__<
Ini karya Kireina Windiah H.M. Judulnya Natural Beauty Advertizing Series.
Yang gw tangkap adalah dia mengkritik iklan-iklan kecantikan yang ada saat ini. Juga berbagai macam operasi plastik yang dilakukan orang supaya cantik. Pas melihat rincian tata cara operasinya gw agak berjengit serem sih >__<

 

Ini karyanya Arian13 yang tak lain adalah Arian sang vokalis Seringai
Ini karyanya Arian13 yang tak lain adalah Arian sang vokalis Seringai

 

Ini karya Angga Cipta, judulnya Ratapan Anak Tiri.  Radio itu memutar audio penggalan film drama Ratapan Anak Tiri. Kalau didengarkan secara khusyu, akan terasa aura dramatisnya... (halah, apaan sih?) Eeeeh beneran ini!
Ini karya Angga Cipta, judulnya Ratapan Anak Tiri.
Radio itu memutar audio penggalan film drama Ratapan Anak Tiri. Kalau didengarkan secara khusyu, akan terasa aura dramatisnya… (halah, apaan sih?) Eeeeh beneran ini!

 

Nah ini karyanya Azer dari kumpulan Komikazer. Bisa dibilang ini karya yang paling gw suka di ARTE 2014 ini. Soalnya 'nyentilnya' kena banget. Gw tampilkan beberapa karyanya ya...
Nah ini karyanya Azer dari kumpulan Komikazer.
Bisa dibilang ini karya yang paling gw suka di ARTE 2014 ini. Soalnya ‘nyentilnya’ kena banget.
Gw tampilkan beberapa karyanya ya…

 

Komikazer karya Azer
Komikazer karya Azer

 

Ada masanya kita pengen melakukan ini, bukan?  Komikazer karya Azer
Ada masanya kita pengen melakukan ini, bukan?
Komikazer karya Azer

 

Tahun ini The Popoh bikin karya yang ia dedikasikan untuk ayahnya. Mengharukan lho :'-)
Tahun ini The Popoh bikin karya mural yang ia dedikasikan untuk ayahnya. Mengharukan lho :’-)

 

Pas ketemu sama sang senimannya, kita daulatlah untuk foto depan karyanya.  Tapi pas gw jepret, doinya pas lagi merem -__-
Pas ketemu sama sang senimannya, kita daulatlah untuk foto depan karyanya.
Tapi pas gw jepret, doinya pas lagi merem -__-

 

Ini karyanya Sarita Ibnoe, judulnya Teruntuk Pasangan Ibnoe.  Ini tampak dekatnya.
Ini karyanya Sarita Ibnoe, judulnya Teruntuk Pasangan Ibnoe.
Ini tampak dekatnya.

 

Kalau kita mundur beberapa langkah ada bangku teras jadul yang ia sediakan untuk kita duduk dan menikmati karyanya. Jadi kita serasa duduk di teras dan bernostalgia akan perjalanan hidup sebuah pasangan
Kalau kita mundur beberapa langkah ada bangku teras jadul yang ia sediakan untuk kita duduk dan menikmati karyanya.
Jadi kita serasa duduk di teras dan bernostalgia akan perjalanan hidup sebuah pasangan.

 

Ini karyanya Kelvin Atmadibrata, judulnya Growing Up.  Sejujurnya gw kurang mengerti karyanya sih. Tapi ia satu-satunya karya seni yang menggunakan orang beneran. Itu sih menariknya.
Ini karyanya Kelvin Atmadibrata, judulnya Growing Up.
Sejujurnya gw kurang mengerti karyanya sih. Tapi ia satu-satunya karya seni yang menggunakan orang beneran. Itu sih menariknya.

 

Ini Monica Hapsari yang gw suruh foto bersama karyanya. Ia melukis, lalu dililitkan dengan banyak benang, lalu ia bekukan pakai resin. Gw baru tahu resin itu apa setelah nanya sama Monic, hehehe
Ini Monica Hapsari yang gw suruh foto bersama karyanya. Ia melukis, lalu dililitkan dengan banyak benang, lalu ia bekukan pakai resin. Gw baru tahu resin itu apa setelah nanya sama Monic, hehehe

 

Di sana gw ketemu salah satu perempuan cantik kesayangan gw karena dia orangnya 'asli', nggak palsu, dan sangat nyaman menjadi dirinya. Yaitu Ni Putu Peggy Agustien alias Peggy Cita-Cinta ^__^
Di sana gw ketemu salah satu perempuan cantik kesayangan gw karena dia orangnya ‘asli’, nggak palsu, dan sangat nyaman menjadi dirinya. Yaitu Ni Putu Peggy Agustien alias Peggy Cita-Cinta ^__^

 

Si Punk Rock pun bertemu dengan teman-teman seperjuangan lamanya. (ki-ka) Ardi, Andang Kelana, Ikesh, Si Punk Rock
Si Punk Rock pun bertemu dengan teman-teman seperjuangan lamanya. (ki-ka) Ardi, Andang Kelana, Ikesh, Si Punk Rock

 

Gw dan Si Punk Rock mejeng asoy. Setelah dipikir-pikir, udah lama juga gw dan Si Punk Rock nggak ke kondangannya seniman. Secara sejak hamil, badan gw suka rewel, hehehe
Gw dan Si Punk Rock mejeng asoy. Setelah dipikir-pikir, udah lama juga gw dan Si Punk Rock nggak ke kondangannya seniman. Secara sejak hamil, badan gw suka rewel, hehehe

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

blog

Jakarta Biennale 2013

Hari Sabtu, 9 November lalu gw diajak Si Punk Rock untuk ke openingnya Jakarta Biennale 2013. Tempatnya di Basement Teater Jakarta-Taman Ismail Marzuki. Kalau nggak salah acara pameran seni yang didukung oleh Pem Prov DKI Jakarta ini diadakan dua tahun sekali. Gw senang banget datang ke acara kondangannya seniman ini. Soalnya seni kontemporer yang mereka pajang itu biasanya lucu, nyindir, dekat dengan kita, dan kreatif banget.

