2015 in review

Alhamdulillaaaaah!

Senang juga lihat ini. Jadi semakin semangat nulis.

Asisten statistik WordPress.com menyiapkan laporan tahunan 2015 untuk blog ini.

Berikut ini kutipannya:

Aula konser di Sydney Opera House menampung 2.700 orang. Blog ini telah dilihat sekitar 39.000 kali di 2015. Jika itu adalah konser di Sydney Opera House, dibutuhkan sekitar 14 penampilan terlaris bagi orang sebanyak itu untuk menontonnya.

Klik di sini untuk melihat laporan lengkap.

365 Tulisan 2014 #94: Mimpi Green Day

Semalam mimpi nonton konser Green Day pas depan panggung.

(Izin nyomot foto dari sini)
(Izin nyomot foto dari sini)

Pas depan Billie Armstrong juga.

Billie Joe Armstrong (Izin nyomot dari sini)
Billie Joe Armstrong
(Izin nyomot dari sini)

Pas selesai konser, gw wawancara Billienya. Dia baik, ramah, bisa bahasa Indonesia, dan maunya dipanggil dengan sebutan ‘Baim’.
Begitu udah ngobrol panjang lebar, minta tanda tangan, foto selfie, gw baru sadar ternyata yang gw ajak ngobrol dari tadi tuh Baim Wong!!!

Baim Wong (Izin nyomot dari sini)
Baim Wong
(Izin nyomot dari sini)

Mimpi yang aneh….

#365Tulisan2014

View on Path

Disini Kita Berjumpa Vol. 5

Disini Kita Berjumpa (DKB) adalah ajang nongkrong bareng tahunan anak-anak kampus IISIP Jakarta. Di DKB, keriaan muncul dari band-band yang membawakan musik, tawa selalu berderai karena dipancing oleh MC yang sangat paham aib dari masing-masing hadirin yang datang, dan silaturahmi kembali terjalin setelah skripsi dan kerjaan membatasi waktu untuk tetap berkomunikasi.

DKB diprakarsai oleh geng kampusnya Si Punk Rock. Karena dulu kami beda geng dan kemudian gw disibukkan dengan deadline kerjaan, gw jadi nggak tahu-menahu soal DKB ini. Gw baru tahu soal ajang seru-seruan ini setelah diajak sama Si Punk Rock ke DKB Vol. 4 di sebuah kafe di Jalan Veteran tahun lalu. Waktu itu gw datang ke sana sebagai pacarnya Si Punk Rock. Tahun ini Si Punk Rock mengajak gw ke DKB sebagai istrinya (yihuuuu!)

Si Punk Rock membawa gw kembali ke kampus. Ke orang-orang yang dulu nggak jaim gw ajak miskin bersama. Ke orang-orang yang benar-benar menjadi teman lo secara tulus tanpa ada embel-embel apa pun.

Ini dia foto-foto DKB Vol. 5 di Borneo Beer House pada hari Sabtu, 26 Oktober lalu. Berhubung foto ini gw ambil pake kamera hape, jadi harap maklum yak kalau agak nge-blur dan gelap ūüėÄ

Begitu gw sampe, badn metal Scarabeus Saccer ini lagi bersiap manggung
Begitu gw sampe, band metal Scarabeus Saccer ini lagi bersiap manggung
Lanjut sama band The Khe-Q
Lanjut sama band The Khe-Q
Gw senang banget bisa ketemu adik gw si Agam! Di rumah jarang ketemu, malah ketemunya di DKB
Gw senang banget bisa ketemu adik gw si Agam! Di rumah jarang ketemu, malah ketemunya di DKB
Ini band Kwa. Vokalisnya itu Hanum yang tak lain adalah pacarnya adik gw. Suaranya dia bagus banget! bagi yang suka band-band akustik, pasti suka Kwa.
Ini band Kwa. Vokalisnya itu Hanum yang tak lain adalah pacarnya adik gw. Suaranya dia bagus banget! bagi yang suka band-band akustik, pasti suka Kwa.
GamelanOink langsung membakar suasana. Keliatan nggak Si Punk Rock yang mana?
GamelanOink langsung membakar suasana. Keliatan nggak Si Punk Rock yang mana?
GamelanOink bikin hadirin jadi pogo dan stage dive. Sampai-sampai ada satu orang khusus yang dudukin monitor biar nggak ketendang-tendang. tapi semuanya tetap aman terkendali kok.
GamelanOink bikin hadirin jadi pogo dan stage dive. Sampai-sampai ada satu orang khusus yang dudukin monitor biar nggak ketendang-tendang. Tapi semuanya tetap aman terkendali kok.
DKB selalu ditutup dengan karaoke terbuka bersama-sama. Si Punk Rock langsung maju nyanyi Anarchy In The UK-Sex Pistols
DKB selalu ditutup dengan karaoke terbuka bersama-sama. Si Punk Rock langsung maju nyanyi Anarchy In The UK-Sex Pistols

Lima Hari Lagi

Kemarin Si Punk Rock manggung. Padahal dia kurang tidur.

Tapi dia tetep niat. Dia pasang gel di rambutnya biar rambutnya klimis. Padahal dia kan anak punk. Kok anak punk klimis sih? Tapi gw akuin dia terlihat rapi dan cakep, hihihihi

Sebelum bandnya, Gamelan Oink, manggung, band The Borstal yang membuka acara. Crowdnya masih sepi. Dia sebagai salah satu panitia merasa nggak enak karena kok gigsnya sepi begini. Akhirnya ia pun manggil crowd via Twitter akun @gamelan_oink. Setengah jam kemudian, gw ngeliat studio JC’AAARRGH Rock House itu mulai didatangi cowok-cowok berkaos band Gamelan Oink.

Wow…

Gw masih suka terkesima dengan ‘kemahsyuran’ band Si Punk Rock. Secara kuping gw yang terbiasa dengan musik mainstream ini masih susah nemuin kerennya bandnya yang gedumbrangan itu.

Begitu gw bilang ke Si Punk Rock, “Guila, sejak kamu tweet, jadi banyak yang datang.”

