review

Review: Fantastic Mr. Fox

Category: Movies 

Genre: Animation, Adventure

Rate: 3 out of 5

mp-mr-fox-poster

Film yang diangkat dari buku Roald Dahl ini menceritakan tentang Mr. Fox (diisi suara oleh George Clooney) seekor rubah yang suka mencuri. Sebenarnya sejak ia punya anak ia sudah pensiun dari dunia curi-mencuri. Ia memilih menjadi seorang jurnalis penulis kolom. Hidupnya nyaman dan berkecukupan. Namun ia tak bisa melawan naluri rubahnya untuk mencuri ayam dari peternakan Boggis. Diam-diam, tanpa sepengetahuan anak dan istrinya, ia suka berangkat mencuri ayam ke peternakan Boggis. Aksinya berhasil! Ia jadi ketagihan untuk mencuri. Setelah itu ia mengicar bebek di peternakan Bunce. Lagi-lagi aksinya berhasil. Mabuk dengan keberhasilan, kali ini ia bertekad hendak mencuri sari apel dari pabrik Bean. Aksinya juga berhasil! Sayangnya Franklin Bean (diisi suara oleh Michael Gambon) tidak senang ada yang mencuri dari sari apelnya. Maka ia bertekad untuk menangkap Mr. Fox dan seluruh kroni-kroninya.

 

Yang saya suka dari film ini:

-Film ini digarap oleh Wes Anderson. Selayaknya seluruh karyanya, film ini juga banyak dialog ‘hening’ yang awkward dan bikin kita mikir untuk ketawa atau nggak ya?

-George Clooney pas banget bawain Mr. Fox

 

Yang saya nggak suka dari film ini:

-Khas film Wes Anderson yang berpola

-Ada Meryl Streep yang mengisi suara istri Mr. Fox. Sayangnya dialognya dikit banget. Dan nggak perlu sekelas Meryl Streep juga untuk isi suara pelan nan lembut begitu.

-Pemain yang terlibat 4L alias Lu Lagi Lu Lagi. Abis Wes Anderson orang Taurus sih ya. Yang artinya kalau soal kerjaan agak susah percayaan ama orang

 

Ini trailernya…

review

Review: Asterix and Obelix: Mansion of The Gods

Category: Movies

Genre: Animation, Comedy

Rate: 4,5 out of 5

Film ini dibuka dengan adegan Julius Caesar (diisi suara oleh Philippe Morier-Genoud) yang marah karena sampai sekarang masih tak mampu menjajah kaum Galia terakhir, yang tak lain adalah warga desa Asterix (diisi suara oleh Roger Carel) dan Obelix (diisi suara oleh Guillaume Briat). Maka dari itu kali ini Caesar mencoba membangun sebuah mansion dekat dengan desa Asterix. Awalnya upaya pembangunan itu dapat digagalkan oleh Asterix dan Obelix. Namun lama-kelamaan mereka kalah cepat, sehingga berdirilah mansion megah itu menjulang dekat desa mereka. Banyaknya warga baru yang berdatangan membuat warga desa Asterix pun mengalami akulturasi budaya. Proses perubahan dan adaptasi terhadap pembaharuan ini tentu saja menimbulkan kontroversi di desa Asterix. Sehingga perpecahan pun terjadi. Dapatkah Asterix dan Obelix menyelamatkan desanya dari tipu muslihat Caesar kali ini?

 

Yang saya suka dari film ini:

-Saya selalu sangat suka dengan kelucuan dari Asterix dan Obelix. Terutama dialog-dialognya.

-Gambarnya bagus.

-Jalan ceritanya dan alurnya disamakan dengan buku. Memang kayaknya mulai sekarang segala film Asterix dan Obelix sebaiknya dibuat animasi aja, deh. Lebih pas lucunya dan alurnya bisa lebih dieksplor. Apalagi ciri khas Asterix dan Obelix itu adalah keberagaman dan banyaknya tokoh yang berperan. Kalau dibuat dalam bentuk film non animasi, tokoh-tokoh tersebut kurang bisa digali dan ditonjolkan.

-Banyak tokoh-tokoh yang Perancis banget. Jadi kangen sama Perancis…

 

Yang saya nggak suka dari film ini:

-Nggak ada sih sebenarnya. Cuma sepertinya jalan ceritanya yang agak belibet karena kebanyakan tokoh membuat anak-anak masih agak susah mengikuti alurnya.

