Review: Diary Of A Wimpy Kid

(Repost dari blog yang lama: 6 Juli 2009)

 

Category: Book

Genre: Comic & Graphic Novels

Author: Jeff Kinney

Rate: 4 out of 5

Judul: Diary Si Bocah Tengil

Penulis: Jeff Kinney

Penerbit: Atria, 2009

Buku ini merupakan buku harian Greg Heffley, seorang cowok yang baru masuk SMP. Di buku ini ia menceritakan usahanya supaya populer di sekolah, mulai dari ikut mencalonkan diri sebagai bendahara OSIS, bikin komik sekolah, sampai pura-pura membebat tangannya seolah-olah terluka berat. Di buku ini Greg juga menceritakan pertemanannya dengan Rowley, sahabatnya yang diam-diam suka ia perlakukan dengan semena-mena. Tentu saja pada akhirnya Greg kena batunya. Walaupun buku ini bukan komik, tapi tiap halaman buku ini terdapat gambar yang memvisualisasikan cerita keseharian Greg yang lucu. Siap-siap tersenyum-senyum sendiri pas baca buku ini.

 

Setelah dibaca lagi sekarang:

-Buku ini ada empat seri kalau nggak salah. Gw baru baca sampai seri kedua.

-Gw suka dengan buku ini soalnya tokoh utamanya anti hero yang cenderung nyebelin gitu. Tapi sisi pelajaran moralnya banyak.

-Sejak ada buku ini, jadi ¬†banyak buku remaja yang menyelipkan gambar di tiap halamannya. Banyak juga buku remaja yang ‘meniru’ gaya penulisan ala diary gini.

Review: 20th Century Boys

(Repost dari blog yan lama: 16 Februari 2009)

Category: Books

Genre: Comics & Graphic Novels

Author: Naoki Urasawa

Rate: 5 out of 5

Gw paling malas baca atau nonton segala sesuatu yang bersambung, soalnya mereka akan mneinggalkan kita dengan rasa penasaran. Makanya ketika gw diceritakan dan direkomendasikan soal komik ini sama Uliel, hal pertama yg gw tanya adalah “lo punya buku semua serinya sampe abis ga?” Dia pun mengangguk. Maka gw bacalah komik-komik itu….. O iya, ada satu hal lagi yang mendorong gw buat baca komik ini, yakni komik ini adalah hasil karya dari pengarang sama dari komik Monster, yang menurut gw adalah komik terkeren yg pernah gw baca.

Komik ini menceritakan tentang Kenji dan teman-temannya ketika SD pernah bercita-cita jadi penyelamat dunia dari serangan virus mematikan. Khayalan pada masa kecil itu ia tuliskan dalam buku ramalan buatan mereka sendiri. Tahun berganti tahun, Kenji dan teman-temannya beranjak dewasa dan menjalani kehidupan masing-masing. Tahu-tahu Kenji menyadari kalau ada orang yang mencoba menghidupkan khayalan masa kecilnya dengan menyebarkan virus sama persis seperti yang ia tulis dulu.

Yang gw suka dari komik ini:

-Konfliknya kompleks dan ga biasa

-Naoki Urasawa harus diancungi jempol dalam menggambarkan emosi manusia dalam komiknya

-Nggak klise (kata siapa pahlawan itu selalu orang yang bertubuh kekar dan jago segalanya)

-Nggak ada tokoh yang sia-sia

-Fiksi yang realistis banget

 

Yang gw ga suka dari komik ini:

-Dari 22 serinya, ternyata no 19-nya punya Uliel hilang!!!!! Aaarrrrgh!!! Dasar pembohong! Gw sempat uring-uringan karena penasaran, tapi setelah gw dikasih tau ada website Mangashare.com yang bikin kita bisa baca via online, dosa Uliel pun terhapuskan….

-Endingnya gantung banget. Tapi tak usah khawatir, soalnya ada sambungannya 21th Century Boys, yang tentu saja gw baca di Mangashare.com krn udah ga bisa menahan rasa penasaran

Info:

-Konon katanya versi film dari komik ini udah ada di Jepang lho

Setelah dibaca lagi sekarang:

-Komik ini keren banget! Tapi jangan pernah minta gw untuk menceritakan ulang, karena gw lupa. ABis ceritanya kompleks dan berliku banget. Susah juga mau ceritainnya gimana.

-Uliel sekarang lagi kuliah di Negara Kangguru. Udah lama banget nggak ketemu Uliel. Jadi kangen………… (sama oleh-olehnya).

-Saat ini gw lagi baca komik karangan Naoki Urasawa lainnya, yaitu Pluto. Ceritanya lagi-lagi kompleks namun menyentil kemanusiaan. Kali ini gw bacanya di Kissmanga.com. Baca komik lebih enak di sini. Soalnya tinggal scroll ke bawah doang. Nggak perlu klik ke halaman berikutnya dan nungguin loading.

Review: Embroideries

(Repost dari blog yang lama: 3 Desember 2008)

Category: Book

Genre: Comic & Graphic Novel

Author: Marjane Satrapi

Rate: 4 out of 5

Buku ini seperti khasnya karya-karya Marjane Satrapi lainnya: lucu, nyindir, dan berwawasan.

Setelah membaca buku pinjaman ini, gw jadi pengen beli. Karena banyak banget hal-hal yang bisa memodernkan pemikiran wanita dari membaca buku ini. (Secara gw tuh cewe kolot banget hahaha) Walau kadang-kadang caranya ga banget ya………

Setelah dibaca sekarang:

-Gw masih jadi cewek kolot di dunia modern. Yang entah bagaimana itu dilihat Si Punk Rock sebagai sikap berprinsip? Masa sih? Padahal gw cuma kolot aja, hahahaha

-Banyak bagian dari buku ini masih terpatri di otak gw. Soalnya buku ini memang bagus. Terutama tentang bagaimana ia menceritakan ‘keterbukaan’ perempuan dalam keterkungkungan.

-Gw menyarankan perempuan untuk baca ini.