Pemikiran Seorang Cewek

(Repost dari blog yang lama: 11 September 2008)

 

Ada cewek yang merasa hidupnya kini telah nyaman. Lalu ia pun berkenalan dengan seorang pria. Pria itu pun merubah pandangan hidupnya. Kalian salah kalau kalian pikir ini adalah sebuah kisah cinta. Karena pria itu tidak melakukan hal apapun untuk memikat hatinya. Yang dilakukan pria itu hanya bercerita.

Pria itu menceritakan pekerjaannya sebagai orang di balik lensa. Ia harus menangkap gambar-gambar yang hebat agar bisa dimuat di majalahnya. Untuk gambar-gambar itu ia pun harus rela berpergian jauh dan menelusuri berbagai pelosok dunia yang kata orang membahayakan nyawa. Ia bercerita ketika tsunami melanda ia ada di sana, ketika gempa di Yogya ia memburu gambar di sana. Ia bercerita bahwasanya sekarang saiangannya sebagai sesama orang dibalik lensa banyak dari kalangan perempuan. Dia bercerita bahwa perempuan sekarang lebih aktif, ligat, dan piawai menembus sumber. Perempuan sekarang berani-berani katanya.

Tiba-tiba nafas si cewek tercekat. Tiba-tiba dia merasa iri, merasa rindu, merasa bahwa seharusnya ia terlibat di dunia sang pria jalani.

Si cewek melihat dirinya dan sekelilingnya. Ia kini berada di lingkungan yang menyenangkan. Saking menyenangkan ia sampai merasa bosan. Si cewek merasa ingin menulis hal fakta yang dipenuhi kebaikan serta keburukkan, bukan hal khayal yang selalu penuh dengan kebajikan yang dimodifikasi. Si cewek ingin bertemu dengan orang-orang yang jujur dan apa adanya bahkan dengan derai air mata yang mereka ceritakan dengan merana. Dan seketika si cewek merasa muak bertemu dengan kumpulan manusia-manusia yang rapi, bersih, dan wangi dan tentu saja penuh dengan kepalsuan. Ia ingin pergi dan kembali dengan membawa cerita tentang dunia, bukan kembali dengan cerita akan sifat atau penilaian terhadap fisik manusia seperti yg selama ini ia lakukan. Ia rindu ingin berbicara lantang dengan logika, bukan menahan omongan hanya semata-mata takut melukai perasaan seseorang.

Si cewek merasa gundah. Ia merasa ia tidak sepatutnya berada di sini. Si cewek ingin sekali berbicara dengan ayahnya mengenai hal ini. Namun si cewek tahu reaksi ayahnya pasti akan memintanya untuk mensyukuri apa yang ia dapat sekarang. Bahwa di tempatnya sekarang baik untuk perempuan seumurannya karena fasilitas yang diberikan. Dan si cewek bahkan tahu bahwa itu akan menjadi jawaban yang sama ketika ia mencoba mengungkapkan masalah ini kepada abang dan adik laki-lakinya. Si cewek tiba-tiba merasa sebal dengan keluarganya. Namun di lain pihak si cewek tahu pasti bahwa keluarganya hanya ingin melindunginya dari hal-hal yang membahayakan. Karena ia hanya seorang perempuan. “Mana ada lelaki di keluargamu yang akan tenang kalau kau bilang ingin pergi ke Jayapura untuk mencari berita orang kelaparan di hutan? Mereka pasti akan lebih suka mendengar kau akan pulang larut malam karena harus menunggu Baim Wong selesai syuting,” pikir cewek itu.

Si cewek merasa dunia tidak adil terhadap perempuan. Terutama untuk perempuan yang tinggal di negara ketimuran dan ingin mengejar mimpinya.

 

Setelah dibaca lagi sekarang:

-Setelah empat tahun di tempatnya yang nyaman, si cewek pun memberanikan diri untuk pindah ke tempat yang lebih memberikannya tantangan. Di tempat barunya, ia memang mendapat tantangan tersebut. Sayangnya kurang didukung dengan manajemen yang baik. Akhirnya si cewek memutuskan untuk hengkang sebelum terjebak lebih lanjut. Dan kini ia menantang dirinya untuk pindah ke dunia yang baru meskipun tidak jauh dari dunianya lama.

-Si cewek masih berteman baik dengan si pria yang memuka matanya. Pria itu adalah Abdul Malik, (kini eks) Fotografer Gatra.

-Iya, si cewek itu gw 🙂

Iklan

Satu respons untuk “Pemikiran Seorang Cewek

Bagaimana menurut Anda?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s