Enam hari lagi

image

Semalam gw dan Si Punk Rock berantem. Tapi hari ini udah baikan.

“Aku ke rumah kamu ya,” kata gw. “Aku bantuin nyicil bungkus suvenir.”

Jam 5 sore gw sampai rumahnya. Si Punk Rock lagi bungkus-bungkusin suvenir. Mukanya kusut.

“Kamu kenapa?” tanya gw.

“Nggak apa-apa,” jawab Si Punk Rock sambil senyum. “Kamu mau minum apa?”

“Teh manis anget, boleh? Aku tadi di angkot agak mual. Kayaknya masuk angin,” kata gw dengan manja.

Si Punk Rock bangkit, lalu menghilang ke dapur.

Tangan-tangan gw mulai bergerak ngebungkusin suvenir. Nggak berapa lama Si Punk Rock datang bawa segelas teh manis anget.

“Yang suvenir di plastik merah mana?”

“Oh yang itu udah aku bungkusin,” jawab Si Punk Rock.

“Ha? Kapan kamu bungkusinnya?”

“Semalam.”

“Kapan?”

“Semalam. Aku kemarin ga tidur.”

“Bohong…”

“Yee beneran.”

“Kamu jadi belum tidur sama sekali dari semalem?”

“Tadi pagi jam setengah sembilan aku tidur kok.”

“Ampe jam berapa?”

“Ampe jam setengah sepuluh.”

“Kok kamu jahat sama badan kamu sendiri….”

“Kapan lagi ngerjainnya sayaaaang?” katanya sambil senyum.

Gw diem aja sambil lanjutin beresin suvenir.

Lelaki ini baik banget. Perasaan gw campur aduk. Antara senang, bersalah, sampai aneh. Gw sebagai anak perempuan satu-satunya di keluarga gw terbiasa mengurus orang lain. Sekarang begitu ada yang ngurusin rasanya beda. Lebih tepatnya baru ngerasain perasaan kayak gini.

Jadi begini ya rasanya…

Iklan

Bagaimana menurut Anda?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s