Review: The Power of The Dog (2021)

Review: The Power of The Dog (2021)

Agak kecewa pas tahu Paul Dano nggak jadi main film The Power of The Dog ini.

Film ini menceritakan dua kakak-beradik pengelola peternakan. Mereka orang-orang sugih tapi tetap turun langsung mengurus peternakan. Sang kakak, Phil Burbank (Benedict Cumberbatch) adalah orang yang judes dan suka kerja lapangan. Sedangkan sang adik, George Burbank (Jesse Plemons) adalah orang yang baik hati dan suka kerja di belakang meja.

Pada suatu hari George memutuskan untuk menikahi Rose Gordon (Kristen Dunst) seorang janda beranak satu pengelola rumah makan. Maka Rose pun diboyong ke rumah besar keluarga Burbank. Sedangkan anak Rose, Peter Gordon (Kodi Smit-McPhee) yang kemayu dan sudah beranjak dewasa, dikirim kuliah kedokteran. Sesampainya Rose di rumah keluarga Burbank, Phil langsung terang-terangan menunjukkan ketidaksukaannya. Menurut Phil, Rose hanya mengincar harta keluarga mereka. Tekanan dari keluarga Burbank membuat Rose jadi mencari ketenangan dengan rajin menegak alkohol.

Saat lagi libur kuliah, Peter datang untuk tinggal di rumah keluarga Burbank. Berawal dari ketidaksukaan Phil terhadap gestur kemayu Peter, lama-lama Phil malah jadi akrab dengan Peter. Ada apa dibalik keakraban itu?

Yang saya suka dari film ini:
+Film ini gambarnya bagus! Pantes lah dia mendapat banyak nominasi penghargaan untuk Best Picture.
+Aktingnya Benedict oke. Konon untuk mendalami karakter, Benedict sengaja nggak mandi berminggu-minggu persis karakter Phil si koboi yang urakan.
+Aktingnya Kristen Dunst juga oke. Dia berhasil memperlihatkan derita hanya melalui raut wajah.

Kristen Dunst
Bajuku bagus, tampangku kece, rumahku lega, tapi kok aku nggak bahagia ya?

Saya dari dulu ngefans sama Kristen Dunst. Menurut saya, dia adalah satu aktris cantik tapi yang nggak takut keliatan jelek. Dan sepertinya dia tipe orang yang nggak terjebak dengan tekanan hollywood bahwa aktris-aktrisnya harus tetap muda dan cantik. Kristen Dunst itu membumi dan real person gitu lho.

Yang saya kurang suka dari film ini:
-Ini film festival. Jadi alurnya lambat, minim dialog, sehingga kita diminta memahami sendiri ceritanya melalui alurnya yang lambat. Yang nggak doyan nonton film beralur lambat, pasti bosan deh.
-Konon katanya pemeran George Burbank itu harusnya Paul Dano. Tapi Paul Dano jadwal syutingnya bentrok sama The Batman. Kecewa ane…
-Akhirnya pemeran pengganti Paul Dano adalah Jesse Plemons yang tak lain adalah suami Kristen Dunst di kehidupan nyata.

Ejiyeeeee Jesse main film bareng istri sendiri.

Jesse Plemons ini tricky. Karena Jesse Plemons itu red hair yang pucat ditambah alisnya tipis. Sehingga ia sering terlihat emotionless. Seringnya saya melihat akting dia itu template, MUNGKIN karena wajahnya yang kurang bisa menunjukkan emosi. Saya membayangkan kalau peran Geaorge Burbank itu Paul Dano, pasti karakter George akan semakin menonjol di film ini.

Film ini saya tonton di Netflix.
Rate: 3 out of 5

Ini trailernya…

Comment

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: