blog

Waktu Masak Miyeok-guk.

Waktu itu saya coba masak sup rumput laut Korea atau yang biasa disebut dengan Miyeok-guk.

Miyeok-guk buatan saya

Si Punk Rock mencoba. Reaksi pertama dia, “Amis…”.

“Masa, sih?” kata saya. Memang agak bau air laut sih dari rumput lautnya. Mungkin bagi beberapa orang bau laut itu kayak amis.

Tapi Si Punk Rock nggak menjawab apa-apa lagi. Dia teruskan makan sampai semangkok penuh yang saya hidangkan buat dia habis.

Setelah dia makan, Si Punk Rock berkata, “Kamu memang kayaknya dulu itu terlahir sebagai kucing. Sukanya yang amis-amis. Sushi lah, tuna kaleng lah, sekarang sup bau amis.”

“Emang amis banget, ya? Aku sih nggak ngerasa amis…”

“Makanya kamu kayak kucing”.

“Tapi kok kamu makannya abis?”

“Because I love you”.

“Alah…Padahal terpaksa karena nggak ada makanan lain, tuh”.

“Nggak. Because I love you,” katanya mempertegas ucapan sebelumnya.

Yes, I know. And thank you for keep on loving me. Sebagai gantinya, mulai sekarang saya nggak akan masak Miyeok-guk lagi. Kenapa? Because I love you too, Si Punk Rock.

review

Review: Parasite

Category: Movies
Genre: Dark Comedy, Thriller
Rate: 4,5 out of 5

Related image

Jarang jarang nih saya bela-belain nonton film Korea di bioskop. Biasanya nunggu streamingan aja. Eh…… Nggak juga deng. Lebih tepatnya saya jarang nonton film Korea. Tapi begitu denger film ini menang Palm d’Or dari Cannes Film Festival, jadi semangat deh buat nonton.

Film ini dibuka dengan memperlihatkan kemiskinan keluarga Ki Taek (Kang-Ho Song). Ia adalah suami sekaligus ayah dari dua anak yang sudah beranjak dewasa. Mereka tinggal di rumah sempit dalam gang sempit pula. Saking miskinnya, beli paket internet aja nggak mampu. Mereka selalu numpang wifi gratisan dari tetangga.
Sampailah suatu ketika teman anak lelakinya datang ke rumah. Ia menawarkan anak lelakinya, Ki-Woo (Woo-sik Choi), menjadi guru les pengganti anak keluarga kaya karena dia harus melanjutkan sekolah.
Maka berangkatlah Ki-Woo ke rumah keluarga kaya itu menjadi guru les. Dari hari pertama Ki-Woo mengajar, ia bisa melihat peluang untuk mensejahterakan keluarganya dengan cara menyingkirkan beberapa pekerja di rumah kaya itu. Rencana Ki-Woo berjalan mulus. Tanpa ia sadari bahwa rumah mewah itu menyimpan sebuah rahasia…

Yang saya suka dari film ini:
+ JALAN CERITANYA BAGUS!
+ Banyak twist yang cukup mengejutkan
+ Pesan tentang kesenjangan antara si kaya dan si miskin bikin kita mikir begitu keluar dari bioskop
+ Entah kenapa dialog pembahasan tentang hujan di mobil itu bikin saya sedih jleb
+ Aktingnya oke-oke pisanlah!
+ Memang referensi film Korea saya nggak banyak. Tapi baru di film ini doang saya bisa melihat orang Korea yang miskin. Abis selama ini saya pikir semua orang Korea itu mulus, putih, hidupnya cool-cool aja, tahu-tahu ada cowok kaya tapi sombong yang naksir sama kita—–>iya, ini saya ambil dari plot drama Korea
+ Set dan lokasinya oke banget. Apalagi set di rumah orang tajirnya
+ Banyak dialog yang oke dan menghidupkan cerita
+ Suka banget suara ngebass Sun-kyun Lee yang memerankan si bapak orang kaya. Jangan sampai dia jadi voice over iklannya KFC, ya. Soalnya mendengar suaranya aja ku sudah berselera (apaan sik!)
+ Banyak adegan yang bikin deg-degan gregetan. Padahal bukan pas adegan sadis juga sih.

