Diposkan pada review

Review: Manchester By The Sea

Category: Movies

Genre: Drama

Rate: 3,5 out of 5

Film ini mengisahkan tentang Lee (Casey Affleck) yang hidup sendiri. Ia bekerja sebagai janitor untuk beberapa apartemen. Ia sering mendapat komplen dari bosnya karena ia tidak pernah senyum dan tidak ramah sama pelanggan, tidak peduli walau kerjaannya selalu beres.

Pada suatu hari Lee mendapat telepon yang mengabarkan kalau abangnya meninggal dunia. Maka ia pun harus pulang untuk mengurus pemakamannya. Siapa sangka kepergian abangnya membuat ia harus jadi wali dari keponakannya yang sudah beranjak remaja. Hal ini membuat Lee kembali mengenang pengalaman parit yang mengubahnya menjadi pria depresi dan hidup menyendiri.

 

Yang saya suka dari film ini:

-Akting Casey Affleck oke.

-Jalan ceritanya realistis.

-Banyak adegan hening tanpa dialog namun dapat menggambarkan perasaan masing-masing tokoh.

-Penyebab kesedihan Lee cukup tak disangka.

-Banyak gambar pemandangan yang bagus.

 

Yang saya tidak suka dari film ini:

-Aktingnya Casey Affleck memang oke, sih. Tapi kayaknya nggak segitunya untuk dapat memang Oscar sebagai Best Actor.

-Porsi aktingnya Michelle Williams dikit doang. Nama doi dipajang di poster untuk kepentingan marketing tampaknya.

-Endingnya gitu doang??? Yaelaah, dasar film festival.

 

Ini trailernya…

Iklan

4 tanggapan untuk “Review: Manchester By The Sea

      1. Kalau menurut penafsiran dirimu apa? Kalau menurut penafsiran saya, dia sudah mendapat closure, meskipun belum bisa memaafkan dirinya sendiri.

Bagaimana menurut Anda?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s