Nonton Guns N’ Roses Nggak?

Minggu lalu Si Punk Rock ditawarin tiket konser Guns N’ Roses (GnR) gratis dari kantornya. 

“Anak-anak kantor aku dapat tiket gratis GnR, nih. Kamu mau nonton nggak?”

“Sama kamu atau nggak?”

“Iya, sama aku.”

“………………………………….. Terus Kriby siapa yang jagain?”

“Hm…. Iya juga, ya. Ya udah ntar aku tanyain orang kantor lagi, deh.”

Sepekan berlalu. Tau-tau udah tanggal 8 November aja, yang tak lain dan tak bukan adalah hari H konser GnR. Kami benar-benar lupa soal konser itu. Jatah tiket gratis kami pun udah dikasih ke teman kantor Si Punk Rock yang lainnya. Ya udahlah….

Begitu buka medsos agak iri-iri-takut ga update-merasa ditinggal oleh khalayak ramai-gimana gitu pas lihat banyak orang yang posting soal GnR. Ya udahlah, kami emang pada dasarnya nggak pengen, buktinya aja kami bisa lupa soal tanggal main konsernya. Kalau beneran suka GnR mah pasti ga akan lupa dong.

Taro handphone. Lupakan crowd GnR itu. Lebih baik saya kembali ke crowd yang ini…

My kind of crowd(ed bed)

Si Punk Rock jadi bisa pulang lebih cepat karena teman-teman kantornya nggak cerewet minta revisi ini-itu karena pada ke konser GnR. Kami jadi bisa leha-leha nemenin si Kriby nonton Zootopia untuk ke-735247 kalinya. 

Yah namanya juga udah punya anak, yekan.
Punya anak tuh nggak bikin lo ketinggalan trend / hype, kok. Tapi lo jadi lebih bisa memerioritaskan hal-hal yang lebih penting.
Lo nggak sepenuhnya berubah. Tapi iya sih lo jadi banyak berkompromi.
Karena lo jadi sadar apapun yang lo kejar di luar sana nggak sepadan dengan ngorbanin anak lo.

 

Yoklah kita saksikan GnR menyanyikan Sweet Child O’ Mine via Youtube aja. Siyap digoyaaang? O A O EEEE…

 

Iklan

Kekuatan Ibu

Tenggorokan sakit tak terperi pasca operasi amandel. Kondisi badan lemas karena nggak bisa makan.

Tahu-tahu Kriby datang ngerengek, ‘Mau muntah…’

Seketika sigap giring Kriby ke kamar mandi. Abis Kriby muntah-muntah, langsung tak mandiin. Kayaknya Kriby masuk angin karena semalam telat makan.

Setelah mandi Kriby langsung segar dan ceria lagi. Baru deh kerasa lagi badan lemas dan sakit tenggorokannya. Tadi pas anak muntah kok nggak kerasa sakitnya sama sekali ya?

Mungkin itu yang dibilang ‘kekuatan ibu’. Yaitu cadangan tenaga yang dimiliki ibu ketika anaknya membutuhkan dirinya.

View on Path

Paha Gede

Tadi pas ngaca liat badan sendiri: duh, paha kok gede amat ya?

Terus skrg si Kriby ngantuk. Mintanya tidur berbantalkan paha gw.

Hoo ternyata saya dikasih paha gede buat ini tokh. Baguslah klo bgtu 🤗

View on Path

Percakapan Organik

Kriby nunjuk-nunjuk tokoh kartun warna hitam.
Kriby: Ini jahat.

Si Punk Rock: Itu nggak jahat.

Kriby: Ga jahat?

Si Punk Rock: Ga jahat. Dia jahit.

Kriby: Jahit?

Si Punk Rock: Iya, jahit celana lepis.

Kriby: Hoo…

Percakapan absurd di atas tidak disponsori oleh micin manapun. Absurditas hasil karya keluarga kami 100% organik. – with Wahyu

View on Path

Logika Kaum Pria

Tadi Kriby aduk-aduk minuman pakai sedotan.
Gw: Nak, jangan diaduk terus. Nanti tumpah, lho.

Kriby bodo amat dan tetep aduk-aduk.

