2015 in review

Alhamdulillaaaaah!

Senang juga lihat ini. Jadi semakin semangat nulis.

Asisten statistik WordPress.com menyiapkan laporan tahunan 2015 untuk blog ini.

Berikut ini kutipannya:

Aula konser di Sydney Opera House menampung 2.700 orang. Blog ini telah dilihat sekitar 39.000 kali di 2015. Jika itu adalah konser di Sydney Opera House, dibutuhkan sekitar 14 penampilan terlaris bagi orang sebanyak itu untuk menontonnya.

Klik di sini untuk melihat laporan lengkap.

365 Tulisan 2014 #96: SOTR… Meh….

Dulu waktu jaman saya masih duduk di bangku sekolah, para cowok melakukan eksistensi diri dengan mengedepankan maskulinitas/kemachoan mereka. Makanya pada jaman itu banyak yang tawuran. Karena di sanalah ajang mereka memamerkan kemachoannya.

Namun era tawuran itu lambat laun memudar dengan sendirinya. Semua berkat dua hal:
1. Makin banyaknya produk kosmetik lelaki (yang membuat mereka ganteng tanpa harus membuat mereka merasa seperti bencong). Ini berhasil meredam keinginan anak cowok jaman sekarang untuk tawuran karena jadi malas panas-panasan dan agak ogah punya bekas luka yang susah hilang.
2. Makin banyak media sosial yang membuat mereka bisa eksis tanpa harus berbuat sesuatu dulu agar ‘dilihat’.

Nah, melihat terjadinya lagi tawuran pelajar SMA pas SOTR tadi membuat saya jadi bertanya-tanya…
-Nggak cukup apah media sosial yang ada sekarang bikin lo pada eksis, wahai adik-adik? Masa sih lo pada jadi balik pake cara primitif (tawuran) lagi biar dibilang keren? Tapi melihat kalian SOTR nggak pake helm, saya bisa melihat kalau kalian memang ada keturunan manusia zaman batu. Karena kalian begitu percaya diri naik motor dengan kepala telanjang yang terbuat dari batu itu.
-Apakah kalian perlu dibuatkan petisi agar dimasukkannya kurikulum ‘berpenampilan keren agar ganteng maksimal’ di sekolah kalian supaya teredam emosi sok keren dan sok macho kalian di jalanan pada saat SOTR?
Soalnya kami yang udah lebih tua dari kalian ini nggak melihat ada manfaatnya dari SOTR yang kalian lakukan.
Ini hanya jadi ajang kalian untuk konvoi tengah malam sambil boncengin cewek kelas sebelah yang kalian incer, lalu menyebarkan coretan ‘SOTR’ di dinding-dinding tempat umum persis seperti cara berkomunikasi para guk-guk untuk menandakan wilayah teritorial mereka.

Ingatlah, SOTR itu pernah memakan korban jiwa beberapa tahun yang lalu karena ‘sok macho’ cowok-cowok dengan kebut-kebutan di jalan.

Jangan sampai itu terulang lagi ya adik-adik. Mendingan kalian bantuin ibu kalian masak sahur di rumah lalu posting di media sosial. Saya yakin, tidak sampai seminggu, tingkat kegantengan kalian melonjak drastis di kalangan kaum hawa di sekolah kalian.

#365Tulisan2014

View on Path

Review: Janda Kembang

(Repost dari blog yang lama: 6 Maret 2009)

 

Category: Movies

Genre: Comedy

Rate: 3 out of 5

 

Film ini menceritakan tentang Asih (Luna Maya) seorang janda yang masuk desa Pulo Bantal. Kecantikan Asih menjadi bahan perbincangan cowok-cowok satu desa. Baik dari yang kakek-kakek ampe anak SMP (dasar cowok!). Kecantikannya juga membuat para perempuan satu desa merasa tidak nyaman. Terutama Yuli (Sarah Sechan) yang merasa posisinya tergeser sudah sebagai bintang dangdut keliling sejak Asih bergabung di orkesnya. Karena terbakar api cemburu Yuli pun menyebarkan fitnah tentang Asih ke seluruh desa (dasar cewek!)

 

Yang gw suka dari film ini:

Esa Sigit dan Rifat Sungkar yang berperan jadi anak SMP yang juga ngejar-ngejar Asih aktingnya bagus.

– Luna Maya cantiiiiiiik banget. Gw penasaran sama lipstik yang dia pakai. Abis warnanya bagus deh.

