Nasib Anak Kecil di Era Kamera Digital

Dikirimi foto Gana, keponakan gw, yang tadi pagi ke JungleLand sama sekolah TKnya.

Dia cemberut begini karena, “Gara-gara Mama fotoin terus, Gana nggak bisa main sama kawan-kawan”.

Setelah diperhatikan, teman-temannya pun pada bete semua karena alasan yang sama: nggak bisa main karena difotoin terus sama ibunya.

Gw jadi kasihan…
Atas nama cinta dan dokumentasi, kebebasan anak jadi dibatasi. Beruntunglah kita yang dibesarkan pada era kamera film yang isinya cuma 36 kali jepret.

View on Path

365 Tulisan 2014 Project – End

Ternyata dalam setahun gw cuma bisa menulis 143 tulisan.

Tahun lalu gw memulai proyek 365 Tulisan kayak blogger lainnya. Sebenarnya gw udah telat banget sih memulainya. Blogger lain udah mulai proyek itu dua tahun sebelumnya. Di saat gw ikutan, blogger lain malah udah nggak pakai gerakan itu lagi.

Telat banget gw yak! Apakah ini ada hubungannya dengan gw yang besar di Bekasi? Katanya kan Bekasi itu selalu telat dua tahun. Oooh Tuhan, permasalahan domisili ini sungguh kutukan yang membuat gw nggak bisa hits dan kontemporer *nangis meringkuk di pojokan lemari sepatunya Syahrini. Biar terkesan tajir dikit dan temenannya sama artis*

Sejujurnya gw nggak begitu bangga dengan pencapaian 143 tulisan yang gw hasilkan. Karena itu artinya gw nggak seproduktif yang gw kira. Target gw tuh minimal setengah tahunlah (sekitar 182 hari) gw menulis. Tapi ternyata….

Sebenarnya menjelang akhir tahun gw punya banyak bahan tulisan untuk gw post. Tapi sayangnya modem gw ngadat nan eror entah kenapa. Sedih hati ambo ūüė¶

Tapi ya sudahlah.

Di tahun baru 2015 ini semoga bisa menambah jumlah tulisan gw. Dan semoga handai taulan pembaca sekalian yang budiman tidak bosan membaca blog saya. Makanya rajin komen dong bisa gw makin terpacu buat nulis lebih banyak lagi. Masa iklan penambah besar alat vital mulu yang rajin komen di blog gw. Untung gw masih punya kekuatan iman yang cukup besar untuk ga gw approve semua komen mereka. Soalnya gw nggak punya permasalahan apa-apa dengan alat vital (lah?)

Oke ya? Deal ya?

Siplah.

 

Selamat tahun baru 2015 handai taulan pembaca yang budiman sekalian ^__^

365 Tulisan 2014 #135 : Kolesterol

Kalo Anda menjelang umur 30 dan masih jomblo, maka Anda akan agak takut bertemu ahli ramal. Karena bisa jadi ia membacakan nasib masa depan Anda yang kurang menyenangkan.

Tapi kalo Anda sudah berumur 30, Anda akan agak takut ketemu tukang urut. Karena ia bisa banget membacakan penyakit yang Anda derita. Yang tentunya membuat masa depan Anda terasa tidak menyenangkan.

Iya, saya abis dari tukang urut. Dan katanya saya menderita kolesterol.
Oh seafood…
Oh gulai padang…
Oh kulit ayam…
Riwayatmu kini T__T

(Izin nyomot dari: Webmd.com)
(Izin nyomot dari: Webmd.com)

View on Path

365 Tulisan 2014 #116: Penipuan Jaman Sekarang

GW BARU AJA JADI SASARAN PENIPUAN MODEL BARU. Begini ceritanya…

Barusan ada org nelpon ke rumah bilang “Ibu, anak ibu (keponakan gw) jatoh dari tangga sekolah!”

Gw: Oh ya? Ya udah, sekarang saya ke sana.

Dia: Anak Ibu udah di bawa ke rumah sakit.

Gw: Rumah sakit mana? *mulai curiga*

Dia: Aduh…rumah sakit mana ya? Dia dibawa sama gurunya, ibu Ratmi. Ibu telpon dia aja ya.