Si Punk Rock: Nak, minumnya jangan diaduk-aduk. Nanti dia pusing.

Ya, begitulah sains membuktikan kalau pria itu makhluk yang berpikir dengan logika. – with Wahyu

View on Path

Tangan

Seberapa sering anakmu meminta kamu meletakkan handphone yang kamu pegang lalu bermain dengannya?

Kriby mulai sering melakukan hal itu. Dia butuh kedua tangan saya untuk menggenggam tangannya selama ia melompat-lompat di kasur. Maklumlah, Kriby belum terlalu lancar loncat-loncat sendiri di kasur.

Selama memegangi kedua tangannya ketika ia melompat-lompat dengan girang, saya bisa melihat di matanya bahwa ia senang bukan main. Terlihat juga kalau ia begitu sayang sama saya. Bagi dia, saya adalah dunianya. Makanya ia meminta atensi saya secara penuh untuk melihat dia melakukan berbagai hal yang sering kali kita anggap remeh.

“Bunda! Bunda! Liat! Liat!”

Karena tingkah lakunya sering saya anggap remeh, tak jarang saya hanya memperhatikan sekilas lalu balik lagi menatap handphone yang saya pegang.

“Instagram gosip lagi seru, nih. Di grup WhatsApp juga lagi ngobrol seru. Bentar ya, nak,” batin saya sambil menatap handphone lekat-lekat.

Padahal handphone ini sudah saya pegang, tatap, dan cari-cari sejak saya bangun pagi sampai tidur lagi. Handphone ini saya bawa kemana-mana. Sedangkan Kriby saya hanya bertemu di pagi hari saat hendak berangkat bekerja dan malam hari sepulang saya dari kantor. Di frekuensi saya yang sangat sedikit bertemu Kriby itu, kenapa saya masih mendistraksikan diri dengan handphone, ya?

Maafin Bunda ya, nak. Bunda sadar apa pun yang ada di handphone ini tidak lebih penting dari kamu.

Wahai kaum ibu di era digital, taruhlah handphonemu, lalu genggamlah tangan anakmu.

(Foto: Izin nyomot dari sini)

Pengalaman Dirawat di RSUD Pasar Minggu Pakai BPJS

Mau cerita panjang lagi. Kali ini tentang biaya BPJS selama perawatan Kriby.

Emang ada biayanya, Dis?

Selama Kriby dirawat di IGD seharian, lanjut ke PICU 2 malam, dan 2 malam di ruang rawat inap, kami mengeluarkan biaya…… Rp 0. Tidak ada biaya sepeser pun. Bahkan pulangnya Kriby dibekalin obat juga tanpa tuntutan bayaran.

Padahal kalau dihitung-hitung pakai biaya normal di rumah sakit swasta itu…
-IGD per malam: 500 rb ampe 3 jutaan
-PICU per malam: 4 jutaan belum alat dan visit dokter. Pake deposit pula 25 juta.
-Ruang rawat inap biasa: 500-700 ribuan.

Alhamdulillah banget deh ada BPJS. Makasih banyak buat Pak SBY yang mencanangkan program BPJS. Walau kamu sekarang drama, tapi BPJSmu telah membantu saya, Pak Beye.
Makasih banyak juga buat Pak Ahok yang bangun RSUD Pasar Minggu ini. Karena percuma juga kalau gratis tapi tempatnya nggak ada dan fasilitasnya nggak lengkap.

Oleh karena itu sekali lagi saya mau mengingatkan teman-teman dan handai taulan sekalian: bayarlah BPJSmu tepat waktu. Mungkin bukan sekarang Anda membutuhkannya. Tapi iuranmu telah membantu banyak subsidi silang orang-orang yang membutuhkan.

Saya udah lihat dan dengar secara langsung kisah miris kehidupan para pasien yang akhirnya tertolong oleh BPJS. Kapan-kapan saja saya ceritakan bagian itu. Kepanjangan soalnya.

Kayak selama ini lo nggak nulis panjang-panjang aja, Dis…

Let’s go home, kiddo! Cucian kita udah numpuk – with Wahyu at RSUD Pasar Minggu

View on Path