review

365 Tulisan 2014 #41: Review: The Raid 2: Berandal

Category: Movies

Genre: Action, Thriller

Rate: 4 out 5

Film ini melanjutkan kisah Rama (Iko Uwais) sang polisi rendahan yang berhasil lolos dari serangan geng mafia (nonton film The Raid pertama). Ia mengikuti saran abangnya untuk menghubungi Bunawar (Cok Simbara), yang tak lain adalah polisi satuan khusus untuk membasmi polisi yang korup. Bunawar meminta Rama melakukan penyamaran dengan cara menjadi salah satu ‘anggota’ geng mafia yang dipimpin Bangun (Tio Pakusodewo). Jalan masuk Rama terdapat di anaknya Bangun, Ucok (Arifin Putra), yang saat itu tengah mendekam di penjara. Singkat cerita, Rama yang dijebloskan ke penjara berhasil mendapatkan kepercayaan Ucok. Makanya begitu Rama bebas dari penjara, Ucok pun langsung mengajak Rama bergabung dengan klan Bangun. Namun sayangnya, upaya Rama membongkar sindikat polisi korup yang bekerja sama dengan keluarga Bangun terhambat dengan ambisi Ucok yang rela menyikat siapa pun yang menghalangi jalannya.

 

Yang gw suka dari film ini:

-Penokohannya bagus!

-Karakternya pada nggak biasa dan orisinil. Walaupun ada beberapa tokoh yang terlalu komik, tapi ini penyegaran untuk film Indonesia.

-Adegan sadisnya mantap! Kelihatan banget kalau terjadi kerja sama yang baik anatar Gareth Evans dan Mo Brothers. (Eh, emang Mo Brother ikut bantuin film ini kan ya?) Ngomong-ngomong, jangan ajak anak kecil nonton film ini ya. Mbak-mbak yang duduk di depan gw sampai kebangun dari kursinya karena nggak tahan ngelihat kesadisan.

-Akting Iko Uwais sudah jauuuuh lebih membaik dan dia sekarang kalau ngomong nggak kayak kumur-kumur lagi.

-Eh, semua pemain di film ini berakting dengan sangat baik deng.

-Oh Arifin Putra…. Rahangmu ituh…

-Oh Tio Pakusodewo…. Kharismamu ituh…. Btw gw kok deg-degan ya pas Tio Pakusodewo bilang ke Ikuo Uwais untuk ‘buka baju lo… Semuanya…’. Untung lagi nggak puasa ya *usap muka*

-Oh Oka Antara…. Badanmu yang dibalut dengan jas masa kini ituh….

-Entah kenapa gw senang pas melihat banyak aktor senior ikutan main film ini walau cuma jadi cameo. Selain membuat film ini terkesan niat, rasanya kayak rindu yang terobati karena udah lama nggak melihat akting dari orang-orang yang udah ditempa jaman.

-Adegan kejar-kejaran di jalan rayanya oke!

 

Yang gw nggak suka dari film ini:

Sound untuk dialognya nggak bagus. Jadi terkadang suka nggak jelas mereka ngomong apa.

-Ada beberapa adegan yang sangat tidak Indonesia. Meskipun akhirnya gw diberi penjelasannya oleh Rendy Imandita via Path, tapi sayangnya pesan yang ingin mereka sampaikan tidak tersampaikan oleh baik di film ini.

-Kostumnya bagus-bagus, tapi lagi-lagi nggak Indonesia. Walaupun ini juga dijelaskan oleh Rendy Imandita sih…

-Ada adegan yang menggambarkan Indonesia itu kok segitu kumuhnya ya? Padahal aslinya sih gw yakin mereka bergelimang harta

-Ada satu adegan berantem yang menurut gw kelamaan. Tapi mungkin bagi pecinta bela diri bakal melihat adegan ini sebagai sesuatu yang seru. Namun secara gw bukn pecinta ilmu bela diri ya…

-Beberapa adegan pengen dibuat sok dramatis, tapi sayangnya nggak dapat feel-nya.

