Review: The Hobbit: The Desolation of Smaug

Category: Movies

Genre: Adventure, Fantasy

Rate: 4 out of 5

 

 

 

Film kedua dari trilogi The Hobbit ini masih menceritakan nasib Bilbo Baggins (Martin Freeman) yang dimintai tolong oleh kawanan dwarf untuk mengembalikan negara mereka dari tawanan naga Smaug (diisi suara oleh Benedict Cumberbatch). Perjalanan mereka tidak mudah, bahkan banyak rintangan yang harus mereka hadapi, seperti melewati hutan yang rawan, ditangkap kawanan elf, memecahkan teka-teki membuka pintu menuju negaranya sendiri, sampai mengalahkan naganya sendiri. Bagaimanakah cara mereka melewati semua rintangan tersebut?

 

Yang gw suka dari film ini:

-Make up dan kostumnya semakin keren dan niat. Make up-nya sih terutama yang bagus banget. Detil gitu. Yah secara ada bantuan sang master make up Guillermo Del Torro di sini ya.

-Set dan propertinya juga bagus dan teliti.

-Aktingnya Martin Freeman oke.

-Ya Allah gantengnya Luke Evans…. *usap muka*

-Ya Robbi kerennya Orlando Bloom… *usap muka lagi*

-Ulir rambutnya Tauriel yang diperankan Evangeline Lilly bagus yaaaa!

-Ada banyak sisipan fakta yang berhubungan dengan Lord Of The Rings. Sukaaaa!

-Eh itu di adegan pertama Peter Jackson sang sutradara bukan sih yang lewat? Bisa aja deh si Peter 😀

-Film ini lama tapi nggak ngebosenin. Cocok nih buat jadi film nunggu buka puasa.

 

Yang gw nggak suka dari film ini:

-Banyak efek komputer yang sebenarnya keren sih, tapi lama-lama jadi makin keliatan nggak natural.

-Orlando Bloom udah tua dan agak tembem yes. Jadi kurang keliatan kelincahan Legolas Greenleaf yang biasa kita tonton di Lord Of The Rings. Ini juga membuat tampang bapaknya Legolas Greenleaf jadi terlihat jauuuuuh lebih muda. Masa bisa begitu? Jangan bilang bapaknya Legolas pakai provider handphone yang bikin bapak-bapak jadi keliatan lebih muda dari anaknya itu.

-Kalau mau nonton film ini jangan ajak Si Punk Rock ya. Dia, setiap gw terpana dengan aksi heroik dan karisma raja yang dimiliki oleh kaum dwarf, suka ngebisikin gw begini: “Padahal dia kan cebol.” Langsung gubrak dah ane. Deal ya, nggak usah ajak Si Punk Rock ya. Biar Si Punk Rock nontonnya sama gw aja. Oke sip!

-Seperti biasa film-film triloginya Peter Jackson pasting endingnya gantung. Tapi ini gantungnya parah. Kenapa kau tega melakukan ini pada kami Peter? Kenapa?? KENAPA???? *gampar-gampar Peter Jackson*

 

Ini trailernya…

 

 

Iklan

Bagaimana menurut Anda?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s