Diposkan pada review

365 Tulisan 2014 #81: Review: A Band Called Death

Category: Movies

Genre: Documentary

Rate: 4 out of 5

Film dokumenter ini menapak tilas band punk beranggotakan orang kulit hitam pertama di Amerika Serikat. Nama band mereka adalah Death. Band ini terdiri dari tiga orang kakak adik, David Hackney (gitar), Bobby Hackney (bass, vokal), dan Dannis Hackney (drum). Mereka menghabiskan masa mudanya untuk bermusik. Di era itu (70-an), di saat orang kulit hitam Amerika pada ber-mowtown ria, Death memilih aliran punk. Kekerenan musik mereka tidak bisa dipungkiri, namun mereka terus menerus ditolak oleh perusahan rekaman dengan berbagai alasan. Kebanyakan dari mereka meminta Death untuk mengganti namanya, namun Death tetap pada pendiriannya. Sampai akhirnya seluruh perusahaan rekaman menutup pintu untuk mereka. Namun Death tetap yakin bahwa pada stau hari nanti musik mereka akan didengar oleh dunia.

 

Yang gw suka dari film ini:

-Secara keseluruhan, cerita perjalanan karier Death ini mengagumkan.

-Moral dari film ini bagus, yaitu idealisme itu ada harganya.

-Salut dengan kejujuran personel Death akan segala kegetiran yang pernah mereka hadapi.

-Musik Death baguuuuuuuuuus! Gw sekarang jadi suka sama band ini.

 

Yang gw nggak suka dari film ini:

-Ada beberapa adegan / footage yang berulang. Mungkin karena memang kurangnya dokumentasi dari Deathnya sendiri sih.

-Beberapa adegan yang kayaknya mau dibikin dramatis, tapi kok malah jadi serem ya >__<

 

Ini trailernya…

Ini musiknya Death

 

Iklan

Bagaimana menurut Anda?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s