Gw: Ok, no telponnya brp?

Dia: 085145654671. Ibu Ratna ya bu.

Gw: Lho?Bu Ratmi ato Bu Ratna ni?

Dia: Ibu Ratih.

Gw: Yeee gimana sih? Kok namanya ganti-ganti terus.

Dia: Telpon sekarang ya Bu.

Gw: Iye. *tutup telpon*

Gw pun langsung nanya ama kakak ipar gw yang tak lain ibu dari keponakan gw. Dia bilang keponakan gw lagi di mesjid dekat rumah. Barusan keponakan gw lewat depan rumah sama rombongan kelas olahraganya menuju lapangan mesjid. (Inilah enaknya sekolahin anak dekat rumah).

Sudah dipastikan yang nelpon barusan itu penipu. Tapi gw iseng aja pengen tahu modusnya lebih lanjut kayak gimana. Makanya gw memutuskan untuk telpon si guru gadungan itu.

Gw: Halo ibu Ratih?

Dia:Ya

Gw: Katanya anak saya jatoh ya?

Dia: Iya ibu. Kepalanya pecah. Dia geger otak. Kayaknya harus dioperasi.

Gw: Hooo gitu… Sekarang dia di rumah sakit mana?

Dia: Rumah sakit Premiere.

Gw: Hooo gitu… Semoga cepat sembuh ya anaknya. Saya lagi jagain anak saya main ni di mesjid.

Dia: …………(hening karena kaget kegep)……….. (lalu dia ketawa kecil)

Gw: *tutup telpon*

Waspadalah! Waspadalah! Makin banyak modus penipuan. Jangan keburu panik dulu yak ūüėČ

View on Path

365 Tulisan 2014 #96: SOTR… Meh….

Dulu waktu jaman saya masih duduk di bangku sekolah, para cowok melakukan eksistensi diri dengan mengedepankan maskulinitas/kemachoan mereka. Makanya pada jaman itu banyak yang tawuran. Karena di sanalah ajang mereka memamerkan kemachoannya.

Namun era tawuran itu lambat laun memudar dengan sendirinya. Semua berkat dua hal:
1. Makin banyaknya produk kosmetik lelaki (yang membuat mereka ganteng tanpa harus membuat mereka merasa seperti bencong). Ini berhasil meredam keinginan anak cowok jaman sekarang untuk tawuran karena jadi malas panas-panasan dan agak ogah punya bekas luka yang susah hilang.
2. Makin banyak media sosial yang membuat mereka bisa eksis tanpa harus berbuat sesuatu dulu agar ‘dilihat’.

Nah, melihat terjadinya lagi tawuran pelajar SMA pas SOTR tadi membuat saya jadi bertanya-tanya…
-Nggak cukup apah media sosial yang ada sekarang bikin lo pada eksis, wahai adik-adik? Masa sih lo pada jadi balik pake cara primitif (tawuran) lagi biar dibilang keren? Tapi melihat kalian SOTR nggak pake helm, saya bisa melihat kalau kalian memang ada keturunan manusia zaman batu. Karena kalian begitu percaya diri naik motor dengan kepala telanjang yang terbuat dari batu itu.
-Apakah kalian perlu dibuatkan petisi agar dimasukkannya kurikulum ‘berpenampilan keren agar ganteng maksimal’ di sekolah kalian supaya teredam emosi sok keren dan sok macho kalian di jalanan pada saat SOTR?
Soalnya kami yang udah lebih tua dari kalian ini nggak melihat ada manfaatnya dari SOTR yang kalian lakukan.
Ini hanya jadi ajang kalian untuk konvoi tengah malam sambil boncengin cewek kelas sebelah yang kalian incer, lalu menyebarkan coretan ‘SOTR’ di dinding-dinding tempat umum persis seperti cara berkomunikasi para guk-guk untuk menandakan wilayah teritorial mereka.

Ingatlah, SOTR itu pernah memakan korban jiwa beberapa tahun yang lalu karena ‘sok macho’ cowok-cowok dengan kebut-kebutan di jalan.

Jangan sampai itu terulang lagi ya adik-adik. Mendingan kalian bantuin ibu kalian masak sahur di rumah lalu posting di media sosial. Saya yakin, tidak sampai seminggu, tingkat kegantengan kalian melonjak drastis di kalangan kaum hawa di sekolah kalian.