Si Punk Rock hanya senyum biasa doang. Seolah-olah itu hal remeh yang tidak perlu ia banggakan. Hih! Dia nyadar nggak sih kalau dia itu punya pengaruh ke banyak orang?

Ya sudahlah, gw dan Si Punk Rock pun melanjutkan nonton The Borstal main sambil senderan di dinding. Sesekali Si Punk Rock nanya, apakah jambulnya masih berdiri rapi? Masih kok…

Tahu-tahu ada cowok berambut keriting panjang yang mabok berdiri di samping gw. Dia nonton sambil berusaha deket-deket gw. Si Punk Rock merasa aneh, dia pun ngerangkul gw biar nggak terlalu deket sama orang itu. Tahu-tahu si orang mabok itu ngeplak tangan Si Punk Rock.

Si Punk Rock masih berusaha diam aja. Orang mabok dan pogo rusuh itu adalah hal yang biasa terjadi di gigs punk. Tapi ngeplak tangan orang itu nggak biasa.

Tahu-tahu si orang mabok itu berusaha deket-deket lagi. Gw mulai merasa ada perubahan emosi di diri Si Punk Rock. Dia nyingkirin gw ke posisi kirinya yang aman dari orang itu, lalu Si Punk Rock pepet orang itu sambil nanya, “Lo kenapa sik?”

Si orang mabok bilang kalau dia pengen kenalan sama Si Punk Rock. Lalu dia mulai meracau nggak jelas. Yah, namanya juga orang mabok. Si Punk Rock berusaha ngeladenin walau air mukanya udah beda.

Gw melihat orang-orang di sekeliling kita matanya udah nggak ada yang ngeliat ke aksi panggung The Borstal lagi. Mereka semua ngeliatin ke arah Si Punk Rock. Mereka sepertinya juga baru pertama kali ngeliat Si Punk Rock bete begitu dan mereka juga agak takut untuk mendekati dia.

Gw mendengar suara Si Punk Rock mulai tinggi, “Iya, terus lo maunye ape? Lo minum apa sik?”

Si orang mabok meminta-minta maaf ke Si Punk Rock sambil meracau kalau dia lagi galau lah atau apalah gitu. Dia mengulang omongan minta maafnya berulang kali tapi nggak pergi-pergi. Ini bikin Si Punk Rock makin spaneng.

Si Punk Rock biasanya nggak pemarah begini. Dia pasti kecapekan karena kurang tidur, makanya kesel ama orang mabok kayak gini. Gw mulai narik-narik Si Punk Rock. Gw takut kalau Si Punk Rock berantem. Si Punk Rock nurut, terus balik nonton dengan muka agak bete.

Si orang mabok pergi.

Setelah The Borstal selesai main, beberapa orang di sekitar kami yang tadi nontonin nanya ke Si Punk Rock, “Kenapa sik dia, Kul?”

Si Punk Rock menjelaskan sekilas sambil berusaha ketawa kalau dia juga nggak ngerti. “Abis mabok rese.”

Oke…

Nah, sekarang giliran Gamelan Oink yang main, nih. Langsung banyak penonton yang tadi nongkrong-nongkrong di bawah pada naik untuk nonton. Oalah, Gamelan Oink ini beneran terkenal ya? Maafkan tunanganmu ya, Punk Rock -__-!

O-oh… Si orang mabok yang tadi datang lagi.

Gamelan Oink mulai main. Si Punk Rock yang tak lain sang vokalis langsung mengeluarkan teriakan-teriakannya.

Dan langsung ada 3-4 orang yang pogo rusuh., yang rupanya mereka adalah temannya si orang mabok tadi -__-!

Mereka stage dive dadakan sampai Si Punk Rock agak kelempar-lempar mundur. Gw deg-degan. Pogo rusuh dan stage dive nggak beraturan ini udah biasa sih di gigs punk. Tapi masalahnya, Si Punk Rock moodnya lagi nggak oke karena kecapekan. Gw bisa melihat kalau dia nggak suka sama crowd stage dive yang satu ini.

Gamelan Oink main lagu demi lagu. Sampailah ke lagu terakhir yang dibuka dengan omongan Si Punk Rock yang bilang begini…

“Lagu ini buat bajingan-bajingan jelek kayak lo. Ini dia Ugly Bastaaaaaaard!” kata Si Punk Rock sambil nunjuk langsung muka si orang mabok tadi.

Waduh, Si Punk Rock marah beneran ini, sodara-sodara…

Hokeh…Gamelan Oink udah selesai main.

Kami semua langsung ke bawah buat dapat udara segar. Baju Si Punk Rock basah. Dia buka baju terus nongkrong di parkiran motor. Sesekali dia ngobrol sama anak-anak punk di sana.

Tahu-tahu si orang mabok itu datang lagi. Ya Tuhan….

Dia mau minta maaf lagi sama Si Punk Rock. Meracau nggak jelas.

Si Punk Rock bener-bener habis kesabarannya sampai ia teriak, “Udah sik! Sana lo ah!”

Si orang mabok pergi lagi. Gw agak kasian sih ngeliatnya. Kasian karena dia nggak sadar apa perbuatannya karena dia mabok. Kasian karena besok mungkin dia nggak akan ditemenin lagi sama anak-anak punk, cuma gara-gara pada suatu malam ia mabok dan rese.

Orang-orang di sekitar Si Punk Rock berusaha ngademin Si Punk Rock dengan becandain dia, “Dia mau minta cium kali tuh, hahahahaha…” Si Punk Rock berusaha senyum, walau gw tahu dia bete banget.

Pas dia udah mulai agak adem, gw datang deket dia. Gw lap-lap keringat yang masih ngucur di dahinya. Gw berusaha kipas-kipasin sambil senyum-senyum. Gw nggak tahu harus bilang apa. Takut salah ngomong karena dia moodnya lagi naik-turun. Jadi gw senyum-senyum aja.

Nggak berapa lama kemudian, kami memutuskan untuk pergi cari makan di sekitar situ. Kami jalan bergandengan tangan. Terus Si Punk Rock bilang…

“Maaf ya, aku tadi bete.”

“Iya nggak apa-apa. Aku sebenarnya takut kamu berantem. Kamu emosian karena kamu kecapekan. Kamu belum tidur dari semalam.”

