Diposkan pada blog

365 Tulisan 2014 #133: 5 Menu Wajib di Sushi Tei

Oke, jadi ini bisa dikatakan sebagai blog kuliner pertama gw.

Gw ini suka banget banget BANGEEEEEEEET  yang namanya makan enak. Tapi entah kenapa kalau nulis blog tentang makanan itu kurang dapat feel-nya. Mungkin gw lebih suka makannya daripada mendeskripsikan rasanya melalui tulisan haha!

Tapi kalau membaca blog kulinernya Alief yang sederhana namun jujur, gw jadi pengen ikut-ikutan nulis soal makanan. Jadi ini semua karena Alief, artinya Alief harus traktir saya makan! (lah?)

Balik ke soal makanan…

Gw ini adalah perempuan kece yang sueneeeeeeeeng banget makan sushi. Gw udah kecanduan ama sushi. Gw juga tanpa sadar suka rela mengeluarkan uang banyak demi sushi. Tapi begitu sadar duit gw udah habis, baru gw menyesal kenapa dulu gw nggak jadi pemain sinetron stripping aja biar gw punya duit yang nggak habis-habis untuk makan sushi. Hidup memang kadang nggak adil…

Nah, salah satu restoran sushi favorit gw adalah Sushi Tei. Karena potongan ikan dan ukuran nasi yang mereka sajikan di sana proporsional. Tiap gw punya duit, yang paling pertama terpikir di gw adalah Sushi Tei. Tanpa sadar gw jadi lumayan sering ke sana. Setidaknya dalam sebulan sekali gw pasti bersantap di sana. Pengennya sih setiap hari, tapi… apa daya gw masih belum bisa jadi pemain sinteron stripping seperti yang gw impikan. Aaaarrgh! *gebrak meja*

Setiap gw ke Sushi Tei, tanpa sadar gw selalu memesan menu yang sama. Paling kalau ada duit lebih baru deh gw cobain menu yang beda, itu juga tergantung kapasitas kantong (Ya Tuhan, cepatlah jadikan hamba pemain sinetron stripping. Plis!!!!)

Menu-menu tersebut antara lain….

Salmon Belly Sushi
Salmon Belly Sushi (Foto: @WahyuChandraK)

Sebenarnya ini adalah salmon sushi, tapi daging ikan salmon yang diambil adalah bagian perutnya. Rasanya lebih lembut dan lebih terasa juicy ikan salmonnya dibanding salmon sushi yang menggunakan daging di bagian tubuh ikan salmon. Wajar sih kalau harganya lebih mahal dibanding salmon sushi. Lebih enak sih.

 

Salmon Mentai Sushi (Foto: WahyuChandraK)
Salmon Mentai Sushi
(Foto: @WahyuChandraK)

Yang kedua adalah Salmon Mentai Sushi. Gw pertama kali tahu menu ini dari teman gw si Fara. Dia menyuruh gw coba. Pas gw makan, hap, subhanallah…ini adalah salah satu nikmat dunia yang nggak boleh lo dustakan. Ini adalah salmon sushi biasa yang atasnya dikasih mayones yang udah dicampur bumbu (mereka menyebutnya sebagai saus mentai), lalu mentai dan salmon sushinya dibakar singkat dengan penyemprot api. Rasanya tuh creamy tanpa menghilangkan rasa salmonnya. Paling enak kalau dimakan pas masih hangat. Kalaupun lo dapat yang udah nggak hangat lagi, lo bisa minta ke pelayannya untuk dipanaskan sebentar. Rata-rata teman-teman gw yang nggak suka makan sushi, begitu gw kasih Salmon Mentai Sushi ini langsung suka. Salah satunya adalah Si Punk Rock yang sekarang jadi lumayan ketagihan makan sushi, hohoho…

 

Hanasaki Ika (Foto: @WahyuChandraK)
Hanasaki Ika
(Foto: @WahyuChandraK)

Yang ketiga adalah Hanasaki Ika Gunkan ini. Hanasaki Ika adalah daging cumi yang diiris lalu ditaburi telur ikan. Teman gw, si Uliel, yang dulu merupakan partner in crime gw dalam hal makan sushi, pernah mencoba makan menu ini. Tapi dia nggak suka, katanya rasanya ‘lucu’. Tapi lucu versi dia bukan yang positif. Sedangkan bagi gw, rasa Hanasaki Ika ini memang lucu tapi untuk versi positif. Rasanya ituh kenyal-kenyal gitu, terus ada grenyesnya dari si telur ikan. Gw sih suka banget makanan ini, tapi mungkin memang nggak semua orang selera dengan cumi kenyal ini.

