2015 in review

Alhamdulillaaaaah!

Senang juga lihat ini. Jadi semakin semangat nulis.

Asisten statistik WordPress.com menyiapkan laporan tahunan 2015 untuk blog ini.

Berikut ini kutipannya:

Aula konser di Sydney Opera House menampung 2.700 orang. Blog ini telah dilihat sekitar 39.000 kali di 2015. Jika itu adalah konser di Sydney Opera House, dibutuhkan sekitar 14 penampilan terlaris bagi orang sebanyak itu untuk menontonnya.

Klik di sini untuk melihat laporan lengkap.

Soto Kangen Mama

Dari siang uring-uringan.
Badan kayaknya nggak enak.
Malas makan.
Akhirnya timbul selera makan, tapi entah kenapa hanya mau makan soto ayam resep Mama.
Bela-belain bikin walau Kriby jadi kebangun karena bunyi blender (nidurinnya susah lagi deh. Hadeeeuh…).
Begitu matang, disantap, badan langsung jadi enakan.
Sepertinya saya kangen Mama.

NB: Kriby ternyata doyan makan soto saya. Hore! 👐

View on Path

Pacar Pertamaku

(Repost dari blog yang lama: 7 Februari 2010)

Tadinya gw ga kepikiran pengin menuangkan kisah ini ke blog, karena gw ga suka mengumbar kisah pribadi gw ke hadapan publik (yeaaaaaaaaaah riiiiiite!). Tapi setelah dalam sebuah istirahat siang gw cerita hal ini ke Asri yang kemudian menghasilkan kita berdua ngakak abis, maka gw terpikir untuk menuliskan hal ini ke blog.

Ini adalah cerita tentang pacar pertama gw.

Sebut saja namanya Mawar (lho? Kayak di Poskota!) Oke, oke kita ganti namanya. Karena dia berkelamin cowok, makanya kita kasih namanya Mawor.

Alkisah di sebuah perumahan di Bekasi hiduplah seorang cewek yang bertampang manis. Cewek itu adalah gw. Cewek Manis yang masih duduk di bangku kelas 3 SMP itu sedang menunggu masa masuk sekolah kembali. Soalnya setelah kepulangannya dari Paris, Cewek Manis itu belum bisa langsung melanjutkan sekolah karena berbagai birokrasi yang berbeda dari kedua negara. Maka pada masa kekosongan pendidikan itu, Cewek Manis itu menghabiskan waktunya dengan bermain dengan anak-anak sekitar perumahannya tiap sore. Apalagi waktu itu memang musim libur sekolah. Maka Cewek Manis itu nggak pernah kesepian dan merasa rindu dengan mangkuk pendidikan yang selalu ingin ia reguk.

Aah…memang benar pepatah Jawa yang mengatakan ‘witing tresno jalaran soko kulino’ yang artinya cinta bersemi lantaran sering bertemu. Cewek Manis itu jatuh hati kepada cowok bernama (seperti yang telah kita sepakati tadi, sebut saja dia…) Mawor. Ia adalah salah satu teman bermainnya di perumahan tersebut. Di mata si Cewek Manis, Mawor adalah sosok yang cool dan suka menghormati orang lain. Hal itu cewek manis simpulkan dari iritnya kata-kata yang keluar dari mulutnya dan kesukaan Mawor untuk memegang lututnya ketika menunggu yang membuat ia selalu tampak seperti sedang berposisi hormat ala orang Jepang.

Perasaan naksir itu cewek manis sampaikan kepada Irma, sahabatnya sedari kecil. Irma pun selayaknya sahabat yang baik dan pintar menjaga rahasia, rajin sekali ngecengin dan menyampaikan salam si Cewek Manis ke Mawor. Tentu saja Cewek Manis akan menanggapinya dengan malu-malu sok marah ke Irma tapi dalam hati senangnya bukan main kalau Mawor jadi suka menatapnya diam-diam.

