Jadi Ibu Itu…

Gw emang udah sering dengar bahwa jadi ibu itu nggak gampang. Jadi ibu itu capek. Jadi ibu itu harus banyak bersabar.
Jadi ibu harus banyak berkorban.
Jadi ibu itu badan lo jadi banyak sakit dan linu di sana-sini.
Jadi ibu itu jadi nggak bebas bergerak lagi.
Jadi ibu itu kurang tidur.

TAPI KENAPA NGGAK PERNAH ADA YANG BILANG KE GW BAHWA JADI IBU ITU BERPOTENSI MAKANAN LO AKAN DIKENTUTIN BAYI? KENAPA? KENAPA??

ūüĎÜūüĎÜūüĎÜkzl nasi rames bungkus gw dikentutin Kriby. Padahal lagi lapar-laparnya karena nonstop nyusuin doski. Pengen marah ke doski, tapi bocahnya lagi demam.
Jadi emak begini amat sih yawlah…

View on Path

2015 in review

Alhamdulillaaaaah!

Senang juga lihat ini. Jadi semakin semangat nulis.

Asisten statistik WordPress.com menyiapkan laporan tahunan 2015 untuk blog ini.

Berikut ini kutipannya:

Aula konser di Sydney Opera House menampung 2.700 orang. Blog ini telah dilihat sekitar 39.000 kali di 2015. Jika itu adalah konser di Sydney Opera House, dibutuhkan sekitar 14 penampilan terlaris bagi orang sebanyak itu untuk menontonnya.

Klik di sini untuk melihat laporan lengkap.

Racun Era Digital

Waktu kecil guru ngaji gw pernah cerita bahwa ketika syaiton diusir dari surga karena nggak mau hormat ama Nabi Adam, ia pun bersumpah bahwa ia akan menggoda anak cucu Nabi Adam sampai akhir zaman.

Dan kini tiba waktunya gw kena godaan syaiton laknat tersebut.

Kena godaan apa, Dis? Judi?

Dih, sorry lah yaw!

Narkoba?

Cuih! Sory ye, gw anaknya ogah ngerusak badan dan otak.

Miras?

Maap ya, tenggorokan ane kaga doyan begituan. Bisanya minum teh manis anget.

Jadi kena godaan apa dong? Lipstik Lime Crime?

Euh…. Agak menggoda sih itu. Tapi nggak kok, bukan itu godaannya.

Godaan yang gw hadapi adalah media sosial!

Gw ingat pada awal muncul ya medsos, semua orang sepertinya memosting dengan riang. Semua senang karena sekarang ada wadah untuk mencurahkan apa yang mereka rasakan, mereka lihat, ataupun mereka dengar. Karena medsos begitu menyita waktu dan perhatian manusia, maka si syaiton pun melihat celah untuk melancarkan aksi godanya. Ia pun mengubah medsos sebagai wadah untuk pamer dan menyemai iri serta dengki.

Nah gw kena taburan irinya tuh. Kadang-kadang juga bisa ampe jadi dengki. Gw yang sekarang ini bisa dikatakan kegiatan gw hanya seputaran tiga petak kontrakan gw yang makin hari makin terasa sempit nan gerah, pas buka medsos jadi iri sama teman-teman yang berada di hawa sejuk AC kantornya. Kalau Kriby rewel atau nangis, gw jadi iri sama teman-teman gw yang lagi liburan dan menikmati me time mereka. Kalau gw lagi ada deadline kerjaan dan mepet, gw jadi iri sama teman-teman yang bisa mengerjakan tugas-tugas mereka dengan tenang tanpa harus terdistraksi ataupun membelah diri untuk mengerjakan tugas-tugas rumah tangga. Kalau gw lapar, belum sempat masak, dan Kriby lagi nggak bisa ditinggal (iya, jadi ibu yang mengurus anaknya sendirian tanpa bantuan baby sitter itu bisa membuat lo jadi susah makan karena nggak ada waktu buat makan), gw jadi iri liat postingan teman-teman gw yang lagi makan di restoran hits di sana-sini.

Gw iri lah pokoknya.

Gw pikir ini adalah penyakit yang gw doang yang ngalamin. Ternyata pas gw cerita ke salah satu sahabat masa kecil gw, si Astapiluloh, dia pun mengalami hal yang sama. Kok bisa? Dia kan anak horangkayah. Punya mobil, tinggal di rumah bagus (rumah orang tuanya sih, tapi rumahnya bagus dan ada ART yang siap membantu), karier oke, istri cantik nan pintar. Lalu apa lagi yang dia irikan?

Ternyata apa yang terjadi di hidup orang lain tidak seindah permukaanya. Di balik kekayaan yang gw lihat, ternyata si Astapiluloh lagi mati-matian cari uang untuk anaknya. Anak lelakinya yang lucu itu terlahir prematur sehingga segala perkembangan tubuhnya terlambat dan butuh perawatan khusus. Istri udah resign dari pekerjaannya yang menjanjikan demi mengurus anak mereka. Dia sendiri sedang mengalami karier yang agak mandek karena ia terlalu banyak izin untuk membantu perawatan anaknya.

Ya ampun, ternyata…

“Sekarang bayangin perasaan gw pas ngeliat postingan teman-teman gw yang sekarang udah punya rumah di Cilandak, kariernya melejit, kalau liburan ke Bali nginepnya di hotel mewah bukan hotel ala kadarnya,” curhatnya waktu itu via Whatsapp.

Astapiluloh juga membenarkan bahwa istrinya mengalami godaan medsos yang sama. Gw jadi tambah nggak enak hati sama si Astapiluloh. Soalnya gw jadi ingat perkataan Si Punk Rock dan seorang teman cowok gw yang sudah berstatus suami seseorang mengenai perasaan cowok tentang keluhan istri. Ternyata ya bu-ibu, para suami yang sayang sama istrinya itu suka sedih kalau mendengar keluhan istri. Misalnya, “Pah, tadi Mamah naik angkot gerah banget, deh. Keringetannya sampai seember bisa buat nyiram padi.”

Ucapan tersebut yang masuk ke telinga dan hati suami yang baik adalah “Ya ampun… Istri gw kegerahan naik angkot. Kenapa sih gw nggak bisa beliin dia mobil. Pilunya hati ini…”

atau

“Ayah, masa tadi di TV Chef Gogon Ramsei bikin fruit cake dari buah aprikot. Kayaknya enak, tapi pasti itu mahal.”

Ucapan tersebut yang masuk ke telinga dan hati suami yang baik adalah “Ya Allah… Istriku kelaperan nonton TV.¬†Kenapa sih dia laperan mulu? Kenapa sih dia nggak kenyang dengan makan semangkuk bubur ayam?”———> Waaaaaah! Ini sih suami songong dan ngerasa ganteng macam Kiwil. Ceraikan saja suami macam ini ya bu-ibu.

Balik ke perihal Astapiluloh, sepanjang gw mengenal, dia adalah suami yang baik. Walaupun dia nggak ngomong, gw yakin dalam hati ia sedih ketika mengetahui istrinya pun kena godaan medsos.

Jadi emang bener ya pepatah¬†bijak bahasa Inggris yang suka diposting quote itu lho. Kayak yang ini lho…

(Izin nyomot dari Google)
(Izin nyomot dari Google)

Hal itu membuat gw berpikir dalam. Setelah gw ingat-ingat kembali, ternyata hidup gw di kontrakan tiga petak yang makin hari makin sempit karena banyak barang ini juga nggak jelek-jelek amat. Gw malah sekarang yakin banyak juga yang iri dengan melihat postingan medsos gw. Ya gimana mereka nggak iri, gw itu kan…

-punya suami yang baik dan sayang banget sama gw. Karena gw tahu ada di antara mereka yang menikahi orang yang mereka cintai tapi tidak mendapat balasan cinta yang sama besar.

