blog

2015 in review

Alhamdulillaaaaah!

Senang juga lihat ini. Jadi semakin semangat nulis.

Asisten statistik WordPress.com menyiapkan laporan tahunan 2015 untuk blog ini.

Berikut ini kutipannya:

Aula konser di Sydney Opera House menampung 2.700 orang. Blog ini telah dilihat sekitar 39.000 kali di 2015. Jika itu adalah konser di Sydney Opera House, dibutuhkan sekitar 14 penampilan terlaris bagi orang sebanyak itu untuk menontonnya.

Klik di sini untuk melihat laporan lengkap.

Iklan
blog

365 Tulisan 2014 #34: Review: Turning Thirty by Mike Gayle

Category: Books

Author: Mike Gayle

Genre: Pop Literature

Rate: 3 out of 5

(ngambil dari Mbah Google) Cover Indonesianya nggak begini sih bentuknya...
(ngambil dari Mbah Google)
Cover Indonesianya nggak begini sih bentuknya…

Buku yang gw dapatkan dari diskonan Gramedia di Lotte Mart Fatmawati. Alasan gw beli buku ini?

1. Karena lagi diskon (cuma jadi 20 ribu, hehehe),

2. Karena judulnya, Turning Thirty – Beranjak Tiga Puluh.

Itulah kondisi gw sekarang. Beranjak tiga puluh. Saat gw menuliskan blog review ini, umur gw sama persis kayak Matt Beckford sang tokoh utama buku ini, yaitu 29 tahun.

Matt Beckford adalah seorang programer komputer asal Birmingham, Inggris yang sukses. Di umurnya yang ke-29, ia mempunyai karir yang baik di New York, Amerika Serikat, juga punya pacar bernama Elaine yang seru. Namun semuanya berubah ketika Elaine bilang kalau ia sudah tidak mencintai Matt lagi. Apakah Matt sedih? Ternyata tidak, ia pun merasakan hal yang sama dengan Elaine. Mereka berdua merasa hubungan yang mereka jalani sudah hilang gregetnya. Matt dan Elaine pun berpisah baik-baik. Matt mengajukan permohonan untuk pindah cabang kantor. Permohonannya disetujui dan ia akan pindah ke cabang di Australia. Sebelum pindah ke tempat baru, Matt minta cuti sekitar tiga bulan yang ia gunakan untuk pulang ke rumah orang tuanya di Birmingham. Masa-masanya di kampung halaman ia gunakan untuk bertemu dengan teman-teman lamanya sambil terus mencari tahu apa artinya memasuki usia dekade ketiga.

Secara garis besar, buku ini mengungkapkan pemikiran dan kebingungan orang-orang seumuran gw secara jujur dan lugas. Entah tentang kekagetan kita begitu menyadari hal-hal yang kita anggap keren itu udah lamaaaaa banget, kemunduran stamina fisik, fakta-fakta pertemanan yang akan dihadapi oleh orang-orang di akhir 20-an, pemikiran yang semakin hari semakin dalam, sampai berbagai pencapaian hidup yang kita pikir akan didapatkan.

Gw membaca buku di umur yang tepat. Makanya gw bisa membaca buku ini dengan nrimo dan santai. Karena gw bisa mengerti tentang segala konflik yang dihadapi oleh Matt dengan mudah. Semuanya seperti ‘been there, done that. Chill bro’. Mungkin kalau gw bacanya di umur yang lebih muda, gw akan melihat buku ini sepenuhnya fiksi. Buku ini memang fiksi sih, semuanya karangan. Tapi hal-hal yang disampaikan itu bener banget. Kalau pun ada yang nggak bener, paling itu karena perbedaan budaya dan pergaulan antar kita orang timur dan Matt Beckford sang orang barat.

