This Guy…

Gw: Anak-anak kantor ngajakin nongkrong di Kopi Kalyan.

Si Punk Rock: Ya udah, pergi gih.

Gw: Aku pengen, sih. Tapi nggak usah, deh. Kasian Kriby.

SPR: Udah pergi aja. Aku anterin. Kriby biar aku yang jemput

Gw: *bimbang*

SPR: Udah pergi aja. Kamu dulu hampir 2,5 tahun di rumah terus ngurus Kriby. Sekarang kamu punya teman-teman yang asyik. Ya udah, pergilah. Yang penting aku tahu kamu perginya sama teman-teman yang beres. Bukan ama anak-anak yang suka tung-turung-tung-tung *sambil meniru gaya orang dugem*

This guy…
This guy worth the wait and worth every heartbreak which leads me to him.

Alhamdulillah.

View on Path

Kalau Jatuh Cinta, Dunia Serasa Milik Berdua

Tadi pulang dari jalan-jalan kami naik Uber.

Terus entah bagaimana, saya baru nyadar kalau saya dan Si Punk Rock itu nggak pernah ciuman di taksi. Dari jaman pacaran ampe sekarang nikah kami nggak pernah ciuman di taksi.

Mungkin karena kami memang dari dulu sampe sekarang adalah anak motoran kali ya. Naik taksi sih untuk acara tertentu aja.

TAPI YA, kami itu pernah makan bubur ayam di taksi premium burung perak.

Saya rasa itu adalah salah bukti nyata kami atas ungkapan ‘kalau jatuh cinta, dunia serasa milik berdua. Yang lain ngontrak’. – with Wahyu

View on Path