-punya suami yang humoris yang selalu bisa bikin gw ketawa setiap hari dan mempermudah segala komunikasi di antara kami. Karena gw tahu di antara mereka ada yang diberikan kelimpahan materi oleh pasangannya, tapi ia nggak bisa bertukar pikiran dengan pasangannya.

-punya anak yang lucu dan sehat (sehat-sehat terus ya, nak. Bunda love u beud!). Karena gw tahu di antara mereka ada yang sedang mengorbankan apa pun agar anaknya sehat. Bahkan sebagian dari mereka ada yang sedang berusaha mati-matian hanya semata-mata bisa punya anak.

-punya kulkas yang isinya tidak kekurangan bahan makanan, kompor, panci, dan wajan yang cukup untuk memasaki suami dan anak gw. Karena gw tahu di antara mereka ada yang selalu makan di restoran enak, padahal yang sebenarnya mereka inginkan adalah dimasakin oleh pasangannya.

-punya motor yang buluk karena jarang dicuci, namun selalu gw-Si Punk Rock-Kriby kendarai dengan riang. Karena gw tahu di antara mereka ada yang punya mobil yang nyaman, tapi hanya diam-diaman ketika dikendarai bersama pasangannya.

 

Eh kalau gw terusin listnya bakal panjang banget, nih.

Intinya sih, jangan salahkan teman-teman lo posting apa di medsos. Mereka nggak pamer, mereka hanya menjalani hidup mereka. Maka dari itu, lo jalani lah hidup lo juga. Meskipun hidup lo apa adanya banget, lo nggak akan pernah tahu bahwa apa yang lo punya itu bisa dikatakan sebagai keberuntungan bagi orang lain.

Kalaupun teman-teman lo emang niat pamer di medsos, itu artinya ada sesuatu dalam hidup mereka yang ingin mereka tutupi dengan cara mengalihkan perhatian kita. Dan biasanya hal-hal yang mereka tutupi itu nggak akan bikin lo iri sama sekali.

Medsos bukan racun. Tapi cara kita mengolah informasi atau postingan di medsos itu bisa jadi racun. Inga-inga, itu adalah si syaiton lagi mencoba menggoda lo. Tiap kali lo merasa tergoda, ulangi mantra pengusir syaiton yang pernah ditulis oleh teman gw, si Daud Bocah Pintar berikut…

The devil is whispering but I’m not listening…

 

Iri

Saya dinasehati ketika saya bilang iri terhadap¬†teman-teman yang masih bekerja dan mengukir prestasi, sementara saya di rumah mengurus anak…

“Yang kamu rasain saat ini (ngurus anak di rumah) adalah melihat anak kamu di golden age-nya. Momen itu akan hilang ketika anak kamu udah menginjak usia dua tahun.

Selama ini orang hanya mengukur kebahagian melalui materi. Seperti ‘udah punya rumah di mana’, ‘mobilnya apa’, padahal pas kamu punya semua itu nggak jaminan juga kamu akan bahagia.

Saya hasil nyicil-nyicil jadi bisa punya kendaraan roda empat. Tapi yang saya dapat apa? Tiap keluar rumah, udah macet. Saya jadi stres di jalan. Kalau kayak begini, mendingan saya tinggal di gunung dan nggak punya apa-apa! Yang penting nggak stres.

Istri saya kerja, walaupun sebenarnya saya lebih suka dia di rumah bersama anak. Tapi mau bagaimana? Biaya hidup di kota besar ini mahal. Ya mau nggak mau dia harus kerja.

Karena saya merasa bahwa waktu saya bersama anak itu sangat kurang, saya sampai bikin perjanjian sama anak-anak saya, ‘Sampai besar nanti kita tetap temenan (tidak bertengkar atau bermusuhan) ya. Sampai aku mati, kita tetap temenan ya’. Itu adalah perjanjian yang paling mengena di hati dan di hidup saya.”

-Agung, cameraman Kompas TV, berambut putih-

View on Path

Ulang Tahun Kriby Yang Pertama!

Saya salah satu orang yang menganut paham bahwa bangun pagi di hari Minggu itu haram. Namun demi Kriby, saya bangun pagi dengan riang, belanja ke warung, lalu masak nasi kuning dengan senang.

Selamat ulang tahun Kriby! We sama bapak u cayank nget ma u ūüėėūüėėūüėė – with Wahyu

View on Path

Ulang Tahun Icha Yang Berkesan

Ini teman gw, namanya Clarissa. Biasa dipanggil Icha.

Ini Icha. Cewek berdarah Manado-Chinese.
Ini Icha. Cewek berdarah Manado-Chinese.

Pada tanggal 23 Juli 2015, Icha berulang tahun yang ke-30. Beberapa minggu sebelumnya, Icha Whatsapp gw nanya soal balon hurup dan angka yang pengen dia beli untuk perayaan ulang tahunnya. Dari ngobrolin balon sampailah kita pada obrolan konsep ulang tahun Icha yang beda dan baru gw ketahui. Yaitu merayakan ulang tahun di panti jompo. Eits, ini bukan sembarang panti jompo, lho. Ini adalah Panti Jompo Waluya Sejati Abadi yang dikhususkan untuk mantan tahanan politik (tapol). Emang ada ya panti jompo khusus untuk eks tapol? Naaaah, lo pada juga baru tahu kan?

Icha cerita awal mula ia kepikiran untuk merayakan di panti jompo eks tapol ini adalah karena gundah gulana. Menjelang ulang tahunnya yang ke-30, Icha galau akut. Dia merasa kok hidup dia begini amat, jomblo (walau nggak ada yang salah dengan muka dan kelakuannya), pengen liburan, tapi bokek.

Terus gw pikir. Yaelah braging amat. Share sama orang lain aja lah.

Begitu kata Icha ke gw via Whatsapp.

Awalnya Icha kepikiran mau jamming gitu di sebuah panti. Tahu-tahu ia menemukan panti jompo eks tapol ini. Ia pun coba survey ke tempatnya yang beralamat di Gang Kramat V No. 1 C, Jakarta Pusat itu. Sampai di sana ia mengaku mau nangis.

Gw umur 30 ngeluh mulu. Lah mereka, hidupnya direnggut dan mereka masih hidup sampai uzur.

Begitu pengakuan Icha ke gw masih via Whatsapp.

Gw pun jadi penasaran. Gw penasaran dengan panti jomponya, gw penasaran dengan para manula di sana, dan gw pengen hadir di ultah Icha yang tidak biasa ini.

Maka pada hari Sabtu, 25 Juli 2015 pukul 11 (undangannya jam 10 pagi, tapi gw datang telat hehe) gw hadir di ulang tahun Icha dengan memboyong Kriby. (Si Punk Rock tadinya mau ikut, tapi doi harus ngurus pajak motor di galaksi lain alias Bekasi.) Di sana gw lebih banyak mendengar sambil mengamati. Gw pengen ngobrol banyak sama mereka, tapi agak riweuh karena gw harus megangin Kriby yang lagi hobi merambat dan geser kanan-iri di sofa. Kesan pertama adalah mereka itu udah tua-tua ya (ya iyalah! Namanya juga panti jompo!) Tapi setelah ngobrol, mereka itu ternyata masih sehat-sehat dan ingatannya kuat-kuat. Gw ceritain sambil kasih unjuk foto-fotonya aja yak.