Tapi perasaan senang itu tidak berlangsung lama. Karena ketika si Cewek Manis mengetahui kalau Mawor masih duduk di bangku kelas II SMP yang artinya ia adalah adik kelas si Cewek Manis atau dalam kata ngetrendnya ‘brondong’, maka ilfillah si Cewek Manis. Separuh perasaanya luruh. Tapi ia tidak mau bersedih terlalu lama. Karena ia tahu dalam waktu dekat ia akan segera bersekolah lagi dan akan bertemu dengan berbagai cowo lain yang akan jadi gebetan potensialnya.

Namun si Cewek Manis lupa kalau si Mawor ternyata satu sekolah dengannya. Huwaduh! *Nepok jidat sendiri!* Maka pertemuan dengan si Mawor masih sering terjadi. Tadinya si Cewek Manis berpikir, ‘apa gw coba aja ya sama si Mawor?Dia berondong sih, terus kenapa? Tokh Nabi Muhammad SAW beda 15 tahun dengan Siti Khadijah’ Sungguh agamis ya pemikiran si Cewek Manis itu…..
Tapi itu semua langsung buyar ketika si Cewek Manis mendapat kabar sana-sini bahwasanya Mawor adalah anak-anak yang tergabung dalam geng Andi Lala. FYI, Andi Lala adalah cowok yang terkenal bandel di sekolah kami pada saat itu. Kenakalannya begitu tersohor karena ia pernah tertangkap guru karena MEROKOK! Pada saat itu, hal itu merupakan kriminal besar!!! Sama besarnya kayak bapak gajah kegep selingkuh sama gajah cewek yang lebih muda di kandang sebelah oleh Ibu Gajah. Tentu saja itu menyebabkan perang BESAR dalam kandang gajah yang berdampak BESAR terhadap perkembangan psikologis Anak Gajah. Bingung ga? Yah…pokoknya intinya itu masalah besarlah.

Si Cewek Manis yang tidak menyukai cowok bad boy pun langsung ilfil seilfil-ilfilnya. Hilang sudah semua perasaan manis yang pernah ia pendam untuk si Mawor. Sejak itu ia sering menghindari Mawor. Tapi yang mengherankannya, si Mawor malah semakin sering mencuri-curi pandang kepadanya.

Hingga sampailah pada suatu hari di mana si Cewek Manis sedang tertawa riang saat berjalan pulang sekolah. Tiba-tiba Mawor datang dan ingin ikut bergabung untuk pulang bersama. Perasaan Cewek Manis mulai tidak enak. Dan benar saja! Si Mawor menembak Cewek Manis di depan semua teman-temannya!!!!

Dunia serasa tiba-tiba dihantam hujan badai. Petir-petir menggelegar di siang hari yang cerah itu. Teman-teman Cewek Manis langsung saja meneriaki mereka dengan berbagai teriakan, seperti…
“Ciyeeeeeeeeeeeeeh!”
atau
“Suit suiiiw”
atau
“Prikitiw prikitiiiiiw”
atau
“Kiyuuw kiyuuuuuw! Kiyuw Kiyuuuuw!”
atau
“Eh tukang es tong tongnya lagi ada tuh. Beli nyoooook!”—>logat Bekasi.
Maaf yang terakhir itu memang tidak masuk hitungan ‘menyoraki’, tapi Cewek Manis memang mendengar hal itu ketika sedang jalan pulang sekolah.

Singkat cerita, Cewek Manis ngga punya pilihan lain. Maka dengan sangat terpaksa, si Cewek Manis pun menerima ungkapan cinta Mawor dan resmi menjadi kekasihnya sejak hari itu. Cewek Manis pun sampai rumah dengan muka murung karena pacar pertamanya adalah orang yang tidak ia sukai. Namun ia mencoba membesarkan hatinya dengan meyakinkan diri bahwa hubungan mereka akan baik-baik saja.

Tapi percuma menyangkal perasaan sendiri kalau yang kita reguk hanya penyiksaan diri.