Berikut beberapa karya seni yang berhasil gw jepret dengan hape gw..

Gw nggak ngehafalin judul pamerannya Agan Harahap ini. Tapi dia nge-digital imaging foto-fotonya Presiden Soekarno. Ada foto Soekarno lagi motretin D.N. Aidit ini, ada Soekarno lagi ngobrol sama Andy Warhol dan Presiden John F.  Kennedy, macam-macamlah. Untung fotonya Bung Karno yang dia edit ya. Coba kalau fotonya Bu Ani. Eh... :-D
Gw nggak ngehafalin judul pamerannya Agan Harahap ini. Tapi dia nge-digital imaging foto-fotonya Presiden Soekarno. Ada foto Soekarno lagi motretin D.N. Aidit ini, ada Soekarno lagi ngobrol sama Andy Warhol dan Presiden John F. Kennedy, macam-macamlah. Untung fotonya Bung Karno yang dia edit ya. Coba kalau fotonya Bu Ani. Eh… 😀
Kalau yang ini karya seninya Wok The Rock, seniman punk asal Yogyakarta.  Dia bikin Trash Squad, yaitu  pasukan pembersih samaph di 7 Eleven Jakarta. Kenapa 7 Eleven? Karena di 7 Eleven anak punk dan anak gaul bisa duduk bersebelahan buat duduk nongkrong tanpa ada yang merasa risih.
Kalau yang ini karya seninya Wok The Rock, seniman punk asal Yogyakarta.
Dia bikin Trash Squad, yaitu pasukan pembersih samaph di 7 Eleven Jakarta. Kenapa 7 Eleven? Karena di 7 Eleven anak punk dan anak gaul bisa duduk bersebelahan buat duduk nongkrong tanpa ada yang merasa risih.
Ini sampah yang berhasil dikumpulkan Trash Squad di beberapa 7 Eleven
Ini sampah yang berhasil dikumpulkan Trash Squad di beberapa 7 Eleven
Ini sapu yang Trash Squad pakai untuk bebersih. Atasnya adalah ID para Trash Squad.
Ini sapu yang Trash Squad pakai untuk bebersih. Atasnya adalah ID para Trash Squad.
Ini jadwal kerja Trash Squad.
Ini jadwal kerja Trash Squad.
Salah satu karya seni yang ada di Jakarta Biennale 2013. Tapi gw lupa ini karya siapa hehehe
Salah satu karya seni yang ada di Jakarta Biennale 2013. Tapi gw lupa ini karya siapa hehehe
Kalau ini mural karya Amenk Ruang Rupa. Keren ya!
Kalau ini mural karya Amenkcoy alias Mufti Priyanka. Keren ya!
Kalau ini AC portable di dekat muralnya Amenk yang dicoret "Fandalia". Kayaknya itu plesentan dari 'vandalism' dan AC 'eolia'. :-D
Kalau ini AC portable di dekat muralnya Amenkcoy yang dicoret “Fandalia”. Kayaknya itu plesentan dari ‘vandalism’ dan AC ‘eolia’. 😀
Band PMR (Pengantar Minum Racun)
Band PMR (Pengantar Minum Racun)

Di Jakarta Biennale 2013 dihadirkanlah band PMR (Pengantar Minum Racun) untuk memeriahkan suasana. Si Punk Rock antusias banget. Gw sempat lupa dengan band ini. Tapi begitu melihat penampakan vokalisnya alias Jhony Iskandar, gw langsung ingat bapak-bapak nyentrik-tembem ini!

Band PMR pada masa jayanya. (Foto ambil dari Google)
Band PMR pada masa jayanya.
(Foto ambil dari Google)

Band ini menghibur tingkat dewa! Lagu dangdut yang mereka bawakan berhasil bikin anak hispter (cowok) naik ke atas tiang terus joget striptis, anak punk mabok ngajak penonton untuk nonton secara damai, seniman bule pada tiba-tiba ngerti joget dangdut, dan semuanya yang hadir tiba-tiba merasa akrab satu sama lain dan bahagia.

Ini suasana joget massal pas PMR mainin hits-hitsnya. Maap nge-blur. Namanya juga motret pake hape :-D
Ini suasana joget massal pas PMR mainin hits-hitsnya. Maap nge-blur. Namanya juga motret pake hape 😀

Ini menjadi lagu pembuka sekaligus lagu encore mereka di Jakarta Biennale 2013.

Salut gw sama band yang isinya bapak-bapak semua ini. Pemain gendangnya (kalau nggak salah namanya Hari Muka Kapur) main gendangnya atraktif banget. Pake lari-lari kelilingin drum dulu buat ngitung timing yang pas untuk mukul, pemain tamborinnya semangat nyanyi bareng, vokalisnya Jhony Iskandar yang legendaris rajin nyeletukin kalimat-kalimat yang bikin ngakak.

Contohnya, pas penonton di atas panggung mulai penuh (iya, penonton pada naik ke atas panggung karena pengen nyanyi bareng sama sang vokalis) Jhony Iskandar meminta mereka turun dengan mengatakan…

“Penonton diharapkan keturunannya.”

HUAAAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHA

Malam pembukaan Jakarta Biennale 2013 ini ditutup dengan sangat menyenangkan. Terima kasih PMR!