 

Yang pakai baju putih itu Papanya Icha. Beliau bukan penghuni panti. Tapi beliau adalah yang paling bersemangat ngobrol dengan para penghuni panti. Soalnya tahun-tahun dimana para penghuni panti itu ditangkap-tangkapin, Papanya Icha baru aja lulus SMA dan suka ngeliat panser lewat-lewat ngangkutin orang-orang yang kemudian diketahui sebagai tapol.  Nah kakek yang disebelah kiri itu sedang menceritakan pengalamannya ditahan kepada Papanya Icha. Ia ditahan semata-mata pada saat Soekarno tumbang, ia masih lantang menyatakan diri sebagai pembela Soekarno.
Yang pakai baju putih itu Papanya Icha. Beliau bukan penghuni panti. Tapi beliau adalah yang paling bersemangat ngobrol dengan para penghuni panti. Soalnya tahun-tahun dimana para penghuni panti itu ditangkap-tangkapin, Papanya Icha baru aja lulus SMA dan suka ngeliat panser lewat-lewat ngangkutin banyak orang yang kemudian diketahui sebagai tapol.
Nah kakek yang disebelah kiri itu sedang menceritakan pengalamannya ditahan kepada Papanya Icha. Ia ditahan semata-mata pada saat Soekarno tumbang, ia masih lantang menyatakan diri sebagai pembela Soekarno.

 

“Dia ini mbek (kambing). Makan sayurnya banyak,” ujar nenek berkacamata sebelah kiri sambil becanda ke teman sebelahnya. Nenek berkacamata itu dulunya wartawan, lho. Ia ditahan karena dia semata-mata pernah ngikutin Soebandrio ke Sumatera untuk liputan. Nenek berkacamata ini dengan lantang menceritakan pembebasan dirinya dan sebagian besar tahanan politik lainnya lantaran Soeharto butuh modal pembangunan. Sehingga mengharuskan ia berutang ke Inter-Governmental Group on Indonesia (IGGI) yakni lembaga pemodal asing bentukan Amerika Serikat. Ketua yang menjabat pada masa itu, Jan P Pronk (berkebangsaan Belanda) akan memberikan bantuan dana ke Indonesia dengan syarat adanya pembebasan tahanan politik. Kejadiannya tahun 1970-an. Di situlah akhirnya sebagian besar tahanan politik dibebaskan. “Jadi bapak-bapak dan ibu-ibu ini dibebaskan justru oleh orang Belanda ya?” tanya Papanya Icha. “Bukan. Kami dibebaskan oleh utang,” jawab nenek berkacamata.

 

"Kami ditangkap pas masih ABG (17-18 tahun). Keluar tahanan udah STW (setengah tuwa)" kata nenek berbaju oranye sambil terkekeh kepada Papanya Icha.  Ia menceritakan kalau banyak dari mereka ditangkap karena alasan sepele. Ia banyak mengenal eks tahanan politik yang ditangkap hanya karena kedapatan masih berkeliaran pada saat jam malam.
“Kami ditangkap pas masih ABG (17-18 tahun). Keluar tahanan udah STW (setengah tuwa)” kata nenek berbaju oranye sambil terkekeh kepada Papanya Icha. Nenek itu ditahan selama 14 tahun.
Ia menceritakan kalau banyak dari mereka ditangkap karena alasan sepele. Ia banyak mengenal eks tahanan politik yang ditangkap hanya karena kedapatan masih berkeliaran pada saat jam malam.

 

Ini masakan Mamanya Icha untuk acara ini. Masakannya enak, lho. Beneran! Nah, apakah Ichanya bisa masak juga? Ah sudahlah, jangan dibahas. Jangan bikin Icha galau lagi...
Ini masakan Mamanya Icha untuk acara ini. Masakannya enak, lho. Beneran!
Nah, apakah Ichanya bisa masak juga? Ah sudahlah, jangan dibahas. Jangan bikin Icha galau lagi…

 

Meskipun mereka tinggal di panti, namun mereka mengurus semuanya sendiri. Tidak ada tenaga bantuan sama sekali.  Makanya mereka jadi suka bagi tugas. Seperti nenek yang sebelah kiri itu tugasnya adalah ke pasar, ke warung, dan ke apotik untuk beli obat. Soalnya dia yang jalannya paling cepat. "Dia jalannya cepat banget, ngalahin becak," kata teman di sampingnya. O iya, nenek mantan wartawati yang lagi mangku Kriby cerita kalau dulu waktu ia masuk tahanan, ia ninggalin anaknya yang baru berumur 4 tahun. Pas dia udah dibebasin, dia sengaja hidup menyendiri nggak bareng keluarganya lagi. "Nanti kalau orang tahu tentang saya (eks tahanan politik), anak saya nggak bisa sekolah dan nggak bisa kerja," jelasnya.
Meskipun mereka tinggal di panti, namun mereka mengurus semuanya sendiri. Tidak ada tenaga bantuan sama sekali.
Makanya mereka jadi suka bagi tugas. Seperti nenek yang sebelah kiri itu tugasnya adalah ke pasar, ke warung, dan ke apotik untuk beli obat. Soalnya dia yang jalannya paling cepat. “Dia jalannya cepat, melebihi becak,” kata teman di sampingnya.
O iya, nenek mantan wartawati yang lagi mangku Kriby cerita kalau dulu waktu ia masuk tahanan, ia ninggalin anaknya yang baru berumur 4 tahun. Pas dia udah dibebasin, dia sengaja hidup menyendiri nggak bareng keluarganya lagi. “Nanti kalau orang tahu tentang saya (eks tahanan politik), anak saya nggak bisa sekolah dan nggak bisa kerja,” jelasnya.

 

Ini Icha  sang birthday girl lagi nyuci piring.  Icha sengaja nyuciin semua piring yang ada, walau dilarang sama para penghuni panti. Tapi Icha keukeuh. Soalnya Icha nggak mau para penghuni panti yang jadi nyuciin semua piring bekas perayaan ulang tahunnya.  Iya, semua kegiatan di panti ini dikerjakan sendiri oleh para penghuni panti. Dari beberes rumah, sampai masak dilakuakn oleh mereka sendiri. Jadi ini seperti kos-kosan yang penghuninya kakek-kakek dan nenek-nenek semua. Masih mau ngeluh tentang ART lo yang mudik Lebarannya kelamaan?
Ini Icha sang birthday girl lagi nyuci piring.
Icha sengaja nyuciin semua piring yang ada, walau dilarang sama para penghuni panti. Tapi Icha keukeuh. Soalnya Icha nggak mau para penghuni panti yang jadi nyuciin semua piring bekas perayaan ulang tahunnya.
Iya, semua kegiatan di panti ini dikerjakan sendiri oleh para penghuni panti. Dari beberes rumah, sampai masak dilakukan oleh mereka sendiri. Jadi panti ini lebih seperti kos-kosan yang penghuninya kakek-kakek dan nenek-nenek semua.
Masih mau ngeluh tentang ART lo yang mudik Lebarannya kelamaan?