Review ini juga bisa dibaca via Line @ymg2576q 

Ini trailernya…

 

 

review

Review: The Good Dinosaur

Category: Movies

Genre: Animation, Drama

Rate: 4 out of 5

Alkisah pada zaman purba dahulu dimana dinosaurus masih ada menguasai permukaan Bumi, hiduplah sebuah keluarga brontosaurus. Mereka memunyai tiga ekor anak, antara lain Buck (diisi suara oleh Marcus Scribner), Libby (diisi suara oleh Maleah Nipay-Padilla), dan Arlo (diisi suara oleh Raymond Ochoa). Keluarga brontosaurus ini hidup aman damai dengan berladang. Ketiga anaknya masing-masing diberi tugas untuk membantu perladangan mereka. Namun berbeda dengan kedua kakaknya, Arlo terlahir sebagai penakut. Ia takut akan banyak hal, bahkan sama ayam aja dia takut. Sampailah pada suatu hari ayahnya Arlo memberinya sebuah tugas baru dengan maksud mengenyahkan sifat penakutnya. Tugasnya kali ini adalah menangkap dan membunuh makhluk yang suka mencuri stok makanan mereka di lumbung. Arlo begitu bersemangat dengan tugsa barunya. Benar saja, jerat yang mereka pasang berhasil menangkap makhluk pencuri makanan itu. Namun begitu Arlo melihat bahwa makhluk itu adalah seorang anak manusia, Arlo kembali takut. Ia pun melepaskan si pencuri yang membuat ayah Arlo marah besar. Dalam usaha mengejar si pencuri itu, ayah Arlo kena banjir bandang dan tewas karenanya. Tentu saja keluarga Arlo jatuh dalam kesedihan.

Lalu pada suatu hari Arlo memergoki si anak manusia itu sedang asyik lagi memakan simpanan jagung mereka di lumbung. Kali ini Arlo bertekad untuk menangkap dan membunuh si pencuri itu. Sayangnya waktu Arlo mengejar si pencuri, Arlo terjatuh ke dalam sungai lalu hanyut terbawa sampai jauuuh sekali. Arlo harus bertahan hidup seorang diri di hutan, kelaparan, dan ketakutan. Tapi Arlo tidak tahu bahwa justru si pencuri sedang mengawasinya dan menjaganya dari jauh.

 

Yang saya suka dari film ini:

-Ceritanya baguuuuuuuuuuuuus banget! Kisah persahabatan dan keluarga yang bikin terharu.

-Banyak gambar pemandangan yang indaaaaah banget.

-Meskipun film ini baik-baik aja untuk ditonton anak-anak (film ini juga berhasil bikin Kriby betah nonton dari awal sampai akhir), namun sebenarnya konflik ceritanya itu dewasa. Saya sangat menyarankan orang dewasa menonton film ini. Karena pesan dan inti ceritanya yang mau disampaikan itu sepertinya hanya bisa ditangkap oleh orang dewasa.

 

Yang saya nggak suka dari film ini:

-Film ini produksi Disney + poster muka Arlo yang culun bikin saya mikir kalau film ini lucu. Ternyata lucunya dikit banget. Lebih banyak sedih dan terharunya.

-Film ini memanusiakan para dinosaurus. Tapi yang saya nggak suka, dinosaurusnya dibuat seolah-olah adalah warga ndeso Amerika Serikat. Lagi-lagi Amerikanisme. Emang dinosaurus adanya di Amerika doang? Hih!—–> lah dia emosi