Yang saya kurang suka dari film ini:
– Adegan sadisnya itu, lho……. Jangan ditonton sama anak-anak, ya! Film Korea itu kalau bikin adegan sadis itu beneran ampun, deh….
– Ini sebenarnya film komedi. Tapi karena komedinya dark, jadi mau ketawa tuh harus mikir dulu. “Ini sebenarnya lucu. Nggak apa-apa kan kalau gw ketawa? Bakal menyinggung nggak nih kalau gw ketawa sekarang?”
– Ada satu adegan tentang toilet yang bikin saya bergidik jijik
– Menurut saya posternya nggak mencerminkan filmnya, deh. Begitu juga dengan taglinenya.

Ini trailernya…


review

Review: Okja

Category: Movies

Genre: Drama, Action

Rate: 5 out of 5

Film ini dibuka oleh Lucy Mirando (Tilda Swinton) mengumumkan ke media bahwa perusahaannya telah menciptakan seekor binatang dari hasil rekayasa genetik. Binatang yang ia beri nama Super Pig ini diciptakan untuk menutupi kekurangan pangan dunia. Ia pun menjelaskan bahwa saat ini sudah ada beberapa Super Pig yang disebar ke beberapa penjuru dunia untuk dibesarkan oleh peternak lokal. Dalam 10 tahun kemudian akan dipilih Super Pig terbaik yang kemudian akan dikembangbiakkan secara masal.

Sepuluh tahun pun berlalu. Seekor Super Pig yang dibesarkan oleh seorang peternak di pegunungan Korea mendapat kehormatan untuk memenangkan kompetisi Super Pig terbaik. Super Pig yang bernama Okja itu pun akan dibawa ke New York untuk diumumkan ke dunia. Sayangnya Mija (Seo-Hyun Ahn), cucu sang peternak yang telah tumbuh bersama Okja tidak terima begitu saja. Baginya Okja bukan sekadar hewan ternak, Okja adalah temannya. Ia pun nekat melawan korporasi Mirando untuk membawa pulang Okja.

 

Yang saya suka dari film ini:

-Ceritanya baguuuuuus! Salut dengan ide orisinil Joon-ho Bong sebagai penulis naskah.

-Joon-ho Bong juga menyutradarai film ini dnegan ciamik. Ini film kedua dia yang saya tonton (yang pertama itu Snowpiercer ). Keduanya membuat saya terkesan. Saya selalu suka bagaimana Joon-Ho Bong membuat film yang isu/konfliknya universal. Kedua filmnya membuat kita sadar bahwa dunia ini memang multiras.

-Sangat terkesan dengan akting keseluruhan aktornya. Sebut saja Tilda Swinton yang selalu total. Paul Dano, my love, yang juga sangat keren dalam wajah sendunya. Dan kita akan terkaget-kaget bagaimana Jake Gyllenhaal seganteng itu bisa berubah jadi dokter senorak itu. Akting Seo-Hyun Ahn juga harus dapat perhatian khusus.

-Ada beberapa adegan yang bikin emosi kita campur aduk. Saya hampir nangis di adegan Okja pagar listrik. Tapi ditahan-tahan nangisnya. Malu dong udah gede, masa nangis (halah, apa sih)

-Set dan lokasinya oke.

-Efek CGInya haluuuus banget.

-Banyak pesan moral yang bikin kita lumayan mikir setelah nonton film ini.

 

Yang saya nggak suka dari film ini:

-Nggak ada, sih. Sejauh ini nggak ada yang saya nggak sukai dari film ini.

 

Ini trailernya…

 

review

Review: Train To Busan

Category: Movies

Genre: Thriller

Rate: 4 out of 5

Film asal Korea ini dibuka dengan beberapa adegan mengenai sebuah kebocoran di sebuah pabrik. Sang bos perusahaan, yakni Seok Woo (Yoo Gong) sedang sibuk menghadapi penurunan saham perusahaan  sejak berita kebocoran itu menyebar. Di waktu bersamaan ia juga harus menghadapi omelan mantan istrinya karena ia selalu lupa tentang ulang tahun putri mereka. Ditambah anak mereka ingin merayakan ulang tahunnya bersama ibunya di Busan. Maka keesokan subuhnya, Seok Woo dan putrinya berangkat ke stasiun kereta api untuk mengantar putrinya ke Busan. Tapi sesuatu yang aneh sedang terjadi. Satu persatu penumpang kereta itu berubah menjadi zombi setelah digigit oleh penderita wabah misterius. Mereka pun harus bisa bertahan hidup dan mati untuk mencapai Busan.