 

Ini trailernya…

review

Review: Snowpiercer

Category: Movies

Genre: Drama, Action

Rate: 4 out of 5

Film ini dibuka dengan penjelasan bahwa ditemukannya alat untuk menanggulangi global warming. Sayangnya alat tersebut gagal. Bumi menjadi sangat dingin sampai-sampai seluruh permukaannya tertutup es. Hampir seluruh manusia punah, kecuali yang berada di kereta Wilford. Curtis (Chris Evans) salah satu penghuni gerbong belakang, merasa ada ketidakadilan sosial. Ia mewakili penghuni gerbong belakang menuntut persamaan hak. Ia pun mengumpulkan massa dan keberanian untuk menembus gerbong depan.

Yang gw suka dari film ini:

-Ceritanya baguuuuuus!

-Plotnya rapi. Nggak ada yang bolong.

-Aktingnya pada keren semua. Chris Evans keren! Tanpa harus pamer tampang dan otot. Tapi gw paling suka aktingnya Tilda Swinton.

-Karakternya nggak klise.

-Konfliknya bagus.

-Angle pengambilan gambarnya juga bagus.

Yang gw nggak suka dari film ini:

-Masa akhir peradaban manusia di dunia isinya cuma orang bule, orang hitam (dikit), sama orang Korea doang? Iya sih sutradaranya orang Korea. Tapi nggak adil dong. Orang Indonesianya mana?? *Jalan dobrak ke gerbong depan*

-Menurut gw judul filmnya nggak nyambung :-/

Ini trailernya…

review

Review: Harry Potter & The Half Blood Prince

(Repost dari blog yang lama: 16 Juli 2009)

 

Category: Movies

Genre: Action & Adventure

Rate: 4 out of 5

Gw bela-belain nonton film ini di hari peluncurannya. Tadinya mau nonton dekat kantor aja, tahu-tahu udah abis tiketnya karena gw keasyikan ngobrol sama teman gw. Akhirnya browsing-browsing, ketemulah di Plaza Indonesia dan katanya yang untuk jam 20:45 masih ada yang kosong. Berangkaaaaaaaaat! Jadi inilah review gw untuk film yang gw tonton sendirian malam-malam dan dapat tempat duduk di pojok kiri….

 

Film ini menceritakan tentang tahun ke-enam Harry Potter (Daniel Radcliffe) di Hogwarts. Ancaman dari Death Eaters atau anak buah Voldemort makin terasa. Mereka bahkan nggak ragu-ragu menggangu kehidupan para muggle. Dumbledore (Michael Gambon) pun nggak tinggal diam. Dia mencoba mengumpulkan petunjuk-petunjuk Voldemort melalui ingatan-ingatan orang di masa lalu. Dengan harapan bisa membaca rencana jahat Voldemort selanjutnya. Salah satu ingatan yang berharga berasal dari Horace Slughorn (Jim Broadbent) guru Ramuan Hogwarts yang baru. Untuk itu Dumbledore meminta bantuan Harry untuk mendekati guru yang senang dipuja tersebut. Berhasilkah Harry?

 

Yang gw suka dari film ini:

-Pengambilan angle gambarnya keren

-Gambarnya baguuuuuuuuuuus!

-Perubahan ceritanya dapat diterima

-Tom Felton coool! (gw emang penyuka cowok langsing sih hehehe)

-Emosinya dapat. Terutama emosi sedih dan tegangnya. Tapi kalau romantisnya kurang sih. Apa karena kisah cinta remaja ya? Tapi nggak se-geli Twilight sih…

-Teknik pewarnaan gambar untuk mendukung cerita juga berhasil bikin kita larut.

 

Yang gw nggak suka dari film ini:

– Baju Draco Malfoy (Tom Felton) kayak pastor yang psycho.

– Emma Watson terlalu cantik untuk peran Hermione. Jadi cinta segitiga antara Lavender Brown-Ron Weasley-Hermione nggak dapat. Masa Ron lebih milih Lavender Brown yg tampangnya biasa aja ketimbang Hermione yg cantik?

-Bagi yang nggak baca bukunya bakal ngerasa film ini lamaaaaaaaaa banget. Orang yang duduk di belakang gw aja ngeluh, karena film ini nggak abis-abis.

 

Setelah dibaca lagai sekarang:

-Demam Harry Potter telah lewat. Secara semua bukunya udah difilmin. Tapi film-film Harry Potter masih laris ditonton tiap ditayang ulang di tivi.