#365Tulisan2014

View on Path

365 Tulisan 2014 #89: Kucing Jahanam

Jadi ya, pada suatu hari alarm handphone gw bunyi. Ini pertanda kalau sudah waktunya gw untuk bangun.

Maka gw pun melakukan ritual pagi yang biasa gw lakukan, yaitu ke kamar mandi untuk pipis terus buka jendela kontrakan.

Gw selalu menikmati buka jendela kontrakan. Soalnya tiap buka satu-satunya jendela kontrakan tiga petakan gw ini, udara segar pagi langsung masuk dan bikin hawa jadi sejuuuk. Ini nikmat banget terutama sejak hawa musim panas nan gerah yang beberapa hari ini sudah mulai kita rasakan.

Lalu gw beranjak lagi ke tempat tidur untuk coba bangunin Si Punk Rock. Bangunin Si Punk Rock ini memang agak makan waktu. Soalnya dia kalau udah tidur kebo banget, maklumlah bintangnya Taurus (emang ada hubungannya ya?).

Tips membangunkan orang Taurus yang tidurnya kebo:

-Sadarilah bahwa membangunkannya akan memakan waktu. Jadi harus sabaaar.

-Bangunkan pelan-pelan namun konsisten. Soalnya kalau dibangunin secara kasar atau mendadak, mereka akan mengeluarkan reflek yang tidak diharapkan. Dalam kasus Si Punk Rock, dia akan reflek bergerak menjauh atau mengeluarlkan erangan kasar tanda tidak suka yang bikin kita jadi ngerasa…

 

Gw udah bilang kan tadi kalau membangunkan Si Punk Rock butuh kesabaran lebih? Nah, kadang-kadang saking sabarnya, gw suka menarik nafas dengan teratur sambil merem di samping Si Punk Rock (baca: bobo lagi).

Biasanya sih kalau gw bobok lagi dengan membiarkan jendela kontrakan terbuka, semua aman-aman aja. Tapi tidak untuk hari itu…

Pada akhirnya Si Punk Rock pun bangun, lalu mandi. Gw bangun dari surga duniawi  kasur, terus berjalan ke arah jendela lagi untuk merasakan kesejukan udara pagi. Tapi pantulan cahaya matahari ke lantai kontrakan membuat gw terkesiap. Gw melihat sebuah jejak mungil tepat di sekitaran bawah jendela kontrakan.

“Ini jejak kucing,” batin gw. Jejaknya mengarah ke luar jendela.

Begitu Si Punk Rock selesai mandi, gw ceritakan kecurigaan gw.

“Kayaknya tadi ada kucing yang masuk sini, deh. Lihat tuh, jejaknya.”

Si Punk Rock melongo ke arah yang gw tunjuk. Lalu dia berkata, “Makanya jendela jangan dibiarin dibuka begitu aja.”

“Tapi kalau nggak dibuka ntar gerah.”

Si Punk Rock tidak merespon dan memilih untuk konsentrasi kembali bersiap-siap. Setelah Si Punk Rock rapi dan ready to go, dia pun berkata…

“Kamu megang duit nggak? Bagi aku dong. Aku nggak megang duit sama sekali nih, untuk ntar beli bensin.” (Sejak menikah dengan Si Punk Rock gw memang ditunjuk jadi Menteri Keuangan di¬†rumah tangga ini.)

Gw pun berjalan ke arah tas ransel gw yang ada tergelatak di lantai dekat jendela. Pas gw raih dompet gw di dalam tas… lho, kok basah? Isi tas gw yang lainnya juga agak lembab seperti abis ketumpahan gitu. Tapi ketumpahan apa ya? Gw nggak ninggalin tempat minum di dalam tas ini.

“Tasku kok basah ya? Dompetku apa lagi ni!”

“Artinya tas kamu dipipisin kucing,” jawab Si Punk Rock dengan santai.

Hapaaaaaaaaah!!!!!!

Iya ya? Masuk akal sih. Ini menjelaskan kenapa ada jejak kucing di dekat jendela tadi. Kucing jahanam!

Si Punk Rock lalu memberi gw nasehat bahwa,

-‘kan udah aku bilangin kalau jendela jangan dibuka begitu aja tanpa pengawasan,’

-‘makanya tasnya rajin dicuci dong biar kucing nggak salah kira kalau itu toiletnya,’

-‘nurut ya sama suami kalau dibilangin.’

Ketiga-tiganya gw jawab dengan ‘iya’ yang singkat. Gw masih shock bagaimana mungkin binatang kesayangan nabi itu berbuat senista itu?? Ini guncangan perasaan yang sama pas gw mengetahui A’a Gym poligami sama cewek yang lebih bohay. Astagfirullahaladziiiim.

Sepeninggalnya Si Punk Rock berangkat ke kantor, gw pun langsung mencuci tas dan dompet gw. Sambil menahan sebak di dada karena amarah terhadap kucing jahanam itu. Gw harus cari kucing pelakunya. Gw akan minta pertanggungjawaban!

Siangnya, setelah menjemur tas dan dompet, gw pun berkeliling area kontrakan untuk menginvestigasi kucing jahanam itu.

Tersangkanya ada tiga ekor. Yang pertama…

Kurong
Kurong

Nama: Kurong alias kucing garong

Ciri-ciri: Berbulu putih namun kotor karena kerasnya hidup di jalanan

Dicurigai karena: Sering tidur persis di bawah jendela kontrakan gw

Hasil interogasi: Terus-menerus menghindar jika didekati. Maka interogasi dinyatakan gagal.

Tersangka kedua…

Kubu

 Nama: Kubu alias kucing abu-abu

Ciri-ciri: Berbulu abu-abu dan bermata innocent

Dicurigai karena: Sering nyelonong masuk  atau bertengger di jendela kalau gw baru selesai masak. Sepertinya dia tertarik dengan bau masakan. Kalau diusir, suka melancarkan jurus mata innocent-nya untuk memerah belas kasih sebelum akhirnya mau pergi.

Hasil interogasi: Tersangka asyik tidur. Maka interogasi dinyatakan gagal.

Tersangka ketiga…

Kutam
Kutam

Nama: Kutam alias kucing hitam

Ciri-ciri: Berbulu hitam merata

Dicurigai karena: Dia berbulu hitam. Kucing hitam kan selalu dianggap salah.

Hasil interogasi: Cuek dan diam aja. Maka interogasi dinyatakan gagal.

Investigasi gw di siang bolong itu tidak memberikan hasil yang gw harapkan, karena tidak ada kerja sama yang koperatif dari para tersangka. Padahal mereka nggak didampingi pengacara. Mungkin gw mesti mengasah lebih jauh kehalian interogasi kucing yang memang belum gw miliki. Tapi jujur gw bingung harus menimba di mana ilmu menginterogasi kucing itu. Pas gw coba Google pun yang keluar malah salah satu episode serial Supernatural.

Oleh karena itu, untuk sementara waktu ini gw maafkan siapa pun kucing jahanam itu. Tapi kalau salah satu dari kalian mengulanginya lagi, I will sepet you one by one with karet gelang!

365 Tulisan 20114 #77: Legalisasi Manja

Tadi siang gw manja-manjaan ama Si Punk Rock dekat jendela kontrakan. Pas pipi gw disun ama Si Punk Rock, ibu tetangga sebelah langsung teriak: Ngapain lo!

Gw dan Si Punk Rock kaget, kemudian jawab pelan: sun-sunan…

Ibu tetangga sebelah *ngadu ke suaminya: Abang! Liat ni kelakuan temen lo!

Gw dan Si Punk Rock terdiam. Emang apa salahnya sih sun-sunan ama pasangan halal sendiri?

Ternyata pas kita melongok keluar jendela, rupanya ibu tetangga sebelah emang cuma lagi ngobrol ama suaminya dan segala omongan dia tadi nggak ada hubungannya ama kegiatan sun-sunan gw dengan Si Punk Rock. Dia emang kalau ngomong ama suaminya suka kenceng sih.

Kesimpulannya, omongan ibu tetangga sebelah terlalu kebetulan sehingga mengganggu kegiatan manja-manjaan gw dengan Si Punk Rock.