 

Ini Alva, Kriby, dan gw lagi mencoba wefie, tapi gagal. Namun kalau kalian perhatikan, dibelakang itu adalah plakat peresmian panti jompo ini oleh Gus Dur. Jujur gw bukan pengagum Gus Dur ya, tapi gw selalu salut dengan kebesaran hati dalam hal kemanusiaan. Mungkin karena Gus Dur itu tidak bisa melihat, makanya dia sellau melihat dengan hati.
Ini Alva, Kriby, dan gw lagi mencoba wefie, tapi gagal. Namun kalau kalian perhatikan, dibelakang itu adalah plakat peresmian panti jompo ini oleh Gus Dur.
Jujur gw bukan pengagum Gus Dur ya, tapi gw selalu salut dengan kebesaran hati dalam hal kemanusiaan. Mungkin karena Gus Dur itu tidak bisa melihat, makanya dia selalu melihat dengan hati.

 

Ini 'rundown' acara kegiatan para penghuni panti setiap harinya.
Ini ‘rundown’ acara kegiatan para penghuni panti setiap harinya.

 

Ini 'hall of fame' para penghuni panti yang pernah dan masih tinggal di situ.  Panti ini bisa menampung sekitar 15 orang. Namun ada yang masih bolak-balik ke keluarganya, jadi nggak melulu stay di situ.  Meskipun keadaan pantinya begitu doang, tapi yang mau masuk situ waiting list, lho.
Ini ‘hall of fame’ para penghuni panti yang pernah dan masih tinggal di situ.
Panti ini bisa menampung sekitar 15 orang. Namun ada yang masih bolak-balik ke keluarganya, jadi nggak melulu tinggal di situ.
Meskipun keadaan pantinya begitu doang, tapi yang mau masuk situ waiting list, lho.

 

Sebelum gw pulang, kami foto bersama lagi dengan seluruh teman Icha yang hadir. Sebenaranya icha mengundang lebih banyak temannya untuk datang. Sayangnya sebagian dari mereka menyatakan 'takut' untuk hadir karena punya kerabat di militer dan kepolisian. Mereka takut kehadiran mereka akan menimbulkan dampak yang tidak diinginkan kepada keluarganya. Nggak apa-apa kok. Sangat dimengerti. Karena itulah perasaan para penghuni panti yang memilih untuk menjauhi keluarganya dengan alasan yang sama.
Sebelum gw pulang, kami foto bersama lagi dengan seluruh teman Icha yang hadir. Sebenaranya Icha mengundang lebih banyak temannya untuk datang. Sayangnya sebagian dari mereka menyatakan ‘takut’ untuk hadir karena punya kerabat di militer dan kepolisian. Mereka takut kehadiran mereka akan menimbulkan dampak yang tidak diinginkan kepada keluarganya. Nggak apa-apa kok. Sangat dimengerti. Karena itulah perasaan para penghuni panti yang memilih untuk menjauhi keluarganya dengan alasan yang sama.

Hikmah yang gw dapat dari ulang tahun Icha: bersyukurlah! Ingat-ingat aja kalimat yang diulang 31 kali di surat Ar-Rahman: Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?

Pada Suatu Hari Saya Sombong

(Repost dari blog yang lama: 11 Juli 2011)

Pada hari Senin, 11 Juli saya memutuskan untuk sombong. Dan saya menyebarkan segala kesombongan saya via Twitter@krilianeh.Berikut kesombongan-kesombongan saya…krilianeh¬†adisti daramutiaselamat pagi!hr ini saya akn tweet sombong smpe jam 8 mlm
krilianeh adisti daramutia
ini hr Senin dan sdh jam 9.30 pg.tp sya msh d bekasi dan blm brangkat k kantor hehehe #sombong
krilianeh adisti daramutia
saya lg sarapan kue black forest yg mrupakan kue ultah@agamjunior kmrn #sombong
krilianeh adisti daramutia
sblm ngantor saya mau luluran dlu ah #sombong
krilianeh adisti daramutia
lulur yg saya pake lulur Bali lho.tp bkn saya yg pergi beli k Bali#Sombong
krilianeh adisti daramutia
From Bekasi heading to office at Sarinah.there is still time.no need to hurry #sombong
krilianeh adisti daramutia
Saya punya iPod yg slalu menemani prjalanan saya ke mana pun.iPodnya gratis lg dr @dellawalasary #Sombong
krilianeh adisti daramutia
Saya punya bibir yg bs mendeteksi kemurnian madu#sombong
krilianeh adisti daramutia
Saya punya rambut yg keriting alami krn ga pernah nyisir#sombong #ehItuSombongGaSih
krilianeh adisti daramutia
Saya drtd ngetweet dr hp KW-nya iPhone.hrga hp ini 3 juta.blm lunas! #sombong #ehItuSombongGaSih
krilianeh adisti daramutia
Kulit saya menghitam krn srg kena matahari siang.untung sya pnya wajah yg ttp kece wlo kulit saya sehitam apa pun#sombong
krilianeh adisti daramutia
Saya slalu berteman sma org yg jujur.soalnya mreka suka blg saya sexy #sombong
krilianeh adisti daramutia
Setiap abis luluran saya jd lbh gmpang keringetan.tp keringet saya jd wangi #Sombong

krilianeh adisti daramutia
Pas Soulnation thn lalu,saya prnh jd inceran Coolio utk diajak tidur.saya ga mau.krn saya lg ga ngantuk #sombong

krilianeh adisti daramutia

Wah tweet #sombong saya disukai sma @ayutami sang peserta Soyjoy.cm saya yg bs bgini! #sombong
krilianeh adisti daramutia
Saya lg naik bis nih.bisnya ber-AC lho.saya dpt duduk pula.yg lain bnyk yg berdiri.tp mreka kan cwo.psti kuat #Sombong

krilianeh adisti daramutia
Pulsa saya masih ad Rp 76502. Tp ga mau saya pake bwt tlpon.krn biasanya saya yg ditelpon #sombong

krilianeh adisti daramutia
Saya punya suara mezzo sopran.tp saya bs nyanyiin smua nada tinggi lagu2nya Gita Gutawa.syang aj bpk saya bkn composer#sombong

krilianeh adisti daramutia

Saya berencana mau beli satu box anggur impor sma@umarbasalamah. Harganya Rp 250rb.dan itu bkn bwt sya.tp bwt Papa.krn saya mampu #Sombong
krilianeh adisti daramutia
Saya br turun di Sudirman.saya lalu disapa ‘hai’ olh cwo tdk dikenal yg pas2an sm sya.saya ga bls.abis ga kenal¬†#sombong

krilianeh adisti daramutia
Sdh jam mkn siang.saya mau mkn salad aj.saya mau beli salad di Ranch Market PP #Sombong

krilianeh adisti daramutia
Saya br aj menyentuh patung¬†@yupiers¬†d Yupiland.pdhl ad larangan ‘dilarang sentuh’ B-)¬†#sombong

krilianeh adisti daramutia
Saya tetap merasa kece dg spatu converse buluk saya di antara hamparan cwe2 yg ber-high heels di PP ini #Sombong

krilianeh adisti daramutia
Saatnya saya menuju ke kantor utk bekerja.lalu menghadiri rapat redaksi jam 2.saya ini org sibuk lho #sombong

krilianeh adisti daramutia
Saya udh sampe kntor.tau2 @faiya minta ditemani mkn.dy mkn nasi rames,saya mkn salad #Sombong

krilianeh adisti daramutia
Saya ga pernah make ato pun ditawari narkoba.krn smua bandarnya udh takluk dg kekerenan saya #sombong

krilianeh adisti daramutia
Si @faiya mkn sambil ngajak saya ngbrol.tp saya tnggepinnya stngah2 krn lg asyik twitteran #Sombong


krilianeh adisti daramutia
Saya kerja dulu ah. Saya kan orangnya profesional #sombong