 

Quote favorit gw di buku ini…

“Terjadi begitu saja bukan?” kata Gershwin. “Kehidupan menjadi sibuk. Prioritas berubah. Kita hanya bisa menyalahkan diri sendiri, sungguh.” -hal.162

Itu kalimat yang bener banget saat lo menjelang umur 30 puluh tahun 🙂

 

review

Review: One of The Boys

(Repost dari blog yang lama: 29 Maret 2009)

Category: Music

Genre: Pop

Artist: Katy Perry

Rate: 5 out 5

Gw suka banget album ini! Album ini menjadi bukti bahwa Katy Perry ga cuma cari sensasi dengan fashion statement-nya. Liriknya nggak biasa dengan kata-kata umum yang dirangkai jadi penuh makna. Salut juga dengan keberanian dia mengangkat tema biasa namun jarang diomongin orang.

Gw suka dengan semua lagu di album ini. Tapi yang paling nempel di kepala tuh lagu Waking Up In Vegas. Menurutgw seharusnya lagu ini jadi singel keduanya.

Setelah dibaca lagi sekarang:

-Semakin hari semakin cinta sama Katy Perry. Menurut gw, Katy Perry adalah musisi / seleb yang memang patut jadi bahan omongan. Karena segala sesuatu dari dia itu keren. Dia tahu banget apa yang di lakukan. Baik di musik sampai berpakaian. Cara berpakaiannya yang tidak biasa, tapi nggak aneh kayak Lady Gaga. Dia juga tetap terlihat cantik. Panggung-panggung konsernya kereeeeen. Lagu-lagunya bagus, jujur, dan berani. 

-Karier Katy Perry sampai sekarang masih berkibar. Album keduanya, Teenage Dream, juga sukses berat. Nah, baru beberapa hari ini dia ngeluarin singel baru berjudul Roar yang juga udah diomongin orang. 

Ini video klip Waking Up In Vegas yang merupakan lagu kesukaan gw di album One Of The Boys ini..

Dan ini lagu kesukaan nomor dua di album One Of The Boys

review

Review: Realistis / Idealis

(Repost dari blog yang lama: 16 Maret 2009)

Category: Music

Genre: Pop

Artist: Ello

Rate: 3 out of 5

Fresh! Itulah kata yang paling tepat untuk mendeskripsikan album ini. Berbeda dengan Ello yang kita kenal di album sebelumnya yang sarat dengan lagu cinta mellow, di album ini Ello memberikan lebih banyak kocokan gitar yang menemaninya menyanyikan lirik-lirik positif seperti di lagu Masih Ada dan Joni Rock & Roll. Tapi kalau mau merasakan romantisme Ello dengan lagu mellow-nya masih tetap ada kok di album ini, seperti lagu Kaulah Yang Terakhir dan Terbang Melayang. Bahkan ada lagu sedih yang dinyanyikan dengan seru sehingga menularkan perasaan positif. Lagu itu berada di track terakhir dengan judul Selamat Tinggal Kekasih Terbaik. Album ini memang asyik banget deh.

Setelah dibaca lagi sekarang:

-Pemilihan lagu Masih Ada sebagai singel utama album ini tepat banget. Ini cocok untuk Ello yang pengen menghapus citra lamanya sebagai cowok mellow dengan lagu-lagu cinta melankolisnya. Lagunya segar begitupun videoklipnya. Makanya gara-gara album ini Ello makin sukses, baik di kalangan kaum hawa maupun kaum adam. Dia berhasil mencitrakan cowok romantis namun maskulin di videoklipnya.

-Sayangnya di album ketiga Ello, Taub Mumu, nggak sesukses album ini. Kalau menurut gw, segala album yang udah masuk ke toko ayam goreng pak jenggot akan terlihat down grade. Soalnya orang yang jadi membeli album itu sebagai bonus ayam goreng. Ini menghilangkan ke-eksklusifitasan dan kebanggan para pembeli musik.

-Ello ganteng ya.