“Aku tuh tadi bete karena dia rese dan dia berusaha deket-deket sama kamu,” kata Si Punk Rock lagi sambil manyun.

He? Jadi permasalahannya itu tokh? Gara-gara dia berusaha deket-deket gw? Oalaaaah….. Gw nggak nyangka dia segitu cemburunya. Tapi gw seneng , sih. Cuma gw gengsi aja nunjukinnya. Jadi gw bilang gini ke Si Punk Rock..

“Iya, kayaknya dia naksir aku deh.”

Si Punk Rock nahan gemes ngeliat gelagat sok cakep gw.

Dia pun bilang…

“Eh sayang, jambulku masih berdiri rapi nggak?”

Ah elah… -___-!

Konser Incubus 26 Juli 2011

(Repost dari blog yang lama: 9 Agustus 2011)

(Tulisan gw yang ini bikin orang Promosi kantor gw di-complain sama kliennya. Tapi mau gimana dong. Gw kan hanya nulis fakta. Peace!) 

Minim Penonton, Maksimal Aksi

Ada mitos yang berkembang bahwa penonton konser Indonesia itu hanya antusias pada saat konser pertama. Jika si musisi luar negeri itu datang untuk kedua kalinya, pasti respon yang didapat tidak sebesar yang pertama.

Melihat konser Incubus Selasa (26/07) kemarin, dengan berat hati kita harus mengakui bahwa itu bukan sekedar mitos belaka. Karena memang di konser kedua kalinya setelah tahun 2008 lalu ini sepi oleh penonton.

Area festival Istora Senayan yang didaulat menjadi venue hanya terisi setengah, tribun tengah terisi tiga per empat, dan tribun sayap kiri-kanan hanya diduduki sedikit di sana-sini.

Padahal band yang terdiri dari¬†Brandon Boyd¬†(vokal),¬†Mike Einziger¬†(gitar),¬†Jose Pasillas¬†(drum),¬†DJ Chris Kilmore¬†(keyboard dan¬†turntable) dan¬†Ben Kenney¬†(bass) ini memenuhi janjinya untuk membawakan konser yang seru kepada penonton Indonesia. Hal itu mereka sampaikan pada konferensi pers yang diadakan sehari sebelumnya di hotel Ritz-Carlton Mega Kuningan. Band asal California, Amerika Serikat ini mengatakan bahwa alasan utama mereka datang kembali ke Indonesia adalah karena antusiasme fansnya yang sangat besar. ‚ÄúPada konser yang sebelumnya,¬†semua orang bernyanyi bersama begitu kencang sampai kami tidak bisa mendengar suara musik kami sendiri,‚ÄĚ ujar Mike.¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†

Sayangnya di konsernya kali ini tidak ada begitu banyak penonton untuk diajak bernyanyi bersama. Tapi itu tidak membuat Brandon CS berkecil hati dan memberikan aksi yang asal-asalan. Mereka memenuhi janjinya untuk tampil maksimal. Dari cara Brandon bergoyang, terlihat sekali kalau ia menikmati panggung dan penontonnya yang sebagian besar adalah Incunesia, yaitu fan base Incubus di Indonesia.

Meski yang terlihat paling menikmati panggung itu adalah Brandon, tapi anggota Incubus lainnya juga terlihat senang bisa bermain kembali di Indonesia. Mereka saling melempar senyum dan bersalaman setiap mengakhiri lagu.

Penonton yang tidak banyak itu juga sepertinya juga sangat menikmati semua lagu yang disuguhkan. Lihat saja aksi penonton saat lagu Megalomaniac dijadikan sebagai lagu pembuka. Penonton langsung berjingkrak bersama mengikuti hentakan kencang dari lagu tersebut. Kemudian diikuti oleh lagu Wish You Were Here yang membuat penonton bernyanyibersama.

Kita harus berterima kasih pada¬†lighting¬†yang ciamik. Karena panggung yang kosong dan tanpa¬†multimedia artwork¬†itu jadi ‚Äėramai‚Äô berkat sorotan lampu yang berwarna-warni. Sang lighting¬†juga berjasa untuk menularkan semangat kepada penonton. Soalnya sistem tata cahaya ini sudah diset sedemikian rupa untuk mengikuti hentakan dan mendramatisir tiap lagu.

Meskipun kedatangan Incubus kali ini sebagai rangkaian tur promo album baru mereka yang berjudul If Not Now, When?, namun band yang sudah bermusik selama 20 tahun ini tetap memanjakan penonton dengan membawakan banyak lagu-lagu lama. Seperti Consequence, Anna Molly, Pardon Memenjadi lagu yang berada di urutan awal untuk dibawakan. Sedangkan lagu-lagu di album ketujuhnya sendiri menyusul belakangan. Tidak lupa mereka membawakan lagu Adolecents dan Promises, Promises sebagai hit single dari album terbarunya.

‚ÄúYou guys having a good time tonight?‚ÄĚ tanya Brandon dari atas panggung. Serentak satu Istora Senayan menjawab ‚ÄúYeaaaah!‚ÄĚ Mendengar jawaban yang penuh semangat, Brandon berlutut dan mengepalkan tangannya sebagai bentuk ucapan syukurnya. ‚ÄúThank you for coming back,‚ÄĚ ucapnya lagi. Terima kasih Incubus karena telah menyuguhkan konser yang keren!

 

Setelah dibaca lagi sekarang:

-Gw ingat betapa gw jatuh cinta sama Brandon Boyd yang bernyanyi di atas panggung.

Brandon Boyd
Brandon Boyd

-Gw juga ingat betapa band ini memang keren. Gw senang dan merasa beruntung bisa liputan konser yang satu ini.

