Review: Cinderella

Category: Movies

Genre: Drama, Fantasy

Rate: 3 out of 5

Seperti yang telah kita ketahui bahwa film ini adalah adaptasi dari dongeng Cinderella. Jadi kita semua pasti sudah tahu bahwa begini jalan ceritanya…

Alkisah lahirlah seorang anak perempuan bernama Ella (Lily James). Ayahnya adalah seorang pedagang yang sering berpergian, sedangkan ibunya adalah seorang perempuan yang lemah lembut. Pada usia beranjak remaja, ibu Ella jatuh sakit lalu tak lama meninggal dunia. Tinggallah Ella dan ayahnya saja. Ketika Ella telah menjadi gadis, ayahnya meminta izinnya untuk menikah lagi. Ayahnya ingin menikahi janda cantik dengan dua orang anak perempuan sebaya Ella. Ella yang tadinya senang akan mendapat ibu dan saudari perempuan baru, jadi agak terdiam begitu melihat keluarga barunya yang tidak antusias bertemu dengan dirinya. Sampailah waktu di mana ayah Ella harus berangkat berdagang lagi. Tapi siapa sangka, kali ini ayah Ella tidak akan kembali ke rumah karena ia jatuh sakit sampai meninggal dalam tugasnya. Kini Ella hidup bersama keluarga tirinya. Karena tidak ada pemasukan uang, maka para pembantu di rumahnya harus diberhentikan semua. Sebagai gantinya, ibu tiri Ella menyuruhh dirinya untuk membereskan rumah dan memasak. Ella juga disuruh untuk tinggal di loteng karena kamar Ella mau dipakai untuk kedua saudari tirinya. Pernah pada suatu hari Ella merasa tidak tahan akan perlakuan semena-mena keluarga tirinya. Ia pun melarikan diri dari rumah dengan mengendarai kudanya. Siapa sangka di tengah hutan ia bertemu dengan rombongan pangeran yang sedang berburu. Sang pangeran begitu terkesan dengan Ella, meskpiun Ella sendiri tidak tahu kalau lawan bicaranya adalah seorang pangeran. Pertemuan tanpa bertukar nama itu membuat sang pangeran begitu penasaran. Ia pun memerintahkan untuk mengadakan pesta dansa dengan mengundang seluruh gadis di negeri tersebut. Ella yang mendengar kabar tersebut segera memberi tahu keluarga tirinya. Ibu tirinya yang matre dan para saudari tirinya yang genit segera berdandan untuk mendapatkan hari pangeran. Ella juga ingin ikut serta ke pesta dansa tersebut, namun keluarga tirinya segera merobek-robek gaun yang dikenakan Ella agar ia tidak dapat pergi. Di situlah datang bala bantuan dari Ibu Peri.

 

Yang saya suka dari film ini:

-Saya suka dengan memanusiakan dan merealistiskan jalan cerita dongeng ini.

-Gambarnya bagus dan memanjakan mata.

-Eh ada Richard Madden jadi pangeran. Apa kabar dirimu wahai yang mulia Rob, King Of The North? #TerGOT

-Sangat mengacungi jempol aktingnya Cate Blanchett. Cuma dari tatapan mata dan gaya berjalan kita udah bisa merasakan aura jahat dari tokoh yang ia perankan.

-Baju-bajunya Cate Blanchett juga bagus-bagus!

-Adegan dansanya baguuuus. Jadi pengen nyoba dansa pakai baju begitu.

-Adegan transformasi Ella baguuuuuus.

-Pesan moralnya bagus: have courage and be kind.

 

Yang saya tidak suka dari film ini:

-Tumben Helena Bonham Carter jadi ibu peri aneh banget. Kayak terlalu dibuat-buat dan giginya kok begitu sih?

-Rambut Ella ke pesta dansa kok aneh sih? Baju ke pesta dansanya juga kurang oke, menurut saya. Nggak bikin berdecak kagum gitu. Cuma modal rok ngembang doang.

-Richard Madden gantengan kalau brewokan ya.

-Meskipun adegan dansanya bagus, tapi rasanya kok kelamaan ya.

 

Ini trailernya…

 

 

Iklan

Bagaimana menurut Anda?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s