Review

Review: Phantom Thread (2017)

Category: Movies
Genre: Drama
Rate: 4 out of 5

Seneng banget pas nemu film ini di Netflix. Tahu film ini pas dia masuk nominasi Oscar untuk berbagai kategori. Dan diumumkan juga kalau ini film terakhirnya aktor Daniel Day-Lewis yang memutuskan untuk pensiun dari dunia akting. Jadi makin penasaran saya tuh.

Film ini mengisahkan seorang disainer gaun bernama Reynolds Woodcock (Daniel Day-Lewis). Di usianya yang lanjut, ia hidup berdua aja dengan adik perempuanya yang bernama Cyril (Lesley Manville). Pelanggannya dari kalangan bangsawan dari seluruh Eropa. Reynolds orangnya sangat demanding. Ia bertekad untuk tidak akan pernah menikah karena itu hanya akan membuat ia jadi orang yang palsu.

Sampailah pada suatu hari Reynolds bertemu dengan seorang pelayan restoran bernama Alma (Vicky Krieps). Alma yang sederhana namun mempunyai bentuk tubuh yang pas untuk gaun-gaun yang dibuat Reynolds. Tak perlu waktu lama, Alma kemudian menjadi kekasih sekaligus sumber inspirasi Reynolds. Namun sifat demanding Reynolds membuat perasaan Alma sering terombang-ambing. Akan kah hubungan mereka bertahan?

Yang saya suka dengan film ini:
+ DANIEL DAY-LEWIS GANTENG BANGET SIH DI FILM INI!!!! Meskipun dia udah kakek-kakek, tapi saya sangat rela pacaran sama kakek Reynolds di film ini. Cara Reynolds melihat Alma bikin saya jadi deg-degan sendiri.

Tatap aku maz…


+ Sangat disayangkan Daniel Day-Lewis memutuskan pensiun dari dunia akting setelah memerankan film ini. Tapi akting Daniel Day-Lewis tidak pernah, sekali lagi saya tekankan TIDAK PERNAH mengecewakan. Sukaaaaaaak banget dengan akting eyang Daniel di film ini.
+ Gambarnya bagus banget!
+ Baju-baju yang dipakai Reynolds Woodcock bagus-bagus banget!
+ Suka banget dengan karakter Alma yang keras kepala namun melawan dengan lembut.

Yang saya kurang suka dari film ini:
– Vicky Krieps menurut saya kurang cantik untuk memerankan pacarnya Reynolds. Harusnya perempuan itu aku! Kayak terlalu biasa aja gitu.
– Gaun-gaun yang dibuat Reynolds juga terkesan biasa aja di film ini. Mungkin saya kurang mengerti fashion pada masa itu, tapi beneran deh, kayak cakep-cakep amat gitu.

Ini dia trailernya….

Comment

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s