-Satu lagi yang bikin konser ini tidak terlupakan, yaitu setelah berita konser ini terbit, orang Promosi kantor gw saat itu berkeluh kesah kalau tulisan gw bikin mereka dikomplen sama pihak promotor konser. Soalnya tulisan gw negatif dengan memaparkan betapa sedikitnya penonton¬† yang datang kala itu padahal media gw adalah media partner. Itulah salah satu nggak enaknya kerja di media di Indonesia. Kami, orang redaksi, masih harus berkompromi sama urusan kayak beginian. Tapi gw sampai sekarang nggak nyesel nulis yang memang apa adanya. Maaf kalau gw bikin repot anak Promosi gw saat itu, tapi memang begitulah seharusnya jurnalis bekerja ūüôā

 

Konser Terakhir Mocca 15 Juli 2011

(Repost dari blog yang lama: 29 Juli 2011)

Demi Melepas Arina


Jumat (15/07) lalu menjadi konser terakhir band Mocca. Band asal Bandung ini memutuskan untuk vakum untuk jangka waktu yan
g tidak ditentukan. Semua karena Arina sang vokalis dipinang oleh pria berkebangsaan Amerika. Pernikahan yang akan berlangsung September mendatang di Long Beach, California itu membuat adik dari Dewi Lestari ini harus menetap di negeri Paman Sam selama minimal dua tahun agar bisa memperoleh green card.

Maka dengan berat hati diselenggarakanlah konser terakhir Mocca sebagai bentuk perpisahan Arina kepada fansnya yang biasa ia sebut sebagai Swinging Friends. Pada pukul 20.20 WIB para Swinging Friends yang berdatangan dari berbagai penjuru kota di Indonesia dan beberapa negara tetangga hadir memenuhi Hall A Basket Senayan. Acara yang direncanakan mulai pada pukul 20.00 WIB itu sempat mundur sekitar setengah jam. Awalnya ini membuat penonton mengira sebagai bagian dari acara. Tapi begitu konser dibuka dengan kabaret dari Bosmat SMA 7 Bandung ini, kita akan langsung menyadari bahwa panitia memang sepertinya kurang persiapan.

Konsep kabaret dengan tema Annabelle & The Music Box ini terkesan percuma. Sudah sewajarnya para Swinging Friends lebih ingin melihat aksi Arina cs., karena ini konser terakhirnya. Bukan melihat akting anak-anak SMA menari sambil lipsync lagu-lagu Mocca.

Syukurlah ada Ade Paloh & Mondo dari Sore, Endah & Rhesa, Float dan White Shoes & The Couples Company yang hadir bergantian dan membuat kita lupa dengan kabaret yang sibuk mondar-mandir berkeliling panggung. Bergantian mereka bernyanyi bersama dan mengiringi Arina. Seperti yang dilakukan Endah & Rhesa berduet menyanyikan lagu Me & My Boyfriend.
Ketidakrapihan panitia dalam menyelengg
arakan acara ini juga begitu terasa. Penonton bisa melihat para crew panggung dan tim dokumentasi acara berlalu-lalang seenaknya di atas pentas. Sehingga sangat mengganggu keindahan di mata penonton. Minimnya koordinasi panitia juga sempat dikeluhkan oleh Soleh Solihun dan Ringgo Agus Rahman yang menjadi storyteller atau MC pada malam itu. Di sela-sela becandaan mereka yang mengocok perut penonton, tersisip kritik terhadap panitia yang kerap kurang tepat dalam memberi arahan acara.

Namun setiap kita mendengar suara bening Arina, semuanya terasa termaafkan. Sepertinya semua orang setuju, bahwa wajar saja band yang juga terdiri dari Indra (drum), Rico (gitar) dan Toma (bass) memutuskan untuk vakum begitu ditinggal Arina. Karena memang vokal bening nan kekanak-kanakan dari perempuan bernama asli Arina Ephipania Simangunsong inilah yang menjadi nadi dari band swing itu. Semua lagu-lagu hit Mocca seperti I Remember, Do What You Wanna Do, Lucky Me masih berhasil membuat penonton bernyanyi bersama.

Begitu persembahan kabaret yang dipisah menjadi tiga segmen itu selesai, Mocca hadir kembali untuk membawakan lagu tambahan. Di sela-sela itu Arina menyelipkan cerita-cerita perjalanan Mocca dan hubungannya dengan masing-masing personil band yang terlibat di pada malam itu. Di sinilah baru terasa aura konser yang selama ini dinanti penonton. Yaitu konser intim dan hangat yang membuat penonton semakin merasa dekat dengan hidup band yang berhasil membuat radio-radio di seluruh Indonesia jadi menerima lagu Indonesia dengan lirik bahasa Inggris ini.

‚ÄúKami tidak menyangka, awalnya hanya dari kos-kosan di Sadangserang kami berempat, gitu ya, tiba-tiba sekarang ditonton sama kurang lebih dua ribu orang. Terima kasih banyak!‚ÄĚ ujar Arina dengan logat Sundanya yang kental. Ia kemudian membawakan lagu nasional Tanah Air. Ia mengaku kalau lagu itu baru terasa maknanya begitu ia tahu ia harus pidah ke Amerika Serikat. Yang ia tidak tahu adalah¬† dua ribu penonton yang hadir pun ikut merinding karenanya.

‚ÄúTerima kasih banyak atas semua perhatiannya selama ini. Sudah dengerin Mocca. Ada yang mengoleksi CD atau mungkin hanya sekedar nge-download atau beli bajakan, nggak apa-apalah. Pokoknya kami sangat bersyukur banyak orang yang menghargai karya kami selama ini. Saya akan sangat merindukan kalian semua,‚ÄĚ ujar Arina dari atas panggung. Konser pun ditutup dengan lagu Life Keeps On Turning. Penonton lalu memberikan standing ovation. Arina pun menangis karena tak kuat menahan haru sambil memeluk anggota band Mocca lainnya.

Setelah dibaca lagi sekarang:

-Harusnya di blog ini ada foto-foto oleh Wahyu AP, fotografer Koran Jakarta yang jadi teman liputan gw waktu itu. Sayangnya perpindahan blog ini membuat foto-foto itu nggak ikutan pindah alias hilang T__T

-Gw ingat betapa anak-anak reporter waktu itu kecewa dengan penyelenggaraannya yang kurang rapi. Dan banyak yang kaget bahwa konser terakhir itu tidak begitu terasa karena konsep yang menurut kita semua nggak pas dengan momentumnya.

