Review: The Father (2020)

Film The Father ini berpotensi memotek hati kaum umur 30-an.

Film ini mengisahkan tentang Anthony (Anthony Hopkins) seorang pria lansia yang lagi-lagi berlaku kasar pada perawat di rumahnya. Putri Anthony, Anne (Olivia Colman), frustasi dibuatnya. Anne yang seorang janda jadi gundah karena ia akan menikah lagi dengan pria yang tinggal di Paris, Perancis. Itu tandanya Anne harus meninggalkan ayahnya di London, Inggris. Namun semua perawat lansia rumahan yang Anne pekerjakan pada tidak tahan dengan kelakuan kasar Anthony. Anthony yang sedih ditinggal oleh putrinya tetap bersikeras kalau ia tidak butuh perawat lansia.
Lalu pada suatu hari ketika Anthony sedang menikmati hari-hari sendirinya di apartemennya, duduklah seorang pria yang tidak ia kenal di ruang tamunya. Pria itu mengaku bernama Paul (Mark Gatiss) yang tak lain adalah suaminya Anne. Lho, bukannya Anne sudah cerai lebih dari 5 tahun yang lalu? Dan bukannya Anne mau pindah ke Paris untuk menikah lagi? Melihat perilaku Anthony yang aneh karena tidak mengenali dirinya, Paul memutuskan untuk menelpon Anne agar pulang lebih cepat. Anne pun pulang untuk menghadap Anthony dengan penuh rasa cemas. Namun Anne yang pulang ini bukanlah Anne yang Anthony kenal. Wajah beda, suaranya beda, fisiknya beda. Siapa perempuan ini? Mengapa ia mengaku-ngaku sebagai Anne?

Yang saya suka dari film ini:
+AKTING ANTHONY HOPKINS BAGUS BANGET WOI!!!! Hebat banget Anthony Hopkins yang ketika film ini dibuat berusia 83 tahun masih bisa menghafal seluruh dialog itu dan menampilkan pasang surut emosi segitu naturalnya. Wajarlah beliau menang Oscar untuk kategori Pemeran Utama Pria Terbaik lagi karena perannya yang ini.
+ Aktingnya Olivia Colman juga bagus sih. Olivia yang berwajah biasa-biasa aja alias nggak ada istimewanya ini selalu jago dengan mikro ekspresi yang membuat tokohnya begitu meyakinkan dan dekat dengan kita. Karena dia seperti orang biasa yang berkemeja Uniqlo yang memang bisa terlibat di situasi yang digambarkan di film. Itulah yang membuat kehadiran Olivia Colman di beragam karakternya selalu terasa nyata dan wajar dengan kehidupan kita.
+ Buat yang berusia 30 tahunan seperti saya, siap-siap hatinya kepotek berat saat nonton film ini. Konflik di film ini dekat banget dengan kaum berusia 30-an ke atas. Film ini dengan jelas memperlihatkan kesepiannya orang tua kita yang telah memasuki usia lansia. Juga memberi gambaran nyata kefrustasian para lansia ketika berkomunikasi karena tidak dimengerti, terlebih di saat mereka mulai kehilangan ingatan. Love your parents, gaes…
+ Florian Zeller sebagai penulis sekaligus sutradara apik banget menjelaskan jalan cerita yang cukup kompleks dengan gambar-gambar yang apik di set lokasi yang itu-itu aja. Film ini juga menang Oscar untuk kategori Skenario Adaptasi Terbaik tahun 2021 berkat tangan dia.
+ Endingnya makin bikin hati kepotek banget karena ternyata….. Aduh sedih…

Yang saya kurang suka dari film ini:
– Ini adalah tipe film yang kalau kita nggak nyimak dialognya bener-bener, kita akan bingung dengan jalan ceritanya. Jadi jangan sampai ke-skip dialognya ya, gaes.
– Untuk beberapa shot, set dan lokasinya keliatan banget studionya.
– Jangan tertipu dengan posternya yang terkesan film heartwarming, ini justru film yang bikin patah hati…

Film ini saya tonton di Prime Video.
Rate: 4 out of 5

Ini trailernya…


Film ini menggambarkan kesunyian dan kesepiannya para lansia

Comment

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: