review

Review: You (Series)

Category: TV Series
Genre: Thriller, Romance
Rate: 4,5 out of 5

Image result for you netflix poster

Ini kayaknya pertama kali saya me-review serial televisi. Oke, mulai sekarang saya akan coba mer-review serial televisi juga. Tapi biar adil, saya akan me-reviewnya kalau sudah selesai menonton full satu season, ya.

Serial ini mengisahkan tentang Joe (Penn Badgely) seorang pelayan toko buku yang jatuh cinta pada pandangan pertama ke Beck (Elizabeth Lail) yang datang ke tokonya. Sejak itu Joe secara diam-diam membuntuti Beck. Joe jadi tahu segala sesuatu tentang kehidupan Beck. Seperti di mana dia tinggal, siapa cowok yang kencan dengannya, rutinitasnya di kampus, sampai segala masalah pribadinya. Joe menutupinya dengan baik. Sampailah Joe tidak tahan melihat Beck dipermainkan oleh cowok yang dikencaninya. Joe merasa dia harus bertindak.

Image result for you netflix scene
Beck & Joe

Yang saya suka dari serial ini:
+ Serial ini dengan sangat pintar dan rapi menjelaskan isi pemikiran orang. Akhirnya semua konflik terasa realistis
+ Penn Badgely aktingnya oke banget dari cowok yang sweet sekaligus ‘sakit’. Dari sorot matanya kita bisa langsung melihat perubahan karakternya.
+ Pengambilan gambarnya keren. Terutama perubahan pengambilan angle saat Joe jadi cowok manis dan cowok ‘gila’. Kalau Joe lagi cowok manis, di-shootnya dengan angle Penn yang ganteng. Tapi kalau dia lagi jadi cowok ‘gila’, di-shootnya dari angle jeleknya Penn. Jadi bikin kita mikir, ‘ih ama cowok jelek gini aja kok mau?’ Tapi begitu dia jadi ganteng lagi, jadi sneyum-senyum sendiri lagi, deh——>gampang lemah ama cowok ganteng emang
+ Aktingnya Elizabeth Lail juga harus dapat perhatian khusus. Dia bisa membawakan diri sebagai cewek yang ‘banyak tekanan dari pertemanan tapi juga pengen maju’, khas cewek umur 20-an. Pengen main, tapi banyak tugas. Pengen ngerjain tugas, tapi FOMO (Fear Of Missing out) ama teman-teman sendiri. Dia juga pas banget meranin cewek nggak pede yang butuh dukungan.
+ Saya suka sekali tokoh Peach Salinger yang diperankan oleh Shay Mitchell. Selain cantiknya parah, tokoh yang sombong tapi sayang banget sama Beck ini bikin kita kezel-kezel-sayang. Dan kayaknya di tiap pertemanan cewek, pasti ada aja orang kayak Peach.
+ Apartemennya Beck bagus. Andai dulu kosan saya seperti itu…
+ Banyak pemandangan New York yang bikin pengen ke sana. Terutama Central Park. Bukan Central Park yang mall di Jakarta itu lho, ya. Kalau yang itu mah saya udah pernah.
+ Kulitnya Beck kok bagus amat yak? Lipstik nudenya juga bagus-bagus.

Image result for you netflix scene peach
Peach Sallinger

Yang saya kurang suka dari serial ini:
– Meskipun alur ceritanya bagus, bikin berbunga-bunga, sekalgus deg-degan penasaran, tapi saya amat sangat tidak menyarankan anak-anak di bawah 17 tahun menonton serial ini. Saya ada kekhawatiran kalau serial ini akan berefek buruk terhadap anak-anak belum cukup umur. Takutnya anak-anak cowok berpikir kalau mencontoh tindakan ‘stalking sakit’nya Joe itu hal lumrah. Yang paling bikin saya takut lagi adalah cewek-cewek di bawah umur akan berpikir bahwa tindakan ‘sakit’nya Joe itu adalah bentuk dari romantisme. Tindakan dia itu very not good ya , girls! Jangan mau digituin ama cowok-cowok. Dia itu sakit jiwa.
– Serial ini juga banyak adegan kekerasan dan seksualnya (meski nggak vulgar). Jadi, sekali lagi, jangan ditonton oleh anak-anak di bawah 17 tahun, ya.

Serial ini saya tonton di Netflix. Ini trailernya….

Iklan
review

Review: A Case Of You

Category: Movies

Genre: Romance, Comedy

Rate: 3 out of 5

Film ini mengisahkan tentang Sam (Justin Long) seorang penulis buku. Buku-buku yang ia terbitkan adalah buku berdasarkan film yang sukses di pasaran. Iya, dia membukukan film, bukan sebaliknya. Ia sedang mencoba peruntungannya untuk menulis buku hasil karyanya sendiri. Di saat yang bersamaan Sam naksir dengan gadis pelayan sebuah coffe shop bernama Birdie (Evan Rachel Wood). Setelah berhasil berkenalan dengan Birdie, ide menulisnya mengalir deras. Sam menuliskan kisahnya dengan Birdie. Sam kemudian mencari cara agar bisa lebih dekat dengan Birdie dengan mencari tahu soal gadis pujaannya via Facebook. Sam pun mencoba menjalani dan menyukai semua hal-hal yang Birdie sukai berdasarkan postingan Facebooknya. Sam ikut kursus masak masakan Prancis karena Birdie suka Frenche cuisine, Sam ikut kelas judo karena Birdie pernah posting kalau ia ‘love Judo’. Strategi Sam berhasil. Ia dan Birdie semakin dekat. Mereka pun resmi berpacaran. Sampailah Sam merasa lelah harus menjalani hidup yang bukan ‘dirinya’.

 

Yang saya suka dari film ini:

-Justin Long. Iya saya ngefans sama Justin Long. Jadi seneng aja lihat muka dia di film ini. Aktingnya dalam memerankan cowok kikuk, clueless yang sedang jatuh cinta itu juga oke.

-Senang bisa melihat Evan Rachel Wood memerankan cewek semi hippie yang ceria dan banyak senyum. Biasanya perannya dark terus. Sejujurnya sepanjang film saya tidak ingat bahwa Birdie itu diperankan oleh Evan Rachel Wood. Menurut saya Evan terlihat berbeda dengan make up yang ringan di film ini. Saya baru tahu kalau Birdie itu Evan Rachel Wood setelah cek di internet.

-Sangat sangat SANGAT suka pas ada Peter Dinklage muncul di film ini. Peran kecil tapi keren banget aktingnya.

-Suka dengan karakter-karakter di film ini yang nggak biasa tapi sering kita temui di keseharian kita.

-Ada beberapa adegan lucu yang kocak sekaligus bikin senyum-senyum sendiri. Apa lagi kejadian yang ‘ngenyek’ anak hipster. LOL!

 

Yang saya nggak suka dari film ini:

-Konflik yang muncul terasa tiba-tiba banget. Menurut saya harusnya dibangun sedikit-sedikit biar penonton jadi lebih ngerti.

-Cerita dengan teman sekamar Sam rasanya juga kurang dibangun. Jadi teman sekamarnya terasa seperti angin lalu aja.

 

Ini trailernya…