-Tapi ya, Arina sekarang itu udah balik ke Indonesia, lho. Dan waktu itu gw pernah dengar Mocca udah manggung dan aktif lagi. Padahal waktu itu katanya dua tahun di Amrik dulu. Hmm… :-/

-Tapi mau bagaimana pun juga, gw suka banget sama band yang satu ini. Mereka berkarya secara serius dan niat.

 

Coca-Cola Dan Musik

(Repost dari blog yang lama: 4 April 2011)

(Tulisan ini gw bikin untuk ikutan lomba penulisan Coca-Cola. Alhamdulillah menang! ^__^ )

Coca-Cola dan Musik

Apa hubungannya sebuah minuman dengan musik? Seharusnya tidak ada. Minuman adalah masalah kebutuhan biologis manusia yang biasa kita sebut dengan dahaga dan musik adalah masalah hiburan. Lalu kenapa sekarang¬†Coca-Cola¬†sangat gencar mengedapankan musik di setiap kampanyenya? Belum lama ini minuman berlambang warna merah ini malah juga dengan berani ‚Äėmenodong‚Äô band¬†Maroon 5¬†untuk menulis lagu dalam waktu 24 jam. Bayangkan, Maroon 5 ditodong sama sebuah minuman!

Namun pasti minuman kola ini adalah sosok yang baik hati dan telah banyak jasa kepada¬†Adam Levine¬†CS. Soalnya band yang melantunkan lagu¬†She Will Be Loved¬†itu dengan suka rela merekam dan menyiarkan aksi ‚Äėpenodongan‚Äô tersebut ke seluruh dunia. Dan ia juga mengajak perwakilan dari seluruh dunia untuk ikutan terlibat dalam pembuatan lagu tersebut.

¬† Saya sempat melihat perwakilan dari Indonesia ada di situ. Terlihat sosok jurnalis musik bernama¬†Soleh Solihun¬†serta musisi¬†Endah ‚ÄėEndah & Rhesa‚Äô¬†ikut rekaman bersama band asal California, Amerika Serikat itu di London, Inggris. Walaupun mereka dan beberapa perwakilan dari Asia lainnya hanya kebagian merekam bagian tepuk tangan, tapi tampang mereka direkam dan tampil di seluruh dunia,¬†man! Jika istilah ‚Äėgo international‚Äô punya tolak ukur yaitu dilihat jutaan pasang mata dari seluruh dunia, maka mulai saat ini¬†Agnes Monica¬†boleh ketar-ketir. Karena ia punya saingan baru, yaitu Soleh Solihun dan Endah ‚ÄúEndah & Rhesa‚ÄĚ tadi.¬†

  Tapi itu tidak menjawab apa hubungan yang sebenarnya Coca-Cola dengan musik. Sampai sekarang saya pun tidak tahu apa jawabannya. Cuma saya masih ingat, sejak saya masih kecil, minuman yang selalu saya pesan kalau ke restoran ini punya iklan dan jingle yang selalu menarik.

¬† Jadi begini, berkat pekerjaan ayah saya, saya harus menjalani masa kecil di berbagai negara. Salah satunya adalah di Malaysia. Waktu itu saya masih sembilan tahun. Saya ingat, setiap mau hari raya, baik itu Idul Fitri, Natalan, Imlek sampai Deepavali maka muncullah iklan Coca-Cola di teve.¬†Jingle-nya sungguh¬†catchy. Liriknya kalau tidak salah menyebut kata-kata seperti, ‚ÄúTiba waktunya kita berhari raya‚Ķ.Segarkan suasana dengan Coca-Cola.‚ÄĚ Itu yang dalam versi bahasa Melayunya. Namun, lirik dan bahasanya selalu berubah sejalan musim perayaannya. Jadi, kalau sedang memasuki musim Imlek, maka iklan Coca-Cola itu berubah jadi bahasa Mandarin dan lagu serta gambar di layar teve diberi sentuhan oriental yang melambangkan Imlek. Dan ketika memasuki musim Deepavali, maka iklannya pun berubah menjadi bahasa India, dan seterusnya.

¬† Apa pun bahasa dari iklan tersebut, saya selalu menunggu iklannya. Karena saya suka dengan¬†jingle-nya. Saya menonton teve dan menyanyikan¬†jingle¬†itu bersama adik saya yang kala itu masih balita. Dari iklan Coca-Cola, saya jadi bisa bernyanyi dalam bahasa Mandarin dan India, saat itu. Andaikan saya masih ingat semua liriknya, pasti akan jadi sesuatu yang membanggakan. Saya kan jadi punya alasan yang kuat untuk menulis ‚Äėbisa berbahasa Mandarin dan India‚Äô di CV saya. Sayang, saya sudah lupa semua liriknya.

  Walaupun saya masih lumayan ingat jingle-nya sampai saat ini, tapi please, jangan pernah menyuruh saya menyanyikan jingle tersebut lagi sekarang. Percayalah, versi bahasa Mandarin dan India itu terdengar lebih menyenangkan dibandingkan versi yang keluar dari pita suara saya.

  Waktu kian berlalu. Usia saya bertambah. Saya berpindah tempat lagi karena pekerjaan ayah saya menuntut untuk seperti itu. Tapi kemana pun saya pergi, tidak ada belahan dunia yang tidak tahu Coca-Cola. Sampailah saya kembali ke tanah air dan Coca-Cola tetap masih setia hadir menyodorkan kesegarannya.

  Saya kadang suka geli sendiri dengan iklan-iklan dari Coca-Cola. Soalnya iklannya terus berinovasi dan membuat sesuatu yang baru. Dan iklan-iklannya selalu berhasil membuat sebuah jingle, jargon atau trend tersendiri. Saya yakin itulah yang diinginkan tim marketing Coca-Cola. Yaitu membuat kita selalu ingat dengan minuman yang punya panggilan sayang Coke ini. Tapi bagaimana mungkin kita bisa lupa dengan Coca-Cola kalau ia tidak pernah absen dari kehidupan kita sehari-hari? Kalau diibaratkan dengan hubungan asmara, maka Coca-Cola adalah pacar yang terlalu baik sampai kita tidak punya alasan apa pun untuk minta putus darinya. Coca-Cola sudah menjadi bagian dari hidup kita semua.

