Review: The Terror (2018)

The Terror itu nama sebuah kapal lho, ya. Tapi serial ini emang penuh dengan teror sih…

Serial ini berdasarkan kisah nyata tentang ekspedisi Kapten Franklin atau yang biasa disebut dengan Franklin’s Expedition.

Begini kisahnya…
Pada tahun 1845 Kapten Franklin (Ciaran Hinds) diutus melakukan ekspedisi laut untuk mencari jalur dagang baru lewat samudera Arktik. Jika ekspedisi ini berhasil, nama Kerajaan Inggris akan tersohor karena mencatat sejarah dunia karena telah menemukan jalur potong yang lebih cepat untuk perdagangan antara benua barat ke benua timur.
Maka berangkatlah Kapten Franklin bersama 129 orang petugas dan awak kapal. Ia memboyong dua buah kapal tercanggih pada masa itu, HMS Erebus dan HMS Terror. Seluruh kru kapal adalah orang-orang yang terlatih dan berkepala dingin. Persediaan makan mereka banyak dan aman untuk beberapa tahun ke depan. Terlebih, mereka bisa dikatakan orang-orang pertama yang menggunakan makanan kaleng yang merupakan penemuan mutakhir pada masa itu.
Tapi alam tidak bisa diprediksi. Kapal mereka tertahan di tengah laut yang membeku karena dinginnya iklim Arktik. Ini saatnya mereka harus putar otak mencari pertolongan rescue, sembari bertahan hidup menghadapi teror dari monster yang ingin memangsa mereka. Meskipun sejarah telah mencatat kalau mereka tidak akan pernah kembali lagi…

Yang saya suka dari serial ini:
+ Set dan lokasinya niat! Mereka melakukan riset agar set dan lokasinya menyerupai kapal asli Erebus dan Terror.

Dari green screen begini….
Jadi kayak kapal beneran gitu. Edan lah…

+ Aktingnya Tobias Menzies dan Jared Harris keren parah! Tobias Menzies sih yang saya suka banget. Aktingnya nggak pernah sama di serial manapun. Tapi selalu bagus! Fixed lah saya jatuh cinta sama Akang Tobi—-> panggilan saya untuk Tobias Menzies. Mulai sekarang, nama Tobias Menzies akan selalu masuk di watchlist saya.

Akang Tobi, aku padamu, kang! *kecup-kecup manja*

+ Serial ini tokohnya banyak. Tapi semua proporsinya pas.
+ Saya mendapat banyak pelajaran dari serial ini. Di antaranya adalah, tentang pentingnya anak buah mematuhi perintah atasan di militer, tentang pentingnya berkepala dingin bahkan saat terdesak sekalipun, tentang upaya bertahan hidup, tentang pentingnya percaya sama sains ketimbang hal-hal mistis, banyak lah pelajarannya….
+ Serial ini nggak perlu menggembar-gemborkan heroisme ala Hollywood. Tapi di serial ini kita bisa melihat sendiri bahwa pahlawan sejati itu bekerja dalam diam dan tidak membutuhkan penghargaan.
+ Posternya bagus! Sangat menggambarkan teror yang mencekam.

Yang saya kurang suka dari serial ini:
– Serial ini banyak banget mengambil fakta-fakta dari sejarah. Tapi jadi kecewa begitu perkara monster jadi mengambil peran yang cukup besar di serial ini. Padahal tanpa monster itu pun udah terasa mencekamnya. Karena sesungguhnya yang paling jahat dan kejam itu adalah manusia, bukan makhluk lain.
– Endingnya tuh kayak mau menyenangkan hati penonton. Padahal menurut sejarah endingnya tragis. Harusnya sih endingnya jadi apa adanya aja, menurut saya.