krilianeh adisti daramutia
Saya rapat dulu ah.Klo bkn saya yg rapat,nanti ga ada yg wakilin lg. #sombong #emangItuTugasLoKalee

krilianeh adisti daramutia
Artikel ttg populasi dunia yg terbit di halaman saya lngsung dpt respon ucapan terima kasih dr BKKBN.pdhl terbitnya hr ini#sombong

krilianeh adisti daramutia
Saya baru aja dibikinin teh hijau sama mbak OB eh OG di kantor #sombong

krilianeh adisti daramutia
Pada nggak tahu kan nama asli Ted Mosby di How I Met Your Mother? Saya tahu dong!Namanya Josh Radnor! #sombong

krilianeh adisti daramutia
saya br aja mematikan keran kamar mandi kantor yg terus mengucur. Saya adalah pahlawan lingkungan #sombong

krilianeh adisti daramutia
Kerjaan saya utk hari ini udah selesai! Skrg saya mau browsing2 bwt menunggu mood pulang #sombong

krilianeh adisti daramutia
Saya punya keluarga yg ga pernah malu akan kehadiran saya#sombong

krilianeh adisti daramutia
saya punya hobi kirim2an post card sama teman saya yg di luar negeri.Spt @mongovei yg lg di Sydney #sombong

krilianeh adisti daramutia

Tuh!Gara2 saya¬†#sombong¬†aja saya jadi punya fans–>@YeahImShandy¬†apalagi klo saya rendah hati,cb??¬†#sombong
krilianeh adisti daramutia
Akun twitter saya di-follow sama artis @erdiANaJI @KuntoAjiW@erwinsaz @jokoanwar @mbakcurcol #sombong (Kak,jgn unfollow ya.Plis!)

krilianeh adisti daramutia
Masa TK, SD dan SMP saya dihabiskan di berbagai negara.krn ngikutin kerjaannya Papa. #sombong

krilianeh adisti daramutia
Saya merasakan euforia Piala Dunia 1998 di negara tuan rumahnya langsung #sombong

krilianeh adisti daramutia
Saya melihat perayaan Hari Kemerdekaan Malaysia setiap 31 Agustus di negaranya langsung slama 4 tahun berturut2#sombong

krilianeh adisti daramutia
Saya merasakan pertama kali bencana gempa dan kudeta pemerintahan di Manila pd tahun 1989 #sombong

krilianeh adisti daramutia
Tapi skrng bahasa Inggris saya udh kurang lancar krn jrg dipake.Ngapain jg pake bhsa Inggris?Org bule dong yg blajar bhasa saya #sombong

krilianeh adisti daramutia
Saya agk ga enak hati dg 3 tweet brusan.krn #sombongbgt.Ini tandanya saya orgnya rendah hati #TetepSombong

krilianeh adisti daramutia
Saya pernah ditawarin mau dibeliin BB dan TV sma cwo yg naksir sma sya.tp sya tolak.krn saya msh mampu beli sndiri#Sombong

krilianeh adisti daramutia
Saya cewek yg berhasil memenuhi smua kebutuhan pribadi saya tnpa hrs minta org tua lg #sombong

krilianeh adisti daramutia
Saya punya kulit yg agk kering.tp ini bkin saya jd jarang banget jerawatan #Sombong

krilianeh adisti daramutia
Saya pernah diterbangkan ke Bangkok dan nton knser Maroon 5 oleh Coca Cola krn kepiawaian saya dlm menulis #Sombong

krilianeh adisti daramutia
Saya skrg dlm prjlanan pulang.saya naik bis kopaja.ga ad ACnya sih.abis saya kasian ga ad yg naikin #sombong

krilianeh adisti daramutia
Tgl 5 menit lg nih tweet #sombong saya berakhir.sombongin ap lg ya?saya takut bkin org lain iri nih #tetepsombong

krilianeh adisti daramutia
Tante saya pernah blg klo saya ini mirip Vira Yuniar¬†#Sombong————–Tweet Sombong Berakhir———Seingat saya segala kesombongan saya itu dimulai jam 10-an pagi. Dan berakhir pada jam 8 malam di hari yang sama.Saat saya bersombong ria, ada beberapa teman-teman saya yang bingung.
Kenapa sih, si Adis tiba-tiba sombong? Rasa penasaran mereka saya jawab tepat pada pukul 8 malam, bersamaan dengan berakhirnya kesombongan saya.

Jadi begini ceritanya….
Beberapa minggu ini saya itu mellow, galau nan gundah gulana. (Mellow kenapa, Dis?) Ada deh! Mauuu tauuu ajah. Yah, pokoknya nggak jauh-jauh dari urusan hatilah. (Lambung dong? Kan nggak jauh-jauh dari hati.) Minggat kau, monolog! Ganggu!

Di saat saya mellow itu, ada satu tema yang nggak bisa lepas dari pikiran saya, yaitu ‘betapa malangnya nasibku’. Dari situ mulailah proses mengasihani diri, merendahkan diri sendiri dan pertanyaan ‘kenapa, Tuhan? KEHNAHPAH?????’ bermunculan.

Saya pun mencoba untuk mengingat-ingat kembali duduk persoalannya. Masalah yang saya hadapi itu sebenarnya udah selesai. Sekarang tinggal rasa sedih sebagai proses penyembuhan aja. Tapi kenapa rasa sedih ini sangat bikin saya rendah diri, nggak pengin makan, nggak pengin mandi, nggak pengin ketawa, nggak pengin kerja tapi pengin terus digaji seperti ini?
Padahal saya ini dulu anak yang ceria, senang bersahabat, rajin mengerjakan PR, suka menolong ibu di dapur dan rajin menabung. Dulu hidup saya ini nikmat-nikmat aja. Kenapa sekarang seperti rendang tanpa penyedap??

Nikmat?

Saya jadi ingat sebuah ayat Al Quran yang menggunakan kata ‘nikmat’ itu. Yaitu…

“Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?”¬†(Ar Rahman ayat 13)

kalau versi bahasa Inggrisnya begini..

“So which of the favors of your Lord would you deny?”

Ayat yang satu ini sering banget ‘menampar’ saya. Dan kali ini ia sekali lagi berhasil membuat pipi saya menghangat karena malu.

Saya pun sadar bahwa saya sudah terlalu merendahkan diri, sehingga nggak keluar-keluar dari lingkaran kesedihan yang bikin mellow-galau-nan gundah gulana. Makanya saya mau menyombongkan diri untuk mnegingatkan kembali tentang ‘betapa beruntungnya diri saya’.

Dan boleh percaya atau tidak, metode sombong yang saya terapkan ini berhasil!

Saya berhasil menyerap kembali semua energi positif yang ada di sekeliling saya. Karena ‘kesombongan’ saya itu membuat saya membuka mata dan melihat kebaikan-kebaikan yang ada di hidup saya.

Memang tidak semua kesombongan saya tulis di Twitter (belum semua??? Itu aja udah banyak banget kalee!) Karena kesombongan yang saya tulis di Twitter itu hanya kesombongan-kesombongan yang besar. Yang tidak saya sangka adalah, hal itu juga memicu saya untuk lebih mensyukuri hal-hal yang kecil. Seperti ketika saya sedang men-tweet sambil berjalan di trotar. Saya jadi bersyukur karena saat itu cerah dan tidak hujan. Karena kalau turun hujan, pasti saya akan kesulitan untuk nge-tweet.