– Lagu dangdut yang berjudul Gokil yang dinyanyikan Ringgo benar-benar Kiiiiillll Gokiiiiiiiiiiiiil!

– Sarah Sechan keren. Ni orang harus menjadi komedian yang patut diperhitungkan.

 

Yang gw nggak suka dari film ini:

– Walaupun Luna di sini berperan jadi penyanyi dangdut, tapi jangan harap kita akan lihat goyangan Luna di film ini. Keliatan banget masih jaimnya. Bagusan goyang Titi Kamal dan Dian Sastro kemana-mana deh.

– Lagu-lagu yang ada di film ini (dan kemudian menjadi soundtrack) maksa pengin masuk film. Nggak cocok.

– Nggak selucu yang gw harapkan.

– Wig yang dipakai Ringgo Agus Rahman ganggu berat.

– Film ini ngejiplak Malena yang diperankan Monica Belucci.

-Setelah dibaca lagi sekarang:

-Film jiplak!

Ini trailernya…

Review: Disaster Movie

(Repost dari blog yang lama: 5 Maret 2009)

Category: Movies

Genre: Comedy

Rate: 1 out 5

Gw pecinta film parodi. Tapi ini kedua kalinya gw kecewa dengan film beginian. Kekecewaan pertama gw berikan pada Date Movie.

Emang ga ada yang ngalahin trilogi Scary Movie deh.

Film ini garing, maksa, dan bertele-tele. Figurannya keliatan banget. Jelek deh. Jangan buang-buang duit untuk nonton film ini di bioskop ya. Kalo pun mau nonton ini di DVD, pinjam dari temen aja. Nggak usah beli.

Setelah dibaca lagi sekarang:

-Film ini jelek. Nggak ada bikin ketawanya sedikit pun. Kekuatan film parodi itu terletak di penulisan naskahnya dan ini naskah film ini jelek banget!

-Ingat ya, nggak usah beli. Pinjam aja.

Nih trailernya. Trailernya aja jelek. Plaaah…

Berharap Pada Krisis Global

(Repost dari blog yang lama: 30 Maret 2009)

Krisis ekonomi di negara (sok) super power Amerika emang ga dipungkiri berdampak ke negara kita. Sektor yang paling terasa dampaknya itu sektor ekonomi dan pariwisata. Jadi wajarlah kalau semua orang menyayangkan krisis ini. Nggak sedikit juga yang mengutuk krisis ini.

Tapi memang hanya orang aneh seperti gw ini lah yang berharap pada krisis ini agar bisa membantu hidup gw.

Harapan gw adalah semoga dengan krisis ini harga minuman keras yang merupakan barang ekspor, jadi mahal banget banget banget BANGET, sampai seharga mobil baru! Amien ya 4LLi !!!!!!

Kenapa eh kenapa gw berharap seperti itu? Soalnya untuk kesekian kalinya tadi pagi tidur gw terganggu sama teriakan cewek mabok di kosan gw. Dia teriak-teriak ga jelas dari kamarnya sendiri di lantai bawah sampai kedengeran ke kamar gw di lantai dua.

Yang dia teriakin tuh macem-macem. Berikut beberapa contohnya…

“Dasar jelek, bego, item, item! Cape deee!”
“Gw bayar di kosan ini! Berani lo sama gw?”
“Get out! Gw berani bayar lo ribuan dollar!”

Apakah maksudnya dari teriakan-teriakan itu? Teu nyaho! Namanya juga orang mabok. Dan jeleknya kalau ada dari kita yang berani negor, dia malah makin semangat teriak-teriaknya. Dia juga malah makin berani caci maki kita, karena dia merasa ada bahan buat diteriak-teriakin.

Mungkin solusi terbaiknya adalah gw pindah kosan aja kali ya, biar tidur gw ga terganggu lagi. Cuma sampai sekarang gw blum nemuin juga kosan yg pas. Makanya untuk saat ini gw masih harus menyabarkan diri dengan teriakan-teriakan yg ga matching itu.

Sementara itu juga gw berharap banget sama krisis ini untuk membuat harga minuman keras jadi melambung, jadi si cewek gila itu ga akan bisa mabok lagi. AMIIIIIIEN! Sehingga tidur gw akan nyenyak aman sentosa sejahtera. AMIIIIIIIIIIIEEEEEEEEEN!!!!!!