Dan lain kali kalau mau manja-manjaan sama suami, sebaiknya jangan dekat jendela. Ntar ketuker sama burung kakaktua (halaaah)

#legalisasiManja – with Wahyu

View on Path

365 Tulisan 2014 #73: Terima Kasih, Mantan (Psycho!)

Dengan blog ini gw mau mengucapkan terima kasih banyak kepada mantannya Si Punk Rock.

Kenapa?

Begini ceritanya….

Mari kita kilat belakang alias flashback ke ulang tahunnya Si Punk Rock.

Tanggal 19 Mei lalu Si Punk Rock berulang tahun yang ke-30. Tepat pada pergantian tanggal atau lebih tepatnya pas jam 00:00 WIB, gw kasih dia roti pain au chocolat Breadtalk yang gw tancepin lilin. Gw suruh tiup lilinnya, gw ucapkan selamat ulang tahun, lalu gw kasih kado dari gw. Isinya cuma ikat pinggang merk Giordano (nya kakaaaaaaaak). Dia memang butuh ikat pinggang. Soalnya ikat pinggangnya udah pada jelek dan ada yang kepalanya udah pada rusak.

Abis itu kita bobok.

Besok paginya, gw anter dia berangkat kerja sampai depan pintu kontrakan. Siangnya gw dapat Whatsapp dari Si Punk Rock yang nanya apakah gw kirim peyek ke kantornya? Hihihi… Betul sekali!¬†Gw sengaja diam-diam pesan peyek Yekiko untuk dia dan orang-orang kantornya sebagai surprise ulang tahunnya. Alhamdulillah orang-orang kantornya pada suka, abis¬†peyeknya itu garingnya pas dan nggak keras. Kalau berminat, silakan pesan peyek Yekiko di sini (bukan promo berbayar. Suwer! Tapi kalau abis ini gw dapat peyek gratis, ya alhamdulillah).

Sayangnya hari itu Si Punk Rock harus lembur. Dia bilang, orang-orang kantornya menyuruhnya pulang karena dia sedang berulang tahun. Tapi apa daya kerjaan nggak bisa ditinggal. Alhasil sekitar tengah malam dia baru sampai kontrakan lagi.

Sesampainya di kontrakan dia jadi agak pendiam. Pas gw tanya kenapa, Si Punk Rock bilang kalau dia nggak tahu harus berkata apa dengan segala surprise yang gw kasih di hari ulang tahunnya.

Lah, pan cuma peyek!

Dia juga bilang gara-gara itu, hari ini dia nggak konsen kerja. Dia pengen cepat-cepat pulang dan menghabiskan hari ulang tahunnya sama gw aja.

Ya olooo, masa sih gara-gara peyek jadi ampe segitunya. Gw jadi curiga ini peyek ada pelet pengasihnya kali yak? Apa kabar kalau gw kasih hadiah mobil mewah ala Hotman Paris Hutapea? Eh tapi jangan deng, nanti gw jadi orang yang hobi teriak-teriak di infotainment lagi.

Eh tapi beneran deh, kok Si Punk Rock jadi mellow begini? ¬†Tapi…. Emang Si Punk Rock pria berhati lembut sih. Kayaknya dia waktu bayi pernah nggak sengaja minum Molto, makanya dalamnya lembut (halaaaah).

Namun hal ini membuat gw berpikir, apakah memang yang gw bikin untuk ulang tahunnya itu segitunya ya? Kayaknya nggak ah. Bikin surprise sih iya. Tapi nggak segitunya kan? Bukan berarti gw nggak senang dengan penghargaan atas usaha gw dari Si Punk Rock ya. Cuma, gw penasaran aja apa yang bikin dia jadi segitu mengapresiasinya?

Setelah gw melakukan pemikiran yang mendalam yang analitis dan empiris, gw pun berkesimpulan bahwa tindakan apresiasi yang dilakukan Si Punk Rock itu adalah berkat mantannya!

Jadi ya, Si Punk Rock itu punya mantan yang kita sebut aja dia si Saiko karena dia psycho. Sebelum pacaran sama gw, Si Punk Rock menjalin hubungan selama tujuh tahun lebih dengan si Saiko. Tentunya banyak banget hal-hal yang udah mereka lalui bersama dengan masa pacaran segitu lamanya.