  Tapi itu masih belum menjawab apa hubungannya Coca-Cola dengan musik! Iya, saya tahu itu. Saya dari tadi nulis ngalor-ngidul karena saya masih belum bisa juga menemukan hubungannya. Tapi marilah kita lihat dengan sudut pandang seperti ini, jika musik punya tujuan untuk menghibur, maka Coca-Cola jelas-jelas ingin terlibat di dalamnya.

  Coba ingat-ingat, apa yang terbersit dalam benak kita ketika kita menyebut nama minuman yang satu ini? Selain haus, ada dua kata yang terbersit di otak saya. Yaitu kesegaran dan optimisme. Saya berani jamin bahwa kesegaran yang kita lihat di iklan-iklan Coca-Cola itu bukan hanya isapan jempol. Keluarga saya, terutama ayah saya, selalu menanamkan bahwa jika kami butuh kesegaran, terutama setelah kepanasan, minumlah Coca-Cola dingin. Dan tradisi itu masih dilakukan oleh ayah saya sampai sekarang. Sedangkan optimisme, saya rasanya bisa melihat hal itu lahir dari kesegaran yang kita rasakan setelah meminum Coca-Cola. Optimisme itu hanya bisa hadir setelah kita punya pikiran yang jernih atau segar kembali.

  Dari situ saya berkesimpulan kalau Coca-Cola pengin menjadikan kesegarannya sebagai pintu masuk kita menuju optimisme. Lalu dimana hubungannya dengan musik??? Nah, itulah kerennya Coca-Cola! Ia seperti sangat bisa membaca pikiran kita bahwa optimisme tidak cukup untuk membuat kita bergerak maju. Dibutuhkan semangat untuk membuat kita mau bergerak. Dari mana semangat itu bisa kita dapatkan? Tentu saja musik!

  Musik adalah nasehat yang selalu bisa kita dengar di saat seluruh wejangan di dunia terasa memuakkan. Musik adalah penyampaian perasaan di saat perlakuan dan perkataan tidak cukup untuk menyuarakannya. Musik adalah teman yang yang selalu memberi kita kata semangat di saat semua orang seperti yakin bahwa kita akan gagal.

  Kita semua sangat sadar betapa musik sangat melekat dengan diri kita. Makanya Coca-Cola melakukan pendekatan musik agar kita tertular dengan optimisme dan semangat perubahan positif yang memang menjadi niatnya sedari awal. Ini bukan hanya sebuah kampanye agar minumannya lebih laris. Tapi ini tentang mengajak kita semua untuk bangkit dan menjalani hidup dengan positif. Itulah hubungan yang sebenarnya Coca-Cola dengan musik.

  Saya yakin beberapa dari anda yang membaca tulisan ini akan mengaggap saya terlalu berprasangka baik dengan Coca-Cola. Saya tidak akan membantah atau berusaha menepis anggapan yang sudah terlanjur ada di benak anda. Itu hak anda. Tapi saya akan tetap berpikiran postitif kepada anda semua. Karena saya sudah tertular semangat untuk tetap positif yang sudah tertanam sejak saya masih kecil berkat minum Coca-Cola. Cheers!

 

Adisti Daramutia

Reporter Majalah GADIS

Setelah dibaca lagi sekarang:

-Alhamdulillah tulisan ini menang kompetisi. Gw pun dapat hadiah jalan-jalan ke Bangkok dan nonton konser Maroon 5 di sana.

-Foto-foto narsis nan pamernya ada di facebook gw. Ini salah satunya sebagai teaser…

Ketakutan Sama N.E.R.D

(Repost dari blog yang lama: 18 Januari 2011)

(Perubahan gaya tulisan di blog ini memang disengaja. Karena blog ini memang ditulis untuk keperluan blog kantor)

Aku mau cerita pengalamanku mewawancarai N.E.R.D.

Masih pada ingat dong kalau 10 Januari 2011 itu N.E.R.D manggung di Istora Senayan Jakarta? Nah, aku dan Mariska alias Uung ditugaskan untuk meliput konser tersebut. Sejujurnya aku itu nggak ngefans sama N.E.R.D tapi juga nggak benci sama mereka. Namun karena ini tugas, maka suka nggak suka aku harus meliput band yang terdiri dari Pharrell Williams, Chad Hugo dan Shay Haley itu.

Seminggu sebelum konser dilangsungkan, hatiku udah mulai cenat-cenut persis seperti kayak yg dibilang SM*SH di lagunya I Heart You. Tapi bedanya, cenat-cenut hatiku di sini bukan karena aku jatuh cinta. Tapi karena takut! Kenapa eh kenapa jadi takut? Jujur aku takut kalau ternyata ada sesi wawancara dengan N.E.R.D.

Pada masih ingat nggak kalau tahun 2009 lalu N.E.R.D hampir aja manggung di Indonesia, tapi dibatalkan tepat sehari sebelumnya karena ada masalah dengan konsernya di Malaysia? Yang aku dengar saat itu, konser mereka di Malaysia dibatalkan karena mereka dianggap terlalu vulgar untuk negeri jiran tersebut. Tapi kenapa malah Indonesia ikut-ikutan dibatalkan? Emang negara kita salah apa???

Sejak itu aku berkesimpulan kalau N.E.R.D itu adalah grup yang anggotanya moody-an. Abis, masa bisa seenaknya membatalkan konser di negara kita? Aku juga sering mendengar selentingan kalau banyak promotor Indonesia yang memang malas mendatangkan musisi rap atau hip-hop. Soalnya Mereka itu biasanya orang-orang yang moody dan suka bertingkah seenaknya. Termasuk membatalkan konser karena alasan-alasan sepele.

Nah, karena pengetahuan-pengetahuan itulah yang membuat aku jadi tambah ketakutan untuk wawancara N.E.R.D. Abis kalau mereka orangnya moody-an banget, bisa-bisa kalau aku salah ngomong sedikit, mereka langsung ngambek dan nggak mau jawab pertanyaanku. Mending kalau dia nggak mau jawab pertanyaanku, kalau dia malah langsung batalin konser karena aku salah ngomong gimana??? Mending batalin konser, kalau dia malah lempar meja ke mukaku karena aku salah ucap gimana??????? Oke, kayaknya yang barusan lebay ya. Mana mungkin ya N.E.R.D lempar meja ke mukaku. Soalnya aku kan jago nangkis. (Eeeeeaaaaaa!)