Ini videoklip Masih Ada yang terlihat segarnya

review

Review: Perjalanan Hidup

(Repost dari blog yang lama: 11 Februari 2009)

Category: Music

Genre: Pop

Artist: The Adly’s

Rate: 3 out of 5

The Adly’s memang band underdog yang sempat kita pandang sebelah mata. Namun mendengarkan album ini kita harus mengakui kalau Adly Fairuz sang vokalis memang bisa bernyanyi dan lagu-lagu yang dihasilkan band ini juga tidak seburuk yang kita sangka. Bahkan track-track awalnya seperti Maaf Karna Cinta dan Kembali Untukku bisa dikatakan lagu easy listening yang keren. Namun sayangnya makin lama mendengarkan album ini, kita akan menyadari kalau perekaman album ini nggak balance. Di satu lagu suara vokal bisa terdengar jernih dan jelas, sedangkan di lagu berikutnya vokal terdengar mendem kalah dengan musik pengiringnya sendiri.

Setelah dibaca lagi sekarang:

-Ada masanya mereka memang serius bermusik, tapi ada kalanya band-band yang serius bermusik pun gampang kita lupakan. Nggak peduli betapa easy listeningnya lagu tersebut…

review

Review: David Cook

(Repost dari blog yang lama: 4 Februari 2009)

 

Category: Music

Genre: Rock

Artist: David Cook

Rate: 3 out of 5

 

Judul: David Cook

Artis: David Cook

Label: Sony BMG, 2008 (***)

Suara sang jawara American Idol yang macho ini sungguh enak didengar. Cocok banget dengan musik rock yang ia usung di album ini. Bahkan lagu mellow seperti  di lagu Permanent tetap terdengar ‘cowok’ tanpa embel-embel cengeng. Selain itu yang keren dari album ini adalah perekaman yang baik sehingga suara stereo begitu memenuhi telinga kita. Nggak perlu deh tuh memutar album ini dengan volume kencang, karena keriuhannya sudah begitu menjalar memenuhi ruangan. Dan di album ini ada bonus track Time Of My Life yang dulu menjadi hit single sebelum ia sang juara menelurkan album.

 

Setelah dibaca lagi sekarang:

-David Cook dan suaranya yang berat macho itu bikin meleleh… X__X

-Dari semua lagu yang dinyanyikan David Cook, bagi gw memang lagu Always Be My Baby (cover dari Mariah Carey)-lah yang paling bagus. Bahkan lebih enak didenger dari versi penyanyi aslinya. Menurut gw lho ya…

Ini dia video Always Be My Baby-David Cook. Ini bukan video aslinya sih, tapi suara di video ini lebih jernih.

review

Review: Stars

(Repost dari blog yang lama: 4 Februari 2009)

Category: Music

Genre: Pop

Artist: Lala

Rate: 4 out of 5

Judul: Stars

Artis: Lala

Label: Warner Music, 2007 (***)

Semua lagu di album ini terdengar sweet. Padahal kalau kita dengarkan baik-baik, liriknya sebagian besar menceritakan kesedihan cinta, lho. Cewek asli Indonesia tapi bikin album di Philipina ini memang jago banget deh mengaransemen lirik sedih menjadi lagu yang riang. Vokalnya yang kekanak-kanakan juga menambah asyik lagu-lagunya untuk kita nikmati. Kalau kita suka Hillary Duff, Michelle Branch, dan Ten2Five maka kita akan suka dengan album ini. Bukan berarti album ini menjiplak ya, cuma jenis lagu yang mereka usung hampir sama. Yaitu pop yang kaya akan kocokan gitar yang sweet. Oh ya, di album ini ada lagu Unsaid di mana ia duet bersama penyanyi ganteng Christian Bautista, lho!

Setelah dibaca lagi sekarang:

-Lala ini bukan hanya cewek yang bertampang manis, tapi dia memang serius bermusik.

-Sekarang Lala bikin album lagi dengan citra yang lebih dewasa. Jadi bajunya nggak sesantai dulu lagi yang agak tomboy dengan celana jinsnya. Sekarang ia banyak pakai dress dan high heels ala hipster. Sejujurnya gw agak menyayangkan, sih. Soalnya gw suka Lala yang dulu kemana-mana bawa gitar. 

-Ini lagu terbaru Lal yang gw tahu, Morning Star oleh Lala Karmela. Cekidot…