Dari cerita yang gw dapat dari Si Punk Rock maupun teman-temannya, si Saiko ini memang orangnya tidak menyenangkan. Dia sangat dominan, sangat mengontrol, cemburuannya parah, yang berakibat Si Punk Rock jadi harus menjaga perasaan dia setiap saat dan setiap waktu. Tanpa sadar, hubungan mereka komunikasinya jadi nggak jalan, dan lama-lama mereka jadi saling menyakiti. Gw nggak bermaksud membela Si Punk Rock dan menjadikan ia tokoh malaikat karena dia itu sekarang suami gw. Siapa Si Punk Rock gitu ampe gw jadiin dia malaikat. Emangnya dia punya sayap? Eh, tapi kalau dia punya sayap, artinya dia pembalut dong???? Masa cowok jadi pembalut??????????

Oke, gw mulai ngelantur. Intinya, Si Punk Rock mengakui kok pada masa hubungan itu dia juga pernah menyakiti si Saiko. Tapi pada akhirnya yang ngehe adalah si Saiko, karena malah dia aja dong yang selingkuh. Dasar psycho!

Dulu gw suka sebel dengan si Saiko. Lamanya masa hubungan mereka, membuat teman-temannya agak ‘canggung’ begitu melihat gw lah yang kini digandeng Si Punk Rock. Sepertinya mereka terbiasa melihat dia bersama si Saiko. Belum lagi ke-psycho-an si Saiko suka kadang bikin Si Punk Rock jadi bahan ceng-cengan ‘udah gw bilangin juga apeeeee’ oleh teman-temannya. Kadang malah ceng-cengan itu dilakukan di hadapan gw langsung. Hal itu bikin gw nggak nyaman, selain bikin gw ngerasa keberadaan gw nggak dianggap, gw juga sebel kalau Si Punk Rock jadi bahan cengan. Stay away from my man! *kokang AK-47*

Belum lagi si Saiko begitu putus ama Si Punk Rock suka neror semua perempuan yang dekat dengannya. Nggak peduli itu cuma teman atau memang gebetan, pasti si Saiko bisa kontak mereka lalu neror dengan nyebar segala aibnya Si Punk Rock. Itu jahat dan lagi-lagi psycho, sih. Untung Si Punk Rock udah pernah memberi ancang-ancang akan hal ini ke gw pas awal pacaran. Akhirnya pas saat teror itu tiba, gw bisa menghadapinya dengan tenang dan si Saiko capek sendiri. Padahal ya waktu itu dia udah mau nikah sama selingkuhannya itu lho! *seruput teh ala ibu-ibu ngegosip*

Tapi alhmadulillah sejak si Saiko nikah, dia jadi kalem dan nggak pernah neror lagi. Gw dan Si Punk Rock pun nggak pernah kepikiran soal dia lagi, sampailah ulang tahun Si Punk Rock kemarin. Lebih tepatnya gw sih yang kepikiran. Tapi kali ini gw mau berterima kasih sama si Saiko. Soalnya gw jadi sadar apresiasi dan penghargaan Si Punk Rock yang begitu besar terhadap gw bisa dibilang berkat andilnya si Saiko.

Walaupun Si Punk Rock nggak pernah cerita tentang bagaimana rasa ‘sakit’nya berada dalam hubungan yang nggak sehat lalu diselingkuhin, tapi gw bisa tahu semua itu dari semua curahan cinta kasih yang Si Punk Rock berikan ke gw. Sepertinya Si Punk Rock nggak mau salah langkah, salah ucap, salah bertindak agar hubungan gw dan dia tidak berubah jadi seperti hubungannya yang dulu. Si Punk Rock juga jadi menghargai segala tindakan kecil yang gw berikan ke dia. Pernah nih ya, pas jaman masih pacaran ama Si Punk Rock, gw numpang makan di kosannya. Begitu gw udah selesai makan, gw ambilin Si Punk Rock air minum segelas biar dia makannya nggak seret. Di situ Si Punk Rock terkesima dengan segelas air yang gw ambil. Dia mengucapkan terima kasih ke gw kayak baru aja dikasih duit seratus juta. Yaelaaaaah air doang gitu! Tapi di situ gw sadar, bahwa di hubungan sebelumnya, sepertinya mereka tidak pernah melakukan tindakan-tindakan kecil seperti yang gw lakukan. Makanya tindakan kecil yang gw lakukan terasa begitu besar nilainya untuk Si Punk Rock.