Saya nonton serial ini di Prime Video.
Rate: 4 out of 5

Ini trailernya…


Review: Airlift

Category: Movies

Genre: Drama, History

Rate: 3,5 out of 5

mp-airlift

Film berdasarkan kisah nyata ini mengisahkan tentang Ranjit Katyal (Akhsay Kumar), seorang pengusaha sukses asal India di Kuwait. Pada tahun 1990 kehidupan Ranjit tidak lagi semulus biasanya. Kuwait diserang oleh Irak. Banyak warga Kuwait yang dibunuh oleh tentara Irak. Syukurlah keluarga Ranjit selamat karena mereka bukan bangsa Kuwait. Ranjit sekeluarga pun berencana untuk pulang ke India. Namun setelah melihat supir pribadinya dibunuh di depan matanya, Ranjit jadi tak sampai hati untuk pulang sendirian ke tanah airnya. Ia ingin membawa pulang seluruh karyawannya yang juga berdarah India. Mengetahui bahwa ada seorang pengusaha India yang berusaha memulangkan seluruh karyawan Indianya, seluruh warga India di Kuwait pun ingin pulang bersamanya. Jumlah total warga India yang ingin pulang untuk menghindari perang di Kuwait saat itu ada 170 ribu jiwa. Ranjit pun harus menempuh berbagai cara untuk memulangkan seluruh bangsa India dari Kuwait. Termasuk bernegosiasi dengan pihak Irak.

 

Yang saya suka dari film ini:

-Aktingnya Akhsay Kumar bagus. Ganteng lagi!

-Konflik batin para tokoh alami ditampilkan dengan baik.

-Set dan lokasi oke!

Nimrat Kaur yang berperan sebagai istrinya Ranjit cantik bangad! Apalagi rambutnya di film ini bagus banget O_o

-Film yang memberi saya penyegaran pengetahuan sejarah. Jadi tahu lagi soal Saddam Husein dan Perang Teluk

 

Yang saya nggak suka dari film ini:

-Figurannya jelek.

-Settingnya kan tahun 90-an. Tapi baju-bajunya nggak 90-an gitu. Masa si Ranjit pake jas dan kemeja fit body di tahun 90-an. Kayaknya Akhsay Kumar ogah gantengnya menurun dengan pakai baju gombrong khas 90-an, deh.

-Film ini berdasarkan kisah nyata. Tapi nama pelaku jauh berbeda. Aslinya sang penyelamat warga India itu adalah seorang pengusaha udah tua bernama Harbajan Singh Vedi. Kayaknya memang sengaja dibedain karena film ini mau menceritakan ulang sejarah peristiwa, bukan tokohnya.

-Beberapa set dan lokasi keliahatan studionya.

Review ini juga bisa dibaca via Line @ymg2576q

Ini trailernya…

Review: Panglima Besar Jendral Soedirman

(Repost dari blog yang lama: 30 Maret 2009)

Category: Books

Genre: History

Author: B. A. Saleh

Rate: 4 out of 5

Gw coba cari cover bukunya nggak ada di Google. Akhirnya gw pakai aja foto Jendral Soedirman ini. Maap yak...
Gw coba cari cover bukunya nggak ada di Google. Akhirnya gw pakai aja foto Jendral Soedirman ini. Maap yak…

Gw kurang tahu banyak soal pahlawan besar kita yang satu ini. Makanya gw beli bukunya di sebuah (ironisnya) obral buku.

Pas gw baca biografi singkat dan catatan prestasi Jendral yang satu ini gw langsung terkagum-kagum dan bangga banget bisa satu tanah air sama pria ini.

Nilai minus dari buku ini:

-Warna dan cetakan kertasnya kurang bagus

-Bahasanya terlalu berat untuk ukuran buku sejarah yang diperuntukkan kepada anak kecil.

 

Setelah dibaca lagi sekarang:

-Bukunya gw taruh mana yak? -___-!

Review: The Death Of Adolf Hitler

(Repost dari blog yang lama: 12 Februari 2009)

Category: Books

Genre: History

Author: Agustinus Pambudi

Rate: 5 out 5

Buku ini mengupas tentang masa-masa akhir sang diktator dengan bahasa yang mudah dan cara bercerita yang mengalir. Jadi ga ngebosenin. Walau buku sejarah ini seharusnya tidak memasukkan opini sang penulis agar tetap objektif, tapi opini-opini yang terdapat di buku ini justru bikin drama yang ia jabarkan terasa begitu hidup.

Buku ini adalah buku yang tepat klo kita pengen mengenal Adolf Hitler. Mengingat begitu sedikitnya porsi cowok yang berkumis Jojon ini muncul di pelajaran sejarah kita.

Setelah dibaca lagi sekarang:

-Gw menemukan buku ini di rak buku abang gw. Awalnya gw mengira buku ini akan membosankan, khas buku sejarah yang banyak footnote. Tapi ternyata gw salah. Gw menyarankan untuk baca buku ini bagi mereka yang ingin mengenal sosok Adolf Hitler yang sebenarnya. Bukan melalui video parodi-parodi yang ada di Youtube, seperti ini…

atau ini

dan masih banyak video lainnya…