Saya juga jadi menysukuri karena saya harus naik bis dua kali dan menempuh perjalanan selama 1 jam-an untuk menuju kantor. Dengan begitu saya jadi punya banyak waktu untuk men-tweet.

Yah, hal-hal kecil semacam itulah. Iya sih, yang saya syukuri kebanyakan soal kemudahan saya dalam men-tweet. Tapi mengerti maksud saya, kan? Saya seperti merasakan kebahagiaan, rasa syukur dan positivisme seperti di lagu¬†I’m Yours-Jason Mraz saat dia menyanyikan bagian¬†‘Look into your heart and you’ll find that the sky is yours’¬† ^___^

Saya juga mensyukuri respon-respon dari tweet sombong saya. Ternyata saya punya banyak teman yang perhatian dan membaca timeline saya. Padahal tweet saya tidak ada bobotnya -___-!

Tapi sepertinya berkat berbalas-balasan tweet dengan teman-teman saya, yang sepertinya banyak yang kesal karena tweet saya sombong banget, saya jadi bertemu dengan teman lama di kampus. Ia pun menawarkan saya sebuah job. Alhamdulillah! Proyek job itu belum tentu jalan sih. Tapi saya dihubungi seorang teman lama di kampus itu aja udah senang banget. Apalagi dia pakai nawarin job pula! Rasanya seperti dapat THR plus vocer spa di Bali dengan Rafel Nadal sebagai tukang pijetnya!

See! Hal-hal baik suka terjadi kalau kita mau membuka pintu untuk menuju kebaikan tersebut!

Karena metode sombong ini berhasil di saya, maka saya tidak sungkan untuk menyarankan Anda mencoba metode ini. Apalagi kalau Anda suka galau-resah-gelisah. Coba sesekali Anda menyombongkan hal-hal yang ada di diri Anda. Saya yakin sombong dengan kadar yang tepat itu bisa menjadikan diri kita lebih positif dalam menjalani hidup.

-Adisti Daramutia, Sang Penyombong-

 

Setelah dibaca lagi sekarang:

-Apa pulak ‘Sang Penyombong’ itu? Apakah gw ternyata memiliki sedikit jiwa Vickynisasi dalam diri gw? Oh tidaaaaaaaaaaaak!!!

-Iya, gw ingat betapa senangnya gw ketika bikin tweet #sombong ini. Seketika hari gw jadi ceria.

-Gw beberapa waktu yang lalu sempat lupa sih dengan ‘nikmat mana yang kau dustakan’ ini. Kayaknya karena waktu itu gw berada di lingkungan yang tekanan dan kompetitif tinggi. Gw sampai lupa untuk menikmati hari. Akhirnya gw memutuskan untuk keluar dari lingkungan yang nggak bikin gw bahagia itu. Dari situ gw tahu, kalau banyak banget hal yang bisa kita syukuri dan uang sama sekali nggak termasuk di dalamnya. Uang banyak bukan jaminan bakal bahagia. Sejauh ini, gw nggak menyesali keputusan gw itu. Karena gw ternyata memang nggak bahagia berada di lingkungan yang kompetitif. Kompetisi kadang hanya membuat lo lupa diri dan tujuan hidup lo.

Hidup Lo Itu Indah Kalau Lo Tahu Cara Mensyukurinya

(Repost dari blog yang lama: 1 Maret 2009)

Jumat malam gw pulang ke Bekasi dan bergadang buat curhat kegiatan gw selama seminggu sama adik gw. Banyak banget deh yang kita satu sama lain ceritain. Gw sih biasanya cerita soal kerjaan dan soal cowok yg selalu menjadi angan di dunia gw yg jomblo ini. Kalau adik gw biasanyanya sih yang dia ceritain tuh futsal, pelatih futsalnya, teman futsalnya, teman kampusnya yang main futsal, dan pacarnya teman futsalnya. Kadang-kadang diselingi dengan cerita tentang pacarnya yang ga main futsal dan kuliahnya yang baru-baru ini IPnya turun gara-gara main futsal. Hadooooh hadooooh! Makan tuh futsal!

Tapi dari sekian banyak curhatan kita kemarin, ada satu curhat yg gw inget banget. Begini curhatannya…..

“Duit kakak dah abis nih, Gam….” kata gw dengan melas.

“Lha! Mang duit kakak kemana aja? Gaji kakak mang berapa sih?”

“Gaji kakak tuh sekian. Tapi kan gaji kakak dipotong karena kakak minjem uang kantor buat biaya nikahan si Mas. Terus kakak tabungin segini, terus bayar kosan sekian, bayar asuransi sgitu, terus beli pulsa. Jadi cuma sisa sekian. Nah, itu kakak pake buat bayar jalan-jalan sama orang kantor ke anyer.”

“Kakak bodo sih! Beli pulsa banyak-banyak, buat apa coba. Orang pulsa kakak aja blom abis.”

“Yah, Gam! Klo kerjaan kaya kakak itu harus selalu punya pulsa. Sekarang apa-apa kita konfirmasi via telpon.”

“Tapi kalau belom abis ga usah beli. Beli secukupnya ajah. Kakak bodoh! Terus yg mau jalan-jalan ke Anyer itu emang ga bisa dicicil?”

“Bisa. Tapi kakak malas berhutang. Hutang itu bikin pikiran ga tenang.”

“Kakak bodoh!”

“………………………………”

“Terus sekarang sisa duit kakak berapa?”

“Sekian.”

“Terus gimana kakak mau hidup dengan duit cuma segitu selama sebulan?”

“Ga tahu,” jawab gw.

Jujur saat itu gw stres. Gw ga tahu gimana bakal hidup selama sebulan ke depan. Minta ama bokap, gengsi lah yau! Masa udah kerja masih aja nyusahin orang tua.

Keesokan harinya gw dan adik gw diajak ma bokap gw yg dapat undangan untuk nonton langsung taping ulang tahun Kick Andy yang ketiga di Metro TV.  Di acara itu, orang-orang yang pernah tampil di Kick Andy dan memberi inspirasi diberi penghragaan sebagai pahlawan. Dan dari mereka yang mendapat penghargaan gw pun belajar dan sadar.

Bahwa:
РSuster Apung lebih mempedulikan pasien-pasiennya daripada kecantikan dirinya. Dia rela berpanas-panasan di laut hanya demi mengobati pasien. Sedangkan gw di sini yg merasa kulit gw udah item, malas banget kalo di suruh liputan sekolah yang  berpanas-panasan.

– Bidan keliling tetap berusaha tampil cantik dengan pakaian dan make up yg dia punya, padahal yang dia temuin itu hanya ibu-ibu hamil di pinggiran. Itu artinya dia ingin membuat orang lain merasa penting dan dihormati dengan tampil rapi. Sedangkan gw di sini suka bersungut-sungut kalo di suruh tampil lebih rapi sama bokap ketika doi minta gw temenin ke kondangan.

– Para penyandang cacat kaki merasa pede dan bisa menaklukan dunia hanya dengan sebuah kaki palsu. Mereka bangkit dari keterpurukannya dan membangun hidupnya hanya dengan sebuah kaki palsu. Sedangkan gw dari dulu ga pede dengan dua betis gw yang gw nilai terlalu besar dan kekar. Padahal kaki ini sehat dan menompang gw kemana-mana untuk melihat dunia.

Guilllaaaa! Betapa nggak gw bersyukurnya gw selama ini! Memalukan.

Pulang dari acara itu, gw teringat dengan curhatan gw ama adik gw. Kalo saat itu adik gw nanya lagi…

“Terus gimana kakak mau hidup dgn duit cuma segitu selama sebulan?”

Gw akan jawab. “Ga papa kok. Soalnya masih banyak di dunia ini yg bisa bikin kakak hidup selain uang.”

Hidup lo itu indah kalau lo tahu cara mensyukurinya.

 

Setelah dibaca lagi sekarang:

-Gw sama adik gw udah jarang ngobrol. Nggak berantem, kok. Cuma kita sama-sama sibuk aja. Ketemu aja jarang.

-Adik gw juga udah jarang main futsal karena sibuk ama kerjaannya.

-Alhamdulillah di kerjaan gw yang sekarang gajinya nggak pas-pasan. Jadi bisa nabung. Walau ujung-ujungnya jadi abis mulu buat makan sushi.

-Gw juga sekarang punya cara jitu supaya nggak pernah merasa kekurangan lagi ^__^

Monolog

(Repost dari blog yang lama: 22 Februari 2009)

Semakin kita dewasa, kita akan semakin banyak menemukan masalah. Karena menjadi dewasa itu artinya melihat warna dan mencium bau dunia yang sesungguhnya. Dan sayangnya warna dan bau itu nggak selalu menyenangkan. Yang bisa bertahan dengan kenyataan itu ya hanya orang-orang yang ikhlas. Dan keikhlasan itu jugalah yang menandakan klo kita memang udah dewasa.

Nah, seperti yg kita semua ketahui, proses ikhlas itu amat sangat ga gampang! Ada yang berusaha mati-matian untuk ikhlas malah justru bikin kita tambah ga ikhlas, ada juga yg ga tau harus ngapain dan berharap waktu akan mengantarkan keikhlasan itu sendiri.

Dan sepertinya gw termasuk yg tipe kedua.

Shock yang baru-baru aja gw alami ini bikin gw bermata sembab, malas makan, dan terdiam ga tahu harus ngapain. Yang gw tahu, ini akan berlalu dan gw harus kuat. Soalnya kata Mini (sahabat gw)….
“semakin kita menjadi orang baik, semakin banyak pula kita diuji”

Langkah awal gw menuju ikhlas: sadari bahwa apa yg gw hadapi sekarang adalah memang sebuah ujian hidup. Dan jangan coba-coba mempertanyakan kenapa gw mengalami ini.

Terus langkah selanjutnya apa?¬†Ga tau…..

Gw sekarang harus ngapain?¬†Ga tau….

Yg penting gw harus tenang aja dulu. Dengan ketenangan, gw akan bisa mendengar suara hati gw lebih jelas.

Ok, apa yg bikin gw bisa tenang?

Baca buku seperti biasa lo lakukan kalo lo lagi pengen mengalihkan pikiran.

Apa itu bukan berarti gw lari dari masalah?

Masalah lo ga akan kemana-mana. Dia akan tetap di sana menunggu lo untuk siap menghadapinya.

Buku apa yg harus gw baca?

Apa aja yg ada. Pokoknya lo harus baca. Baca apa aja. Dari Stephen King sampai Mario Puzo. Dari kisah bunuh diri Hitler sampai kisah asmara orang Jepang bercinta. Apa aja!

Nah, buku-buku itu udah gw baca. Terus selanjutnya apa?

Baca lebih banyak lagi!

Jadi, berapa banyak lagi buku yang harus gw baca untuk ikhlas?

 

Setelah dibaca lagi sekarang:

-Ini gw tulis pas lagi dapat masalah gitu, deh. Dan sampai sekarang baca buku masih berhasil jadi pelarian gw kalau lagi ada masalah. Setelah nangis kejer nggak membantu, tentunya.

Berdamai Dengan Mantan

(Repost dari blog yang lama: 5 Oktober 2008)

Jadi begini ya, sepanjang gw hidup selama 24 tahun gw punya empat orang mantan.

Yang pertama tuh gw pacaran ma dia pas SMP, jadiannya cuma 2 hari. Huahahahaha! Beneran cuma 2 hari, abis gw ga betah diikutin mulu kemana pun gw pergi. Terus tiap pulang sekolah dia nungguin gw pulang buat pulang bareng. Gw kan pgn balik ma teman-teman gw! Terus gw tau klo dia tuh suka ngerokok! Hiiih jijay! Yah jaman SMP kan ngerokok itu kayanya dah cwo bad boy banget, dan gw kan paling ogah ama bad boy.

Yang kedua tuh pas SMA, jadiannya sebulan gitu deh. Putusnya gara-gara dia lebih akrab ma cewe lain ketimbang gw. Dan puncaknya pas gw ultah dia ga ngucapin! Mendidih rasanya darah ini! Terus putus deh.

Yang ketiga tuh pas kuliah, jadiannya juga sebulanan gitu deh. Pada dasarnya sehari telah jadian ma ni orang gw ngerasa bahwa gw telah salah ambil keputusan. Alias emosi sesaaat. Terus dia juga suka muji-muji teman gw, mungkin itu cara dia supaya bisa dapetin perhatian gw krn gw cuek abis ma dia. Tapi yg ada itu hanya bikin gw tambah ngamuk. Terus putus deh!

Yg keempat pas kuliah juga. Jadiannya pake masuk acara tivi segala (lebay banget!). Jadiannya setahun lebih gitu. Dia cwo pertama tuh yg gw sayang, yg gw bolehin masuk ke rumah, yg dipercaya bonyok gw, yg bikin gw ngerasa beruntung jadi cewek, yg bisa bikin gw nangis cuma gara-gara kangen, dan dia juga cwo pertama yg berani mutusin gw! Huh, dasar slompret! Alasannya klise lagi, “mau konsentrasi kerja dulu” halaaaaaaaaaaah! Sekalian aja bilang mau konsentrasi belajar buat Ebtanas! Tapi apapun alasannya, kita sama-sama tahu klo emang kita ga punya pola komunikasi yg baik, makanya ketika dia mutasi ke Jogja krn kerjaannya, hanya butuh dua bulan untuk membuat kata-kata putus itu tercetus.

Mungkin bagi orang lain, punya daftar mantan cuma 4 orang itu sedikit, cuma bagi gw itu banyak. Karena entah kenapa gw ga bangga punya daftar mantan yg panjang. Padahal dulu nyokap gw pernah nasehatin gw supaya ‘kenallah lebih banyak cwo, jadi nanti kamu tahu lelaki macam apa yg ingin kamu nikahi’. Nasehat dari almarhumah nyokap gw itu keluar ketika nyokap gw ngelihat gw nangis sesenggukan di tempat tidur pas pertama kali putus sama si nomor 4(kita emang sering putus nyambung gitu deh… bodoh ya! Buang-buang energi aja! Nasehat dari gw: klo emang lo melihat ada yg salah dari hubungan lo, segeralah perbaiki. Klo ga bisa, ya udah putus aja. Dan jangan balikan lagi. Percuma beberapa kali kesempatan pun yg lo berikan, tapi kesalahan itu akan tetep ga bisa diperbaiki).
Itu adalah nasehat almarhumah nyokap gw yg selalu gw ingat, tapi itu juga nasehat yg gw ga akan turutin. Abis, gimana dong! Emang gw ga suka punya daftar mantan yg panjang, apalagi bereksperimen dgn cowok.

Nah, tapi ada satu hal yg selalu gw senang dari ke-empat mantan gw itu. Yaitu, kita semua berteman! Malah ada yg jadi sobat kental bgt! Sama yg pertama, karena kita tinggalnya satu komplek, jadi klo ketemu kita pasti nyapa. Dan malah sekarang klo gw ngurusin perpanjangan KTP gw minta tolongnya ma dia, secara bokapnya aktivis birokrasi di komplek gw.