Eh, tapi……………… kalau nanti dia malah mabok Topi Miring sambil teriak-teriak “Aku cinta produk Indonesia!” gimana dong?

 

Setelah dibaca lagi sekarang:

-Si cewek tukang mabok itu udah nggak pernah teriak-teriak lagi. Gw berkesimpulan kalau dia udah pindah. Mungkin pas dia sober, dia baru menyadari betapa memalukannya tindakan dia. 

-Gw masih ngekos di tempat yang sama. Tapi insya Allah, akhir tahun ini pindah. Amieeen ^__^

Review: Pootie Tang

(Repost dari blog yang lama: 13 September 2008)

 

Category: Movies

Genre: Comedy

Rate: 1 out of 5

Tau film ini dr Utie, sang lady rapper di kantor. Pas main ke kosannya, dia rekomen film ini untuk gw pinjam. Katanya ni film lucu abis. Ternyata…..

Ni film keliatan banget low budgetnya

Lawakannya cendrung maksa. Mungkin karena yang diangkat tentang orang-orang afro-amerika plus budayanya, jadi kita ga ngerti maksudnya apa. Kalo pun ngerti, menurut kita tuh ga segitu lucunya buat dijadiin film.

Film Chris Rock banget deh. (Emang dia jg sih yang jadi produsernya) Jd lawakannya ga universal.

Tapi bagi lo yang suka dengan budaya afro-amerika pasti suka dg film ini. Kayak Utie teman kantorku itu lah. Sayang, gw hanya bisa bengong nonton film berisik ini…

 

Setelah dibaca lagi sekarang:

-Gw nggak ngat apa pun dari film ini saking jeleknya. Yang gw ingat adalah semua pemeran di film ini berisik dan norak.

Papa Yang Aneh

(Repost dari blog yang lama: 12 Januari 2009)

 

Pinjam buku bokap gw ah….

Tapi buku apa ya?

Oh, buku Sang Pemimpi aja. Gw kan blom baca tuh.

Ada di mana ya? Kok di rak sini ga ada?

“Pah, buku Sang Pemimpi mana?”

“Ada di situ kok. Papa sampul depannya pake halaman majalah.”

Ha? Halaman majalah dijadiin sampul buku? Papa yang aneh!

“O iya, ada kok di sini. Adis pinjam ya.”

Lho? Ini kertas-kertas apa di dalam halaman buku? Ooooh coret-coretan kutipan kalimat dari buku ya? Ini memang kebiasaan Papa banget nih, kalau ada kalimat bagus-bagus dari buku suka dicatetin. Tapi catetannya ga disimpan. Bahkan kalau ilang atau dibuang sekalipun ga apa-apa. Jadi buat apa dicatetin dong?  Dasar Papa yang aneh!

Lho? Kok ini ada potongan tisu gulung juga di dalam halaman buku?

“Pah, ni tisu buat apa? Adis buang ya?”

“Eh eh eh, jangan! Itu tisu bersih kan?”

“Iya kayanya.”

“Sayangkan kalau belum dipakai terus dibuang. Sini Papa pegang. Ntar kan lumayan buat lap-lap apa gitu…”

“Emang tadinya tisu itu buat apa sih?”

“Buat lap air mata pas nangis baca buku.”

Haaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa??????? *kartun Jepang yg ngeluarin keringet gede_mode on*

Papaku memang benar-benar aneh…..

SMS Ucapan Puasa

(Repost dari blog yang lama: 5 September 2008)

 

Sebenarnya udah agak telat sih ngomongin ini, cuma masih kepikirann penasaran. Perhatiin ga beberapa tahun belakangan ini ada perubahan budaya ketika menjelang puasa?

Dulu kita hanya maaf-maafan ketika Lebaran, sekarang menjelang puasa orang udah maaf-maafan. Terus buat apa lagi maaf2an pas Lebaran?

Dulu kita hanya ngasih ucapan (baik kartu atau SMS) ketika mau Lebaran, sekarang mau puasa aja diucapin via SMS. Pemborosan nggak sih?

Gw bukannya pelit ya, cuma sekarang jadi rancu aja gitu. Ngapain ngucapin suatu hal berkali-kali!

Makanya gw males dapat SMS ucapan “Met puasa”. Karena menurut gw ga pada tempatnya aja. Kalau yg diucapin tuh Lebaran baru deh gw terima. Soalnya Lebaran kan hari kemenangan karena lo dah menjalani puasa selama sebulan.