 

Ebiko Gunkan (Foto: @WahyuchandraK )

Nah menu wajib gw yang keempat adalah Ebiko Gunkan. Ini adalah telur ikan. Di Sushi Tei ada beberapa menu yang menyajikan telur ikan, ada Black Caviar, Tobiko, dan telur ikan yang warna hijau-namanya Wasabi apalah gitu, gw lupa. Dari semua telur ikan yang ada, gw paling suka Ebiko ini. Soalnya butiran telurnya lebih kecil dan lebih grenyes pas dimakan. Ada yang bentuk dan warnanya mirip dengan Ebiko, yaitu Tobiko. Cuma dia butiran telurnya lebih besar. Efek grenyesnya sih mungkin bisa dikatakan sama dengan Ebiko, cuma karena butirannya lebih besar, kadang dia suka nyempil di gigi. Itu yang bikin gw males.

Gw kalau makan Ebiko ini nggak langsung hap. Tapi gw sendokin telur ikannya dikit-dikit pake sumpit. Terus gw nikmati efek grenyesnya di mulut. Begitu Ebikonya udah mulai dikit dan dasar nasinya kelihatan, baru deh gw cocol shoyu terus gw hap makan semuanya. Play with your food, but don’t play-play with my heart (halaah, apa sih!)

 

Chawanmushi (Foto: @WahyuchandraK)
Chawanmushi
(Foto: @WahyuchandraK)

Menu wajib gw yang terakhir adalah Chawanmushi. Sebenarnya ini nggak wajib-wajib amat sih. Tapi tiap gw udah bingung mau pesan apa pada saat kondisi perut udah agak-kenyang-tapi-masih-pengen-ngunyah, biasanya gw pesan ini. Selain itu biar tulisan ini ngepas membahas LIMA menu makanan, biar kayak On The Spot. (On The Spot bukannya membahas tujuh ya?) Ya udah sik, jangan suka menekan gw dengan kesalahan dong! Namanya juga manusia, bisa bikin salah! Kalau nggak pernah salah artinya elo itu cinta. Karena cinta itu nggak pernah salah… <—-mulai ngelantur sodara-sodara

Oke, Chawanmushi ini adalah telur campur kaldu lalu dikukus. Isinya ada daging ayam, biji sayuran apalah gitu (bentuknya hijau kayak pete, tapi bukan pete), jamur, dan baso ikandengan garis berputar pink seperti yang terlihat di gambar. Masing-masing isiannya cuma ada satu di mangkok Chawanmushi itu. Tapi cukup mengenyangkan kok.

Gw udah coba beberapa Chawanmushi di beberapa restoran sushi di Jakarta. Sejauh ini bisa dibilang Chawanmushi milik Sushi Tei yang paling oke. Soalnya, lagi-lagi, keunggulan Sushi Tei itu mereka nggak bohong kalau soal ukuran makanannya. Ukuran Chawanmushinya sih standar aja, segede gelas ocha gitu lah, tapi isiannya lumayan gede dibanding Chawanmushi restoran Jepang lainnya. Kaldunya juga lebih berasa. Enak bangetlah dimakan kalau lagi pengen makan yang anget-anget pas badan mulai nggak enak. Oh iya, paling satu kekurangan Chawanmushi di Sushi Tei ini. Yaitu mereka panasnya awet (yang artinya mereka memasak Chawanmushinya dengan benar), jadi kalau lagi lapar berat agak PR nunggu Chawanmushinya agak adem buat dimasukin mulut.

 

Begitulah lima menu wajib pesan saya kalau ke Sushi Tei. Siapa yang mau traktir saya?

 

 

Iklan

Bagaimana menurut Anda?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s