Yah pokoknya aku takut banget lah saat itu. Syukurlah lima hari sebelum konser, ternyata aku dapat kabar kalau GADIS nggak dapat wawancara sama N.E.R.D. Soalnya pihak N.E.R.D kayaknya nggak punya banyak waktu untuk wawancara. Tentu saja aku lega saat itu. Saking leganya, aku sampai duduk terpekur di mejaku.

Ternyata saat aku duduk terpekur itu, Gilang yang tak lain adalah tim Marketing GADIS melihat ekspresi wajahku. Dia pikir ekspresi wajah terpekur itu adalah ekspresi sedih. Maka Gilang yang kasihan padaku, diam-diam menghubungi pihak promotor konser N.E.R.D dan mencoba membujuk lagi agar aku bisa mewawancarai N.E.R.D.

Maka pada Jumat, 7 Januari lalu, aku pun diberitahu via email oleh Gilang kalau aku mendapat wawancara dengan N.E.R.D!!!! Aura horor tiba-tiba melanda diriku. Untuk lebih jelasnya, perasaanku saat itu adalah seperti melihat hantu Sadako keluar dari tivi, terus dia ngupil, terus dia kejar-kejar aku supaya bisa nempelin upilnya ke badanku. HOROR BANGET KAN!!!!!!!!

Setelah merasa horor, aku kemudian merasa marah banget sama Gilang. Tapi karena niatnya baik banget, maka aku hanya bisa menahan kemarahan itu dalam hati. Aku mendapat email itu Jumat sore. Dan aku akan mewawancarai N.E.R.D Senin, 10 Januari siang. Oke, waktunya terlalu sedikit kalau hanya dihabiskan untuk marah-marah.

Aku hanya punya waktu sedikit untuk mencari-cari bahan pertanyaan via internet. Begitu terkumpul sekitar sepuluh pertanyaan, aku langsung minta Marisa alias Boby untuk mengartikannya ke dalam bahasa Inggris. Aku ogah banget salah ngomong bahasa Inggris di depan N.E.R.D. Bukan ke soal malunya. Tapi lebih ke soal takut mood N.E.R.D berubah kalau dia tahu yang mewawancarai mereka bahasa Inggrisnya nggak oke. Dan Boby selaku Sarjana Sastra Inggris UI dan temanku yang baik, ia pun bersedia membantuku dengan senang hati.

Senin, 10 Januari 2011

Walaupun pertanyaan-pertanyaan canggih sudah ada di tangan, tapi aku masih tetap saja nggak bisa menghilangkan perasaan takutku. Sepanjang¬†weekend, tidurku nggak nyenyak. Sepanjang hari aku hanya bengong dan nganga aja karena grogi. Dan setiap aku solat, aku pasti berdoa sampai nangis untuk minta keberanian dan bimbingan dari Allah SWT. Kayak di sintron-sinetron gitu deh….

Ketika aku sampai kantor, takutku semakin menjadi-jadi. Pada saat istirahat makan siang, aku nggak selera untuk makan. Tapi aku paksakan untuk tetap makan. Karena kalau aku nggak makan, terus badanku kurang energi, terus aku pingsan di depan N.E.R.D, bagaimana aku bisa menangkis lemparannya meja nanti, coba?

Teman-temanku yang lain mencoba memberiku semangat dengan berkata…

Asri: “Udah santai aja. Ingat-ingat aja kalau muka Pharrell itu cakep.”

Yani: “Jangan dipikirin yang jelek-jelek terus. Nanti jadi beneran jelek, lho.”

Ocha: “Ho-oh. Pharrell cakep!”

Uung: “Saya doakan, Pharrell itu akan baik sama kamu.”

Egi: “Emang Farel itu baik, kok! Dulu kan gue udah pernah wawancara dia. Baik banget kok orangnya.”

Aku, Asri, Yani, Ocha, Uung: “Emang Egi pernah wawancara Pharrell???????”

Egi: “Pernah. Farelnya Cinta Fitri kan? Si Teuku Wisnu?”

Aku, Asri, Yani, Ocha, Uung: *GUBRAG!*

Selesai makan siang, aku dan Uung pun berangkat ke hotel Ritz Carlton Mega Kuningan untuk wawancara. Begitu sampai, ternyata udah banyak media yang stand by di sana. Saat itu aku perasaan takutku sedikit berkurang. Soalnya selain ada banyak media yang ikutan wawancara. Aku juga jadi bersyukur aku bisa ikutan wawancara. Soalnya kalau media lain dapat wawamcara N.E.R.D masa GADIS nggak dapat. Gengsi dong!

Aku dan Uung disuruh menunggu sebentar karena ruangan wawancaranya sedang dipersiapkan. Setelah menunggu, aku dan sepuluh media lainnya dipersilahkan duduk di sebuah meja bundar. Karena aku kebagian wawancara, maka aku minta tolong Uung untuk yang jadi juru potret. Sementara itu aku coba berbincang sama teman-teman media yang ada. Ternyata aku baru tahu kalau kami hanya akan dapat waktu wawancara sekitar sepuluh menit. Artinya satu media satu pertanyaan dong?

Ya udahlah ga apa-apa. Aku pun berdiskusi sama teman-teman media lain agar kita bertanya secara bergantian aja biar semuanya dapat jatah bertanya. Teman-teman media lain pun setuju dengan usul tersebut.

Perundingan kami sempat terhenti karena ada pihak panitia yang datang menyela. Dia bilang begini.. “Teman-teman media tolong nanti pertanyaannya yang segar-segar aja ya. Soalnya N.E.R.D ini masih capek. Takutnya kalau ditanya pertanyaan yang nggak enak, mereka jadi bete.”

O-oh…… Perasaan horor itu datang lagi.