Gw jadi heran, jangan-jangan SMS ucapan puasa itu kerjaan orang-orang provider handphone. Biar sebelum Lebaran mereka udah mengeruk keuntungan dari pulsa-pulsa yang kita habiskan untuk bertukar ucapan puasa. Maaf ya jadi su`udzon (Iya nih! Puasa-puasa kok su`udzon!) tapi klo emang itu benar, emang nggak cukup apa keuntungan yg mereka punya selama ini??? Konon katanya provider yang paling luas jaringannya dan  yg paling banyak penggunanya (termasuk gw), saking untungnya perusahaan mereka, mereka menggunakan hasil keuntungan hanya dari penggunaan SMS dari pelanggan mereka itu menggaji karyawannya. Nah, lo bayangin deh tuh keuntungan dari pelanggan mereka pake pulsa buat telpon, RBT, GPRS, n MMS. Udah tajir gila kan?????

Tapi ada sih satu SMS ucapan puasa yang gw dengan senang hati menerimanya. Yaitu dari ‘Fahri’ yang ada di film itu lho! Ufufufu dy ternyata masih ingat padaku…. Senangnya!….. Fahri ai laf yu beybeh…… *pipi bersemu merah*

 

Setelah dibaca lagi sekarang:

-Budaya ngucapin ‘Sebelum puasa, mohon maafkan dau’ masih berlangsung sampai sekarang.
 Dan gw balas sebisanya aja. Tapi makin tahun, sepertinya jumlahnya berkurang. Mungkin karena sekarang udah ada teknologi Facebook dan Twitter. Mungkin juga karena gw sekarang udah bukan orang media lagi. Jadi tingkat kewajiban mereka untuk ‘tetap berbasa-basi’ sama gw jadi berkurang, hehehe…

Menunggu Mood Datang

(Repost dari blog yang lama-17 April 2008)

 

 Gw lagi di kantor n masih ada tiga tulisan yg harus gw kerjain. Tapi apakah gw mengerjakannya? Tentu saja tidak. Klo gw mengerjakan tulisan itu, gimana mungkin gw bisa nulis blog sekarang.

Bahan tulisan itu udah ada, cuma mood gw belum ada buat nulis. Kadang2 menyebalkan juga ketika sesuatu hal yg dulu lo senangi jadi sebuah keharusan. Jadinya lo mengerjakannya ga dari hati, sehingga kita harus menunggu datangnya mood biar semuanya terselesaikan. Huh!

Sambil menunggu mood gw dah melakukan banyak hal. Dari makan siang, chatting via hp, telpon2an, browsing2, kirim2 email, bikin janji wawancara, bikin janji jalan ama sodara, ampe ngelamunin gebetan. Tapi mood gw tetap aja belum datang!

Kenapa ya kok mood gw ga datang2? Apakah mood itu juga org Indonesia ya, sehingga dy selalu datang terlambat? Kan org Indonesia punya budaya tukang telat. Mungkin nama panjangnya mood itu Sumar’mood’i. Kalau dy perempuan namanya ‘Mood’ianingsih. Alah! Makin ga jelas nih!

Ngomong2 soal gebetan…… gw seneng deh bisa ngegebet cwo lagi setelah sekian lama mati rasa sama makhluk yg bertestoteron. Tapi salah ga ya klo gw ngegebet org yg udah punya pacar? Gw ga yakin sih si gebetan udah punya pacar atau ga, tapi kayanya udah deh! Gw ga pernah melakukan hal apapun sih utk mendekati apalagi merusak hubungan si gebetan dgn pacarnya, gw hanya suka aja berada di dekat dy n memperhatikan dy. Itu artinya gw ngegebet apa bukan? Apa gw lagi jadi stalker ya?

Ya ampuuuuun sungguh ga jelas maksud dari tulisan iniiiiii!!!!!!!!! Wahai Sumar’mood’i dan ‘Mood’ianingsiiiiih, cepatlah dataaaaaaaaaaaaaaaaang!!!!!!!

Setelah dibaca lagi sekarang:

-Gw ingat banget rasa stuck karena nggak mood kerja di blog ini. Tapi kok gw nggak ingat sama sekali siapa gebetan yang gw ceritain di blog ini ya???? Apakah benar kata orang-orang kalau gw terlalu mikirin kerjaan? Ah ga juga ah…. Ini pasti karena gwbetan gw wktu itu nggak memorable aja. Eaaaaak pembenaran!