Diposkan pada blog

365 Tulisan 2014 #33: ARTE 2014

Hari Jumat, 14 Maret lalu, gw dan Si Punk Rock mampir ke pembukaannya ARTE 2014. Herannya acara pembukaan ini sepi. Mungkin karena banyak yang berpikir kalau acara pembukaannya ini khusus undangan kali ya? Secara Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu hadir buat ngasih pidato pembukaannya. Tapi di hari keduanya, gw di Path, lumayan banyak orang-orang yang datang ke JCC untuk lihat acara seni yang disponsori oleh PGN ini. Karena di hari keduanya, musisi yang tampil juga lebih banyak sih.

Ah sudahlah…

Mari sini saya kasih lihat foto-foto karya yang ada . O iya, mohon maaf kalau foto-foto gw agak gelap. Soalnya lighting pamerannya jelek.

Ini karya Kreina Windiah H.M. Judulnya Natural Beauty Advertizing Series.  Yang gw tangkap adalah dia mengkritik iklan-iklan kecantikan yang ada saat ini. Juga berbagai macam operasi plastik yang dilakukan orang supaya cantik. Pas melihat rincian tata cara operasinya gw agak berjengit serem sih >__<
Ini karya Kireina Windiah H.M. Judulnya Natural Beauty Advertizing Series.
Yang gw tangkap adalah dia mengkritik iklan-iklan kecantikan yang ada saat ini. Juga berbagai macam operasi plastik yang dilakukan orang supaya cantik. Pas melihat rincian tata cara operasinya gw agak berjengit serem sih >__<

 

Ini karyanya Arian13 yang tak lain adalah Arian sang vokalis Seringai
Ini karyanya Arian13 yang tak lain adalah Arian sang vokalis Seringai

 

Ini karya Angga Cipta, judulnya Ratapan Anak Tiri.  Radio itu memutar audio penggalan film drama Ratapan Anak Tiri. Kalau didengarkan secara khusyu, akan terasa aura dramatisnya... (halah, apaan sih?) Eeeeh beneran ini!
Ini karya Angga Cipta, judulnya Ratapan Anak Tiri.
Radio itu memutar audio penggalan film drama Ratapan Anak Tiri. Kalau didengarkan secara khusyu, akan terasa aura dramatisnya… (halah, apaan sih?) Eeeeh beneran ini!

 

Nah ini karyanya Azer dari kumpulan Komikazer. Bisa dibilang ini karya yang paling gw suka di ARTE 2014 ini. Soalnya 'nyentilnya' kena banget. Gw tampilkan beberapa karyanya ya...
Nah ini karyanya Azer dari kumpulan Komikazer.
Bisa dibilang ini karya yang paling gw suka di ARTE 2014 ini. Soalnya ‘nyentilnya’ kena banget.
Gw tampilkan beberapa karyanya ya…

 

Komikazer karya Azer
Komikazer karya Azer

 

Ada masanya kita pengen melakukan ini, bukan?  Komikazer karya Azer
Ada masanya kita pengen melakukan ini, bukan?
Komikazer karya Azer

 

Tahun ini The Popoh bikin karya yang ia dedikasikan untuk ayahnya. Mengharukan lho :'-)
Tahun ini The Popoh bikin karya mural yang ia dedikasikan untuk ayahnya. Mengharukan lho :’-)

 

Pas ketemu sama sang senimannya, kita daulatlah untuk foto depan karyanya.  Tapi pas gw jepret, doinya pas lagi merem -__-
Pas ketemu sama sang senimannya, kita daulatlah untuk foto depan karyanya.
Tapi pas gw jepret, doinya pas lagi merem -__-

 

Ini karyanya Sarita Ibnoe, judulnya Teruntuk Pasangan Ibnoe.  Ini tampak dekatnya.
Ini karyanya Sarita Ibnoe, judulnya Teruntuk Pasangan Ibnoe.
Ini tampak dekatnya.

 

Kalau kita mundur beberapa langkah ada bangku teras jadul yang ia sediakan untuk kita duduk dan menikmati karyanya. Jadi kita serasa duduk di teras dan bernostalgia akan perjalanan hidup sebuah pasangan
Kalau kita mundur beberapa langkah ada bangku teras jadul yang ia sediakan untuk kita duduk dan menikmati karyanya.
Jadi kita serasa duduk di teras dan bernostalgia akan perjalanan hidup sebuah pasangan.

 

Ini karyanya Kelvin Atmadibrata, judulnya Growing Up.  Sejujurnya gw kurang mengerti karyanya sih. Tapi ia satu-satunya karya seni yang menggunakan orang beneran. Itu sih menariknya.
Ini karyanya Kelvin Atmadibrata, judulnya Growing Up.
Sejujurnya gw kurang mengerti karyanya sih. Tapi ia satu-satunya karya seni yang menggunakan orang beneran. Itu sih menariknya.

 

Ini Monica Hapsari yang gw suruh foto bersama karyanya. Ia melukis, lalu dililitkan dengan banyak benang, lalu ia bekukan pakai resin. Gw baru tahu resin itu apa setelah nanya sama Monic, hehehe
Ini Monica Hapsari yang gw suruh foto bersama karyanya. Ia melukis, lalu dililitkan dengan banyak benang, lalu ia bekukan pakai resin. Gw baru tahu resin itu apa setelah nanya sama Monic, hehehe

 

Di sana gw ketemu salah satu perempuan cantik kesayangan gw karena dia orangnya 'asli', nggak palsu, dan sangat nyaman menjadi dirinya. Yaitu Ni Putu Peggy Agustien alias Peggy Cita-Cinta ^__^
Di sana gw ketemu salah satu perempuan cantik kesayangan gw karena dia orangnya ‘asli’, nggak palsu, dan sangat nyaman menjadi dirinya. Yaitu Ni Putu Peggy Agustien alias Peggy Cita-Cinta ^__^

 

Si Punk Rock pun bertemu dengan teman-teman seperjuangan lamanya. (ki-ka) Ardi, Andang Kelana, Ikesh, Si Punk Rock
Si Punk Rock pun bertemu dengan teman-teman seperjuangan lamanya. (ki-ka) Ardi, Andang Kelana, Ikesh, Si Punk Rock

 

Gw dan Si Punk Rock mejeng asoy. Setelah dipikir-pikir, udah lama juga gw dan Si Punk Rock nggak ke kondangannya seniman. Secara sejak hamil, badan gw suka rewel, hehehe
Gw dan Si Punk Rock mejeng asoy. Setelah dipikir-pikir, udah lama juga gw dan Si Punk Rock nggak ke kondangannya seniman. Secara sejak hamil, badan gw suka rewel, hehehe

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Iklan

Bagaimana menurut Anda?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s