review

Review: 22 July

Category: Movies
Genre: Drama, Crime
Rate: 2,5 out of 5

Film yang berdasarkan kisah nyata ini menceritakan kembali penyerangan teroris terburuk di Norwegia yang terjadi pada 22 Juli 2011. Film dibuka dengan memperlihatkan Anders Behring Breivik (Anders Danielsen Lie) yang sedang bersiap di gudangnya yang terpencil. Ia membawa perkakas, drum berisi semacam pasir, dan membawanya naik mobil van ke pusat kota. Rupanya isi drum itu adalah bahan peledak. Ia parkir mobilnya di pelataran kantor perdana menteri, lalu ia ledakkan dari jarak jauh.
Sementara semua orang panik dengan jatuhnya korban bom di sana, Anders berkendara ke pulau Utoya. Di sana sedang ada summer camp untuk anak-anak sekolah dari berbagai etnis di Norwegia. Ia masuk ke pulau itu dengan menyamar sebagai polisi yang ditugaskan untuk mengamankan pulau pasca ledakan bom. Padahal ia datang untuk membunuh semua orang yang ia lihat di pulau tersebut.

Yang saya suka dari film ini:
+ Jalan ceritanya memudahkan kita untuk mengerti apa yang sebenarnya terjadi pada peristiwa di hari itu. Bagi penyuka film berdasarkan kisah nyata/sejarah akan suka dengan film ini.
+ Akting Jonas Strand Gravli sebagai Viljar Hanssen bagus. Saya berharap dapat melihat aktingnya lagi di film Hollywood atau Inggris lainnya. Muka dia sebenarnya lebih masuk jadi aktor di film-film Inggris, sih.
+ Norwegia itu bagus yaaaaa. Walau banyakan gunung salju dan es khas lokasi syuting Game of Thrones, tapi kayaknya di sana kehidupannya amanda (aman damai). Sayang aja dicoreng sama orang gila semacam Anders itu.
+ Banyak yang mengkritik film ini diperankan sepenuhnya oleh orang Norwegia, namun dialognya full bahasa Inggris. Kalau saya sih suka-suka aja. Fakta bahwa seluruh aktornya berdialog bahasa Inggris dengan logat Norwegia yang masih kental membuat saya makin suka. Jadi masih terasa aslinya. Menurut saya…

Yang saya tidak suka dari film ini:
-Ceritanya agak dipanjang-panjangin untuk hal yang nggak perlu. Mungkin maksudnya untuk membangun dramatisasi, tapi yang ada malah bikin bosan.
-Aktingnya Anders Danielsen Lie sebagai teroris narsistik nggak oke. Sok di-cool-cool-in. Maksud doi mungkin biar keliatan pembunuh berdarah dingin gitu kali, ya. Tapi malah jadi kayak sok cool aja.
-Kurang drama, sih. Jadi drama yang ada kayak nggak penting gitu.

Film ini saya tonton di Netflix. Ini dia trailernya…

Iklan

Bagaimana menurut Anda?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s