Esok harinya Cewek Manis merasa sangat ngga nyaman ketika Mawor menunggu di ujung jalan untuk pulang sekolah bareng. Cewek Manis menunda-nunda jam pulangnya dengan harapan Mawor akan capek menunggu dan pulang dengan sendirinya. Namun apa yang ia harap tak kunjung tiba. Mawor tetap menunggu dengan sabarnya di ujung jalan. Akhirnya Cewek Manis pun meminta bantuan Irma untuk mengambil jalan lain sehingga tidak bertemu dengan Mawor. Mawor tetap menunggu lama Cewek Manis dengan setia, tanpa menyadari bahwa apa yang ia lakukan hanya sia-sia.

Keesokan harinya peristiwa yang sama pun terjadi. Cewek Manis rasanya sudah mau gila karena tidak tahan dengan ‘keposesifan’ Mawor. Ia pun meminta bantuan Irma lagi untuk mengatakan kepada Mawor untuk tidak usah menunggunya dan nanti sore pas jam main, tepatnya setelah acara Kring-Kring Olala di TPI selesai, Cewek Manis ingin bertemu dengan Mawor.

Ya! Cewek Manis ingin segera putus dengan Mawor sore itu. Tapi karena Cewek Manis masih polos dan sangat mengidolakan Spice Girls yang memberi doktrin ‘Girl Power’ (dalam artian:kalau cewek bersatu-padu maka akan timbul kekuatan) maka Cewek Manis akan mengajak Irma untuk membuat keputusan besar itu.

Sore itu, Cewek Manis, Irma, dan beberapa teman-teman komplek lainnya telah hadir berkumpul menunggu Mawor. Mawor akhirnya datang dengan sepedanya. Ketika melihat Mawor datang naik sepeda, maka Cewek Manis pun meminjam sepeda temannya yang sedang nongkrong di sekitar situ. Tapi sepeda yang Cewek Manis pinjam bukan sembarang sepeda. Khusus untuk acara memutuskan cinta ini, sepeda yang harus Cewek Manis gunakan adalah sepeda yang mempunyai jalu (potongan besi tambahan yang dipasang di samping roda). Untuk apakah jalu itu? Untuk membonceng Irma, tentunya!

Maka bersepedalah kita….
Cewek Manis memulai perbincangan dengan….

“Wor, maaf kayaknya gw ga bisa lanjut sama lo. Gw tau ini menyakitkan. Makanya gw minta maaf. Tapi lo harus bisa hadapi ini semua,” ujar Cewek Manis sambil menyetir sepeda dengan Irma yang dibonceng berdiri di jalu dan bermuka lempeng.
Karena tidak ingin melihat kesedihan di mata Mawor dan tak ingin mendengar kata-kata sedih dari Mawor, maka Cewek Manis pun langsung membelokkan stang sepeda mencari jalan lain dan meninggalkan Mawor yang bersepeda sendiri dan hanya ditemani oleh sepi.

Setibanya Cewek Manis dan Irma kembali ke yang empunya sepeda, anak-anak yang lain begitu antusias ingin mengetahui apa yang sebenarnya terjadi selama bersepeda sore itu. Irma pun tanpa diminta langsung menjadi publicist yang canggih menceritakan setiap detil peristiwa tersebut. Cewek Manis sungguh berterima kasih karena diberi sahabat yang begitu sejiwa seperti Irma. Dan kini ia mengerti kalau tadi Irma tidak sedang memasang muka lempeng, melainkan muka konsentrasi mencatat semua adegan yang telah terjadi.

Dan berakhirlah kisah cinta pertama Cewek Manis yang hanya berdurasi 48 jam….
Terlalu pahit untuk dikenang, tapi terlalu lucu untuk dilupakan….

NB: Seminggu kemudian…

Pagar rumah Cewek Manis berbunyi aneh. Bunyinya seperti dilempari batu yang kecil-kecil. Ibu Cewek Manis keluar dari rumah secara tiba-tiba sehingga Mawor nggak punya kesempatan untuk melarikan diri. Ibu Cewek Manis pun memarahi Mawor dengan kalimat ‘kenapa kamu tembakin pagar rumah saya dengan pistol angin, hah??? Dasar anak nakal! Memangnya saya pernah nembakin rumah kamu, hah???’