 

Yang saya suka dari film ini:

-Penokohannya bagus, realistis, dan variatif.

-Aktingnya oke-oke semua!

-Tokoh favorit saya yang berhasil bikin terharu seorang calon bapak yang berjuang mati-matian.  Apalagi pas lihat tampang mesem-mesem bahagianya saat menyelamatkan sang istri di toilet gerbong kereta. Tokoh ini diperankan oleh Dong-seok Ma.

-Saya juga sangat suka dengan alurnya yang realistis. Film ini nggak memberi kita celah untuk nyeletuk-nyeletuk gemes karena kebodohan salah satu peran.

-Film ini menegangkan. Film ini juga menceritakan dengan baik sifat asli manusia dalam upaya bertahan hidup.

-Make up zombienya lumayan oke

 

Yang saya nggak suka dari film ini:

-Ada satu tokoh nenek-nenek, tapi kelihatan banget sebenarnya dia masih muda. Dia didandani jadi tua aja. Sayangnya make upnya kelihatan bohongnya.

-Lama-lama darah yang nempel di baju para tokoh kok jadi warna oren ya -__-!

-Nggak sesedih yang orang bilang. Banyak yang mengaku menangis pas nonton film ini. Saya biasa-biasa aja tuh. Adegan akhirnya yang mungkin diniatkan jadi paling sedih dan mengharukan juga saya hadapi dengan lempeng ajah.

-Banyak adegan menyeramkan nan mengerikan. Jadi sebaiknya jangan ajak anak kecil nonton film ini ya.

Review ini juga dapat dibaca via Line @ymg2576q 

Ini trailernya…

blog

2015 in review

Alhamdulillaaaaah!

Senang juga lihat ini. Jadi semakin semangat nulis.

Asisten statistik WordPress.com menyiapkan laporan tahunan 2015 untuk blog ini.

Berikut ini kutipannya:

Aula konser di Sydney Opera House menampung 2.700 orang. Blog ini telah dilihat sekitar 39.000 kali di 2015. Jika itu adalah konser di Sydney Opera House, dibutuhkan sekitar 14 penampilan terlaris bagi orang sebanyak itu untuk menontonnya.

Klik di sini untuk melihat laporan lengkap.

review

365 Tulisan 2014 #85: Review: The Target

Category: Movies

Genre: Action, Drama

Rate: 4 out of 5

(Dok. Jive!)
(Dok. Jive!)

Film ini dibuka dengan sosok Bae Yeo-Hoon (Ryu Seung-Ryong) yang tertembak dan berusaha lari dari pengejaran dua orang yang tidak dikenal. Dalam usahanya itu, ia tertabrak mobil dan ia pun dilarikan ke rumah sakit. Ia kemudian dirawat dibawah pengawasan seorang dokter muda bernama Lee Tae-Joon (Lee Jin-Wook). Keesokan harinya, dokter Lee Tae-Joon diserang di rumahnya dan istrinya yang sedang hamil tua diculik. Sang penculik mengatakan akan membebaskan istrinya jika ditukar dengan Bae Yeo-Hoon yang masih terbaring tak sadarkan diri. Karena putus asa, dokter Lee Tae-Joon pun menyanggupi permintaan sang penculik tanpa tahu bahwa itu akan membahayakan banyak nyawa.

 

Yang gw suka dari film ini:

-Ceritanya bagus! Sebenarnya ini film remake dari Perancis berjudul Point Blank. Gw belum pernah nonton Point Blank. Jadi gw nggak bisa bandinginnya. Cuma gw berani bilang kalau film The Target ini ceritanya bagus.

-Actionnya intense.

-Penokohannya oke.

-Kesekian kali nonton aktingnya Ryu Seung-Ryong, dan kesekian kalinya gw salut dengan kemampuan beradaptasinya sama karakter yang ia mainkan.

-Lee Jin-Wook guanteng yaaaaaaaaa!

 

Yang gw nggak suka dari film ini:

-Biasanya film Korea tuh pinter mengkoreakan tokoh, setting, dan cerita film yang mereka remake. Tapi di film ini, gw melihat tokoh polisi ceweknya masih terlalu barat :-/

 

Ini foto-fotonya…

Ini dokter Lee Tae-Joon saat merawat Baek-Yeo-Hoon. (Dok. Jive!)
Ini dokter Lee Tae-Joon saat merawat Baek-Yeo-Hoon.
(Dok. Jive!)