Ini trailernya…

 

review

Review: Angels & Demons

(Repost dari blog yang lama: 14 Mei 2009)

 

Category: Movies

Genre: Action & Adventure

Rate: 4 out 5

Film yang diangkat dari buku karya Dan Brown ini menceritakan tentang Robert Langdon (Tom Hanks), seorang dosen yang diminta untuk membantu mengungkap penculikan empat pastor. Kenapa dia yang dimintain tolong? Karena sang penculik memberikan kode-kode kristiani kuno yang selama ini didalami oleh Robert Langdon. Maka berangkatlah Robert ke Vatikan untuk mengungkap identitas sang pembunuh sambil berpacu dengan waktu karena bukan hanya nyawa para pastor yang jadi taruhannya, tapi juga nyawa seluruh Vatikan.

 

Yang gw suka dari film ini:

Action-nya bagus

– Konfliknya realistis

– Pemeran utama ceweknya cantik

– Banyak pengetahuannya

– Gw belom baca bukunya. Tapi untuk ukuran film yang diangkat dari buku, gw suka dan mengerti jalan ceritanya.

 

Yang gw nggak suka dari film ini:

– Rambut Tom Hanks ganggu

– Tom Hanks adalah salah satu aktor kesukaan gw, tapi dia punya aksen yang ‘ga bisa akting’

– Pengetahuan yang mereka berikan kadang-kadang agak ngejelimet. Bikin kita mengerutkan kening “Heeee?”

 

Setelah dibaca lagi sekarang:

-Yang gw ingat dari film ini adalah action-nya. Selebihnya adalah jalan cerita yang ribet.

Ini trailernya…

review

Review: Watchmen

(Repost dari blog yang lama: 14 April 2009)

 

Category: Movies

Genre: Action & Adventure

Rate: 2 out of 5

 

Film ini menceritakan tentang…………. aduh ribet juga sih ceritainnya. Soalnya panjang banget! Intinya sih tentang superhero yang mencoba menyelamatkan dunia, juga mencari tahu siapa yang membunuh The Comedian (Jeffrey Dean Morgan) salah satu superhero. Tapi emang sumpah ini film lama banget! Durasinya 162 menit.

 

Yang gw suka dari film ini:

– Gambarnya bagus! Apalagi gambar-gambar pas berantemnya. Keren! Kita seolah-olah bisa merasakan sakitnya karena gambarnya begitu real.

– Beberapa ‘sindiran’ tentang bagaimana terkenalnya para superhero itu lucu.

– Visual efeknya keren!!! Apalagi pas adegan di Mars

 

Yang gw nggak suka dari film ini:

– Terlalu banyak yang pengen diceritain. Jadinya ga fokus. Padahal kalau ada beberapa bagian yang dihilangkan juga nggak mengganggu jalan cerita.

– Sok dramanya membosankan. Bahkan di awal film gw menyaksikan sendiri ada orang di depan gw udah ngorok. Terus nggak berapa lama yang di belakang gw udah nguap-nguap.

– Dialognya berat. Gw nggak ngerti maksud omongannya apa.

– Settingnya tahun 1985, tapi sepatu ankle boots Sally Jupiter (Carla Gugino) sungguh 2008

– Kurangnya terkenal para pemain bikin gw kurang bisa menilai apakah memang akting mereka bagus atau nggak.

– Ceritanya kepanjangaaaaan! Jadi ketika ceritanya melompat ke superhero yang lain, gw kaget. Gw pikir cerita tentang si anu udah selesai sampai di situ. Ternyata nyambung lagi??? Cape Deeeee…

 

Setelah dibaca lagi sekarang:

-Watchmen ini berasal dari serial novel grafis karya Alan Moore. Konon katanya serial novel grafis ini termasuk buku yang nggak bisa difilmkan. Kalau memang itu benar, maka gw setuju. Soalnya ceritanya ngejelimet aneh gitu.

-Ini adalah tipikal film yang nggak semangat lo tonton ulang.

Ini trailernya…

 

 

review

Review: The Departed

(Repost dari blog yang lama-14 April 2008)

 

Genre: Drama

Rate: 4 out of 5

Bagusan versi Hong Kongnya sih. Tapi lebih masuk akal versi Hollywoodnya. Seru juga ngelihat Matt Damon akting jadi org bermuka dua.

 

Setelah dibaca lagi sekarang:

-Sampai sekarang masih tetap lebih suka versi Hong Kongnya. Tapi versi Hollywoodnya juga bagus. Salah satu film drama ‘cowok’ yang paling gw suka sepanjang masa.