Intinya, si Saiko telah ‘menempa’ Si Punk Rock dengan segala ke-psycho-annya, sehingga Si Punk Rock bisa menjadi cowok yang super baik dan suami yang penyanyang banget sama gw. Bisa dikatakan bahwa selama masa pacarannya yang hampir sewindu sama si Saiko, mereka berdua udah mengalami banyak ups and downs serta trial and error. Alhasil gw dapat sosok Si Punk Rock yang udah ‘jadi’ dengan kedewasaan, kebijakan, penyayang, tanggung jawab, dan segala hal positif yang selalu diimpikan setiap perempuan ada di dalam diri suaminya.

Gw beruntung dapetin Si Punk Rock hasil tempaan mantannya. Gw beruntung dapetin Si Punk Rock yang mampu menyerap segala pengalaman baik dan buruknya dengan si Saiko sebagai pembelajaran menjadi orang yang lebih baik, yang kemudian dia praktekkan ke gw.

Wahai Saiko, sekali lagi makasih ya. Gw dapat barang bagus berkat lo. Eh tapi ini bukan berarti kami mau berhubungan lagi sama lo yak. Urus aja suami lo kaleeee *dadah-dadah ke si Saiko dari jauh, jauuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuh banget*

 

 

365 Tulisan 2014 #71: Alis Jadi Tipis

Setelah pulang dari salon….

Si Punk Rock (SPR): Alis kamu ke mana?

Gw: Tadi ditawarin cabut alis. Jadinya ketipisan gini.

SPR: Gyahahahahahaha…

Gw: Uuuuh…. Aku mau pake minyak Firdaus di alis biar alisnya tebel lagi!

SPR: Nggak usah. Ntar juga numbuh lagi.

Gw: Iya sih….. Eh tapi minyak Firdaus itu bisa nggak sih buat alis?

SPR: Bisa. Tapi nantinya jadi kumis.

Gw: Hooo gitu…

Weirdo + weirdo = dumb and dumber

#365Tulisan2014 – with Wahyu

View on Path

365 Tulisan 2014 #40: “You Can Kill The Protester, But You Can Not Kill The Protest”

Akhirnya blog gw yang  #365Tulisan2014 #29 dihapus.

Semoga dengan ini tidak ada lagi intimidasi dan ‘pengancaman’ akan dibawa ke jalur hukum yang ditujukan kepada keluarga gw.

Padahal yang nulis gw, tapi yang diteror keluarga gw. Kayaknya mereka tidak berani berhadapan langsung dengan gw.

O iya, ini sebagai pembelajaran, kalau mau menyampaikan komplen pelayanan sebaiknya ikuti prosedur dari YLKI berikut.

Dengan begitu Anda bisa dapat menuntut pelayanan yang baik tanpa berujung malah ‘diancam’ akan dibawa ke meja hukum.

Buat dia yang ditugaskan untuk memantau blog gw, makasih ya udah naikin page view blog gw ūüėÄ

Nih ada lagu yang lumayan oke buat disimak

Mari kita nyanyikan bersama *lalala yeyeye lalala yeyeye*~~>ala Dahsyat

“You Can Kill The Protestor, But You Can’t Kill The Protest”

You can spoon my eyes out,
but I can still see through you
Slice my ears from my head,
but you can not shut out the sounds of truth
Lock off each sound at the wrist
so I can’t raise my fist!

you can kill the protestor (can’t kill)
you can’t kill the protest
you can murder the rebel (murder)
you can’t murder the rebellion

Sawed my feet at the ankles, but i wasnt going to run
Grabbed my face, sliced off my tongue
Lock off each hand at the wrist,
so I can’t raise my fist!

you can kill the protestor (can’t kill)
you can’t kill the protest
you can murder the rebel (murder)
you can’t murder the rebellion

LYING STILL NOW, NO WAY TO SPEAK. NOTHING TO FEAR, BULLETS CAN’T SILENCE IDEAS!