Review: Panzerkreuzer Potemkin (Battleship Potemkin)

(Repost dari blog yang lama: 5 Mei 2009)

Category: Movies

Genre: Classics

Rate: 4 out 5

Film sejarah ini menceritakan tentang para kelasi kapal perang Rusia Potemkin yang memberontak karena konflik sosial. Diawali dari para kelasi diberi makan daging yang udah mau busuk. Ketika mereka menolak makan, mereka malah diancam untuk dieksekusi. Untung sesaat sebelum eksekusi terjadi para kelasi bersatu dan melakukan perlawanan. Nahkoda kapal pun mereka rebut. Sayangnya sang pencetus pemberontakan malah tewas di saat pemberontakan berlangsung. Ketika mayatnya disemayamkan di dermaga terdekat, ribuan pelayat pun datang untuk mengucapkan belasungkawa. Pada tahun itu (1905) konflik sosial memang sedang berkecamuk di negeri tersebut. Peristiwa tersebut mempertajan konflik yang ada dan membuat rakyat Rusia bangkit melawan sang tiran.

Yang gw suka dari film ini:

– Gw dapat pengalaman baru, karena ini film bisu pertama kali yang gw tonton secara langsung.

– Banyak banget pesan sosial yang bagus

– Film yang dibuat pada tahun 1925 ini terpelihara dengan baik, terlihat dari gambarnya yang jernih dan bersih.

– Mengingat tahun produksinya, film ini menggunakan teknik yang lumayan canggih. Gambar tetap still (nggalgoyang) walaupun syuting di laut.

– Kolosalnya untuk menggambarkan people power-nya dapat!

– Ekspresi para pemainnya bagus. Kita bisa ketawa dan ikut meringgis kesakitan hanya melihat dari ekspresi mereka.

– Skoring atau pengiring film ini dimainkan langsung oleh duo pianis yang hebat, Pierre Oser dan Adelaide Simbolon. Benar-benar menghidupkan gambarnya.

Yang gw nggak suka dari film ini:

– Pemainnya nggak ada yang enak dilihat. Ekspresi mereka emang bagus ya, tapi tampang…… ya sama jadulnya sama film ini.

– Gw nonton film ini di PPHUI. Layar di depan mata gw dan para pianis masing-masing ada di sisi kanan-kiri layar. Karena mereka mainnya jago banget, gw jadi agak ke-distract sama mereka. Gw penasaran pengin ngelihat mereka main piano. Dan saat mata gw balik ke layar, gw udah melewatkan teks dialognya. Tsk….

– Karena nggak biasa nonton film bisu (tentang sejarah pula!), gw agak-agak ngantuk di tengah-tengah cerita. Apalagi dentingan pianonya yang membuai….

Setelah dibaca lagi sekarang:

-Iya, ini pengalaman pertama gw nonton film bisu dengan scoring-nya dilakukan secara live.

-Kangen ke acara kebudayaan kayak gini T__T

Ini adegan pertama filmnya yang gw dapat dari Youtube…

Iklan

Bagaimana menurut Anda?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s