Review: The Banshees of Inisherin (2022)

Film The Banshees of Inisherin ini membahas berbagai sisi dari kesepian.

Film ini dibuka dengan Padraic (Colin Farrell) berjalan dengan riang ke rumah sahabatnya, Colm Doherty (Brendan Gleeson). Jam sudah menunjukkan jam dua siang. Ini adalah jam mereka berdua berangkat ke pub di desa dan nongkrong sambil minum-minum. Tetapi sesampainya di rumah Colm, Padraic tidak dibukakan pintu. Colm mengabaikannya.
Padraic heran. Padraic pergilah ke pub sendirian. Singkat cerita, Padraic pun mengkonfrontir perubahan sikap Colm. Padraic pikir Colm ngambek padanya, maka Padraic minta maaf kalau ada perbuatan atau perkatannya yang menyinggung Colm. Namun Colm berkata bahwa tidak ada yang salah dengan kata dan perbuatannya. Colm semata-mata tidak menyukai dan tidak mau berurusan dengan Padraic lagi karena menurut Colm, Padraic itu membosankan. Jawaban macam apa itu?
Kerenggangan hubungan Padraic dan Colm bukan hanya mengejutkan untuk Padraic, namun juga untuk seluruh desa. Seantero desa tahu kalau Padriac dan Colm adalah sahabat kental. Berulang kali Padraic mencari jalan untuk bersahabat kembali dengan Colm. Sampailah Colm muak dan mengancam kalau Padraic berbicara lagi dengannya, Colm yang adalah pemain biola akan memotong satu persatu jari tangannya sendiri lalu dia kirim ke Padraic. Ternyata Colm se-enggak pengen itu ya bersahabat kembali dengan Padraic?

Yang saya suka dari film ini:
+ Aktingnya Colin Farrell sebagai pria baik-baik nan polos di film ini keren banget. Hilang sudah semua aura Colin Farrell si bad boy Irlandia yang ganteng. Di film ini dia malah kayak cowok blo’on.
+ Aktingnya Barry Keoghan pemeran Dominic si orang buangan di desa juga bagus! Ini kesekian kalinya saya nonton akting Barry, semuanya beragam dan tidak ada yang sama.
+ Setuju dengan pendapat mas Arya yang mengatakan kalau konflik film ini tuh sebenarnya ‘berantem bocah’. Banyak dialognya juga dangkal ala-ala anak bocah XD
+ Meski film ini ada lucunya di sana-sini, namun film ini tuh sebenarnya mengangkat tentang kesepian dan kekosongan hidup dari berbagai sisi. Seperti kesepian ditinggal sahabat, kesepian bersama orang yang tidak tepat/membosankan, kesepian karena ditolak semua orang, dan kesepian karena ambisinya terkungkung. Banyak adegan tanpa dialog yang bikin kita merasa kasihan sama karakternya. Terlihat banget rasa kesepian dari tiap karakter.
+ Suka dengan karakter Siobhan (Kerry Condon) yang cerdas dan pemberani. Ini adalah saudara perempuan yang harusnya dimiliki setiap keluarga.
+ Gambarnya bagus. Terutama gambar pemandangannya. Jadi pengen ke Irlandia deh…

Yang saya kurang suka dari film ini:
– Karena set dan lokasi film ini tidak beragam, maka film ini sekilas terkesan membosankan. Tapi ini film bagus kok. Wajar kalau dia mendapat nominasi penghargaan BAFTA Awards berentet.
– Kostumnya juga nggak variatif. Jadi kita kehilangan nalar akan perubahan waktu.

Film ini saya tonton di Disney Hotstar.
Rate: 4 out of 5

Ini trailernya….

Comment

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: