blog

2015 in review

Alhamdulillaaaaah!

Senang juga lihat ini. Jadi semakin semangat nulis.

Asisten statistik WordPress.com menyiapkan laporan tahunan 2015 untuk blog ini.

Berikut ini kutipannya:

Aula konser di Sydney Opera House menampung 2.700 orang. Blog ini telah dilihat sekitar 39.000 kali di 2015. Jika itu adalah konser di Sydney Opera House, dibutuhkan sekitar 14 penampilan terlaris bagi orang sebanyak itu untuk menontonnya.

Klik di sini untuk melihat laporan lengkap.

review

Review: Booming!!! Bee Are THe KIll Young Pen Think Gun Thank

(Repost dari blog yang lama: 6 Juli 2009)

 

Category: Music

Genre: Rock

Artist: Kuburan

Rate: 4 out 5

Judul: Booming!!! Bee Are The Kill Young Pen Think Gun Thank

Artis: Kuburan

Label: WayBe Music Indonesia, 2009

Kuburan memang dikenal sebagai band nyentrik dengan singel Lupa-Lupa yang berlirik lucu. Ternyata lirik-lirik di lagu lainnya nggak kalah lucu, lho. Selain itu yang juga patut diacungi jempol adalah keberagaman jenis musik yang diusung dalam album ini. Seperti lagu Malin Kundang yang mengusung aliran rock Jepang, lalu lagu Gemes dikemas dengan sweet pop yang memang manis banget untuk didengar, kemudian loncat ke lagu Tua-Tua Klabing dipenuhi unsur techno yang memang cocok untuk clubbing, sedangkan lagu Fatamorgana kental banget nuansa jazz-nya. Kesimpulannya adalah album ini lengkap. Dan Kuburan adalah band yang serius bermusik walaupun liriknya nggak serius, hihi…

 

Setelah dibaca lagi sekarang:

-Gw salut sama band ini. Mereka niat. Baik dalam hal musik, kostum, aksi panggung, sampai becandaannya semuanya niat. Sayangnya gw sekarang udah jarang mendengar mereka. Kuburan ke mana ya?

Ini lagu Ulat Bulu / Gemes dari band Kuburan yang jadi favorit gw di album ini

review

Review: J-Rocks: Road To Abbey

(Repost dari blog yang lama: 18 Juni 2009)

 

Category: Music

Genre: Rock

Artist: J-Rocks

Rate: 4 out of 5

Judul: J-Rocks: Road To Abbey

Artis: J-Rocks

Label: Aquarius Musikindo, 2009

Mini album direkam di Abbey Road Inggris ini hanya terdiri lima lagu. Singel hits Fall’in Love di album ini terdiri dari dua versi, yaitu bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Kedua lagu tersebut sama asyiknya, lho. Soalnya pengalihan bahasa dengan penyerasian nadanya terasa pas banget. Kita hampir nggah ngeh kalau ternyata lagu itu dinyanyikan dengan bahasa yang berbeda. Ada juga lagu instrumental Road To Abbey yang ngerock abis. Mungkin karena minus vokal Iman yang selama ini menjadi ciri khas, maka kita agak pangling ketika mendengar lagu yang satu ini. Apalagi lagu tersebut kaya dengan liukan melodi dan gebukan drum yang betubi-tubi. Progressive rock banget!

 

Setelah dibaca lagi sekarang:

-J-Rocks sampai sekarang masih eksis, walau gw belum dengar album barunya lagi sih. Tapi mereka masih suka manggung sana-sini dan aksi panggungnya tetap oke.

-Album ini bagus. Bukan perkara rekaman di Abbey Roadnya sih, melainkan karena mereka memang niat. Makanya bagus.

Ini lagu Falling In Love

 

review

Review: We The Kings

(Repost dari blog yang lama: 8 Juni 2009)

 

Category: Music

Genre: Rock

Artist: We The Kings

Rate: 3 out of 5

Kalau suka sama Dashboard Confenssional pasti akan suka dengan album ini. Soalnya album ini dipenuhi dengan hentakan drum yang sama dominannya dengan gitar dan vokal ‘muda’ yang asyik untuk didengar. Seperti lagu Skyway Avenue yang seru banget, sampai-sampai kita jadi langsung membayangkan gimana serunya kalau mereka tampil langsung di depan mata kita. Yang juga keren dari album ini adalah bisa terdengar tidak monoton tanpa kehilangan ciri khasnya. Ajak para sahabat kamu untuk dengerin album ini kencang-kencang di mobil sambil nyanyi bareng pasti seru deh.

 

Setelah dibaca lagi sekarang:

-Gw udah nggak pernah dengar lagi band ini. Mereka ke mana yak?

Ini lagu Skyway Avenue

 

review

Review: Misteri Kalajengking Hitam

(Repost dari blog yang lama: 6 Mei 2009)

 

Category: Music

Genre: Rock

Artist: The Changcuters

Rate: 3 out of 5

Judul: Misteri Kaljengking Hitam

Artis: The Changcuters

Label: Sony BMG, 2009

The Changcuters masih mengusung musik yang asyik untuk bikin kita berajojing. Hentakan drum yang disambut dengan rhytm dan liukan gitar listrik membuat kita tanpa sadar ikut menghentakan kaki kita di lantai. Sayangnya vokal Tria di album ini terdengar seperti berusaha ‘mengejar’ agar tidak tenggelam dari hentakan-hentakan yang ada. Seperti di lagu Rindu Ortu, tampaknya melodi Qibil lebih menjadi frontman daripada lirik lucu yang dinyanyikan Tria. Tapi Tria tetap hebat dalam menularkan emosi ‘banyak gaya’ melalui artikulasinya dalam pelafalan lirik. Oh ya, satu hal lagi yang patut disayangkan untuk album ini, yaitu cover yang kurang menarik dan tidak rapi. Kita bahkan bingung dalam membaca judul lagu karena penulisan judul yang begitu menumpuk.

 

Setelah dibaca lagi sekarang:

-Covernya jelek. Plah…

-Album ini nggak sesukses album pertamanya. Sekarang The Changcuters udah hampir nggak pernah kedengeran kabarnya. Mereka kemana yak?

Ini salah satu video klipnya…

review

Review: The Sophomore

(Repost dari blog yang lama: 15 April 2009)

 

Category: Music

Genre: Rock

Artist: Pee Wee Gaskins

Rate: 2 out 5

 

Judul: The Sophomore

Artis: Pee Wee Gaskins

Label: Alfa Records, 2009

Band ini patut diacungi jempol dalam membuat lirik bahasa Inggris yang bagus. Sound synthesizer yang meliuk-liuk juga membuat lagu-lagu di album ini asyik dan lucu untuk dinikmati. Namun beat yang yang kurang variatif membuat album ini jadi terdengar monoton. Tapi lagu On A Day Just Like This bisa menjadi penenang dari kehiruk-pikukan lagu-lagu lainnya di album ini. Satu hal lagi yang cukup disayangkan adalah vokal dan artikulasi yang cenderung lebay sehingga terdengar sedikit mengganggu. Makanya lagu When Did Men Start Shaving Their Beards yang instumental menjadi terdengar lebih catchy dari lagu-lagu lainnya.

Ganti vokalis aja gimana?

 

Setelah dibaca lagi sekarang:

-Gw nggak suka album Pee Wee Gaskins yang ini. Namun albumnya yang setelah ini jauh lebih membaik. Cara mereka mencari sensasinya juga lebih adem ketimbang ngebesar-besarin haters-nya.

Ini salah satu lagu yang ada di album The Sophomore

review

Review: A Twist In My Story

(Repost dari blog yang lama: 6 April 2009)

 

Category: Music

Genre: Rock

Artist: Secondhand Serenade

Rate: 2 out of 5

 

Judul: A Twist In My Story

Artis: Secondhand Serenade

Label: Warner Music Indonesia, 2008

Bagi kamu yang suka sama Dashboard Confessional pasti suka banget dengan album ini. Soalnya baik vokal dan musiknya mirip banget. Yang membedakan adalah hanya lirik-lirik di album ini lebih romantis. Seperti lagu Fall For You yang merupakan lagu yang menceritakan soal permohonan maaf yang menyentuh banget. Walaupun hampir seluruh album ini mengangkat soal cinta, tapi jangan harap kita akan menemukan lagu menye-menye. Keseluruhan album ini dipenuhi oleh sound-sound rythm dan gebukan drum yang membahana selayaknya lagu-lagu rock pada umumnya. Sayangnya John kurang bisa melafalkan lirik dengan jernih. Sehingga pengucapannya yang ‘basah’ terkadang mengganggu keasyikan dalam mendengarkan album ini.

Serta kurangnya orisinalitasan musiknya membuat gw kurang suka sama album ini.

 

Setelah dibaca lagi sekarang: 

-Gw memang kurang suka sama Secondhand Serenade. Pada awal kemunculan dirinya, perasaan gw mengatakan kalau dia akan terkenal sebentar doang. Ternyata memang terbukti benar. Apalagi nggak ada yang baru dari project yang digawangi oleh John Vesely ini. 

Ini lagu Fall For You yang sejauh ini menjadi lagunya yang paling hits.