Sama yg kedua, beeeeeeeuuuuuuuh! Kurang CS apalagi coba gw ama dy! Minimal dua hari sekali kita telpon-telponanan. Hanya utk sekedar ngobrol ga jelas, ketawa-ketawa, menghina-dina satu sama lain, curhat gebetan masing-masing, saling menghibur kalo salah satu kita sedih, dll. Pokoknya yg kedua ini benar-benar sahabat yg selalu ada buat gw deh. Pas gw bete gila pas putus ma si no 4, gw telpon si no 2 buat nangis-nangisan. Pas gw berantem ama adik gw yg bikin gw ngerasa ga berguna ampe nangis sesenggukan, dia juga yg menenangkan gw. Terlihat sepertinya hubungan gw ama dia klop bgt ya? Tapi emang begitulah ama gw ama dia. Kita klop dalam hal apapun, kecuali jadi pacar. Dan hubungan gw yg segini klopnya ama dia bisa terjadi karena kita masing-masing dah ga mempunyai perasaan lebih dari teman terhadap satu sama lain. Gw yakin klo gw ama d-ia tanya ama orang “lo berdua pacaran ya?” reaksi kita adalah “huweeeeeeeeeeeeeeeeeek!

Sama yang ketiga, tadinya gw berantem gila ama dia pas putus. Sekarang dia udah nikah n punya anak satu. Gw sempat bete berat ama dia karena kata-kata yg ga enak yg pernah dia ucap. Tapi gw ga munafik, klo gw juga mengeluarkan kata-kata yg sama jeleknya terhadap dia. Dan seiring berjalannya waktu, setelah bertahun-tahun kita ga ada komunikasi dan gw juga ogah nyari tahu tentang doi, dia tiba-tiba telpon bilang klo dia ada di lobi kantor gw (begini nih jeleknya klo kita ga pernah ganti nomor, jadi gampang kelacak ama orang). Pas ketemu ntah kenapa gw dah malas marah-marah dan gw pun menerima dia sebagai teman lama yg udah lama ga ketemu. Dan kita pun ngobrol di warung rokok depan kantor, menghabiskan dua teh botol untuk ngobrol ngalor-ngidul, menceritakan kegiatan selama beberapa tahun belakangan ini, terus tiba-tiba dia nawarin gw asuransi!
Ternyata eh ternyata dia pgn ketemu gw buat memprospek gw utk ikutan asuransinya. Dan gw terima, sih. Asuransi kan investasi. Dan gw punya keuntungan dgn ‘masa lalu yg pernah kita punya’ gw jadi benar-benar mendapat informasi yg sejujur-jujurnya dan dia siap gw tanya-tanya tentang asuransi 24 jam, dan yg paling gw suka adalah kesediaannya mengantar segala berkas-berkas dgn senang hati. Padahal harusnya berkas-berkas itu gw ambil sendiri ke kantornya. Mungkin gw terdengar memanfaatkan, tapi sori-sori maap nih, dia yg nawarin itu semua kok!

Setelah gw sadar klo sama yg no 3 ‘we are fine’, gw merasa PR gw tinggal sama yg no 4. Tapi gw terlalu takut klo usaha gw utk menjaga silaturahmi dgn dia akan beresiko utk¬† membuka luka lama. Makanya gw ga pernah memulai apapun sama dy. Dan itu dibukakan jalannya ketika Lebaran lalu. Dia yg lagi mudik ke sini telpon gw n meminta gw utk ngobrol ma nyokap n kakaknya yg selalu baiiiiiiiiiiiiiiiiik bgt ma gw. (Pelajaran tambahan dari gw: jgn terlalu dekat ama keluarga pacar klo lo ga mau sakitnya dobel krn sakit kehilangan keluarga kedua yg terlanjur lo sayang). Mereka bergantian ngobrol di telpon sambil menanyakan hal yg sama “kapan main ke rumah? kapan? kapan?”
Sumpah gw salting dan gw ga tau mau jawab apa.  Gw coba ngeles kaya bajaj, tapi tetep aja mereka hadang pake panser! Akhirnya gw menyetujui utk datang Lebaran ke rumah dia pada Lebaran ke-empat. Begitu nyampe sana, nggak ada satu pun perlakuan keluarga mereka yg berubah terhadap gw. Padahal gw yakin dgn amat sangat klo mereka tahu klo gw tuh dah putus sama anaknya. Tapi emang dasar keluarga yg baik, bagi mereka yg penting adalah silaturahmi. Dan setelah ngobrol selama 2 jam di rumahnya, gw pun pamit. Hubungan dgn no 4 pun kembali terjalin dgn baik dgn kapasitas yg wajar selayaknya teman.

Dalam perjalanan pulang gw ngerasa lega, karena PR gw udah selesai semua. Akhirnya dgn bangga gw bisa bilang klo hubungan gw dgn mantan-mantan gw adalah damai, aman, sentosa.

Emang bener ajaran agama gw utk selalu menjaga silaturahmi. Dari menjaga silaturahmi dgn mantan aja gw bisa dapat kemudahan bikin KTP, sahabat yg selalu ada, pangawas asuransi, dan keluarga yg menerima gw. Utk bisa dapetin itu semua emang butuh proses yg nggak cepat. Bahkan utk bisa sahabat sekental si no 2 aja gw butuh 2 tahun utk diam-diaman n lose contact dulu.

Dan gw sadar klo segala proses saling menyakiti dan diem-dieman itu adalah memang cara Nya supaya gw bisa melangkah dan mendapat hubungan baik yg sekarang gw miliki.

Lega! Lega! Alhamdulillah lega banget ya 4LLi!

 

Setelah dibaca lagi sekarang:

-Gw udah lama nih nggak ketemu sama yang no 1

-Yang no 2 udah lama juga nggak terdengar kabarnya. Terakhir sih yang gw tahu dia sekarang kerja di Hoka-Hoka Bento.

-Yang no 3 udah nikah. Istrinya melarang berhubungan sama gw. Begitu juga Si Punk Rock yang jadi pacar gw saat ini, menunjukkan keberatan dirinya kalau gw terlalu akrab sama si no 3. Gw yakin bahwa kenyamanan dan keseruan yang dan no 3 miliki membuat pasangan kami masing-masing jadi nggak nyaman. Dan kami pun nggak masalah akan hal itu. Karena kami sayang dengan pasangan masing-masing. Gw nggak tersinggung sedikit pun ketika tahu kalau istrinya si no 3 melarang gw kontak dia. Karena gw cewek. Gw ngerti perasaan cewek kaya gimana kalau melihat pasangan kita lebih nyaman sama cewek lain, entah itu sahabat atau pun saudara sekali pun.

Walaupun ketika pelarangan itu terjadi sempat membuat gw merasa seperti kehilangan salah satu sahabat terbaik gw, tapi ternyata Tuhan memberikan gw Si Punk Rock yang bisa jadi sahabat sekaligus pacar hidup gw saat ini. Gw dapat cowok yang komplit. Yihuuuuuu! Si Punk Rock perokok, sih. Tapi itu nggak mengurangi rasa sayang gw ke dia :-*

-Si no 4 udah nikah. Dia masih coba menjaga silaturahmi dengan sesekali kirim message ucapan Lebaran atau ulang tahun di Facebook. Gw balasnya sekenannya aja. Kayaknya dia nggak bahagia dengan pernikahannya. Oh well..