Dan tidak berapa lama N.E.R.D datang memasuki ruangan. Ternyata mereka hanya berdua. Yaitu Shay Haley dan Pharrell Williams. Katanya Chad Hugo nggak bisa ikutan ke Indonesia. Aku langsung baca bismilah dan membatin, Adis udah nggak ada waktu lagi untuk takut. Orangnya udah datang. Do your job!

Lalu terjadilah apa yang selama ini nggak aku sangka. Pharrell dan Shay menyapa kami dengan ramah dan tersenyum. Aku langsung terpesona melihat senyum manis Pharrell! Seketika aku seperti merasa ada suara¬†Glenn Fredly¬†menyanyikan lagu¬†terpesona…..ku pada pandangan pertama…..

Dan sesi wawancara pun langsung dimulai. Seperti perjanjiannya, tiap media menanyakan satu pertanyaan. Dan ketika sampai pada giliranku, aku pun berhasil menanyakan pertanyaan dengan lancar dengan kadar perasaan gugup yang jauuuuuh berkurang. Dan Pharrell selaku¬†frontman menjawab pertanyaanku dengan jelas dan berbobot. Pharrell selalu menjawab pertanyaan dari wartawan dengan melihat langsung ke mata sang penanya. Dan hal itu juga ia lakukan padaku. Oh Tuhan, hatiku langsung berdebar kencang. Seketika aku mendengar lagu¬†RAN¬†yang liriknya begini….¬†Ku rasa ku tlah jatuh cinta…..pada pandangan yang pertama…..¬†

Dan yang makin bikin aku nggak nyangka lagi adalah, Pharrell bertanya begini setelah ia selesai menjawab pertanyaanku…

“Did my explanation answered your question?”

Ya ampuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuun! Dia perhatian banget siiiiiiiiih! >______<

Lalu aku bilang begini….

“Actually I have another question, if you don’t mind?”

“Oh okay.”

Lalu aku tanyalah pertanyaan selanjutnya. Aku tahu sih aku udah berbuat curang dan tidak sesuai perjanjian yaitu satu media hanya akan menanyakan satu pertanyaan aja. Karena waktunya mepet. Aku tahu sih mungkin ada beberapa teman-teman media yang kesal dengan tindakan nekatku. Tapi ampunilah aku yang sedang jatuh cinta sama Pharrell ini…. Mengertilah perasaanku….

Dan karena tindakan nakalku, benar saja baru sampai ke wartawan yang ketujuh, waktunya sudah keburu habis. Bodyguard N.E.R.D yang badannya super gede pun datang untuk mengusir kami secara halus. Tapi kau tahu apa yang dilakukan sama Pharrell????? Dia malah menyuruh bodyguard-nya untuk pergi.

Hold on. Hold on. Let them finish their each question,” kata Pharrell dengan gaya sangat¬†cool.

Omaygaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaat!!!!! Aku pengin pingsan rasanya karena nggak bisa menahan kebaikan hati dari PhaYang—> ini adalah panggilan mesraku untuk Pharrell. Artinya Pharrell Sayang.

Singkat cerita, masing-masing media berhasil menanyakan pertanyaan mereka. Panitia nggak memperbolehkan kami untuk foto bareng sama N.E.R.D. Karena waktunya udah mepet banget dengan konferensi pers. Tapi Pharrell nggak meninggalkan meja sebelum menyalami kami semua. Sempat ada pikiran kalau aku pura-pura pingsan saat itu, kira-kira Pharrell akan menangkapku dan memelukku nggak ya? Tapi begitu melihat bodyguard-nya yang badannya super gede itu, entah kenapa aku merasa itu bukan ide yang bagus.

Aku dan Uung meliput konferensi pers tersebut. Di situ Pharrell menjelaskan ke seluruh khalayak media kenapa pada tahun 2009 N.E.R.D batal manggung ke Indonesia. Ternyata saat mereka lagi manggung di Malaysia, begitu mereka turun panggung pihak berwajib Malaysia langsung menahan pasport mereka. Dan mereka diboyong ke penjara. Karena lagu-lagu mereka dianggap vulgar dan tidak sopan. Mau nggak mau, mereka pun membatalkan konser mereka di Indonesia pada saat itu.

Oooh, ternyata begitu tokh duduk perkaranya….

Konferensi pers selesai. Karena konsernya masih beberapa jam lagi, maka aku dan Uung pun memutuskan untuk menunggu di kantor aja. Sesampainya di kantor, teman-teman di kantor langsung bertanya soal wawancara itu. Aku pun menjawab dengan berbunga-bunga kalau kini aku jatuh cinta sama Pharrell Williams yang tadinya begitu aku takuti ^_^

 

Setelah dibaca lagi sekarang:

-Oh Phayang…..

-Meskipun dulu aku tergila-gila ama Phayang, namun kini hatku telah tertawan oleh Si Punk Rock. 

-Kangen liputan lagi -___-

-Kangen wawancara musisi luar negeri -___-

Ini cuplikan N.E.R.D. konser di Jakarta. Video milik Katya Talanova

 

Di Konser James Blunt

(Repost dari blog yang lama-22 Mei 2008)

Rabu, 21 Mei 2008
Tenis Indoor Senayan 22:00

Di konser James Blunt yang lagu-lagunya membuat orang terlena, semua orang meneriakinya dengan gemuruh setiap James Blunt menyelesaikan sebuah lagu. Ada yg berteriak histeris karena tak percaya idolanya sedang berada di depan mata, ada yg berteriak untuk memberi penghargaan kepada James Blunt karena ia bermain dgn apik, ada juga yg berteriak seru krn tertular hawa massa yg bergairah.

Dan ada juga yg berteriak “EN-DO-NE-SIA!” selayaknya yg diteriakkan oleh suporter Uber Cup yang baru saja berlalu.

Sontak orang-orang didepan si peneriak menoleh untuk mencari sumber teriakan yg tidak matching itu. Ada juga yang menertawakan si peneriak. Si peneriak pun tertawa-tawa saja untuk menutupi rasa malunya….

Dalam hati, si peneriak berkata “Emang salah ya kalo gw begitu mencintai bangsa ini?”

 

Setelah dibaca lagi sekarang:

-Yup, that’s me. Guilty.