Review ini juga bisa dibaca via Line @ymg2576q

Ini trailernya…

review

Review: Home

Category: Movies

Genre: Animation, Adventure

Rate: 4 out of 5

Film ini mengisahkan tentang bangsa alien Boov yang hendak pindah ke Bumi. Mereka selalu berpindah-pindah planet karena melarikan diri dari bangsa Gorg yang ingin menghancurkan mereka. Sesampainya mereka di planet manusia, Bumi pun dibersihkan agar para Boov bisa menghuninya dengan nyaman. Seluruh manusia diungsikan ke tempat lain sehingga Boov bisa menempati rumah-rumah lama manusia dengan nyaman. Sayangnya ada satu anak manusia Tip (diisi suara oleh Rihanna) yang luput dari pemindahan. Ia terpisah dari ibunya dan tetap menunggu ibunya di rumah lama mereka. Namun setelah sadar ibunya tidak akan kembali, Tip pun memutuskan untuk pergi mencari ibunya. Di waktu yang bersamaan, ada seorang makhluk Boov yang kesepian, namanya Oh (diisi suara oleh Jim Parsons). Ia sangat senang bisa pindah ke Bumi. Ia pun hendak membuat pesta di rumah barunya. Sayangnya tidak ada yang mau datang ke pestanya. Tapi ia tidak menyerah. Ia pun mengirim undangan pestanya ke seluruh makhluk Boov yang ada. Celakanya ia tidak sadar bahwa undangannya terkirim ke seluruh jagat alam raya. Yang artinya para Gorg akan menerima undangan Oh dan bisa mengetahui keberadaan mereka di planet Bumi. Sadar akan kesalahan fatal yang ia perbuat, Oh pun melarikan diri. Saat itulah ia bertemu dengan Tip.

 

Yang saya suka dari film ini:

-Banyak gambar tokoh yang imut dan gemesin. Apa lagi si Pig kucingnya Tip. Kriby aja ampe teriak-teriak nahan gemes.

-Ceritanya baguuus. Ini memang film anak dan keluarga. Sepertinya ini film pertama di mana Kriby (2 tahun) berhasil nonton dari awal sampai akhir tanpa merasa bosan atau terdistraksi hal lain. Sebelumnya Kriby udah nonton banyak film animasi lho. Salah satunya Frozen yang dia suka banget. Tapi untuk film Frozen pun ada beberapa adegan yang bikin Kriby bosan. Tapi tidak untuk film ini.

-Dialognya banyak yang lucu.

-Suka dengan tokoh pengecut Captain Smek (diisi suara oleh Steve Martin)

-Twist ceritanya oke juga

 

Yang saya tidak suka dengan film ini:

-Hmmm apa ya? Nggak ada sih. Ini memang feel good movie yang ditonton tanpa mikir aja.

 

Ini trailernya…

review

Review: Big Hero 6

Category: Movies

Genre: Animation, Adventure

Rate: 4 out of 5

(Foto: Izin nyomot dari sini)
(Foto: Izin nyomot dari sini)

 

Alkisah di sebuah kota bernama San Fransokyo hiduplah seorang abege bernama Hiro (diisi suara oleh Ryan Potter). Hiro adalah bocah jenius. Ia telah lulus SMA di umur 13 tahun. Sekarang ia menghabiskan waktunya sebagai petarung robot yang ilegal. Prihatin melihat adiknya menyianyiakan kejeniusan otaknya, Tadashi (diisi suara oleh Daniel Henney) mengajak adiknya untuk melanjutkan pendidikan di universitas jurusan teknik tempat ia menimba ilmu. Awalnya Hiro menolak, namun setelah melihat langsung ‘bengkel’ tempat Tadashi membuat robot perawat yang ia beri nama Baymax, Hiro pun jadi bersemangat untuk kuliah. Yang perlu ia lakukan adalah membuat sebuah inovasi dalam dunia robot sehingga Profesor Robert Callaghan (diisi suara oleh James Cromwell) terkesan. Jika Profesor Callaghan terkesan, ia akan langsung diterima kuliah di universitas tersebut. Hiro pun menciptakan Microbot. Yaitu robot mikro yang bisa melakukan apa saja cukup dengan perintah melalui pikiran kita. Ciptaannya yang jenius itu ia presentasikan pada sebuah festival sains dan langsung membuat Profesor Callaghan terkesan. Tiket masuk universitas pun langsung diterima Hiro pada saat itu juga. Namun siapa sangka sepulang mereka dari sana, gedung festival sains itu terbakar. Profesor Callaghan terjebak di dalam gedung. Tadashi masuk ke dalam gedung untuk menyelamatkan Profesor Callaghan tepat beberapa detik sebelum gedung tersebut meledak dan terbakar habis. Tadashi, Professor Calaghan, dan Microbot musnah pada malam itu meninggalkan Hiro yang berduka. Namun Hiro lupa, masih ada Baymax yang berupaya menyembuhkan ‘luka’nya. Dalam upayanya menyembuhkan Hiro, Baymax malah menuntunnya untuk menguak sebuah misteri di mana Microbotnya ternyata masih berfungsi dan sedang diproduksi masal oleh orang bertopeng yang tidak dikenal. Siapa kah orang bertopeng tersebut? Hiro pun bertekad untuk menguak identitas tersebut bersama Baymax…..dan teman-teman almarhum abangnya yang tak lain adalah sekumpulan nerd.

