blog

Waktu Masak Miyeok-guk.

Waktu itu saya coba masak sup rumput laut Korea atau yang biasa disebut dengan Miyeok-guk.

Miyeok-guk buatan saya

Si Punk Rock mencoba. Reaksi pertama dia, “Amis…”.

“Masa, sih?” kata saya. Memang agak bau air laut sih dari rumput lautnya. Mungkin bagi beberapa orang bau laut itu kayak amis.

Tapi Si Punk Rock nggak menjawab apa-apa lagi. Dia teruskan makan sampai semangkok penuh yang saya hidangkan buat dia habis.

Setelah dia makan, Si Punk Rock berkata, “Kamu memang kayaknya dulu itu terlahir sebagai kucing. Sukanya yang amis-amis. Sushi lah, tuna kaleng lah, sekarang sup bau amis.”

“Emang amis banget, ya? Aku sih nggak ngerasa amis…”

“Makanya kamu kayak kucing”.

“Tapi kok kamu makannya abis?”

“Because I love you”.

“Alah…Padahal terpaksa karena nggak ada makanan lain, tuh”.

“Nggak. Because I love you,” katanya mempertegas ucapan sebelumnya.

Yes, I know. And thank you for keep on loving me. Sebagai gantinya, mulai sekarang saya nggak akan masak Miyeok-guk lagi. Kenapa? Because I love you too, Si Punk Rock.

blog

Aragorn Bernyanyi

Nonton Lord Of The Rings: The Return of King untuk kesekian kalinya di tivi.

Sesaat Aragorn dilantik jadi raja Gondor, ia pun bernyanyi di hadapan rakyatnya.

Saya: Tuh sayang, pas Aragorn jadi raja, dia langsung nyanyi. Kamu tahu nggak kenapa dia langsung nyanyi begitu?

Si Punk Rock: Kenapa emangnya?

Saya: Karena dia raja dangdut.

Si Punk Rock: *mau ketawa tapi ditahan karena gengsi*

blog

Nonton Guns N’ Roses Nggak?

Minggu lalu Si Punk Rock ditawarin tiket konser Guns N’ Roses (GnR) gratis dari kantornya. 

“Anak-anak kantor aku dapat tiket gratis GnR, nih. Kamu mau nonton nggak?”

“Sama kamu atau nggak?”

“Iya, sama aku.”

“………………………………….. Terus Kriby siapa yang jagain?”

“Hm…. Iya juga, ya. Ya udah ntar aku tanyain orang kantor lagi, deh.”

Sepekan berlalu. Tau-tau udah tanggal 8 November aja, yang tak lain dan tak bukan adalah hari H konser GnR. Kami benar-benar lupa soal konser itu. Jatah tiket gratis kami pun udah dikasih ke teman kantor Si Punk Rock yang lainnya. Ya udahlah….

Begitu buka medsos agak iri-iri-takut ga update-merasa ditinggal oleh khalayak ramai-gimana gitu pas lihat banyak orang yang posting soal GnR. Ya udahlah, kami emang pada dasarnya nggak pengen, buktinya aja kami bisa lupa soal tanggal main konsernya. Kalau beneran suka GnR mah pasti ga akan lupa dong.

Taro handphone. Lupakan crowd GnR itu. Lebih baik saya kembali ke crowd yang ini…

My kind of crowd(ed bed)

Si Punk Rock jadi bisa pulang lebih cepat karena teman-teman kantornya nggak cerewet minta revisi ini-itu karena pada ke konser GnR. Kami jadi bisa leha-leha nemenin si Kriby nonton Zootopia untuk ke-735247 kalinya. 

Yah namanya juga udah punya anak, yekan.
Punya anak tuh nggak bikin lo ketinggalan trend / hype, kok. Tapi lo jadi lebih bisa memerioritaskan hal-hal yang lebih penting.
Lo nggak sepenuhnya berubah. Tapi iya sih lo jadi banyak berkompromi.
Karena lo jadi sadar apapun yang lo kejar di luar sana nggak sepadan dengan ngorbanin anak lo.