 

Dokter muda Lee Tae-Joon yang sedang berbahagia dengan istrinya karena sedang menunggu kelahiran bayi pertama mereka. (Dok. Jive!)
Dokter muda Lee Tae-Joon yang sedang berbahagia dengan istrinya karena sedang menunggu kelahiran bayi pertama mereka.
(Dok. Jive!)

 

Ini Baek Yeo-Hoon yang sudah terbangun dang langsung melarikan diri dari rumah sakit. (Dok. Jive!)
Ini Baek Yeo-Hoon yang sudah terbangun dang langsung melarikan diri dari rumah sakit.
(Dok. Jive!)

 

Ini trailernya…

Film ini sudah tayang di Blitzmegaplex sejak 18 Juni 2014.

 

 

review

365 Tulisan 2014 #62: Review: Broken

Category: Movies

Genre: Drama

Rate: 4 out f 5

(Dok. Jive!)
(Dok. Jive!)

 

Film Korea ini menceritakan kisah seorang ayah bernama Sang-Hyeon (Jung Jae-Young). Sejak istrinya meninggal, ia tinggal hanya berdua dengan putrinya yang berumur 15 tahun. Pada suatu hari, putrinya ngambek karena ia kebanyakan lembur. Keesokan harinya, putrinya tidak pulang ke rumah. Sang-Hyeon pikir putrinya menginap di rumah temannya karena ngambek. Sampailah ia dihubungi polisi yang mengabari kalau putrinya telah tewas diperkosa dan dibunuh. Sang-Hyeon yang shock, mencoba mencari jejak pembunuhnya. Nah, pada suatu ketika ia mendapat petunjuk anonim mengenai para pembunuh putrinya. Ia pun bertekad untuk membalas dendam kematian putrinya.

 

Yang gw suka dari film ini:

-Ceritanya baguuuuuuuuuuuus! Ceritanya bikin kita miris, kasihan, dan marah sekaligus. Katanya sih, ceritanya diangkat dari novel Jepang berjudul The Hovering Blade. Di Jepang udah dibuat versi filmnya dengan judul yang sama pada tahun 2009 lalu.

-Suka dengan pembagian perspektif tokoh secara adil. Nggak melulu memberikan porsi yang besar kepada sang tokoh utama.

-Di film ini para tokohnya bertindak jujur.

-Suka dengan penggambaran remaja Korea yang natural. Kayaknya ini pertama kali gw nonton film Korea di mana remajanya terlihat memang remaja.

-Set dan propertinya oke.

 

Yang gw nggak suka dari film ini:

-Meskipun tokoh yang diperankan Jung Jae-Young memang pas banget dengan judul film ini yang ‘hancur’, tapi kadang aktingnya Jung Jae-Young suka datar.

-Tampang Choi Sang-Wook kok terlalu imut untuk jadi cowok cupu ya?

 

Ini foto-fotonya…

Ini Sang-Hyeon dan putrinya di masa mereka masih bahagia hidup berdua. (Dok. Jive!)
Ini Sang-Hyeon dan putrinya di masa mereka masih bahagia hidup berdua.
(Dok. Jive!)

 

Sang-Hyeon mengejar jejak pembunuh putrinya sampai ke pegunungan salju. (Dok. Jive!)
Sang-Hyeon mengejar jejak pembunuh putrinya sampai ke pegunungan salju.
(Dok. Jive!)

 

Mendaki gunung, melewati lembah.... (Lah, kayak Ninja Hatori!) (Dok. Jive)
Mendaki gunung, melewati lembah…. (Lah, kayak Ninja Hatori!)
(Dok. Jive)

 

Ini para polisi yang berusaha mencegah aksi balas dendam Sang-Hyeon, meskipun mereka berada dalam dilema. (Dok. Jive!)
Ini para polisi yang berusaha mencegah aksi balas dendam Sang-Hyeon, meskipun mereka berada dalam dilema.
(Dok. Jive!)

 

Ini trailernya…

Film ini bisa kita tonton di Blitzmegaplex mulai tanggal 7 Mei 2014.