 

Yang gw suka dari film ini:

-TADASHI GUANTENG BUANGET MAAAAK! Sepertinya tokoh Tadashi ini dibuat berdasarkan fisik Daniel Henney yang juga GUANTENG YA ALLAH! Suaranya yang ngebas daln bulat itu juga membuat Tadashi tambah gagah.

-Suka dengan Disney yang makin lama makin banyak membuat cerita yang fokusnya ikatan keluarga. Jadi pesan moral yang disampaikan juga mengena di hati.

-Bay Max itu lucuuuuu yaaaa. Gemesin gitu >_<

-Gambarnya keren. Ada beberapa adegan juga yang membuat kita jadi terkagum-kagum.

-Suka banget dengan ide menciptakan kota San Fransokyo, yaitu gabungan kota San Fransisko dan Tokyo. Gambar perkotaan kota ‘gabungan’ ini pun keren banget.

 

Yang gw nggak suka dari film ini:

-Suara Ryan Potter terdengar ketuaan untuk tokoh anak berumur 14 tahun.

 

Ini trailernya…

 

blog

2015 in review

Alhamdulillaaaaah!

Senang juga lihat ini. Jadi semakin semangat nulis.

Asisten statistik WordPress.com menyiapkan laporan tahunan 2015 untuk blog ini.

Berikut ini kutipannya:

Aula konser di Sydney Opera House menampung 2.700 orang. Blog ini telah dilihat sekitar 39.000 kali di 2015. Jika itu adalah konser di Sydney Opera House, dibutuhkan sekitar 14 penampilan terlaris bagi orang sebanyak itu untuk menontonnya.

Klik di sini untuk melihat laporan lengkap.

review

365 Tulisan 2014 #91: Review: Frozen

Category: Movies

Genre: Animation, Adventure

Rate: 4 out of 5

Alkisah hiduplah dua orang putri kerajaan. Sang putri sulung yang bernama Elsa (diisi suara oleh Idina Menzel) terlahir dengan kemampuan membuat es. Sedangkan adiknya, Anna (diisi suara oleh Kristen Bell), yang tidak punya kemampuan magis apa-apa, sangat mengaggumi kemampuan Elsa. Pada suatu hari, Anna mengajak Elsa menggunakan kekuatannya untuk bermain. Tanpa sengaja, Elsa melukai Anna dengan kekuatannya. Ayahnya meminta bantuan para troll untuk menyembuhkan Anna. Para troll bersedia membantu dan menyarankan agar ingatan Anna dihapus. Elsa juga harus bisa mengendalikan kekuatannya agar ia tidak melukai orang lagi. Sejak itu hubungan Anna dan Elsa menjadi renggang. Elsa terus-menerus menghindari adiknya sampai mereka tumbuh dewasa karena takut akan melukainya lagi. Pada suatu hari, ayah dan ibu mereka harus berpergian. Sayangnya kapal yang mereka tumpangi karam terhantam badai. Ini membuat Elsa harus naik tahta menggantikan ayahnya. Ia harus tampil di hadapan orang banyak pada saat penobatannya. Namun bisakah Elsa mengendalikan kekuatan yang selama ini selalu ia tutupi dari semua orang?

 

Yang gw suka dari film ini:

-Horeeee! Akhirnya Disney bikin film animasi yang ceritanya benar-benar mendidik dan tidak memberikan efek Cinderlela Syndrome. Suka banget dengan tema ceritanya! Nggak heran sih kalau film ini meraih piala Oscar.

-Elsa cantik yaaaaaa!

-Gambarnya baguuuuuuuuus!

-Endingnya oke.

 

Yang gw nggak suka dari film ini:

-Mulai amat sangat bosan dengan lagu Let It Go. Tapi lagi-lagi tema lagu ini bagus sih.

 

Ini trailernya…