Review: Inside Man (2022-Series)

Sepanjang serial Inside Man ini hanya berisi dialog. Tapi emosi kita dibuat terkuras.

Category: Series
Genre: Drama, Thriller

Mini seri yang terdiri dari 4 episode ini menceritakan tentang 4 tokoh utama:
1. Jefferson Grief (Stanley Tucci), seorang tahanan hukuman mati di Amerika yang intelek dan pintar. Saking pintarnya dia diperbolehkan buka praktek detektif oleh kepala penjaranya.
2. Harry Watling (David Tennant), seorang pendeta vikaris yang sangat peduli jemaatnya.
3. Janice Fife (Dolly Wells), seorang guru les matematika untuk anak pendeta Harry.
4. Beth Davenport (Lydia West), seorang jurnalis yang berteman dengan Janice.

Pada suatu hari, pendeta Harry didatangi seorang jemaatnya, Edgar (Mark Quartley). Edgar meminta bantuan untuk menyembunyikan flash disknya yang berisi koleksi film pornonya. Meski Edgar udah berusia 30 tahunan, namun pendeta Harry melihat betul bagaimana ketakutan Edgar kalau-kalau flash disk itu ketahuan ibunya.
Dengan ogah-ogahan akhirnya pendeta Harry mengambil flash disk itu dan membawanya pulang. Begitu sampai rumah, Janice tanpa sengaja menggunakan flash disk porno itu. Janice pikir flash disk itu adalah milik Ben (Louis Oliver), anaknya pendeta Harry. Betapa terkejutnya Janice saat melihat isi flash disk itu adalah pornografi anak! Ketika Janice menyampaikan hal itu ke ayahnya Ben, pendeta Harry mati-matian membela dan menerangkan kalau flash disk itu bukan milik anaknya, namun ia juga tak sampai hati untuk menyampaikan kalau itu milik Edgar. Melihat gelagat Janice yang ingin segera melapor ke polisi, pendeta Harry berusaha keras mencegahnya sampai akhirnya singkat cerita Janice dikurung di gudang bawah tanah rumah Harry.
Di belahan dunia lain, Beth datang ke penjara Jefferson Grief untuk mewawancarai si tahanan hukuman mati yang cerdas itu. Namun, ia mendapat pesan aneh dari Janice. Sadar temannya tidak bisa dihubungi, Beth pun minta bantuan Grief untuk menemukan temannya.

Yang saya suka dari serial ini:
+ Serial yang cuma 4 episode ini berhasil menguras emosi kita. Kita dibuat capek karena tegang dan bingung menentukan jalan keluar yang harus dihadapi oleh masing-masing tokoh, terutama pendeta harry dan keluarganya.
+ Akting David Tennant seperti biasa oke.
+ Stanley Tucci keren banget. Kharisma keluar hanya dengan modal ngomong tenang dan senyum.
+ Jalan ceritanya nggak ketebak. Ini yang bikin saya akhir-akhir ini lebih senang dengan serial dari Inggris ketimbang Hollywood. Serial Inggris itu biasaya singkat, padat, dan ceritanya bagus semua. Nggak ada tekanan untuk manjang-manjangin episode, meskipun para penonton udah mohon-mohon untuk tambahin jumlah episodenya. Quality over quantity.

Yang saya kurang suka dengan serial ini:
– Lydia West kurang pas memerankan jurnalis. Dia malah keliatan kayak cewek manis polos yang planga-plongo.
– Ada karakter menarik bernama Dillon (Atkins Estimond) yang menurut saya kurang dieksplore lebih jauh.

Rate: 4,5 out of 5
Serial ini saya tonton di Netflix

Ini trailernya…

Comment

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: