Baikan Yuk

Beberapa waktu yang lalu saya dan Si Punk Rock ‘berantem’. Kami tuh tipe pasangan yang berantenya diem-dieman.

Perkaranya apa? Sepele banget. Intinya sih kami lapar hahahaha…

Kami sama-sama belum makan, tapi sama-sama sibuk juga dengan pekerjaan masing-masing. Lalu kami sama-sama saling mengandalkan satu sama lain untuk menyiapkan makanan, entah itu masak ataupun beli di luar. Saya pikir, Si Punk Rock akan pergi beli makanan di luar. Si Punk Rock pikir, saya akan masak. Ya gitu deh, kurang komunikasi, tahu-tahu pecahlah Perang Bubat.

Singkat cerita, kami diem-dieman semalaman. Besok paginya juga masih diem-dieman.
Terus pas agak siang, Si Punk Rock pergi nggak pamit. Bawa motor entah ke mana.

Akhir-akhir ini memang Si Punk Rock kalau lagi sebel atau marah suka pergi mencari kegiatan di luar rumah. Sedih sih sebenarnya ditinggal pergi tanpa dipamitin. Saya kan khawatir kalau dia kenapa-kenapa di jalan. Tapi ya udahlah mau gimana… Makin bertambahnya usia pernikahan, kita harus makin banyak menoleransikan kebiasaan dan sifat pasangan.

Setengah jam kemudian Si Punk Rock balik. Saya lihat dia nenteng kopi Tuku. Oooh dia keluar beli kopi ternyata. Memang persediaan kopi suci dia udah habis sih. Yo wiss lah, yang penting dia udah pulang.

Tahu-tahu dia nyodorin ini lengkap dengan tulisannya….

“Baikan yuk”. Lengkap dengan logo ‘peace’.

Si Punk Rock beliin minuman saya, Es Cokelat Animo! Tentu saja saya langsung luluh. Saya ini perempuan mandiri yang pekerja keras, cerdas, dan tahan banting. Tapi kalau udah disogok makanan, saya manut. Simple. Nggak usah diperdebatkan lagi hal-hal prinsipil seperti ini ya.

Tapi terlepas saya disogok, berantem sama Si Punk Rock itu emang nggak enak tau. Si Punk Rock itu bukan sekadar suami, melainkan dia itu juga sahabat terbaik saya. Saya apa-apa ceritanya ke dia. Kalau nemu hal seru apa, saya pasti pengennya cerita langsung ke Si Punk Rock. Makanya kalau berantem diem-dieman sama Si Punk Rock itu rasanya nggak enak banget. Saya jadi kehilangan tempat bercerita dan mengadu.

Makasih ya Punk Rock buat sogokan dan uluran perdamaiannya. ILY

This Guy…

Gw: Anak-anak kantor ngajakin nongkrong di Kopi Kalyan.

Si Punk Rock: Ya udah, pergi gih.

Gw: Aku pengen, sih. Tapi nggak usah, deh. Kasian Kriby.

SPR: Udah pergi aja. Aku anterin. Kriby biar aku yang jemput

Gw: *bimbang*

SPR: Udah pergi aja. Kamu dulu hampir 2,5 tahun di rumah terus ngurus Kriby. Sekarang kamu punya teman-teman yang asyik. Ya udah, pergilah. Yang penting aku tahu kamu perginya sama teman-teman yang beres. Bukan ama anak-anak yang suka tung-turung-tung-tung *sambil meniru gaya orang dugem*

This guy…
This guy worth the wait and worth every heartbreak which leads me to him.

Alhamdulillah.

View on Path