Mawor menunduk, kapok, lalu pergi.

Satu hal yang Ibu Cewek Manis tidak ketahui adalah anak perempuan satu-satunya telah menembaki hati Mawor dengan berbagai panah beracun yang memberi luka di masa remajanya.

 

Setelah dibaca lagi sekarang:

-Huahahahahahahahahahaha

-Eh tapi gw dulu kejam ya…

-Huahahahahhahahahahahahahaha

-Tapi…Mawor maafin gw ya…

-HUahahahahhahahahahhahaha

-Gw udah jarang ngeliat Mawor. Kami masih satu komplek kok. Tapi gw udah hampir nggak pernah ngeliat dia. Bapaknya Mawor waktu itu pernah ke rumah sih untuk bantuin gw perpanjang KTP, tapi Mawor nggak ikutan.

-Eh nama asli Mawor siapa ya? Astagfirullah… Jahat banget ya gw. Maaaaf ya Mawor >___<

 

Dear Mama…

(Repost dari blog yang lama-21 April 2008)

Dear Mama….

Ini aku anak durhakamu yg sedang amat merindukanmu. Aku sedang sedih kenapa aku bisa begitu merindukanmu padahal dulu Mama begitu menyebalkan di mataku.

Maafkan aku yg baru tahu bahwa dibalik ke-menyebalkan-anmu itu tersimpan rasa sayangmu yg begitu besar kepadaku. Maafkan aku yg kurang bisa membahagiakanmu. Maafkan aku yg selalu jaim utk bilang aku sayang kepadamu, Mama. Maafkan aku yg baru merasakan semua siksa perasaan bersalah ini ketika alam kita udah berbeda.

Tuhan, sampaikanlah semua rasa sayangku kepada Mama

 

Setelah dibaca lagi sekarang:

-Penyesalannya masih ada.

-Kangennya akan selalu ada.

1.Kencur 1000, 2. Toge 1200…

(Repost dari blog lama-8 April 2008)

 

Weekend kemarin seperti selayaknya seorang jomblo yg hepi, gw menghabiskan waktu gw di rumah bersama bokap gw. Sementara itu abang gw sibuk dgn kerjanya yg ga tau waktu dan adik gw sibuk dgn kegiatan futsalnya. Itu menjelaskan kenapa gw hanya berdua di rumah bersama bokap gw. Eh hampir lupa, ada Mpok Ichah yg selama ini selalu nyapu, ngepel, n nyetrika di rumah gw. Tapi dia juga menjelang siang udah pulang ke rumahnya.

Nah, begitu siang udah menyapa gw pun selayaknya seorang yg amat memperhatikan kesehatan, menggunakan waktu itu untuk berleha-leha di kamar sambil nonton tivi. Sambil berleha-leha gw menyadari bahwa badan gw ini sudah menggemuk. Perlu diketahui gw bukan cewek suka meributkan sebuah angka di timbangan, cuma sumpah deh badan gemuk jadi bikin kita susah bergerak! Dulu ketika timbangan gw cuma 44 KG, gw bisa dgn mudahnya mengangkat kaki untuk mengganti saluran tivi ketika lagi duduk di lantai nonton tivi. Iya, beneran lho gw ganti saluran tivi pake kaki, bukan karena malas atao jorok cuma coba pikir deh, kaki kan lebih panjang dari tangan. Ya ga? (Alah! Pembenaraaaaaaaan!) Dan gw yakin lo semua pasti menanyakan kenapa ga ganti saluran pake remote aja sih? Nah, percayalah kawan-kawan bagi gw pun itu sebuah pertanyaan yg bagus tapi sampe sekarang gw blom menemukan jawabannya.

Sekarang dgn badan gw yg beratnya 50 KG serta tinggi badan hanya 157 CM, mengangkat kaki utk memindahkan saluran tivi itu menjadi pekerjaan berat. Gw yg lagi berleha-leha di kamar sambil menonton tivi pun bertanya-tanya, kenapa ya badan gw sekarang menggemuk? Dulu sih berat badan gw pernah mencapai 57 KG, tapi itu dlu karena pola makan yg guila-guilaan yang kurang diimbangi dgn banyak gerak.
Kalau sekarang sih pola makan gw masih guila-guilaan, tapi gw banyak gerak kok. Kenapa gw menggemuk ya?