 

Yoklah kita saksikan GnR menyanyikan Sweet Child O’ Mine via Youtube aja. Siyap digoyaaang? O A O EEEE…

 

blog

KDRT (Ku Dengar Ribut Tetangga)

Kemarin gw dengar tetangga gw berantem sama suaminya. Dia teriak-teriak, ada bunyi bak-buk, lalu nangis.

Pas dia keluar kontrakan sambil nangis, gw teriakin, “Mbak, kamu dipukulin?”

“Nggak”, sambil nangis ngeloyor pergi.

“Kalau dipukulin bilang saya, ya! Biar kita lapor polisi.”

Lalu suaminya keluar terus bilang, “Lapor aja! Sembarangan kalau ngomong”.

“Jangan sembarangan pukulin anak orang juga dong!”

Gw lalu diskusi ama Si Punk Rock: perlukah kita lapor RT?

Jawabannya: perlu.
Karena ini bukan pertama kalinya kita melihat suaminya bertindak kayak begitu. Meski nggak sering, tapi tetap aja ini bukan pertama kalinya. Dicurigai akan berulang.

Malamnya kami pun lapor RT. Sang RT berterima kasih kami mau ngelapor karena itu termasuk udah mengganggu lingkungan.
Gw dan Si Punk Rock bukan permasalahin gangguan suaranya, melainkan kefatalan tindakan si suami kalau nggak ada yang negur. Apalagi dia bertindak kayak begitu di depan anak-anaknya.

Malamnya gw tidur dengan nggak nyenyak. Jujur gw takut kalau tindakan ngelapor ke RT itu akan bikin si suami makin marah. Dia seperti memang temperamen. Gw takut kalau dia bakal ikutan marah ama gw dan berniat jahat ama keluarga gw.

Tapi kalo gw diemin keluarganya dipukulin begitu kok gw nggak tega ya…

Kalau gw membiarkan, gw juga akan ikut dosa membiarkan orang lain teraniaya nggak sih?
Kalau gw di posisi itu, gw akan berharap akan ada orang yang ikut membantu agar keadaan lebih baik, ya nggak sih?

Bismillah deh… Gw hanya niat membantu biar nggak ada orang yang teraniaya lagi.

 

blog

Suami Berbintang Taurus

Punya suami berbintang Taurus tuh batu banget!

Sebel ah! *Sampe kantor. Turun dari motor, cium tangan Si Punk Rock sekenanya, langsung melengos pergi*

*Si Punk Rock ngeeng pergi naik motornya*

Bodo!

Buka laptop. Browsing-browsing sambil sarapan depan laptop.

Satpam kantor: Mba, ada suaminya di depan.

Lah, ngapain lagi?

Gw keluar dengan muka manyun.

Si Punk Rock: Senyum dooong…. Aku sedih kamu tadi marah.

Gw: *reflek senyum terus gelendotan meluk*

Pria Taurus itu emang batu banget. Cintanya ke lo termasuk salah satu kebatuannya. They won’t give up on you easily. They will stubbornly love you.

View on Path

blog

Mengungkit Masa Lalu

Tadi pagi lagi anteng-anteng sarapan makan roti, tahu-tahu Si Punk Rock berkata…

“Sayang, aku bukannya mau ngungkit masa lalu ya…”

Waduh, ada apa nih? Biasanya dia kalau ngomong begitu artinya mau bahas mantan. Nah, mantan siapa nih yang mau dia bahas? Mantan gw atau mantan dia? Anyep dah nih roti rasanya…

“Si Saiko (nama samaran buat mantannya Si Punk Rock) itu… Dulu dia abang-adekan ama Vicky Prasetyo,” ujar Si Punk Rock.

Sungguh roti ini jadi tidak ada rasanya. Soalnya gw keasyikan ketawa.

(Foto: Kapanlagi.com)

View on Path

blog

Jarak

Abis telponan ama Si Punk Rock selama 1 jam lebih. Terakhir kayak begitu ama dia pas jaman pacaran. Begitu nikah, tentu saja telponan jadi jarang krn kan ketemu terus.

Ternyata pas kami berjauhan dikit, gw jadi sadar: Si Punk Rock masih jadi orang yang paling seru buat gw ajak ngobrol sampai sekarang. Persis seperti cowok yang gw pacarin 5 tahun lalu. ❤💗💖

View on Path