Gw pun bangkit dari tidur2an terus meraih tempat tulis dekat telpon. Gw pengen mereview kegiatan sehari-hari gw dan mencari letak salahnya pola hidup gw biar ketahuan kenapa gw bisa menggemuk.

Saat membongkar-bongkar tempat kertas gw melihatlah secarik kertas dgn tulisan melingkar-lingkar dgn pulpen tinta hitam yg amat jelas. Di sekelilingnya banyak coret-coretan dgn tinta biru, kaya org yg lagi ngetes pulpen macet atau ga. Tulisan di kertas itu…
1. Kencur 1000
2. Toge 1200
3. K. Panjng 1000
4. Kelapa muda 3000
5. Kemangi

Begitu gw ngelihat tulisan itu gw pun sadar dan tahu kenapa gw menggemuk. Yaitu karena Nyokap gw udah ga ada.

Kertas itu adalah daftar belanja yang ditulis ma Nyokap gw sebelum jadi Almarhumah 16 Januari lalu. Tulisan itu bikin gw sadar klo dulu gw bisa banyak bergerak karena ada Nyokap gw yg ga akan membiarkan melihat anak dara satu-satunya ini berleha-leha di rumah. Beliau selalu pgn gw jadi cewek yg bisa mengerjakan semua tugas rumah agar bisa jadi istri yg baik. Mulai dari masak, nyuci, hapal tempat gelas & piring, tahu tempat bayar listrik & telpon, cara gendong anak bayi, cara nyuci pakaian pake mesin cuci & tangan, tahu jenis pakain apa yg dicuci tangan atau mesin, bikin daftar belanja bulanan, cara menjamu tamu, tivi dan pajangan ga boleh ada yg berdebu, dan masih banyak lainnya deh. Dulu gw sebel dgn semua disiplin yg harus gw jalani hanya semata-mata gw anak perempuan. Padahal anak perempuan lain bisa dgn entengnya bilang seolah-olah itu adalah lambang modernisme “Gw ga bisa masak hahahaha!” Tapi begitu Nyokap gw ga ada gw merasa semua yg gw dapat itu berguna banget. Walaupun gw belum berumah tangga, tapi gw rasa jika sampai waktunya gw berumah tangga gw ga akan kaget lagi dgn semua urusan rumah. Bahkan saat gw menjalani kehidupan ngekos, gw sama sekali ga merasa berat dgn pentingnya menjaga kebersihan kosan gw.

Sejak Nyokap gw ga ada, gw jadi lebih santai begitu nyampe rumah, karena sang pendisiplin telah tiada. Bahkan rumah gw bisa dibilang agak berantakan dibanding ketika nyokap gw masih ada. Dan itu semua gara2 anak dara satu-satunya Nyokap gw males bergerak kalau ga ada yg nyuruh. Huh! Sungguh anak yg berguna!

Gw kangen banget ma Nyokap gw begitu melihat daftara belanja terakhir yg ditulis ma Nyokap gw. Gw pun tergerak untuk menggerakkan badan dgn memberes-bereskan rumah gw. Walaupun gw tahu begitu abang n adik gw nyampe rumah, rumah gw kembali ga beres. Tapi emang ada ya org yg bisa menjaga kerapihan rumahnya dgn adanya 3 org cwo di rumah sedangkan si pemberesnya cuma gw seorang?

Dulu sih ada org yg bisa gitu, namanya Nyokap gw.  Apakah gw bisa jadi si pemberes rumah itu? GW rasa gw pasti bisa! Apalagi dgn adanya daftar belanjaan Nyokap gw yg kini gw laminating sebagai pengingat.

 

Setelah dibaca lagi sekarang:

-Masih selalu kangen Mama

-Masih tidak berhasil menjaga kebersihan dan kerapihan rumah sepeninggal Mama. Saya memang anak yang nggak berguna.